Pentingnya Literasi Keuangan Untuk Perempuan, Terinspirasi dari R.A. kartini

       
Literasi Keuangan ala Kartini Modern

        Perempuan belajar literasi keuangan untuk apa? kan kita bukan orang finance atau perbankan. Bukan berlatar akademik di bidang accounting dan finance juga, jadi tentu kita tidak berkarir dan memiliki passion dibidang itu. Tapi kok makin kesini, makin marak kasus judol (judi online), pinjol (pinjaman online), paylater, dan sejenisnya. Saya katakan ini kasus karena ujung-ujungnya jadi masalah. kemampuan berutang yang tidak disertai kemampuan menyelesaikan. 
    Padahal dulu itu ya, sudah ada yang namanya kartu kredit, cicilan, tapi kasusnya tidak semarak saat ini. Berbagai inflasi yang menyerang para pekerja saat ini juga pada akhirnya memaksaku memutar otak bagaimana manajemen keuangan dalam rumah tangga. Terinspirasi dari R.A Kartini, meski usia tak lagi muda, semangat belajar dan menambah literasi harus di pupuk, bukan diam saja menunggu ilmu datang sendiri. Ya kali, semua berawal dari keinginan kita juga sih mau belajar apa enggak kan.

    Sudah sejak lama, disaat di sosial media ramai membicarakan masalah finansial, berbagai masalah finansial yang terjadi pada orang-orang di sekitarku, dan rasa penasaran ingin belajar masalah finansial meski bukan berlatar edukasi keuangan, aku jadi mencari-cari cara bagaimana sih belajar keuangan. Dan alhamdulillah kesempatan itu tiba, tak tanggung-tanggung aku benar-benar belajar pada ahlinya yaitu seorang certified financial planner dan seorang dosen komunikasi digital yang mengajari manajemen diri dalam menghadapi tantangan keuangan.

Belajar Literasi Keuangan untuk Perempuan


Perempuan Belajar Literasi Keuangan dan Perencanaan Keuangan

Dipandu oleh Dedek Gunawan, S.E., M.A., CFP seorang financial planner yang sudah certified, aku jadi belajar banyak tentang literasi keuangan sesuai harapanku sejak lama yaitu literasi keuangan yang memang fokus spesifik untuk perempuan. Mungkin orang-orang akan bertanya apa sih pentingnya perempuan belajar keuangan? meskipun mungkin profesinya Ibu rumah tangga atau profesi lain yang tidak membutuhkan pengetahuan khusus. Eh, jangan salah ternyata penting sekali perempuan melek keuangan

Alasan Wanita Harus memiliki literasi keuangan:
  • Biaya hidup perempuan lebih tinggi. Tanpa bisa disangkal kebutuhan pribadinya memang lebih complicated daripada laki-laki ditambah lagi adanya "pink tax" yang terpatri di seluruh dunia bahwa wanita itu spesial sehingga harga kebutuhannya juga lebih istimewa.
  • Biaya hidup meningkat, gaji kalah inflasi. Kenaikan gaji setiap tahun tak sesuai dengan kenaikan harga-harga barang di Indonesia, bahkan kadang ada pekerja yang tidak rutin naik gaji. inflasi ini rasanya semakin berat.
  • Karir on and off. Meski tidak semua perempuan mengalami ini, nyatanya memang ada karir yang on off karena mengikuti ritme hidup perempuan seperti melahirkan, punya anak, merawat orang tua, dsb.
  • Gaji terhenti sebelum pensiun dan sulit mencari kerja lagi. In this economy, jumlah pengangguran semakin meningkat apalagi jika karir wanita sempat terhenti.
  • Berhenti bekerja, tidak ada penghasilan. Tuntutan kondisi seringkali memaksa perempuan berhenti bekerja sehingga akhirnya kehilangan 'power' dan kehilangan penghasilan untuk pribadi
  • Mayoritas perempuan mengelola keuangan keluarga. Wanita dituntut keadaan untuk bisa manajemen keuangan karena mengelola keuangan dalam rumah tangga, baik mengelola gaji suami, pendapatan pribadi ataupun keuangan dari usaha keluarga
  • Tingkat harapan hidup perempuan lebih tinggi daripada lelaki. Berdasarkan riset harapan hidup laki-laki berkisar antara 70-71 tahun sedangkan perempuan 74-76 tahun. Maka jika riset tersebut sesuai, perempuan harus bisa mandiri jika ditinggalkan pasangannya.
    penjelasan diatas cukup mewakili kondisi saat ini meskipun tidak semua perempuan mengalami kondisi tersebut. Namun jika salah satu kondisi diatas ada yang sesuai dengan kita alami saat ini, maka inilah saatnya belajar lebih banyak literasi keuangan. Tanpa literasi keuangan, perempuan akan rentan melakukan kesalahan umum dalam mengelola keuangan.

Kesalahan Umum Perempuan dalam Mengelola Keuangan
1. Takut Angka, menghindari perhitungan-perhitungan yang rumit hingga kemudian tidak paham bagaimana keuangan diatur.
2. Merasa tidak punya uang sehingga merasa tidak perlu belajar literasi keuangan. Mulai nanti saja kalau sudah ada uangnya.
3. Being perfectionist, padahal hidup dan keuangan tidak selalu berjalan lancar dan sempurna
4. Tidak punya perencanaan keuangan, semua hanya mengalir mengikuti arus tanpa tujuan jangka panjang.
5. Takut berinvestasi, takut memulai padahal investasi tidak selalu berupa uang/modal, bisa berupa keahlian atau peluang. atau juga memiliki modal usaha namun takut memulai karena takut gagal, penyebabnya karena kurangnya pengetahuan literasi keuangan.
6. Menabung saja sudah cukup. Kesalahan perempuan adalah menabung tanpa rencana ke depan, tanpa arahan yang membuat fungsi tabungan jadi tidak bisa maksimal nominalnya.

Perempuan melek finansial akan mengarahkan perencanaan keuangan tujuannya kemana, bagaimana, kapan, dalam mengelola keuangan juga tak lupa mempersiapkan dana darurat dan asuransi. 

Dari edukasi Mbak Dedek Gunawan ini aku justru merasa bahwa pengetahuanku selama ini belum ada apa-apanya dan aku ternyata perlu belajar lebih banyak lagi. Merasa beruntung sekali aku ikut acara ini karena jadi makin melek literasi keuangan dan membuka insight untuk nantinya aku harus belajar lebih banyak lagi. 

Perempuan, Uang dan Dunia Digital

    Selama kalian mengenal dunia belanja online, apa yang kalian rasakan? apakah fasilitas kemudahan ini dianggap peluang ataukah jebakan yang membuat kita makin impulsif dalam berbelanja dan menghabiskan uang?
    Kita berada dalam sebuah siklus impulsif di gadget kita yang awalnya dimulai dengan scrol santai, eh ternyata kita melihat barang yang lucu dan menarik yang sebenarnya dulunya kita baik-baik saja tanpa barang tersebut. Kemudian bagaimana pola kita yang menatap barang tersebut, pola algoritma di ponsel langsung menangkap bahwa kita perlu dengan barang tersebut atau minimal kita sudah tertarik lalu algoritma memainkan perasaan kita dengan ilusi diskon yang membuat kita merasa "ah ini sayang dilewatkan". Perasaan sayang terlewatkan kesempatan ini membuat kita impulsif dan check out cepat menyelesaikan pembelian. dari siklus ini kemudian ditambah siklus baru dari algoritma yaitu notifikasi yang selalu berbunyi di gadget apabila ada diskon atau sale untuk barang yang mungkin akan kita sukai. 
    Aku pribadi sudah mematikan notifkasi di ponsel untuk mencegah pemberitahuan adanya sale atau diskon apapun itu. Bagiku, aku akan berbelanja ketika aku perlu. Itupun kadang aku masih sering kecolongan jika ada tanggal kembar sehingga aku langsung membeli barang lucu yang sebenarnya tidak perlu. Sebenarnya, ada apa sih dengan perempuan? ada apa dengan kita wahai perempuan yang memegang kendali pada keuangan rumah tangga?

Perlunya Wanita memisahkan
emosi dan kebutuhan

3 Tombol Kendali Yang Harus Dimiliki Perempuan ( Diana Anggraini, S.T., M.Si)
  • Tahan 24 jam sebelum checkout membeli produk online. Jika setelah 24 jam anda memang membutuhkan barang tersebut berarti itu kebutuhan. Jika lebih dari 24 jam tidak terjadi apa-apa yang penting, maka barang tersebut bisa jadi hanya emosi sesaat.
  • Sistim pisah rekening, hal ini penting untuk tidak mencampur aduk rekening tabungan dengan rekening belanja agar tidak kalap lalu mengambil budget yang tidak seharusnya.
  • Kunci tautan mencurigakan. Selalu waspada pada link yang berpotensi membahayakan rekening.
Hal ini kemudian sangat menyadarkan aku, bagaimana selama ini aku mengisi keranjang belanjaku di marketplace, bagaimana aku secara impulsif checkout ketika tanggal kembar seperti 2.2, 3.3, 4.4, dst. Padahal kadang itu hanya jebakan karena sebelumnya kita memang sudah ditarget dari algoritma yang kita lakukan di gadget kita sendiri.

Perempuan Melek Literasi Digital
(@dee.jogja)
==========

    Senang sekali peringatan hari Kartini di tahun ini aku bisa mengikuti kegiatan yang sangat bergizi untuk aku yang sebagai ibu sekaligus wanita pekerja ini. Acara ini sangat bermanfaat bagi para wanita, jadi aku merasa berterimakasih sekali untuk female digest dan para sponsor acara yaitu Paragon Corp, Wardah Beauty, Nutrifood dan Tropicana slim sehingga banyak perempuan makin teredukasi dalam literasi keuangan. Semakin melek finansial maka semakin kecil resiko kesalahan dalam mengambil keputusan.

Baca juga:



19 comments

  1. MasyaAllah, acaranya sangat keren dan inspiratif. Saya sepakat kalau perempuan harus belajar literasi keuangan, karena sebagai bendahara keluarga, kaum perempuan dituntut untuk cakap dalam mengelola semua sumber keuangan yang ada. Di satu sisi kaum perempuan juga rawan tergiur dengan berbagai macam promo yang ditawarkan oleh platform. Dengan memiliki kecakapan literasi keuangan, maka kaum perempuan bisa lebih bijak mengatur anggaran yang ada.

    ReplyDelete
  2. Aku belakangan ini juga lagi sneeng belajar literasi keuangan..suka dengerin podcast podcast yangsedikit banyak ternyata mampu merubah sudut pandangku dan jadi banyak ilmu2 baru yang mungkin selama ini gak kuperhatikan
    Dan bener sie urusan belaja ecommerce ini kadang menjebak hehe lihat harga murah tanggal cantik jadi deh tergoda tapi untungnya sekarang sudah mulai bisa mengontrol pastikan beli barang yang memang benar2 kita butuhkan agar gak banyak boncosnya :)

    ReplyDelete
  3. Haha, saya jadi melirik keranjang di beberapa e-commerce akun saya
    Itu full sampai penuh tapi gak pernah dibeli
    Karena saya tahu itu emang keinginan saya aja sih, bukan kebutuhan
    Ternyata ada benernya juga ya
    Meskipun berbulan bulan (bahkan sampai diapus owner dan seller karena barang habis) tidak saya CO, ternyata saya gak kenapa-kenapa. Karena emang gak membutuhkan itu tadi ya...

    ReplyDelete
  4. literasi keuangan jelas sangat dibutuhkan untuk mengetahui keluar masuknya uang, apalagi dengan banyaknya kebutuhan yang tidak bisa dijangkau sebelumnya

    ReplyDelete
  5. Bener, tahan jari kalau mau check out. Aku pun demikian mbak, biar nggak bablas pas ada diskonan gitu. Padahal belum tentu barangnya bener² kepake juga.

    Makanya keranjang belanja biasa penuh meski nggak dicek out-cek out. Kalau bener² butuh banget atau memang dana udah ada baru dikeluarin satu-satu.

    Malah perempuan tuh perlu melek literasi finansial lho. Karena selain pegang uang keluarga, juga biar nggak jadi impulsif pas belanja. Beberapa kenalanku yg perempuan cukup impuls kalau lihat diskonan, jadi kalau literasi keuangan sudah terbangun, impuls pun bisa segera disadari tanpa perlu merasa bersalah setelahnya. ☺️❣️

    ReplyDelete
  6. Perempuan emang wajib punya literasi keuangan yang baik (dan enggak impulsif saat berbelanja). Aku lho sampai gak punya aplikasi belanja online. Cuma install pas butuh aja, takut khilaf kala di-install terus.

    ReplyDelete
  7. Yang jelas, perempuan biasanya mengelola keuangan keluarga. Bayangkan saja kalau perempuan enggan belajar literasi keuangan. Mau dibawa kemana itu keuangan keluarganya?

    Kalau nggak terjebak pinjol. Aduh, sekarang apply pinjol mudah banget.

    Cairnya juga singkat. Udah kayak jalur emergency kalau lagi butuh duit.

    ReplyDelete
  8. Di era sekarang kalau ngobrolin literasi keuangan memang kek berat sekali hehe karena kadang mampu bertahan aja, nggak ada utang udah good banget *imho :D
    Tapi setuju yang namanya perempuan kudu melek masalah ini. Kalau bisa memanajemen keuangannya sebaik mungkin, malah kalau bisa memanfaatkan sumber daya yang ada buat menambah pemasukan.
    Emang godaannya perempuan tu CO aplikasi2 belanja ya apalagi kalau ada promo. Belum lagi sekarang banyak tawaran paylater2, ngeri deh.
    Makanya kudu cerdas dalam hal literasi keuangan ini dan jangan sampai mau dikalahkan sama keinginan yang impulsif.
    Apalagi, lagi2 di zaman now, kalau emang nggak penting2 banget, hold dulu beli2 atau bila perlu belajar investasi :D

    ReplyDelete
  9. Daku ikut juga ini webinarnya. Hal paling mengejutkan adalah biaya hidup buat perempuan ini ternyata woouuww vanget. Jadi kek tersindir tapi kok iya juga sih huhu. Ah boleh banget deh cerdas literasi keuangan

    ReplyDelete
  10. literasi digital keuangan memang penting sekali diketahui oleh perempuan, karena memang dalam kehidupan sehari-hari, perempuan berkaitan dengan uang. termasuk dalam mengatur atau mengolah keuangan keluarga. Contoh sederhana, bagaimana perempuan mengolah atau mengatur uang belanja setiap hari. apalagi zaman now, sudah zaman digital. sebagian besar yang berkaitan dengan uang juga diatur secara digital

    ReplyDelete
  11. Kadang kita merasa aman hanya dengan menabung, padahal inflasi dan sifat impulsif di marketplace diam-diam menggerus masa depan.
    Keren banget tips "tahan 24 jam sebelum checkout" dari Mbak Diana. Ini langkah taktis yang bisa langsung dipraktikkan demi warisan semangat R.A. Kartini modern: merdeka secara finansial.
    Terima kasih sudah berbagi ilmu "bergizi" dari acara Female Digest ini, Mbak! Sangat menginspirasi para perempuan untuk terus belajar.

    ReplyDelete
  12. Kesimpulannya keren bgt kak. Cocok sekali buat ngasih tahu ke semua orang. Krn pada dasarnya, perempuan tuh kalo di rumah udh jadi bendaharanya. Kalo perempuan punya literasi finansial bagus, keuangan rumah tangga jg bakal mulus. Begitu sebaliknya.

    Bercermin dr RA Kartini yang mendobrak hegemoni laki2 dlm keluarga. Perempuan sdh selayaknya bs lbh mandiri atau minimal setara dgn suaminya. Kalo setara, bakal gampang ngomong urusan rumah tangga, khususnya keuangan.

    Jgn sampe masalah duit bikin keluarga menjerit. Utang sana sini dan penghasilan buat nutupin utang itu. Jgn sampe ya dek ya. Hehe.

    ReplyDelete
  13. Setuju banget sama artikelnya Mba. Berhubung perempuan yang biasanya jadi bendahara dalam rumah tangga, baik itu bekerja di ranah publik maupun ibu rumah tangga sangat penting belajar dan mau memahami literasi keuangan, terutama di zaman digital seperti sekarang ya berarti harus upgrade ilmu juga tentang literasi digital keuangannya.

    ReplyDelete
  14. Perempuan memang wajib punya literasi keuangan karena mengatur uang itu pasti terjadi baik masih sendiri maupun sudah berkeluarga.

    Selain itu paham mana kebutuhan dan keinginan juga penting banget. Jadi nggak impulsif.

    ReplyDelete
  15. kalau di negara kita perempuan itu identik dengan pengaturan keuangan keluarga ya makanya memang wajib banget nih buat perempuan untuk melek soal literasi keuangan apalagi sekarang semua juga serba digital terutama untuk urusan pembayaran dan berbelanja.

    ReplyDelete
  16. Ibu rumah tangga penting banget melek literasi keuangan secara pada umumnya pemegang keuangan di rumah itu adlaah ibu. Jadi kalau ibu tidak pandai mengatur keuangan aduuh bisa goyah nanti kapal rumah nya. Jadi melek literasi keuangan wajib dimiliki oleh setiap ibu dan wanita pada umumnya. Sekarang laki-laki dan perempuan sudah setara dalam arti sudah bukan zamannya lagi perempuan itu di bawah dan lakiilaki itu di atas. semua sama dalam mendapatkan akses pendidikan termasuk pendidikan tentang keuangan.

    ReplyDelete
  17. Aku juga belajar sistem pisah rekening ini Mbak
    Alhamdulillah berjalan lancar
    Meski memang kadang terkoyak lagi kalau ada kepentingan

    ReplyDelete
  18. Beneerr, ka Ruliii..
    Akhirnya aku menantang diriku sendiri untuk gak gampang mengeluarkan lagii.. asal mau co, barangnya ditahan dulu selama mungkin..
    Dan biasanya aku lupa juga siih.. hehehe.. meski masih ngrengek ((buat becandain suamik, hehehe))

    Perempuan melek finansial ini penting.
    Bukanya hanya untuk mengerem keinginan, tapi juga memikirkan kembali bahwa seluruh yang kita miliki akan dihisab. Serem kalo inget iniih...

    ReplyDelete
  19. Aku ikut juga nih webinarnya dan dapat banyak insight baru terkait keuangan keluarga, sekarang jadi lebih mindful dalam berbelanja tak mudah tergiur diskon dan promo hehe

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan saya, Semoga bermanfaat. Ambil baiknya tinggalkan buruknya. Silakan tinggalkan komen yang santun ya tapi jangan tinggalin link hidup dan jangan berkomentar anonim ya. Apalah arti tulisan saya tanpa kehadiran kalian..