Kenapa harus 'Stay at home' saat pandemi berlangsung

Stay at home

Apa itu Stay at home?


Stay at home dalam bahasa Indonesia artinya tinggal di rumah. Sedangkan pada masa pandemi ini, stay at home di artikan sebagai himbauan pemerintah untuk seluruh warganya untuk tinggal di rumah saja. Dimana perintah/himbauan ini berlaku hampir di semua negara bukan hanya di Indonesia.

Ajakan untuk Stay at home atau di rumah saja semakin gencar menggema seantero dunia saat ini. Karena penyebaran virus Covid19 sudah tidak main-main lagi jumlahnya, sudah bikin merinding angkanya dan masih terus berjalan. Stay at home di gadang-gadang menjadi salah satu solusi penting memutus rantai penyebaran virus Corona, mencegah makin banyaknya pasien positif covid19.

Gaes, di Wuhan sono tempat asal virus ini bermula, pertanggal 26 april 2020 sudah bebas Covid19 loh karena semua pasien sudah dipulangkan dari RS dan positifnya sudah di angka nol. Sementara Indonesia, bahkan belum mencapai puncaknya.

Gejala awal virus Corona kadang tidak semua bisa terdeteksi. Kalau ODP adalah sebutan untuk orang dalam pengawasan, artinya orang yang sejak awal memang ada kemungkinan ke arah Covid19, maka ada pula yang disebut OTG alias Orang tanpa gejala. Nah yang begini kan repot kadang menularkan tanpa terasa, terus gak selesai-selesai deh penyebaran virusnya. Jadi...

Kenapa harus Stay at home saat Pandemi virus Covid19?


1. Untuk memutus rantai penyebaran
Menurut yang aku baca kan masa inkubasi virus covid19 ini adalah 14 hari. Untuk hidup virus tersebut yang menempel pada benda-benda mati pun biasanya bertahan sampai dengan 9 hari. Jadi kalau seseorang melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari di rasa bisa memutus rantai penyebaran agar tidak meluas ke orang lainnya.

2. Untuk menjaga keselamatan kita sendiri.
Tentunya untuk keselamatan diri sendiri karena makin banyak kita bertemu orang lain, peluang untuk tertular atau menjadi carrier (pembawa) virus itu menjadi tertutup.

3. Membantu petugas medis agar tidak makin banyak ODP
Dengan kita jalan kemana-mana kalau bertemu orang lain yang positif atau PDP atau kita dari zona merah, maka kita otomatis jadi ODP (orang dalam pengawasan) yang akan di pantau oleh petugas medis. Karena itu, tinggallah di rumah agar kita bisa mengurangi beban para petugas di lapangan. Gaes, hari ini sudah banyak banget perawat, dokter dan petugas medis lainnya yang wafat. Hiks..

4. Stay at home masih mending daripada lockdown.
Stay at home  atau tinggal di rumah hanya membatasi gerak kita untuk tidak banyak keluar rumah kalo tidak urgent. Artinya kita masih bisa keluar untuk keperluan penting. Artinya pun kita masih bisa bekerja dengan menyesuaikan kondisi. Sedangkan kalau lockdown, akan makin banyak lagi sistem ekonomi yang kena imbasnya. Sebisa mungkin ekonomi bisa di jalankan dari rumah. Misalnya dengan berjualan online dari rumah, justru dengan berbagai alasan berjualan itu lebih mudah dan murah bila di jalankan dari rumah, lho.


5. Melindungi dan menjaga keluarga
Saat bukan pandemi, bisa saja kita semua sibuk dengan kegiatan masing-masing. Saat perintah stay at home inilah waktunya kita mendekatkan diri dengan keluarga sembari melindungi mereka dari terpapar virus di luar sana.
Pemerintah pun sudah memberikan inbauan pada kita untuk bisa berdamai dengan covid-19 dan silaturahmi dari rumah saja.

Baca juga: catatan covid di bulan maret 2020

6. Berbakti pada negara
Setiap kita terlahir  pasti ada harapan orang tua agar kita bisa berbakti pada bangsa negara. Tapi apalah daya kadang kita lamban menjadi sukses. Maka kali ini adalah saatnya menunjukkan bakti pada negara dengan di rumah saja.

Nah jika semua sudah kita patuhi, tapi pada akhirnya takdir membawa kita pada gejala virus Covid maka jangan terlambat. Segeralah ke RS rujukan covid dan lakukan serangkaian tes.

Ciri awal gejala virus covid19 yang bisa dikenali antara lain:


  1. Tubuh demam, di atas 38°c sebagai ciri awal
  2. Batuk kering, sebagai respon adanya patogen yang masuk ke tubuh lalu di tandai dengan batuk
  3. Pegal-pegal atau nyeri otot, sebagai respon tubuh melawan virus
  4. Sesak nafas, karena virus ini memang menyerang pernafasan. Namun biasanya baru muncul sesak nafas di minggu kedua

Apakah hanya yang memiliki ciri di atas yang bisa tes covid19? Tidak juga, bahkan banyak kasus positif itu tanpa gejala sama sekali tapi hasil menunjukkan positif, seperti yang sudah saya singgung di atas tadi. Jadi kalau kita ada riwayat kontak dengan pasien positif covid19, petugas medisnya atau sekedar bertemu dalam jarak 1 meter, langsung aja cek ke petugas medis.

Orang-orang OTG ini banyak terjadi di Indonesia juga akibat banyak pasien tidak jujur pada kondisinya. Jadi orang lain yang gak tau apa-apa bisa terpapar. Yang jelas sakit atau ODP tapi gak mau tinggal malah nularin ke orang lainnya. Kan ngeselin, mainin nyawa orang.

Ribet kan ya... kalau kita gak tau mana yang positif atau tiba-tiba kita menjadi OTG. Nah kalo gak mau ribet, makanya di rumah aja. Stay at home, it could save lives


13 comments :

  1. ngeri emang wabah covid ini ya. semoga cepat berlalu, skrg karena banyak OTG bikin parno aja jadinya yadah dirumah aja deh

    ReplyDelete
  2. Bener banget nih, kalo ga bisa banget ga keluar rumah minimal jumlahnya dikurangin. Biar tidak berbarengan keluar rumah gitu agar virus2 itu tidak menemukan tempat berlabuh yg baru.

    ReplyDelete
  3. dengan berada dirumah aja artinya kita memutus mata rantai pandemi covid 19. Kita juga menjaga kesehatan semua orang dan orang orang yang kita cintai.
    Semoga kita patuh ya.... kasian orang orang tercinta kalau terpapar virus covid 19 gara gara kita bawa dari luar

    ReplyDelete
  4. siap, mbak. aku udah di rumah sejak pertengah februari. rasanya kaya udah ga tau lagi di luar sana tuh kaya apa sekarang.

    ReplyDelete
  5. Enak di rumah kok mbak. banyak hal bisa dilakukan. tergantung kita memandang dan kreativitas kita

    ReplyDelete
  6. Iya eh. Kalo gak penting2 jangan keluar rumah. Baru kali ini rebahan diapresiasi dan mampu membantu menyelamatkan umat manusia

    ReplyDelete
  7. Pokoknya dirumah aja taati peraturan pemerintah kenapa? Karena demi orang banyak dan kesehatan kita semua. Semoga cepat berlalu yaaa amin

    ReplyDelete
  8. Di sana kondisinya gmn mbak?
    Di sini msh banyak yang santuy gak di rumah mbak hiks. Kalau krn kerjaan yg mungkin gk bisa digantikan msh mending yg masalah kalau yg bebal menyepelekan penyakit ini ya hiks

    ReplyDelete
  9. Hoho memang yang paling penting adalah untuk memutus rantai penyebaran virus ya kak, d sini sudah banyak jg yg full d rumah aja tp bbrapa ada yg masih keluar sih untungnya tetap menjaga jarak

    ReplyDelete
  10. Mau nya dirumah aja, tapi kadang tetap keluar rumah beli keperluan dapur 😅 mau pesan antar juga takut mamang nya yg nularin ke kita. jadi serba salah 😢

    ReplyDelete
  11. Pandemi Corona ini memang benar-benar dahsyat ya dampaknya ke berbagai lini kehidupan. Semoga aja wabah ini segera berakhir

    ReplyDelete
  12. Kasus positif yg muda yg susah ditentukan ya kalo ga tes ga akan ketahuan sih. Umur 50an baru yg muncul gejala-gejala itu. 🙈

    ReplyDelete
  13. Kalo aku gak kerja, aku jg pgn banget stay at home. Was was juga pas keluar dan ketemu orang huhu


    Stay safe semuanya 🤲

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan saya, Semoga bermanfaat. Ambil baiknya tinggalkan buruknya. Silakan tinggalkan komen yang santun ya tapi jangan tinggalin link hidup dan jangan berkomentar anonjm ya. Apalah arti tulisan saya tanpa kehadiran kalian..