Climate Justice, apa dan bagaimana

Climate justice harus diperjuangkan


Rasanya capek ya membahas global warming dan perubahan iklim (climate change), seolah olah tuh kaya enggak ada perubahan apa-apa, padahal udah usaha keras, udah koar-koar tapi tetap aja suhu bumi memanas dan bencana dimana-mana. Kok rasanya enggak adil banget sih ya, kita enggak berbuat banyak kerusakan tapi menerima imbasnya.

Gas rumah kaca semakin meningkat dan terjebak diantara atmosfer bumi,  suhu bumi meningkat dan Indonesia sangat terdampak karena menjadi salah satu negara yang memiliki banyak pesisir pantai. Banjir Rob dimana-mana, bencana alam, tanah longsor, cuaca yang suhunya panas luar biasa namun dingin secara ekstrim, dan berbagai dampak besar dari panas bumi yang meningkat sangat dirasakan di Indonesia. Sebagai bagian dari #Ecobloggersquad saya senang banget bisa sering membahas isu perubahan iklim ini agar selalu menyeruak di masyarakat luas terutama pembaca blog saya.

Climate Justice

Apa itu climate justice? artinya keadilan iklim. Kita semua sebagai negara-negara terdampak perubahan iklim, berhak meminta keadilan pada negara-negara adidaya lainnya. Kita berhak meminta Climate justice pada negara mana saja yang menyumbang emisi gas rumah kaca terbesar di bumi. Climate justice ini mengajak kita semua memandang keadilan iklim secara adil. Karena Climate justice ini sekarang sudah dipandang sebagai salah satu hak asasi manusia untuk hidup normal

Karena dampak perubahan iklim akibat emisi gas rumah kaca bukan hanya soal alam, tapi juga berdampak sosial, kesehatan, ekonomi, hingga mempengaruhi catatan sejarah. Sebagai manusia di bumi kita berhak memiliki kualitas hidup yang sama, terutama orang-orang yang sudah berusaha menjaga bumi, mengeluarkan sedikit emisi ke bumi, tapi kenapa justru menerima dampak yang besar. Mereka yang paling banyak berbuat kerusakanlah yang paling bertanggung jawab pada semua perubahan iklim ini. Tanpa adanya climate justice, segala perubahan iklim ini akan kita pandang secara timpang dan menjadi wajar. Padahal ada aspek keadilan yang harus diperjuangkan jika tidak ingin bumi menjadi musnah karena terkurung panas. 

Jangan hanya khawatir pada perubahan iklim, tapi lakukan sesuatu!


Bagaimana climate justice berjalan

November 2022 di Egypt, perwakilan dari berbagai negara di belahan dunia melaksanakan konferensi yang bernama COP 27 dimana perwakilan setiap negara dan para aktivis sepakat untuk sama-sama menurunkan suhu bumi sebesar 1,5 derajat celcius, pertemuan ini juga dihadiri oleh negara-negara dengan penghasil emisi terbesar untuk bisa berkomitmen mengurangi pemakaian bahan bakar fossil. New zealand bahkan berkomitmen menggelontorkan $20m untuk mengembangkan negaranya memperbaiki akibat perubahan iklim, Uganda mengatakan bahwa perubahan iklim tak sekedar data statistik tapi juga tentang manusia yang terdampak. Unicef turut bersuara bahwa segala keputusan terkait iklim saat ini akan besar dampaknya bagi anak-anak dan remaja di masa yang akan datang. Bahkan istri mendiang Nelson Mandela, Graca Machel tak ketinggalan menyuarakan keadilan iklim dari afrika selatan.

Rasanya bahagia dan haru ya kalau semua negara kompak menyuarakan keadilan iklim ini, semua bersama-sama berjuang melawan perubahan iklim ini agar membuat bumi jadi dingin kembali seperti dulu. Kita menunggu saja, setelah konferensi COP27 ini apakah keadilan iklim benar-benar akan terlaksana terutama oleh negara-negara penyumbang emisi terbesar di bumi.


Apa saja fokus Climate Justice?

Jika memandang akibat dari perubahan iklim, tentu sangat banyak dan mempengaruhi semua sisi kehidupan dan tatanan dunia. Tapi mari kita kerucutkan fokus kita kepada 3 hal yang paling berpengaruh. Kemana tuntutan keadilan ini akan mengarah.

1. Keadilan antar negara

Di dunia sudah terlihat mana negara maju, negara berkembang dan negara yang masih terbelakang dari segi ekonomi. revolusi industri jelas menyentuh negara-negara maju. Jadi tentu saja yang paling banyak menghasilkan emisi gas rumah kaca dari kegiatan industri adalah negara-negara maju. Lalu kenapa justru yang banyak menerima dampaknya adalah negara-negara dengan emisi kecil bahkan memiliki alam yang indah, contohnya Indonesia dan negara-negara lain yang alamnya masih terjaga asri. Rasanya tidak adil sekali ya antar negara ini, dimana dunia barat yang berbuat lalu dunia timur yang menerima akibatnya. Karena kita tinggal di bumi yang sama, kita pun berhak menerima rasa adil dengan alam yang telah kita jaga.

2. Keadilan Ekonomi

Negara-negara maju memiliki jumlah orang kaya lebih banyak daripada orang miskin. Ketika dampak besar perubahan iklim ini terjadi, orang kaya masih bisa membangun kembali atau minimal menyelamatkan diri dari kemiskinan. Semantara masyarakat miskin dan pas-pasan akan menjadi makin terbelakang dari segi ekonomi dan taraf hidup.  masyarakat kaya tetap kaya, yang miskin semakin miskin dengan terjadinya banyak bencana akibat perubahan iklim. Padahal yang paling banyak menghasilkan emisi dari industri sudah pasti si kaya, bukan?

Siapa penyumbang emisi terbesar?


3. Keadilan Generasi

Rasanya kok malu ya, mewariskan bumi yang bobrok ini kepada anak cucu kita. Melihat wajah polos mereka saja rasanya tak sanggup membebani mereka untuk memperbaiki bumi yang rusak. Rusaknya bumi hari ini adalah akibat orang sebelum kita. Dan rusaknya bumi di generasi mendatang adalah ulah kita saat ini. Karena itu mari tegakkan climate justice antar generasi agar anak cucu kita mendapat hak yang sama seperti kita yaitu terlahir dan hidup di bumi yang nyaman. Jika saat ini iklim terasa tidak adil, maka segera kita selesaikan saat ini tanpa menyisakan beban ke generasi berikutnya, itu baru akan terasa adil


Apa yang harus kita lakukan?

Menyayangi bumi, tak sekedar ikut merayakan hari bumi setiap tahun, tapi bergeraklah lebih dari itu. Bantulah support segala kegiatan yang dapat mengurangi global warming sebisa kita. Mengurangi sampah, mengurangi food waste dan tekstil waste, paperless, menghemat pemakaian bahan bakar fossil dan listrik, harus banget kita terapkan jadi kebiasaan.

Sebagai orang awam yang tidak berwenang di dunia internasional, kita bisa andil dengan terus menyuarakan hati nurani manusia, agar yang lain pun tergerak membantu mengurangi global warming dengan cara-cara yang mudah. Lalu kampanyekan climate justice ke berbagai kalangan agar semua pun mendukung semampunya. Well, bahkan jika ada calon pemimpin daerah yang memasukan isu keadilan iklim dalam satu janji kampanyenya, bagus untuk kita support karena artinya beliau concern pada perubahan iklim ini.

Nah, itulah sedikit tentang keadilan iklim. Bagaimana akhirnya ini menjadi isu serius yang memang harus dibahas dan diperjuangkan, do something! tidak hanya diam saja melihat segala perubahan ini.








5 comments

  1. Sedikit mengerutkan kening dengan frasa climate justice, karena iklim selama ini menurut dengan letak negara masing-masing. Oh ternyata baru ngeh, kini kegiatan manusia juga berpengaruh pada iklim jadi perlu diperhatikan juga. Terima kasih informasinya!

    ReplyDelete
  2. Baru denger juga ada keadilan iklim. Tapi masuk akal juga sih ya mbak. Bisa jadi ada negara yang terdampak oleh emisi gas rumah kaca menyebabkan rusaknya alam beberapa negara yang tidak tahu menahu mengenai hal tersebut. Semoga ada solusi terbaik bagi alam di dunia ya

    ReplyDelete
  3. Mumpung mau pemilihan politik nih....usahakan pilih yg bersih dan punya concern bagus utk perlindungan lingkungan, yaa
    Semangat utk kita semua

    ReplyDelete
  4. climate justice emang perlu ditegakkan terutama buat negara maju yang menyumbang emisi besar harus support negara seperti Indonesia yang masih punya hutan rimba penyeimbang alam

    ReplyDelete
  5. Ternyata keadilan bukan hanya untuk aktivitas kehidupan manusia ya, tapi berlaku juga untuk iklim yang tentunya utk kepentingan hajat hidup manusia juga

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan saya, Semoga bermanfaat. Ambil baiknya tinggalkan buruknya. Silakan tinggalkan komen yang santun ya tapi jangan tinggalin link hidup dan jangan berkomentar anonim ya. Apalah arti tulisan saya tanpa kehadiran kalian..