Hari Pertama Sekolah, Si Bungsu Qodhi

Pertama kali masuk sekolah
Pendidikan anak usia dini


1st day school


Assalamualaikum,
Qodhi pada bulan mei 2019 lalu, tepat berusia 3 tahun. Tapi Qodhi sejak tahun lalu kakaknya masuk TK sangat terlihat keinginannya untuk ikut sekolah. Baik saat mengantar atau menjemput, selalu ingin ikut masuk. Bahkan sering kecolongan dia nyelonong masuk dan gak mau pulang.

Akhirnya tahun ini juga, aku memutuskan mendaftarkan Qodhi sekolah Paud (Pendidikan anak usia dini) untuk kelas bermain (KB). Dimana durasi KB ini sangat singkat hanya 2.5 jam dari jam 8-10.30 pagi. Dan kerjanya hanya bermain, bernyanyi dan bersenang-senang sambil sosialisasi sama teman-teman yang seumuran.

Sekolah yang dimasuki adalah sekolah yang sama dengan kakaknya menempuh pendidikan TK, jadi 3 bersaudara TK nya disitu. Hanya saja, Qowiy tahun ini aku pindahkan ke sekolah lain. Jadi tahun 2019 ini qowiy juga berstatus murid baru di TK yang lain. Kenapa pindah sekolah? Nanti saya posting di hari lain ceritanya panjang lebar ya.

Banyak sekali pertimbangan saat memasukkan Qodhi ke KB ini, jadi bukan sekedar anaknya pengen sekolah, kita daftarkan, selasai. Tidak sesepele itu. Untuk memutuskan Qodhi sekolah dimana, saya harus survey dulu liat beberapa sekolah. Liat jumlah murid dan gurunya, jujur aja saya tidak terlalu suka sekolah paud yang muridnya terlalu banyak. Karena saya merasa nanti anak saya tidak terlalu di perhatikan tumbuh kembangnya. Mungkin sayanya aja agak lebay kali ya. Soalnya di sekolah yang muridnya banyak juga biasanya ya fine-fine aja.

Alasan lain? Well, oke, saya rangkum sedikit lah ya, pertimbangan saya memilih KB untuk Qodhi:

  1. Anaknya nyaman ketika diperkenalkan sekolahnya, tanda dia benar-benar ingin sekolah.
  2. Saya sreg dengan guru-gurunya, level "sreg" ini sungguh hanya personal yang bisa merasakan. Tidak ada ukurannya. Dan saya kebetulan sreg aja dengan guru KB nya.
  3. Lokasi menuju sekolah masih dekat dan terbilang berani saya lewati setiap hari (meski namanya jalan ramai, pasti aja deg-degan) dan akses kesana mudah.
  4. Sekolah dan orang tua se-visi dalam soal bekal makanan. Guru tau dan kompak soal menjaga makanan si kecil
  5. Lokasi sekolah bagus. Bagus ini tidak identik dengan mahal loh. Bagus maksud saya adalah lingkungan yang bersih, bebas jajanan, nyaman untuk bermain tanpa berdesakan, dll.. tau sendirilah maksudnya ya
  6. Suami setuju (ini yang utama sih, karena beliau kasirnya, hahaha)

Umum banget ya alasan saya. Tapi intinya, kalo mencari yang terbaik sih gak ada habisnya, tapi mencari yang nyaman di hati itu sulit. Eaaa.. kok baper. Intinya sih, saya menyekolahkan dia untuk membuat dia senang, karena saya tau dia menginginkan itu. Tentu saja alasan saya tidak bisa di jadikan patokan bagi orang tua lainnya, karena kondisi anak hanya masing-masing orang tua yang tau.

Kembali ke Qodhi, bagaimana reaksinya ketika hari pertama sekolah itu tiba?

Hari itu ketiga anakku akhirnya masuk sekolah. Sebenarnya itu moment baper bagi seorang ibu lemah yang mudah mewek ini. Tapi karena saking sibuknya nyiapin sarapan sekaligus bekal 3 anak, termasuk untuk suami dan nyiapin diri sendiri juga mengantar anak sekolah. Semua berlangsung sangat cepat. Baper pun tidak sempat lagi. Haha.. padahal kalau mengingat bagaimana Qodhi kritis pas lahir dulu, ga nyangka banget Qodhi masih diberi Allah kehidupan hingga hari ini. Kisahnya sudah saya tulis dilink ini ya..

Kisah kelahiran di bungsu Qodhi

Semua siap di jam 07.00 pagi. Mbak Qori diantar bareng sama suami ke kantor karena masuk sekolah jam 7.30 sedangkan 2 anak laki-laki ini di antar nanti ketika mendekati bel masuk karena masuknya pukul 08.00. Takut anaknya gak siap atau apalah.

Mbak Qori 💕
Mas Qowiy 💕

Akhirnya saya berangkat 7.30 mengantar Mas Qowiy duluan. Mengantar Mas Qowiy agak lama karena bingung belum banyak tau aturan sekolah barunya, akhirnya langsung menuju ke sekolah Qodhi jelang pukul 08.00. Meski hanya KB, sekolahnya adalah yang terjauh dari kedua kakaknya. Masih satu kelurahan sih, tapi lumayan ngelewatin jalan besar dan simpangan ramai. Duhh gugupnya berlipat-lipat.

Sesampai di sekolah, guru yang sudah kenal kami semua, langsung menyambut. Qodhi pun yang memang sejak dulu ingin sekali sekolah, langsung masuk dan terlihat bahagiaaaaa banget. Sulit lah di gambarkan, mungkin seperti wajah-wajah nemu harta karun gitu karena disana banyak sekali mainan. 

Awalnya tidak mau di tinggal, dia enjoy bermain tapi saya gak boleh pulang. Akhirnya saya tunggulah sampe dia benar-benar masuk kelas dan tidak menyadari saya pulang. Qodhi seperti mendapatkan apa yang lama dia idamkan sejak tahun lalu yaitu masuk sekolah.

Ketika di jemput, Qodhi menghambur berlari memelukku. Meski tidak terucap Qodhi tampak bahagiaaaaaa banget. Makanya saya bersyukur bahwa sekolah ini tidak jadi tekanan untuknya. Hari pertama sekolah tampak sangat menggembirakan. Sampai-sampai ketika teman saya menawarkan, ada kuis di instagram yang temanya berbagi kisah di hari pertama sekolah, saya bingung mau ikutan. Karena hari pertamanya tanpa drama, lancar saja. Sedangkan mungkin yang dibutuhkan pemilik acara mungkin sesi sekolah yang ada drama dan konflik (((mungkin))) 😂😂

Hari kedua, ada-ada ulah sang anak ya. Ketika saya datang menjemput, dia malah sembunyi gak mau pulang. Setelah di panggil berulang-ulang dia nongol juga, mungkin maksudnya bercandain mama nya ngumpet-ngumpet dulu. Begini expresinya habis ngumpet


Berbahagialah, nak..
Karena dari sehat dan bahagiamu
Penatnya hidup tidak terasa
Rasanya semua seru dan menyenangkan

Berbahagialah, nak..
Mungkin mama tak lama merawatmu
Kelak ada masanya kau tlah mandiri
Dan mama yang akan merindukanmu

Berbahagialah, nak
Doa mama selalu untuk anak-anak
Tetap dalam iman islam hingga akhir hayat
Hiduplah yang sehat dan berumur panjang
Lalu wafatlah dalam husnul khotimah

Berbahagialah, nak
Karena kalian 3 bersaudara
Yang saling menyayangi sejak kecil
Maka mama ingin kalian rukun

Berbahagialah, nak
Sepanjang usia
Sepanjang nafas
Sepanjang hidup

Baca juga:

1 comment :

Terimakasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan saya, Semoga bermanfaat. Ambil baiknya tinggalkan buruknya. Silakan tinggalkan komen yang santun ya tapi jangan tinggalin link hidup. Apalah arti tulisan saya tanpa kehadiran kalian..