Filosofi Nyamplung: Melindungi Hutan, Mengamankan Pangan, Menjaga Kehidupan

        
Nyamplung pelindung hutan pesisir

 Sudah jelang akhir 2026, bertanya dengan lembut ke diri sendiri, sudah berbaik apa pada alam dan hutan di tahun ini. Aku masih konsisten bersama Eco Blogger Squad untuk menebarkan edukasi tentang pentingnya menjaga hutan. Kali ini kalian pasti suka, karena aku akan bahas tentang Raja Ampat dan pesisir pantai lainnya.

🌿 Ketika Mangrove Menjadi Sumber Kehidupan dan Penghidupan bagi Masyarakat Kampung Friwen

Mangrove bukan sekadar pelindung pesisir dari abrasi atau rumah bagi beragam biota seperti yang dikenal masyarakat pada umumnya. Bagi masyarakat Kampung Friwen, Raja Ampat, mangrove juga menjadi bagian dari ruang hidup sekaligus sumber penghidupan. Karena itu, menjaga mangrove bukan berarti berhenti memanfaatkannya. Yang penting adalah bagaimana pemanfaatannya dilakukan secara bijak dan berkelanjutan.
Salah satu upayanya adalah mengembangkan hasil mangrove non-kayu menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Dengan begitu, masyarakat tetap dapat memperoleh manfaat dari mangrove tanpa harus mengorbankan kelestarian ekosistemnya. Melalui dukungan The Asia Foundation (TAF) bersama PKPRA, masyarakat didorong untuk mengembangkan produk turunan mangrove dengan menggabungkan pengetahuan lokal, prinsip keberlanjutan, serta keterlibatan perempuan dan generasi muda.
      Di Kampung Friwen dan Yenbeser, pemberdayaan perempuan sangat dimaksimalkan sehingga perempuan diberi ruang besar untuk mengatur, berkarya, mengolah, dan menjual. Sementara para pria support di balik layar sebagai pengelola dan penjaga hutan mangrove.
✨ Dan inilah yang menarik untuk kita lihat dalam momentum Bangkok Climate Action Week 2026: bahwa solusi menghadapi perubahan iklim tidak selalu datang dari teknologi yang rumit. Kadang, solusinya tumbuh dari alam, pengetahuan masyarakat, dan cara kita menciptakan nilai ekonomi tanpa merusak lingkungan. Ambil secukupnya agar masih banyak yang bisa kita bagi sebagai warisan kehidupan untuk generasi berikutnya. Dari Kampung Friwen, kita belajar bahwa menjaga lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat bisa berjalan beriringan. 🌱
Cerita yang aku dapat ketika mengikuti Zoom bersama Daniel Kbarek selaku program officer TAF dan Wawiyai Steve selaku program manager PKPRA benar-benar menginspirasiku untuk menceritakan juga bahwa di daerah lain ada tuh tumbuhan-tumbuhan yang punya ‘double job’ menjaga lingkungan sekaligus fungsi lainnya.

Nyamplung, tanaman penjaga kawasan pesisir pantai

Perkenalkan namanya Nyamplung kalau di masyarakat. Dalam dunia sains namanya Calophyllum inophyllum. Nyamplung ini termasuk jenis tanaman pesisir juga. Apa bedanya sama mangrove? Bedanya tanaman ini berakar biasa bukan akar napas seperti mangrove (Bakau). Jadi meskipun di pesisir, dia bukan tanaman yang akarnya terendam di air laut pasang surut seperti mangrove. Tapi fungsi utamanya sama seperti mangrove, yaitu menahan area pesisir dari abrasi pantai bahkan nyamplung bisa menjadi pemecah tsunami.
Kalau mangrove di Raja Ampat bisa jadi sumber makanan untuk kepiting dan kerang bakau, serta bisa diolah jadi bentuk makanan-makanan warga lokal, mangrove di daerah lain juga tak kalah fungsi untuk jadi sirup dan berbagai camilan.
Buah Nyamplung
       Lalu, bagaimana dengan nyamplung? Bagi sebagian besar orang, nama pohon nyamplung mungkin paling sering dikaitkan dengan tamanu oil—minyak ajaib yang populer dalam dunia perawatan kulit. Namun, tahukah Anda bahwa tanaman pesisir ini menyimpan potensi yang jauh lebih besar dari sekadar bahan baku skincare?

1. Karakteristik Pohon Nyamplung di Ekosistem Pesisir

Nyamplung (Calophyllum inophyllum) merupakan jenis tanaman hutan asli Indonesia yang punya daya tahan luar biasa tangguh dan mampu tumbuh di lingkungan ekstrem. Berbeda dengan mangrove yang tumbuh langsung di zona pasang-surut, nyamplung menduduki area hutan pantai yang lebih kering dengan media tanah berpasir hingga tanah marginal yang terdegradasi. Pohon abadi ini bisa tumbuh hingga ketinggian 20 meter, berdaun rimbun, dan berbuah setahun dua kali. Harta karun utamanya tersimpan di dalam bijinya yang keras, yang jika dikeringkan dan diekstrak akan menghasilkan kandungan minyak alami yang sangat melimpah. [1, 2, 3]
2. Rekam Jejak Sejarah Kayu Nyamplung dalam Budaya Maritim
Jauh sebelum industri kosmetik modern mempopulerkan tamanu oil, masyarakat pesisir Indonesia telah memanfaatkan pohon nyamplung sejak zaman leluhur. Dalam catatan sejarah maritim Nusantara, kayu nyamplung merupakan primadona bagi para pengrajin kapal tradisional. Karakteristik serat kayunya terkenal sangat padat, keras, kokoh, dan yang paling penting: memiliki ketahanan alami tingkat tinggi dari pelapukan akibat air asin laut. Karakter inilah yang membuat kayu nyamplung sejak lama diandalkan sebagai material utama pembuatan lambung perahu nelayan hingga komponen kapal tradisional. [1]
Tamanu oil dari Nyamplung
Bagus untuk kecantikan dan kesehatan
3. Perkembangan Riset Nyamplung sebagai Sumber Energi Masa Depan
Di era transisi energi global saat ini, nyamplung menarik perhatian besar dunia sains. Berbagai studi, termasuk riset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), membuktikan bahwa biji kering nyamplung mengandung minyak non-pangan berkisar antara 40% hingga 73%. Melalui proses degumming, esterifikasi, dan transesterifikasi, minyak ini terbukti secara laboratorium dapat menghasilkan produk akhir berupa biodiesel berkualitas tinggi yang memenuhi standar internasional ASTM. Lebih jauh lagi, riset kini mengarah pada pemurnian komponen kimianya (trigliserida) untuk dikembangkan menjadi bioavtur (bahan bakar pesawat ramah lingkungan). Karena minyak ini beracun dan tidak bisa dikonsumsi, pemanfaatannya sebagai sumber biofuel murni berbasis energi terbarukan sama sekali tidak akan mengganggu atau merebut ketahanan pangan masyarakat. [1, 2, 3]
4. Ragampun Manfaat Nyamplung untuk Lingkungan dan Kesejahteraan Warga
Meski buahnya tidak bisa diolah menjadi makanan langsung seperti buah mangrove, nyamplung mengamankan ketersediaan pangan dan kehidupan manusia lewat rantai ekosistem tidak langsung berikut ini:
  • Pelindung Lahan sawah dari Abrasi: Bertindak sebagai sabuk hijau pesisir (green belt), akar nyamplung efektif mencengkeram pasir pantai untuk menahan erosi. Ini mencegah intrusi air laut yang bisa merusak kesuburan sawah dan perkebunan warga di dekat pantai. [1]
  • Rehabilitasi Lahan Kritis: Sejak beberapa tahun terakhir, penanaman nyamplung gencar diuji coba untuk memulihkan area bekas kebakaran hutan, lahan kritis, hingga lahan gambut di berbagai wilayah Indonesia. [1]
  • Ekonomi Sirkular Zero Waste: Melalui pemrosesan yang bijak, residu cangkang buahnya yang keras dapat dikonversi masyarakat menjadi briket arang berkalori tinggi untuk kebutuhan bahan bakar dapur, sementara ampas sisa perasan bijinya (bungkil) yang tinggi protein berpotensi besar diolah menjadi pakan ternak berkualitas. [1]
      Melalui kisah dari Kampung Friwen hingga keunikan pohon nyamplung ini, kita disadarkan kembali pada satu esensi penting: melindungi alam dan hutan bukan sekadar tentang membiarkan pohon berdiri tegak. Ini adalah tentang bagaimana kita membentengi pertahanan pangan kita, menjaga harmoni lingkungan, dan pada akhirnya, mengamankan masa depan kehidupan itu sendiri.
    Di luar sana, ada masih banyak lagi tanaman yang memiliki manfaat ganda terutama yang berada di kawasan hutan. Bukan hanya ‘double job’ karena menjaga hutan dan pangan, tapi juga menjaga ekosistem dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitarnya.

Sumber Referensi Blog:
  1. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Nyamplung Berpotensi Dukung Transisi Energi dan Rehabilitasi Lahan Kritis. (Situs Resmi BRIN).
  2. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. Nyamplung: Solusi Alami Abrasi Pantai. (Situs Resmi DKP Jatim).
  3. Center for International Forestry Research (CIFOR). Calophyllum inophyllum (pohon Tamanu). (Situs Resmi CIFOR). [1]

25 comments

  1. kak, bener sih kalau dipikir alam itu punya cara sendiri, cara sederhana untuk bertahan, tidak mesti menggunakan teknologi tinggi
    pokoknya kita harus jaga hutan karena itu sumber pangan kita

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu sih poinnya mbak, sustainability tapi tanpa merusak hutan

      Delete
  2. bener mbak ruli, paling sering nyamplung buat dijadikan bahan baku Minyak Kosmetik & Skincare (Minyak Tamanu) bahkan juga dijadikan obat bekas luka bakar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang luka bakar ini aku belum pelajari, nanti aku cari tau lebih lanjut

      Delete
  3. Andai Eco Blogger Squad tidak memberikan batasan usia untuk peserta nya, pasti bakalan lebih banyak yg ikut andil dalam setiap kegiatan
    Sosialisasi dan program akan lebih banyak diakses dan lebih menyebar lagi...

    Walaupun demikian, kita tetap berharap upaya untuk menebarkan edukasi tentang pentingnya menjaga hutan ini terus berlanjut dan ada hasilnya

    Apalagi gak semua orang bisa datang ke Raja Ampat dan pesisir pantai lainnya. Melalui aksi ini edukasi bisa sampai dan semoga beneran terealisasikan ya... Aamiin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya mba? Aku gak tau ada batasan usia di EBS soalnya aku di EBS udah sejak 2021

      Delete
  4. Waaah mbaaaa, aku jadi tahu ada tanaman Nyamplung 😍😍😍. Selama ini untuk mencegah abrasi pantai, dinding tsunami itu selalunya mangrove. Ternyata ada tumbuhan lain juga yaaa 👍.

    Setelah baca khasiat dia, banyak bangettttt. Apalagi aku jadi penasaran pas baca dia bisa sebagai bahan industri kosmetik 😍

    Dan semoga beneran bisa berkembang untuk menjadi bio avtur pesawat ya mba 😍. Kali aja jadi lebih murah tiket pesawat nya.

    Untuk rehabilitasi lahan kritis pun jadi ingat hutan2 di sumatera dan Kalimantan yang banyak terbakar. Dengan adanya nyamplung, berharap bisa memulihkan tanahnya lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama kok mbak, dulu aku taunya cuma mangrove. Tapi ketika thesis aku riset tentang tanaman ini akhirnya jd lumayan banyak tau jadinya ya aku share biar makin byk yg tau hehe

      Delete
  5. Sesederhana menanam pohon Nyamplung padahal, tapi manfaat yang di dapat dari keberadaannya banyak sekali, seperti yang sudah di jabarkan diatas, cuma ini yang menjadi masalah adalah menanam kesadaran masyarakat di pesisir untuk menjaga alam disekitarnya itu yang sulit.
    Laut utara jawa sudah habis oleh abrasi, tapi tidak ada upaya masyarakatnya untuk menanam pohon nyamplung atau mangrove, padahal sebagaimana kita tau juga dengan keberadaan hutan nyamplung atau mangrove selain menanggulangi bencana juga bisa jadi sumber kehidupan juga untuk masyarakat sekitar.

    ReplyDelete
  6. Tanaman nyamplung ini jujur aku baru tau dan beneran keren banget ya. Itulah pentingnya mengenali aneka ragam hayati termasuk pepohonan dan tumbuhan. Kadang yang terasa asing dan tidak disangka bisa dimanfaatkan lebih dari sekadar menjaga alam, lingkungan. Pun dengan mangrove, kalau di optimalkan malah bikin perekonomian warga sekitar lebih mumpuni ya.

    Keren nih agenda ya Eco Blogger Squad, jujurly kalau bisa bergabung aku tertarik join sih mbak.

    ReplyDelete
  7. Sebenarnya, alam ini memang sudah diatur sedemikian rupa oleh Allah demi kemaslahatan manusia. Seperti tanaman nyamplung ini, ternyata sangat berguna bagi manusia juga. Namun, fungsi yang luar biasa tersebut dan aneka tanaman lain bisa rusak karena ulah segelintir orang yang merusak lingkungan. Akibatnya, yang kena lebih banyak orang lagi. Dibutuhkan kesadaran masyarakat secara kolektif untuk terus menjaga alam lingkungan agar makin lestari dan bisa terus dimanfaatkan dengan lebih bijak.

    ReplyDelete
  8. Menarik juga nih membaca filosofi di balik pohon nyamplung. Selama ini mungkin kita melihat pohon ya sekadar pohon, padahal kalau diperhatikan, satu jenis tanaman saja bisa punya hubungan panjang dengan hutan, pangan, ekonomi, bahkan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

    Yang aku suka dari tulisan ini tuh pengingat bahwa menjaga alam sebenarnya bukan cuma soal menanam sebanyak-banyaknya, tapi juga memahami apa yang sudah tumbuh dan bagaimana memanfaatkannya tanpa merusak.

    Nyamplung jadi contoh kecil bahwa sesuatu yang terlihat sederhana bisa punya manfaat besar tuh kalau kita mau mengenal dan mengelolanya dengan bijak. Kadang alam memang sudah punya “solusi”, kita saja yang sering lupa memperhatikannya.

    ReplyDelete
  9. Menarik juga nih membaca filosofi di balik pohon nyamplung.

    Selama ini mungkin kita melihat pohon ya sekadar pohon, padahal kalau diperhatikan, satu jenis tanaman saja bisa punya hubungan panjang dengan hutan, pangan, ekonomi, bahkan kehidupan masyarakat di sekitarnya ya kak Ruli.

    Baca tulisan ini jadi pengingat bahwa menjaga alam sebenarnya bukan cuma soal menanam sebanyak-banyaknya, tapi juga memahami apa yang sudah tumbuh dan bagaimana memanfaatkannya tanpa merusak.

    Nyamplung jadi contoh kecil bahwa sesuatu yang terlihat sederhana bisa punya manfaat besar kalau kita mau mengenal dan mengelolanya dengan bijak. Kadang alam memang sudah punya “solusi”, kita saja yang sering lupa memperhatikannya.

    ReplyDelete
  10. Kalau baca ini, terasa banget kan sumber daya alam negeri ini kaya banget. Dari tanaman nyamplung memiliki ragam manfaat untuk kesejahteraan masyarakat. Semoga terus dijaga dengan baik, jangan sampai tergerus tanaman ini

    ReplyDelete
  11. Aku baru kali ini mendengar tentang pohon Nyamplung mbaaa...kok unik namanya,,,

    Dan ternyata pohon ini sudah banyak dimanfaatkan sejak dulu yaa dari kayunya yang dijadikan kapal hingga buahnya yang bisa digunakan sebagai kosmetik..bener2 bermanfaat setiap bagiannya,,,

    Semoga pohon ini semakin banyak dikenal sehingga makin banyak ditanaman terutamana di daerah pesisir pantai untuk mencegah abrasi air laut yang tampaknya semakin hari semakin banyak mengikis daratan kita

    ReplyDelete
  12. seru banget baca cerita tentang Kampung Friwen dan pohon nyamplung ini. Mantap banget yah! nyamplung punya fungsi seluas itu, dari penahan abrasi, bahan baku kecantikan, sampai potensinya buat energi masa depan. Keren banget ya kalau kearifan lokal seperti ini bisa terus dijaga dan dikembangkan tanpa harus merusak alam.
    Paling suka bagian waktu disebutin bahwa solusi untuk bumi ini kadang nggak harus selalu dari teknologi yang ribet. Cukup dari apa yang sudah tumbuh di sekitar kita dan melibatkan warga lokal untuk mengelolanya.

    ReplyDelete
  13. Nah yaa, mbak, manusia bisa tetap mendapatkan nilai ekonomi dari lingkungan, sekaligus merawatnya. Sayangnya ada aja manusia serakah yang nggak berpikir demikian, jadi mereka maunya instan, membakar hutan buat buka lahan sawit seluas2nya bahkan menggali hutan buat tambang.
    Padahal, kalau mau berpikir, kalau kita berbuat baik sama lingkungan, maka lingkungan juga akan membalas kebaikan itu, bahkan kadang berkali2 lipat, seperti hasil bumi yang tumbuh subur, udara segar, dll.

    BTW aku baru dengar tanaman nyamplung ini mbak. Bisa gitu yaaa, mirip sama mangrove tapi sebenarnya berbeda, bahkan struktur akar pun udah beda.
    Namun, manfaatnya sama besar. Selain menjaga daratan juga bisa dikonsumsi. Bahkan bisa buat bahan biodiesel yaaa. Coba yang kyk gini didukung buat dikembangkan, jangan malah berakhir di penelitian aja yaaa. Gemes pokoknya deh sama yang punya kuasa sekarang hehehe :P

    ReplyDelete
  14. Baru tau aku tentang tanaman Nyamplung ini Mba. Ternyata manfaatnya banyak ya. Semoga bisa semakin banyak yang tau dan memanfaatkannya untuk keberlangsungan perekonomian dan perbaikan alam kita ya Mba

    ReplyDelete
  15. Baru dengar tanaman Nyamplung. Ternyata bisa menjadi pelindung area pesisir juga seperti mangrove ya.

    Selain itu Nyamplung juga punya manfaat lain, seperti membuat kapal dan bahan baku Tamanu oil. Tamanu oil pun saya baru dengar hahaha...

    ReplyDelete
  16. Senang banget aku bisa ikutan webinar ini. Jadi tahu bagaimana perempuan punya banyak peran dalam mengelola mangrove ya. Mangrove tak hanya untuk menjaga lingkungan, tapi juga menjadi sumber pangab

    ReplyDelete
  17. Huaaa, ilmu baru buat aku mbak Ruli. Ada tanaman namanya Nyamplung lho. Aku kira salah ketik maksudnya Nyemplung. Ternyata emang nama lokalnya buah Nyamplung.

    Ternyata ada di kawasan pesisir juga ya. Dan menariknya ekstraknya bisa buat skincare.

    Aku sebenarnya nggak suka bilang Indonesia itu kaya. Karena ya emang seringkali disalahartikan kalau kaya bakal terus ada. Tapi aku lebib prefer nyebut indonesia itu beragam biodiversitas. Beragam. Harapannya nanti banyak produk dan budidaya tanaman Nyamplung ini biar tetap lestari dan berkelanjutan. Jadi kita nggak tergantung sumber dari luar terus... 🥹🥹

    ReplyDelete
  18. Jujur saya baru tahu tanaman nyamplung ini, dan ternyata manfaatnya banyak sekali ya. Andai masyarakat sama-sama memiliki kesadaran untuk mulai menanam, satu orang satu pohon saja, niscaya bisa berpartisipasi dalam menjaga keseimbangan alam.

    ReplyDelete
  19. Aku baru tahu tanaman Nyamplung ini dan ternyata manfaatnya banyak ya. Enggak banyak lo tanaman yang bisa digunakan untuk memulihkan lahan seperti yang dilakukan tanaman nyamplung ini.
    Semoga semakin banyak penanaman Nyamplung ini sehingga semakin banyak manfaat yang diperoleh karena lahan di daratan pun juga perlu dipulihkan sekaligus dijaga agar berfungsi optimal

    ReplyDelete
  20. Miapaa daku baru tahu kalau tamanu oil terbuat dari buah nyamplung, wajib dilestarikan yaa.
    Hutan mangrove bukan hutan biasa karena bisa 'memberi makan' bagi masyarakat di sekitarnya.

    ReplyDelete
  21. Gokil juga nama ilmiah nyamplung itu Calophyllum inophyllum. Terasa beda jauh ya. Potensi nyamplung ini kagak main-main ya, bisa buat membantu produksi biodisel. Bisa buat bahan bakar penerbangan juga. Semoga perempuan di Kampung Friwen dan Yenbeser bisa terus berkarya.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan saya, Semoga bermanfaat. Ambil baiknya tinggalkan buruknya. Silakan tinggalkan komen yang santun ya tapi jangan tinggalin link hidup dan jangan berkomentar anonim ya. Apalah arti tulisan saya tanpa kehadiran kalian..