6 Cara Mudah Diet Kantong Plastik di Rumah

Tips Diet Kantong Plastik

Kantong plastik adalah salah satu jenis sampah yang sulit terurai jika di buang. Sulit bukan berarti tidak bisa, melainkah butuh waktu yang lama ketimbang jenis sampah lain. Jadi bisa dibayangkan apa jadinya bumi ini kalau jumlah plastik yang di buang, tidak sebanding dengan luas tempat penampungan sampah dan kecepatan penguraiannya. Karena itulah bermunculan gerakan Diet kantong plastik yang di gagas para pemerhati lingkungan dan sudah ramai di terapkan.


Penggunaan kantong plastik memang belum bisa di hilangkan dari kehidupan sehari-hari karena masih sangat di butuhkan oleh masyarakat seluruh lapisan. Meskipun saat ini, produsen plastik sudah beramai-ramai menciptakan jenis plastik yang mudah terurai, tetap saja mengurangi jumlah sampah akan jauh lebih baik, bukan? 

Saya adalah salah satu pendukung dari gerakan ini. Meskipun saya belum berhasil diet ketat, setidaknya saya sudah berusaha melakukan yang saya bisa demi masa depan yang lebih baik. Yaelah, bahasanya bijak amat. Hehehe.. 

Coba saja bayangkan sebuah rumah tangga yang perhari mungkin menghabiskan 4-5 kantong plastik, jika bisa menghemat menjadi 2-3 kantong plastik saja, dan di kerjakan oleh ribuan rumah, itu akan sangat berpengaruh terhadap jumlah sampah plastik dimuka bumi. Ckckck.. Dan itu keren menurut saya.

Tugas saya, kita, yang sesama wanita, sesama ibu rumah tangga, adalah saling support untuk menjaga lingkungan. Selain menanam pohon, mengurangi pemakaian air dan listrik, tentu saja diet kantong plastik sudah jadi sepaket.



Terus kapan nih share cara mudah diet kantong plastiknya? Kepanjangan curhatnya. Hahaha.. Iya, kok kayanya gak afdol kalo gak curhat dulu. Aku aja kali yang ga afdol, yang baca mah afdol-afdol aja kalo langsung to the point, 😂😂😂

Di Banjarmasin, sudah menerapkan belanja tanpa kantong plastik sejak beberapa tahun lalu. Jadi kalau kalian datang ke minimarket mana aja, kasir akan tanya "bawa kantong belanja gak bu? Disini tidak menyediakan kantong plastik ya" dan komitmen itu di patuhi dan terus di jaga hingga akhirnya tahun ini (2018) Banjarmasin memperoleh penghargaan sebagai satu-satunya kota yang menerapkan belanja tanpa kantong plastik di Asia. Penghargaan tersebut diterima di Jepang oleh walikota Banjarmasin. Akhirnya dari penghargaan itu, PERDA tsb akhirnya di tiru kota-kota lainnya di Indonesia, khususnya di Kalsel sendiri peraturan tsb sudah di terapkan ke seluruh Kabupaten.

Baca juga : Tips menyimpan bungkus kado bekas

Nah, sekarang waktunya saya share, cara diet kantong plastik ala rumah tangga yang saya terapkan di rumah. 

1. Menolak Plastik yang tidak bisa di re-use

Kita pasti tau jenis plastik ukuran berapa yang bisa kita pakai ulang di rumah. Biasanya yang sering terpakai adalah pastik seukuran tempat sampah, atau ukuran yang besar untuk membawa laundry dan sejenisnya. Sudah pasti yang jarang sekali terpakai adalah plastik yang terlampau kecil atau ukuran tanggung, buat sampah kekecilan dan buat yang lain juga gak perlu. 

Apabila kita menerima kantong plastik yang kira-kira gak kepake lagi gitu.  Lebih baik di tolak. Contoh: kantong plastik obat di apotek, toko kelontong, atau apa saja yang kecil biasanya saya lebih memilih memasukkan dalam handbag saya atau saya taroh di jok motor, jadi saya menolak plastik dari penjual. Toh di rumah cuma menuhin penyimpanan doank, dipake juga enggak. 

Saya kalau belanja sayur sama babang sayur keliling di komplek, saya biasanya bawa baskom dari rumah. Semua belanjaan saya ikan sayur masuk baskom. Begitu masuk rumah tinggal dicuci dan masuk kulkas.

Baskom belanja harian
Cuma ikan yang pake plastik

Paman sayur pun yang biasanya jual bungkusan per pack sayur, seperti buncis, tomat, dll, biasanya saya keluarin dari bungkusnya dan saya masukin ke baskom andalan saya. Plastiknya saya kembalikan ke paman sayur. Saya bilang "nih paman, plastiknya masi bagus. Bisa buat bungkusin sayur lain nanti" karena plastik paman sayur biasanya kecil-kecil tapi banyak. Nyampahin banget sisa plastiknya. 

2. Re-use semaksimal mungkin

Setelah menolak ukuran plastik yang tidak terpakai tadi. Tentu saja, plastik yang akhirnya kita terima dan bawa pulang adalah plastik yang terpakai saja. Plastik ukuran besar biasanya saya pakai untuk tempat sampah, untuk antar laundry, atau untuk belanja sayur ke pasar. Apabila masih memungkinkan saya akan menggunakannya berulang, mungkin cukup di cuci bersih lalu simpan lagi. 

Di pasar pun, karena saya sudah bawa plastik dari rumah, saya menolak di beri plastik ukuran tanggung dan kecil. Kecuali plastik bungkus ikan, supaya darah dll tidak menempel di sayuran, saya masih menerimanya. 

Ada saran dari teman yang diet plastik juga, jika beli ikan mereka membawa toples dari rumah, sehingga penjual ikan juga tidak perlu memberi plastik, hanya saja saya belum bisa menerapkan. Agak sulit bawa toples gede sambil membawa anak bungsu saya ketika naik motor. Huft.. Tapi saya tetap berniat mencobanya nanti. 

Plastik saya jadikan polybag

Untuk plastik tebal, semacam bungkus deterjen cair, bungkus pencuci piring, saya menggunakannya untuk pot tanaman. Alhamdulillah mereka cukup tangguh terhadap cuaca seperti polybag. Lalu saya makin yakin, mereka pasti sulit terurai jika di buang. Mayan kan buat nanam cabe juga. 

3. Mengubah ukuran sampah jadi minimalis

Ukuran sampah yang besar-besar baik organik ataupun anorganik, membuat tempat sampah cepat penuh. Dengan begitu, akan banyak kantong plastik yang kita pakai untuk membuang sampah, itu artinya semakin banyak juga plastik. 


Dengan mengubah ukuran sampah jadi lebih kecil, tempat sampah akan melambat penuhnya. Dan semakin sedikit sampah yang di buang. 
Caranya bagaimana? Jika kita terbiasa membuang sampah dengan ukuran apa adanya, cobalah utk melipat-lipatnya, meremas-remas, atau mencincang-cincang sampah organik seperti sisa sayur. Sehingga akan memenuhi ruang tempat sampah lebih padat. 

Kebanyakan, sampah yang kita buang tidak sepenuhnya full, tapi banyak ruang kosong yang bisa di isi. Seperti hati manusia juga, kalo kebanyakan ruang kosong kan harus di isi, jangan biarkan hampa. Eaaaaa.. *Ngaco

4. Gunakan barang plastik yang bisa di pakai ulang

Saya termasuk yang banyak memakai barang plastik, karena anak-anak saya masih kecil. Untuk mengurangi sampah, saya memakai produk plastik yang bisa di pakai ulang, seperti botol minuman, toples, tempat makanan. 

Dan saya me-rajin-kan diri membawanya ketika beli makanan. Apaan sih 'merajinkan' juga, hahaha. Misal ketika jalan-jalan,  saya membawa botol air mineral dari rumah, untuk mencegah beli air mineral di jalan, untuk mengurangi sampah air minum kemasan.


Saya juga membawa tempat makanan seperti toples atau rantang ketika membeli bubur ayam, soto, dll. Supaya tidak banyak sampah plastik/styrofoam yang diberikan penjual ke saya. Dan biasanya jika saya membawa rantang sendiri, penjual tidak akan memberi saya sendok plastik. Karena dia mungkin tau saya akan makan di rumah dan gak butuh sendok plastik. Tuh kan, jadi mengurangi juga sampah plastik dan kantong plastik juga. 

Meski kadang ya saya terima juga sih sendok plastik, styrofoam, dsb. Tapi sebisa mungkin tidak menampung banyak di rumah. Untuk 1-2 keperluan saya mau menyimpannya di rumah tapi di minimalkan.

Sampai saat ini juga belum kesampaian niat saya beli sedotan stainless untuk mengurangi sampah sedotan, soalnya anak-anak suka banget ngilangin barang-barang kecil. Kan sayang ya sedotan stainless malah ilang. Hehehe..  *alasan tipis bilang aja belum ada duit 😅😅 Tapi uda di niatkan nanti kudu punya juga sedotan stainless untuk mengurangi sampah sedotan plastik. 

5. Makan di tempat

Mungkin tips yang ini terbilang bikin boros, saya nyuruh kulineran. Tentu saja kadang makan di tempat itu bisa lebih boros ketimbang makan di rumah. Cuma, ini lebih baik ketimbang beli makan di bungkus. Kalo pesen sama babang gofood kan gak mungkin juga nyuruh beliau "jangan pake kantong plastik ya bang, apalagi yang plastik kecil, jangan sampe" lalu babang Gojeknya bingung gimana cara bawanya kalo gak pake plastik. that's impossible, right? Hehehe..


Jadi biar mengurangi sampah plastik, makan disana aja. Ini solusi apa bukan sih, kok kayanya menyesatkan. Hahaha..

But, seriously, saya bukan tipe orang yang suka beli bungkusan. Entah kenapa selera saya terhadap makanan yang disajikan langsung dengan yang di bungkus itu berbeda jauh. Kecuali  Bungkusan oleh-oleh, kalo oleh-oleh jangan coba-coba kehilangan selera atau nolak, karena orang lain akan nyerobot milik kita, errrrr.. 

Makan di bungkus juga biasanya plastiknya gak bisa di pakai lagi karena kita sobek-sobek saat membukanya atau sangat kotor sisa makanan. Oleh penjual biasanya di ikat kuat supaya makanan aman. Jadi saya suka kesel sendiri kalo habis bungkus makanan menyisakan sampah plastik yang cukup banyak. 

6. Tanam sampah

Saya tau saat ini tidak banyak lagi rumah yang punya halaman luas. Bahkan kadang di apartemen malah ga ada tanahnya. Namun jika memiliki tanah sedikit, timbunlah sampah organik di rumah. Selain membuat tanah subur, juga mengurangi kita membuang sampah, jadi pemakaian kantong plastik akan berkurang lagi. 

Saya hanya punya teras kecil, tapi sebelah runah saya ada tanah kosong sedikit, saya kadang suka nanam sampah organik, setidaknya sebulan sekali. Hah? Hanya sebulan sekali, apa ngefek sama diet kantong plastik? Ngefek sih kalo dilakuin sama-sama. Jadi bukan hanya saya. Melainkan rumah tangga lain juga.

Baca juga : 4 Tutorial Aya Hijab Ala Laudya Cynthia Bella

Kalo membakar sampah gimana? Sebenarnya hasil bakaran juga bikin tanah subur. Tapi untuk saat ini tidak di anjurkan lagi. Karena asapnya mengganggu lingkungan sekitar. Zat karbondioksida hasil pembakaran akan memperparah pemanasan global, lalu chlor dari pembakaran juga merusak atmosfer bumi. 

Jika yang di bakar adalah sampah plastik, akan ada zat berbahaya bernama dioksin yang bisa menyebabkan sesak nafas dan memicu kanker hati. 

Apalagi daerah saya kalimantan, sudah sering terkena dampak negatif dari pembakaran hutan, kebakaran rumah pun kadang masih terjadi. Jadi mengurangi sampah dengan membakar sangat tidak di anjurkan.



======

Nah itulah sedikit cara saya mengurangi sampah plastik di rumah. Semoga bermanfaat bagi rumah tangga lain yang ingin membantu mengurangi sampah plastik di muka bumi. Yuk sama-sama. 

23 comments :

  1. Kulineran... Bener juga ya, supaya nggak dibungkusin pakai plastik lagi. Atau kalau mau dibawa pulang juga harus siap sedia wadah sendiri.
    Keren nih, semoga bisa #2019kurangiplastik :D

    ReplyDelete
  2. Mba ruli ini memang mamak kreatif panutan q, bener nih mba plastik ini bener” hal yang menyebalkan 🙈, boleh ugha tuh ide nya plastik sunlight buat pot hihihi

    ReplyDelete
  3. Aku diet juga mba, tapi belum strict banget. Apa2 kalo barang mungil langsung masuk tas aja, kecuali telur kali ya, hihi... Terus bilang sama penjualnya "mau mengurangi sampah plastik dunia", haha, gaya beet ((dunia)). Di kotaku belum banyak yang aware masalah plastik, hiks.

    Oya, itu yg sampai dapat penghargaan ke Jepang, koq kubaru tau... Woow, kereen, masya Alloh. Istiqomah ya. Bangga deh punya darah Banjar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih ga di umumin di media. Taunya dari hj. Ananda yg mendampingi walikota nerima penghargaan ke jepang

      Delete
  4. Bawa kantung sendiri, bawa tempat minum sendiri, yang belum bawa wadah buat belanja ikan. Biar plastik nggak numpuk di rumah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku bawa plastik sih buat ikan, tp plastik bekas juga

      Delete
  5. Wah, loly juga pingin diet kantong plastik.. biasanya suka nolak kalo mau dikasih pas belanja. Sekrang makin byk ide jurus jitu ngurangin pemakaian kantong plastik. Makasih mba ruli

    ReplyDelete
  6. Paksu sering jg bekas bungkus2 gitu dia jadiin pot.whaha..susah ya mba utk menerapkan diet plastik ini,tp klo misalnya belanja nya bisa pinjam troli atau keranjang dari supermarketnya tinggal masukin ke dalam bagasi mobil.atau minta masukin dlm kardus jadi sedikit bisa diet plastik.wkwkk

    Aku blm kesampaian jg nih mba beli sedotan stainless..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betolll.. Skrg belanja langsung dr troley masuk ke mobil

      Delete
  7. Wah setuju banget ini, kalo dirumah mamah selalu pakai ulang plastik yang habis didapat dari penjual. Kalo jalan ke minimarket selalu bawa goddie bag Eny ...

    ReplyDelete
  8. aku kalau ke pasar sekarang juga bawa wadah sendiri buat ikannya. tapi ya gitu deh. kadang acil pasar tetap aja ngasih plastik ke wadahnya. he

    ReplyDelete
  9. Aku kyknya kalo kepasar tradisional type yg ga pede mb bw bakul. Hihi. Tp mengurangi kantong plastik ala aku it bw kantong plastik yg gedeee. Trus, segalanya dimasukin situ pas belanja. Jd all in one. Hehe.

    ReplyDelete
  10. Dari poin2 di atas, aku sama keluarga di rumah paling menerapkan no 1 dan 2 deh mbak. Tapi masih ga terkontrol. Masih harus lebih banyak menumbuhkan kesadaaran dulu nih dan komitmen. Makasih mbak. Artikel ini mencerahkanku.

    ReplyDelete
  11. Wah, suka sekali sama tulisannya mbak. Aku ijutan komunitas peduli lingkungan dan dr sana aku jd hemat banget pake plastik. Dan sekarang kalo belanja udah pake tas sendiri biar gak pake plastik. Bahkan sedotan juga pake yg reuse haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah cakep.. Aku belum ketemu nih komunitas lingkungan disini

      Delete
  12. Saya juga udah mulai diet kantong plastik nih mbak. Serem lihat plastik yg makin menggunung huhuhu

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan saya, Semoga bermanfaat. Ambil baiknya tinggalkan buruknya. Silakan tinggalkan komen yang santun ya tapi jangan tinggalin link hidup. Apalah arti tulisan saya tanpa kehadiran kalian..