Diary Trio Q, Oktober 2019 dan serba serbi tumbuh kembangnya

Assalamualaikum,
Dear anak-anakku.. seperti biasa saat aku menuliskan ini adalah untuk diary kalian. Siapa tau suatu saat tulisan ini berguna untuk mengenang, mengingat, dan membahagiakan hari-hari kalian 💕💕 
Oktober 2019 sudah tiba, apa yang terjadi pada bulan ini? Atau lebih tepatnya beberapa bulan terakhir ini deh. Mama akan cerita satu persatu dari kalian ya 😍


QORIRA

Awal oktober ini berita bahagia dari Qorira adalah memenangkan Olimpiade Sains yang di selenggarakan di sekolahnya. Yang di lombakan adalah Matematika dan IPA. Pada babak penyisihan di ikuti oleh seluruh siswa, kelas 4-5-6 dengan materi sesuai kelas masing-masing tentunya. Kemudian di babak final, Setiap kelas di pilih 3 orang utk bersaing dengan sesama kelasnya, yaitu kelas A, B, C. Di babak penyisihan Qorira sudah berada di posisi tertinggi untuk kedua pelajaran yaitu Matematika dan IPA.

Mama sudah seneng banget. Saat masuk final, sempet menghubungi teman mama, tante Dwi yang punya bimbel dan ahli matematika untuk ngajarin Qori. Ternyata jarak penyisihan dan final hanya 2 hari jadi enggak sempat mau belajar privat. Tapi alhamdulillah, Qorira mendapatkan juara 1 untuk Matematika, dan juara 3 untuk olimpiade IPA.


Awalnya sih, mengira Qorira akan di utus untuk ikut olimpiade sains tingkat kota. Tapi ternyata, yang mewakili sekolah adalah kelas 5. Doakan ya, tahun depan Qori memenangkan olimpiade lagi, lalu mewakili sekolah di tingkat kota. Pr banget untuk mama, mengejar perbedaan pelajaran antara SD IT dengan sekolah negeri. Mudah-mudahan belajar agama tidak menghalangi Qorira untuk tetap maju di akademik.

Sejujurnya papa mama tidak pernah memaksa Qori untuk juara atau ahli di akademik. Maunya Qori jadi penghafal Quran aja udah seneng. Tapi, Masyaallah, sepertinya bawaan orok, Allah kasih Qori kemampuan di akademik, dan Qori juga suka banget yang namanya kompetisi. Tiap ada lomba maunya menang aja terus. Tapi yaa gimana, sama kaya karakter mamanya, hahaha. Mamanya suka banget yang namanya lomba, dan gak pernah gentar sebelum berjuang sampe titik peluh terakhir, tsahhh..
Kayanya kalo belum mencoba itu gak puas. Namanya kalah itu sudah kebal.

Baca juga: Qorira dan bulan mei yang berkesan

By the way, bulan lalu Qori juga ikut kompetisi menulis cerpen. Dan ternyata kalah kan, dengan ratusan cerpen buatan anak-anak lain seindonesia. Sedih banget Qori. Tapi anaknya sih selow banget, sedih paling juga beberapa menit. Lanjut aja nyari lomba lainnya. Semoga Qorira selalu jadi anak tangguh ya, gak pernah mundur sebelum berjuang. Selalu berani berkompetisi, dan sabar saat kalah. 

Hafalan Qorira sampe oktober 2019 ini sudah sampai surah Al-Haqqah, alhamdulillah. Untuk al-mulk dan ar-rahman juga sudah hafal bulan lalu. Mudah-mudahan segera selesai hafalan juz 29 ya, nak!

Qorira naik kapal
Pasar terapung (dokpri)

Oh iya, sejak 2 bulan lalu, ART yang kerja di rumah juga berhenti. Sejak tidak ada acil, Qorira di minta mama untuk cuci baju sendiri (pake mesin cuci sih), menjemur sendiri, lalu mengambilnya kalau sudah kering. Baju rumah di lipat sendiri, kalau yang harus di setrika, masih memakai jasa dari luar juga. Hehe.. tapi setidaknya Qori sudah bisa sedikit-sedikit pekerjaan rumah. Diajari supaya tau susahnya mencuci pakaian. Gak asal tau pakai saja dari lemari. Alhamdulillah Qori sudah faham sekarang. 

Qowiy

Qowiy sudah menunjukkan perkembangan signifikan sejak pindah sekolah ke TK IT, dulunya kan TK umum. Alhamdulillah sampai oktober ini sudah hafal ayat kursi, at-takatsur, al-zalzalah dan saat ini sedang on progress menghafal al-adiyat MasyaAllah..


Hal paling unik dari Qowiy yang membedakan dengan saudara lainnya adalah sifat Qowiy yang sangat teratur dan taat peraturan. Semua harus sesuai tempatnya, semua harus serba bersih. Masih berlaku sampai sekarang. Mamanya saja kalah teratur daripada Qowiy. Sepatu begitu copot itu langsung di taroh tempatnya, langsung di letakkan sepulang sekolah masuk ke lemari sepatu padahal kami serumah aja sering asal taroh sepatu kalau pulang dari mana aja, rajin banget mandi kalau keringatan, perkakasnya gak bisa kotor dikit udah minta ganti, gak bisa di nego. Penampilannya selalu rapi, klimis, dan teratur. Itulah Qowiy, hehe..

Qowiy adalah anak auditory yang sangat mudah mengingat lewat pendengaran. Alhamdulillah minggu lalu 6 oktober 2019, di rumah mengadakan majelis taklim khusus anak, Qowiy jadi makin mudah belajar karena ramean sama anak-anak lainnya.

Baca juga: Qowiy dan bulan pertama sekolah

Qowiy sudah bisa menulis, setidaknya namanya sendiri sudah bisa. Huruf lain masih belajar. Membaca juga sudah bisa dikit-dikit yang mudah dengan pengulangan sama. Misalnya baba, bibi, susu, dede, dan sejenisnya. Untuk mengaji, alhamdulillah Qowiy sudah masuk IQRO 2, jadi sudah bisa baca huruf hijaiyah yang brsambung 3-4 rangkaian huruf. Masyaallah.. duluan bisa ngaji ketimbang calistung. 


Entah ya tahun depan ini Qowiy bisa masuk SD apa belum? Yang jelas tetap akan di daftarkan SD, tapi kalau belum siap dan tidak diterima ya sudah, nambah lagi nanti setahun untuk TK.B nya. Tapi kalau diterima di SD ya sekolah aja. Doain yaa semua lancar.

Untuk karakter, ya masih suka usil. Emosionalnya masih, kadang suka pukul-pukulan sama adeknya, namanya anak cowok ya mainnya agak keras tapi terus di ajari untuk lembut, terlalu lembut juga jangan. Tapi, tipikal Qowiy, dia tidak mau menyakiti duluan. Dia hanya suka membalas. Jadi biasanya sih adeknya yang usil, lalu dia menunjukkan ketidak sukaan karena di ganggu dengan marah. Qowiy secara personal tidak suka memulai perkelahian duluan.

Bulan lalu mama juga mengajak Qowiy ke dokter gigi, cuma mau mengecek saja. Mau membiasakan setiap tahun kontrol gigi. Alhamdulillah, tidak ada bolong, tidak ada yang rusak. Cuma ada gigis dikit di gigi depan agak hitam, tapi enggak di apa-apakan karena ringan dan kata dokter cukup di bersihkan dengan rajin agar tidak makin banyak gigis.

Qowiy actually sekarang sudah bisa naik sepeda. Tapi di sepedanya masih ada satu roda kecil. Qowiy bilang sepedanya rusak karena roda kecilnya cuma sebelah. Itu sugestinya aja sebenarnya, karena setiap mengendarai, dia sudah tidak memakai roda kecil itu. Sudah bisa pakai roda dua. Senengnyaaa.. dan karena itu, tiap sore dia suka hilang ke lapangan komplek buat main sepeda, atau sekedar main bola dan main lainnya sama anak-anak komplek. Begitulah punya anak cowok ya. Main mulu..

Qodhi

Qodhi masih dalam kondisi lucu-lucunya, masih sangat gemesin dan loveable. Bungsu yang paling di sayangi semuanya. Suka memeluk, mencium, dan minta gendong. Di sekolah lengket banget sama gurunya, minta gendong aja terus padahal badannya sudah seberat tabung gas, yaitu 15 kg, huft! Manjanya 😅😅 tapi karena itu orang-orang menyayanginya.


Setiap di jemput sekolah selalu berlari menyambut mamanya, dan menghambur ke pelukan. Seolah-olah kami tidak bertemu setahun yang lalu. Hahaha, lebay. Ya memang begitulah Qodhi, loveable banget! 
Suka banget salim cium tangan ke siapa aja di sekitarnya meski gak disuruh. Kocaknya, tempo hari pas di ajak ke RS, pas jamnya antri Qodhi cium tangan ke semua orang yang ada di ruang tunggu. Eaaaa.. mamanya langsung panik dan nyuruh dia nunggu dalam mobil saja sama papa. Bukan apa-apa sih, yang namanya di RS kan semua isinya orang sakit. Bahaya juga kalau pas yang tangannya tidak steril. Hahaha..
Qodhi sendiri di ajak ke RS itu ke dokter kulit. Karena dia kena jamur, pasca megang-megang kucing yang kulitnya jamuran. Hiks.. alhamdulillah sih setelah di resep salep sama dokter kulit, sekarang sudah sembuh. 

Qodhi sampai oktober ini, belum menunjukkan perkembangan signifikan untuk sekolahnya. Tapi mama juga tidak mentarget apa-apa. Karena PAUD kan isinya buat main saja. Biar Qodhi senang-senang aja di sekolah. Bulan lalu Qodhi sama sekolahnya pelajaran outdoor ke peternakan sapi limousine. Pas baru tiba, saat semua anak masih takut dan di kenalin sapi, alhamdulillah Qodhi maju duluan ngambil rumput dan mau kasih makan. Gurunya dengan sigap menggendong dan membantu qodhi ngasi rumput karena sapi limousine kan gede-gede banget, jadi gak nyampe tangannya. Qodhi sama sekali gak kerasa takut atau malu menghadapi sapi, masyaallah ya.

Qodhi maju duluan mendekati sapi
(Peternakan sapi limousin)

Qodhi di bantu gurunya memberi makan
So happy

Yang di dapat Qodhi selama sekolah ini bukan berupa pinter nyanyi atau pinter nulis sih. Tapi lebih ke skill. Jadi anak yang percaya diri, berani, makin supel, berdoa sebelum melakukan apa-apa dan mudah di ajak berkomunikasi dua arah. Alhamdulillah, nak.. untuk mengajinya, baru sebatas bisa huruf tunggal A-Ba-Ta, hihihi doain segera nambah bacaannya ya. Tapi untuk alphabet malah suda bisa duluan, dan saat ini masyaallah lagi suka ngoceh dan tanya jawab terus, lagi kritis-kritisnya berpikir.

======

Nah itu perkembangan trio Q beberapa waktu terakhir. Bulan ini, sudah masuk musim hujan. Di rumah kami, Banjarbaru baru selesai bencana kabut asap. Dua bulan terakhir kami pakai masker dan setiap pagi bergelut sama asap. Ketiga trio Q berangkat sekolah lebih siang jika asap sedang tebal.

Mama agak trauma karena pas bencana kabut asap tahun 2015 dulu, Qorira sempat 2x mengalami ispa, dimana yang kedua itu sampai masuk RS. Jadi sekarang di jaga banget. Meski kadang Qori ngomel-ngomel karena malu datang terlambat. Tapi alhamdulillah gurunya mengerti kenapa dia harus datang terlambat karena mama minta ijin, dan sudah menjelaskan dulu Qori pernah masuk RS karena asap juga.
Akhirnya setelah hujan buatan, solat minta hujan, dan pemadaman dimana-mana, sekarang memasuki musim hujan. Anak-anak sempat kena batuk akibat asap, tapi tidak lama. Justru mama yang paling parah sampai kena Ispa 2x dengan durasi batuk cukup lama dua mingguan. Hiks..

Wajar sih karena mama banyak aktivitas outdoor. Hilir mudik nganter anak sekolah mungkin maskernya kurang tebal. Harus ke pasar, ngurus ini itu kerjaan emak. Fisik juga mungkin capek karena enggak ada ART jadi mudah sakit. Alhamdulillah, bencana kabut asap tahun ini, enggak jadi masalah bagi trio Q. Bebas..

Tanggal 6 oktober 2019 juga di rumah trio Q mulai membuat majelis taklim untuk anak-anak. Yang mengajar ustadz Andi Kisworo, peserta awalnya sih lumayan kemarin ada 14 anak termasuk trio Q. Mudah-mudahan bisa jalan rutin setiap dua minggu sekali. Supaya trio Q makin banyak serapan ilmu agama. Aamiin..

Sekian dulu ya update diary trio Q, sampai ketemu di diary berikutnya ya, anak-anak kesayangan mama. Doa mama selalu untuk kalian, doa yang hanya Mama dan Allah yang tau 💕💕

No comments :

Post a Comment

Terimakasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan saya, Semoga bermanfaat. Ambil baiknya tinggalkan buruknya. Silakan tinggalkan komen yang santun ya tapi jangan tinggalin link hidup. Apalah arti tulisan saya tanpa kehadiran kalian..