Motor component


Geoman Electrical DNY provides products such as motor components in Singapore, with pre-sales communication with on-time delivery and prompt after-sales support.


Book Tour: Buku Sukses Mendidik Anak ala Homeschooling

 

Sukses Mendidik Anak ala Homeschooling


Judul: Sukses Mendidik Anak Ala Homeschooling
Penulis: Kusumastuti
ISBN: 978-623-04-0236-4
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer (BIP)
Ketebalan: 362 halaman


Hal terpenting yang dapat mendukung perkembangannya adalah aktivitas yang berfokus pada kemampuan sensoris dan motorik, serta sejalan dengan orientasi lingkungan dan mental anak 


Apa yang para orangtua pikirkan ketika membaca judul bukunya? Sebagian orang tua yang tidak menyekolahkan anak secara homeschooling mungkin merasa, oh buku ini mungkin tidak cocok untuk saya, begitu kira-kira. Saya pun mengalami itu, sebelum kemudian mengamati dengan benar. Dimana buku ini BUKAN hanya untuk anak yang homeschooling, melainkan edukasi anak belajar di rumah ala homeschooling. Jadi bagaimana maksudnya? 


Selama ini ada orang tua yang mendidik anak ke sekolah biasa, ada yang dengan homeschooling. Keduanya mempunyai keberhasilannya masing-masing. Tapi di situasi pandemi saat ini yang memaksa jutaan anak hanya belajar dari rumah, otomatis semua anak menjadi homeschooling bukan? Bahkan pengajarnya adalah kita sendiri, orang tuanya. Karena itulah buku ini justru sangat penting untuk kita saat ini.


Untuk usia berapa edukasi di buku ini? Fokusnya terutama pada anak usia hingga 7 tahun. Dimana usia anak segini, biasanya kita melepas belajar mereka bersama guru taman kanak-kanak tapi saat ini kita harus berupaya mengajari mereka sendiri, karena pembelajaran jarak jauh (PJJ) pastinya tidak maksimal terutama bagi anak belajar sensoris, motorik juga orientasi lingkungan.


Oh saya mungkin belum perlu buku ini. Di awal pandemi kita mungkin bisa mengatakan demikian. Dimana kita masih sanggup membelikan banyak mainan untuk anak di rumah, memfasilitasi ini itu, juga mencari ide bermain di Google. Tapi... saat ini pandemi sudah hampir setahun mengurung anak di rumah tepatnya sejak awal tahun 2020 dan sekarang sudah mencapai 2021. Yang tadinya kita punya banyak ide, kini sudah mulai lelah. Tak tau lagi bagaimana mendidik anak ala rumahan begini. Semakin kita menyadari, tanpa guru apalah daya kita, semakin hormat kita kepada guru ya.


Nah pada akhirnya, atau bagi ibu-ibu yang berencana memasukkan anaknya ke taman kanak-kanak tahun ini, saya katakan kalian perlu beli buku ini untuk merangsang anak belajar sebelum akhirnya nanti mereka kembali bisa bersekolah.

 

Apa saja yang ada dalam buku Sukses Mendidik anak ala Homeschooling ini?


Mengajak membaca tentu beralasan bukan, sebagus apa buku ini?

  1. Berisi Banyak kegiatan. Buku ini berisi 185 kegiatan bersama anak dengan berbagai rangsangan berpikir yang baik untuk sensoris, motorik dan orientasi lingkungan
  2. Sumber terlengkap (konvensional + modern). Buku ini dibuat dengan mengambil banyak sumber buku montesorri, pre-school years, buku bermain bayi, berbagai seminar parenting, kindergarten yang memakai metode konvensional dan berbagai forum orangtua-anak. Materi diambil dari kurikulum berbagai negara (Austria, Jerman, Swiss, Amerika dan Indonesia), sangat lengkap mewakili berbagai negara.
  3. Penulis berpengalaman. Kusumastuti adalah penulis berpengalaman di bidang buku parenting. Sebelumnya saya juga pernah review bukunya yang berjudul "500 cara membenahi Perilaku Anak" dan banyak lagi buku lainnya yang ia tulis dengan tema mendidik anak.
  4. Cocok untuk semua kalangan. Kegiatan dalam buku ini bisa dipraktikan oleh semua kalangan. Baik golongan ekonomi menengah ke atas atau menengah ke bawah, karena kegiatan yang dilakukan tergolong murah meriah. Tidak ada kegiatan yang menyentil SARA sehingga bisa digunakan oleh keluarga yang beragama apa saja atau suku apa saja, tidak usah khawatir.
  5. Mudah didapat. Tentu saja penerbit Bhuana ilmu populer (BIP) adalah kelompok gramedia, sehingga kita bisa dengan mudah membelinya di cabang gramedia mana saja, ataupun membelu secara online, semuanya mudah.
  6. Tak hanya kegiatan, tapi juga tips seputar anak. Jadi dari buku ini kita mendapatkan berbagai tips dan trik untuk menghadapi berbagai kesulitan anak di usia 0-7 tahun seperti anak yang takut gelap, anak cemas, dan takut lainnya. Ada juga edukasi bagaimana mengajari anak memberi salam dan cara makan. Sangat beragam bukan?
  7. Setiap kegiatan dilengkapi dengan edukasi orang tua. Jadi setiap kegiatan yang dipandu, dilengkapi penjelasan bahwa kegiatan ini manfaatnya apa, apa yang bisa anak pelajari, juga kiat-kiat untuk melakukannya agar mudah tercapai tujuan kegiatan.
  8. Harga terjangkau. Yaa, terkadang orang tua masih suka perhitungan untuk membeli buku edukasi. Padahal harga buku ini terbilang terjangkau, karena harganya tak lebih dari 2 botol kopi kekinian. Tak lebih dari harga 1 baju ibu-ibu model terbaru. Padahal buku ini akan sangat membantu para ibu untuk mengisi pelajaran anak di rumah sekian waktu ke depan.
  9. Tidak membosankan. Kegiatan di buku ini dilengkapi dengan gambar-gambar, dan tak melulu soal permainan anak. Ada juga kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan mental anak, misalnya kegiatan saling memeluk, menari bersama, menjelaskan emosi, hingga mempelajari perasaan bersalah.
  10. Buku ini bisa menjadi aset berharga. Kurikulum pelajaran anak di sekolah relatif cepat berubah dari waktu ke waktu. Tapi edukasi untuk anak hingga berusia 7 tahun relatif sama. Maka kegiatan di buku ini tak lekang oleh waktu. Kelak mungkin buku ini bisa jadi aset yang digunakan anak kita untuk mengasuh anak mereka. Atau di berikan ke saudara yang memiliki anak seusia tsb. Dan itu adalah pemberian yang sangat berharga.

Nah itulah 10 alasan kenapa kalian ibu-ibu bagus sekali membeli buku ini. Karena akan sangat bermanfaat untuk bantu mengisi pembelajaran anak di rumah. 


Pengalaman bersama buku Mendidik Anak Ala Homeschooling


Sejak dulu karena punya anak laki-laki dua orang, tentu saja anak saya punya mobil-mobilan hot wheels. Setelah sering beli satuan di minimarket atau toko mainan, lama-lama kan jadi lumayan banyak. Mulanya anak-anak hanya bermain dengan dijalankan biasa dengan tangan, pernah juga saya belikan sirkuit hot wheels sederhana. Sesederhana itu cara bermain mereka.


Belajar Urutan benda ruliretno.com
Belajar urutan dengan teliti 
Menggunakan hot wheels

Tapi dengan buku ini, saya jadi diedukasi sudut pandang berbeda. Bermain hot wheels ternyata bisa mengandung pelajaran dan menarik. Poin ini ada di kegiatan no 89 di buku Mendidik Anak Ala Homeschooling. Yaitu bermain urutan, dengan cara membuat mobil-mobil tersebut berurutan berbeda warna, mengacak susunanya lalu mengajak anak mengembalikan susunannya. Disini anak belajar mengenali mana bagian depan dan belakang mobil, mengasah otak anak juga mengingat urutan mobilnya. Tentu mengasah otak saya juga sebagai ibu untuk mengingat bagaimana susunan awalnya. 


Permainan ini makin menyenangkan tatkala saya menjadikannya sebuah kisah. Kedua anak saya, diibaratkan memiliki beberapa mobil di garasi rumah. Lalu di siang hari mobil-mobil itu pergi ke mall atau tempat umum, dimana disana mobil akan terparkir secara acak. Lalu di sore hari mobil pulang dan kembali ke garasi, dapatkah anak memgembalikan susunannya dengan benar? Jika anak melakukan kesalahan, maka saya sebagai ibu harus ingat dan mengingatkan bagaimana susunan yang benar. Begitu di ulang terus hingga anak benar-benar hafal bagaimana susunan awal mobil di garasinya. Anak-anak ternyata sangat senang bermain ini, saya pun takjub ternyata mobil hot wheels kecil ini dapat jadi edukasi bagus buat anak, tak sekedar ngeng-ngeng semata. Oh iya, bermain ini tak harus dengan mobil-mobilan jenis hot wheels kok, mobil-mobilan lain pun tak apa, atau boneka-bonekaan juga bisa dibuat permainan ini yang penting warnanya beragam.


Pengalaman lain yang sangat disukai anak adalah permainan sedih atau lucu, kegiatan no 53. Yaitu permainan tebak wajah, menebak ekspresinya sedang sedih, gembira, lucu dan apapun. Bedanya saya tidak menggunakan media kertas tapi saya menggunakan wajah saya sendiri untuk berekspresi jadi makin seru. Itulah menyenangkannya buku ini, bisa jadi panduan kegiatam dan kita bebas memodifikasi kegiatannya sesuai kondisi kita masing-masing. Akan makin seru dan kreatif.


Dari buku ini pula saya dipandu untuk mengajari anak apa itu guruh, kilat dan petir dengan bahasa yang sederhana. Karena kebetulan sekali sedang musim hujan, jadi penerapan edukasi ini lebih mudah karena bisa dipraktikkan langsung. Buku ini dengan 185 kegiatan dijamin tak akan membuat para ibu kehabisan ide untuk belajar bersama anak, anak-anak bisa makin cerdas dan cepat tanggap akan apa yang terjadi di sekitarnya. 


Bacaan ibu-ibu masa kini, sukses homeschooling


Kata Penulis, Kusumastuti


Saya penasaran, apa kata penulis tentang buku ini? Kok bisa sih penulis membuat buku kegiatan sebagus ini yang menurut saya sangat bergizi dan dirangkum dari berbagai buku-buku parenting terbaik di era saat ini. Saat kita mungkin akan repot mencari banyak kegiatan montesorri dan buku berbasis kurikulum Indonesia dan luar negeri baik itu Eropa ataupun Amerika, dengan buku ini kita tak perlu serepot itu lagi karena semua sudah dirangkum.


Tentu saja kemudian saya memberanikan diri bertanya langsung kepada penulisnya, Kusumastuti. Bukan saya namanya jika tak mengobati rasa penasaran dengan bertanya langsung. Alhamdulillah, menghubungi penulis yang satu ini, meski sedang berdomisili di Austria tapi teknologi memudahkan segalanya. Dan ini sedikit QnA saya.


Q: Bagaimana ide awal yg mendasari lahirnya buku ini?


A: Awalnya sering mendengar cerita/ melihat banyak aktivitas balita Indonesia yang sifatnya pemaksaan. Misalnya. Anak tiga-empat tahun sudah les matematik dikasih PR, disuruh menulis halus. 

Padahal, syaraf motorik anak umur itu memang belum berkembang sempurna. Motorik besarnya saja masih belum sempurna bagaimana bisa dipaksa harus motorik halus. Daya pikir, logika anak juga belum sempurna, bagaima bisa dipaksa dijejali hitung2an. 

Karenanya saya berniat membuat aktivitas anak yang sesuai dengan usia. Saya juga berkonsultasi dgn dokter anak, pedagogik dan guru. 


Q: Berapa lama mbak membuat naskah buku ini


A: Karena saya sudah pernah membuat serial berisi 5 buku, 52 Aktivitas Mendidik anak ala homeschooling, kali ini jatuhnya lebih cepat. Menulisnya 3 bulanan, yang lama proses editing dengan editor BIP.  Selama pandemi kami melihat Kegiatan mana yg cocok/tidak cocok di Indonesia. Apalagi buku ini diharapkan untuk anak se Indonesia, jadi material yang diperlukan sedapat mungkin tersedia di daerah. 


Q: Harapan mbak terhadap anak-anak yang sedang pjj saat ini?


A: Jadikan waktumu menjadi waktu terkreatif, terindah, penuh kegiatan positif, karena, jika pandemi ini usai, masa-masa itu tak akan kembali lagi. Semua akan sibuk lagi dengan rutinitasnya.


Tetiba saya mewek membaca jawaban penutup ini. Sangat benar adanya, saya kerap kali merasa lelah dengan PJJ ini apalagi anak saya ada 3 dan masih kecil semua. Tapi saya pikir, kapan lagi saya ikut mendampingi anak belajar se-intens ini. Kapan lagi saya mendampingi dan ikut andil dalam semua tugasnya? Ikut mengajari, ikut bantu mengerjakan tugasnya bahkan tugas hafalan pun saya ikut menghafal. 


Bahkan ada kebanggaan tersendiri bagi saya setiap kali anak berhasil mengerjakan tugasnya, berhasil menghafal, apalagi untuk yang masih TK. Biasanya saya tak banyak kerja keras karena ada guru yang mengajari, tapi kali ini saya yang setiap hari turun langsung mengajarinya. Pandemi membuat semua ibu benar-benar menjadi madrasah pertama anak-anaknya. Dan tentu saja buku mendidik anak ala homeschooling ini turut andil membantu saya terus mengedukasi anak-anak saya. Tak lagi ribet mencari kegiatan anak, tak lagi pusing buka-buka metode montesorri, cukup mengambil ide kegiatan dari buku ini. Saya harap ibu-ibu lain merasakan benefit yang sama seperti saya, makanya saya membagikan pengalaman saya di blog. Oke, semoga bermanfaat ya.. grab it fast di toko-toko buku terdekat. Untuk membeli online, silakan liat link pada gambar dibawah ini.


Pembelian buku secara online


9 comments

  1. Aakkk, menarik bangettt ini mba Ruli. Karena harus diakui atau ngga, semua anak sekarang ya auto (kind of) homeschooling ya.

    Buku ini pasti sarat faedah buat para ortu!

    ReplyDelete
  2. Pastinya, ini buku yang sangat bagus. Penulisnya praktisi yang sudah lama menjalani dan punya karya di situ.
    Pas banget dengan kondisi sekarang yang setengah homeschooling.

    ReplyDelete
  3. Aku juga mikir utk homeschooling buat anak. Hmmm buku ini bs jadi referensi niih. Lagi nyari2 juga info2nya.

    ReplyDelete
  4. iya, dinikmati mumpung kita bisa belajar intens dengan si kecil
    mensyukuri kehendak yang ada
    selalu berpositif thinking
    mari saling menguatkan

    ReplyDelete
  5. mungkin homeschooling dulu terasa kurang cocok dengan pendidikan di Indonesia oleh orang tua, namun disaat pandemi sperti ini sudah sebagian kita jalankan juga
    \

    ReplyDelete
  6. Aku kemarin ikutan giveaway buku ini.
    Doakan menang yaa, kak Ruli.
    Aku sangat berharap banget bisa ikutan baca buku mengenai home schooling. Kan relate banget sama keadaan kita saat ini yaah...

    ReplyDelete
  7. Di daerahku masih banyak yang sekolah biasa kak, soalnya di desa sih sistem homeschooling belum hits banget. Buuttuh diedukasi juga ini dengan jaman sekarang

    ReplyDelete
  8. wah ini buku yang saya cari mbak. Saat pandemi saya seperti mati kutu karena anak kedua saya ogak belajar kalau tidak sambil bermain, lebih tepatnya dia suka bermain, hehehe. Kayaknya saya harus beli buku ini deh, makasih reviewnya mbak

    ReplyDelete
  9. Ini bisa jadi buku wajib semua orangtua neh, soale lengkap banget dan membuat PJJ makin menyenangkan

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan saya, Semoga bermanfaat. Ambil baiknya tinggalkan buruknya. Silakan tinggalkan komen yang santun ya tapi jangan tinggalin link hidup dan jangan berkomentar anonim ya. Apalah arti tulisan saya tanpa kehadiran kalian..