8 Alasan Memilih Kota Transit

Hai Traveler, Assalamualaikum...
lama ga nulis tentang tips traveling, kali ini saya mau sharing tips memilih kota untuk transit. Jika di Indonesia yang luas ini ada banyak sekali kota untuk transit, manakah yang paling sering kalian singgahi? Apa alasan kalian ketika memutuskan untuk transit di kota tersebut?

Transit mudah dan nyaman


Untuk penerbangan Domestik  ataupun Internasional, sudah tidak asing lagi jika kita harus transit. Karena tidak semua kota tersedia penerbangan langsung. Untuk yang sering bepergian rute domestik, tentu tidak asing lagi untuk transit di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, Juanda Surabaya, Kualanamu Medan, untuk dijadikan tempat transit dan untuk rute International biasanya banyak orang menggunakan Kuala Lumpur, Norwegia, Amsterdam, Brisbane, Incheon Korsel, Changi Singapore, Ataturk Istanbul, dsb.

Nah berikut adalah 8 Alasan ketika memilih bandara untuk transit

1. Jam transit terpendek
Alasan ini biasanya di pilih untuk orang yang bepergian dengan suatu keperluan mendesak, atau ketika bepergian membawa anak/lansia. Dari semua rute, sudah pasti melihat di bandara mana yang transitnya paling cepat. 

2. Kenyamanan bandara untuk stay dalam waktu lama.
Kadang tidak bisa memilih jam yang pendek, transit kemana aja kok ya sama aja lama. Nah anda bisa memilih bandara yang nyaman untuk berlama-lama disana. Misalnya yang bahasanya kita mengerti, yang muslim friendly supaya mudah menemukan mesjid dan makanan halal seperti di Kuala lumpur atau di Qatar, atau bandara yang menyediakan tempat istirahat yang nyaman. Ada juga bandara yang menyediakan pemandangan yang indah seperti changi Airport yang menyediakan movie studio, Sunflower garden dan Orchid Garden dalam bandaranya. 

3. Luas Bandara
Salah satu sahabat saya ketika memberangkatkan ibunya dari Islandia menuju Indonesia, lebih memilih untuk men-transitkan ibunya di Norwegia ketimbang transit amsterdam. Alasannya, bandara Norwegia lebih kecil dan relatif sepi. Jadi karena ibunya sendirian, meski sudah sering bolak balik, sahabat saya akan lebih tenang dengan luas bandara yang kecil saja. 

Namun ada juga yang sebaliknya, teman saya lebih suka Sukarno hatta untuk transit ketika penerbangan domestik, ketimbang Juanda yang lebih kecil. Alasannya, akan ada banyak yang bisa di explore kalau dia sedang boring. 

4. Cost ketika Transit
Tentu saja, bukan cuma tiket mana yang termurah ketika transit. Tetapi juga cost yang kita siapkan ketika transit. Jika harus menginap di hotel bandara atau harus melewatkan makan siang di bandara. Jika membawa anak-anak atau keluarga, sekali makan di bandara aja patut di perhitungkan, karena harga makanan di Bandara biasanya tidak murah. 

5. fasilitas Bandara
Beberapa bandara ada yang sediakan air mineral gratis lewat pancuran. Penting gak sih? Buat saya penting loh, hahaha.. Emak hemat itu, kadang air mineral pun diperhitungkan karena mahal dan kadang malas tukar uang (jika lain negara) trus ada juga yang punya kids play ground, mushola, hotel dalam bandara, dsb. Cari tau lebih detil kalau transitnya lama. 

So far saya pribadi Cum pernah transit sebentar di balikpapan ketika penerbangan banjarmasin makassar, kurang dari 1 jam jadi engga turun dari pesawat, hehehe.. Yang agak lama ketika saya dari Kuala Lumpur menuju Banjarmasin transit di Sukarno hatta. Tiba di Jakarta malam, dan terbang ke Banjarmasin besok paginya, saya nginep di hotel bandara, tapi cuma hotel yang numpang duduk aja. 

Jadi kursinya bisa di tidurkan gitu, tapi kamar mandi sharing. Karena cuma numpang tidur 6 jam saya males donk ya bayar mahal. Hihihi.. 

6. Belum pernah kesana
Jika tempat transit itu belum pernah kalian singgahi, ga ada salahnya donk mampir. Bahkan sekedar numpang foto di Bandaranya aja udah seneng loh ada kenang-kenangan pernah kesana. Apalagi kalau ada waktu cukup panjang, bisa nyempetin keluar bandara, tentunya harus dengan perhitungan yang matang jangan sampai ketinggalan pesawat selanjutnya. 

Jika biayanya relatif sama, dan tidak dalam keadaan terdesak, saya suka banget kalo harus transit, lho! 

7. Wisata singkat
Untuk penerbangan dari Surabaya ke singapore, ada loh maskapai yang menerapkan sistem transit di KL. Harganya relatif sama, kalo gak salah cuma selisih 100rb. Waktu transit bervariasi dari 1 jam sampai 9 jam. 

Untuk tempo 6 jam saja di KL kita sempet loh kalau mau ke Twin tower, KL tower, Aquaria KLCC dan kulineran nasi lemak sejenak. Karena berada di satu area, gak akan memakan waktu banyak. Asal jangan coba-coba ke Batu caves aja kalo gak mau ketinggalan pesawat. 

Kalo mengkhususkan diri untuk penerbangan ke KL semata, mungkin budgetnya beda lagi. Jadi untuk wisata singkat biasanya pakai kesempatan saat transit saja. 


8. Tidak ada pilihan
Kenapa transit di bandara itu? Karena tidak ada pilihan. Hehehe. Ini adalah alasan yang bener-bener apa adanya. Misal seperti saat saya mau ke Bali, kenapa transit juanda? Ya karena tidak ada pilihan. Tidak ada yang direct langsung ke Bali. Dan gak mungkin juga lewat Jakarta, berlawanan arah donk. Alasan ini menjadi alasan satu-satunya saya ke Bali transit Juanda.

====

Nah, untuk teman-teman yang sering galau menentukan mau transit lewat mana yang lebih efisien. Bisa mengunjungi Pegipegi.com untuk membantu melihat mana yang lebih efisien dari poin-poin yang saya sebutkan di atas.

Tinggal instal aplikasinya atau pakai browser klik disini pegipegi.com lalu masukkan tujuan penerbangan yang di rencanakan. Dalam sekejap, pegipegi akan langsung menampilkan list seluruh penerbangan menuju ke kota tujuan kita. Baik yang direct ataupun yang transit.

Nah jika transit, tinggal kita klik, mana yang kira-kira cocok untuk melihat detailnya. Bisa di short list berdasarkan urutan harga, sebagai contoh misalnya perjalanan dari Jakarta( Indonesia menuju ke Adelaide, Australia.

Ke Adelaide dari Jkt transit Lalu transit
Ke Sidney, lanjut transit lagi ke Brisbane baru ke tujuan. 

Dari Jakarta, transit ke KL.
Lalu langsung direct ke Adelaide

Ada banyak rute transit tersedia. Di pegipegi bisa langsung lebih efisien yang mana? Apakah ingin buru-buru tiba di kota tujuan. Bisa juga berdasarkan bagasinya, mealnya, dan berbagai alasan yang saya sebut diatas.

Nah untuk lebih mudah menyaring infonya. Bisa juga klik 4 pilihan menu di bawah ini.


Jika belum pernah ke Brisbane, ga ada salahnya transit di Brisbane karena jangka waktu transit 5 jam lumayan buat explore bandara atau tidur aja, hehehe.. Begitu pula untuk yang ke adelaide via kuala lumpur. Bisa kok jalan-jalan di KL kalau transitnya melebihi 6 jam. Karena waktu segitu cukup kok untuk ke twit tower lalu langsung balik.

Namun jika sedang buru-buru, manfaatkan penerbangan dengan jam pendek yaitu yang hanya transit di Sidney doank. Tergantung alasan masing-masing ya.
Jadi untuk yang masih galau soal mau transit dimana, semoga artikel ini bermanfaat. Aamiin

18 comments :

  1. Terima kasih informasinya, sangat membantu :)

    ReplyDelete
  2. Memakai aplikasi pegipegi memang memudahkan ya

    ReplyDelete
  3. Heuh belum pernah sekalipun pergi2 pakai pesawat jadi ga ngerti rasanya transit tapi pengin banget wkwkkw. Pegi2 teh iya emg harganya bervariasi yg murce2 juga banyaak, dlu kupake pegi2 buat hotel sih

    ReplyDelete
  4. Transit emang tidak sekadar memenuhi keinginan maskapai ya tetapi sebenarnya ada manfaat yang bisa diambil, terutama bila bepergian jauh dengan jam transit yang cukup lama. ditambah lagi bila transit itu di bandara-bandara keren seperti Changi atau Dubai..

    ReplyDelete
  5. betul banget.. kadang milih transit karena penasaran aja apalagi kalo bandaranya bagus dan keren kaan.

    ReplyDelete
  6. Beberapa kali menggunakan pesawat, belum pernah transit. Kebetulan ada rute langsungnya. Namun, jika terpaksa transit memilih bandara hal yang penting.

    Jangan sampai karena transit malahan jadi makin boros. Apalagi kalau di bandara yang air minum dari water tap, rasanya bahagia karena bisa tetap hemat.

    ReplyDelete
  7. Aku banget itu suka galau mikirin transit dimana ya yang lucu, yang seru.

    ReplyDelete
  8. Klo transit saya juga mempertimbangkan alasan² diatas mba.. terutama faktor kenyamanan bandara.. masalah besar atau kecil bandaranya gak masalah bagi saya, tapi yang penting jangan lama² waktu transitnya

    ReplyDelete
  9. Belum pernah sih transit bandara, pengen juga cobain, makasih ya tips-tipsnya, kali aja ada rezeki halan-halan ke luar negeri dan bisa transit di mana gituuu

    ReplyDelete
  10. Sekarang kalau mau ke jakarta atau pulau jawa,kami yannh di aceh transit dulu ke KL karena lebih murah kalo pake transit. Kalau direct mahaaal

    ReplyDelete
  11. Aku blm pernah melakukan perjalanan jauh sampai transit gtu. Kalau pun transit ya paling gak lbh dr 3 jam hehe. Kyknya paling seru yg wisata singkat ya? Kalau misal ke luar negr. Jd bbrp negara terlampaui jg meski sbnrnya transit aja hehe

    ReplyDelete
  12. Aku belum pernah sih transit. Cuma baca-baca cerita para traveler aja. Biasanya emang dimanfaatkan buat eksplore bandara atau ke mana gitu ya jika transitnya lama. Tapi emang alasan orang pilih tempat transit ya macem-macem sih..
    TFS, Mbak Ruli..

    ReplyDelete
  13. Asik ya kalo bisa jalan-jalan terus. Hehe
    Sering baca info tentang traveling tapi belom kesampean. Wkwk

    ReplyDelete
  14. whaha.. iya ya, ternyata banyak alasan yang harus dipikirkan saat memilih bandara untuk transit.
    Aku belum pernah sih mbak merasakan transit, orang paling jauh hanya ke manado sja dr jkt.. hhehe

    ReplyDelete
  15. bisa wisata singkat itu bener juga ya, daripada kita bengong nungguin kendaraan enakan wisata meski singkat

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan saya, Semoga bermanfaat. Ambil baiknya tinggalkan buruknya. Silakan tinggalkan komen yang santun ya tapi jangan tinggalin link hidup. Apalah arti tulisan saya tanpa kehadiran kalian..

ruliretno.com | BLOG DESIGN BY Labinastudio