Kata-kata Romantis, Perlu gak sih?

Assalamualaikum.. 
Lama gak ngobrolin soal gaya hidup yang mengarah ke perasaan ya. Kali ini lagi pengen ngobrolin soal yang romantis-romantis. Haha..
Emak juga kan gini-gini wanita juga, hampir semua wanita suka hal romantis meskipun teteplah ada juga yang ga suka hal Romantis. Wajar.. Karena semua orang itu tidak sama.

Kata Romantis, yay or nay?
(Muslimdunyaa) 

Romantis itu apa sih? 
Menurut KBBI ; Romantis itu bersifat seperti dalam cerita roman (percintaan); bersifat mesra;  mengasyikkan.

Jadi semua yang sifatnya mesra dan asyik, itu bisa disebut romantis ya kan. Sekarang saya cuma mau ngobrol asyik aja sih, gimana kata romantis versi kalian dan bagaimana mengungkapkannya. 

Tapi sebelumnya.. Mohon maaf karena artikel ini diperuntukkan hanya untuk yang sudah punya pasangan halal. Untuk yang belum punya pasangan halal, cukup di baca dan dipahami saja. Tidak untuk dicoba-coba. ^^

Tidak banyak pria yang bisa mengungkapkan kasih dan sayang melalui tutur kata. Butuh nyali besar, karena biasanya, mau ngajak nikah aja dulu ngucapinnya susah apalagi mengucapkan kata romantis. Apalagi melihat respon pasangan yang menerima atau menolak kata romantis itu butuh kekuatan besar bro, ya kan.  

Apalagi jika kata romantis itu berasal dari wanita. Wanita yang pada settingan awal seperti dirancang untuk menerima cinta, sepertinya tabu untuk memberikan kata romantis duluan. Tabu bukan berarti ga boleh. Hanya saja, jarang. Beberapa seleb yang suka menulis kata romantis di instagram pun ada tapi tidak banyak. Wanita biasanya kalau menulis kata romantis, cenderung takut menerima jawabannya. Itu sih saya hahaha

Kapan mau romantis? 
Rata-rata kita pada umumnya menulis kata romantis pada saat momen mengucapkan selamat, atau rasa syukur terhadap pasangan yang tentu kita sayangi, atau perayaan ulang tahun baik pasangan ataupun ulang tahun pernikahan. 

Tapi ada juga nih, yang katanya kata romantisnya di tebar setiap hari. Lah ngapain? Ya mungkin begitulah cara mereka mempertahankan kehangatan rumah tangga. Tentu sah-sah saja, bukan? Kam pasangan halal, mau tiap hari mesra itu gak masalah. Gak usah nyinyir juga kalau ketemu pasangan yang mesra abis tiap hari, kaya penganten baru. Ga masalah banget, asal jangan tiba-tiba cerai aja. Hiks.. Hiks.. Naudzubillah. 

Yang penting itu, kalo saya bilang sih, kata romantisnya di berikan dengan syarat :
1. Kepada pasangan yang halal, jangan sampe ngirim kata romantis sama pasangan orang lain. Woi.. Ingat pasangan sendiri aja woi.. 
2. Tulus, jangan sampe yang nerima ngerasa ini orang ngucapin gak niat banget yak. Hahaha.. 
3. Bener, ya ngasi kata romantis jangan ngaco juga kan ya. Gombal boleh, nyakitin jangan. Jadi jangan sampe kata romantisnya kesebut hal-hal yang bisa nyakitin orang yang nerima ya. Jangan body shaming, dan sejenisnya. 

Nah untuk kamu, iya kamu, uda pernah nerima kata-kata Romantis apa saja dari pasanganmu? Belum? Atau jarang? Yah.. Duluan aja, kamu gak akan tau loh seberapa besar efek kata romantis ke lubuk hati pasangan kita. Bahkan secuil kata "Love" saja itu mempunyai makna luar biasa dalam.

Jangan lelah melakukan hal sepele
Untuk pasangan halalmu (muslimdunyaa) 

Atau, kamu juga gak akan tau, sampai kapan usiamu atau pasanganmu, (kok jadi serem gini bahasannya) tapi siapa yang menjamin usia setiap manusia akan panjang. Jika ada kata cinta yang ingin kamu curahkan kepada pasangan, lakuin aja secepatnya. Jangan sampai ketika terjadi apa-apa, menyesal karena belum terucap. 

Memulainya gimana nih kalau sudah terlanjur gak pernah sama sekali romantisan, hubungan rasanya datar banget setiap hari, isi chat ponsel juga biasa saja. Coba liat-liat dulu type pasangannya. Dia suka nonton drama korea gak? Heh.. Kok ke drama korea, setidaknya ketauan sih suka yang romantis apa engga. Eh siapa yang suka menganggap dirinya suka genre romantis gara-gara suka nonton drama korea? (angkat tangan duluan) 

Atau kalau pasangan suka baca novel, dengan genre seperti apa. Lalu tentukan kapan memulainya. Kalau suka baca buku, tokoh siapa yang dia kagumi, tokoh romantis atau bukan. Lalu tentukan kapan momen kamu akan memulai menobatkan diri sebagai pelaku kata romantis? Kalau penyuka genre horor, bisa jadi ia tetep suka kata-kata romantis loh, soalnya dia suka sesuatu yang membuat hatinya berdebar. Hahaha.. Ini sih asumsi saya subjektif. Jadi untuk tau pasangan kalian romantis atau engga, kalian yang lebih tau.

Ah, aku kan cowok macho, mana mau jadi menyek-menyek karena ngumbar kata romantis. Eh kata siapa kata-kata romantis itu menyek-menyek. Bahkan cowok gentle man sekalipun, suka banget mengucapkan kata romantis ke pasangannya. Coba deh liat tutur kata Rasulullah Muhammad, beliau romantis abis. Atau tanya deh ke om Brad pitt, Teuku Wisnu, Darius Sinathrya, mereka-mereka gentle man yang sangat romantis loh. Setidaknya itu yang di lihat para netizen. 

Kata romantis tentu bisa lewat dua jalur yaitu, mengucapkan langsung atau via ponsel. Kalau nyali kecil, better via ponsel aja deh. Kalo responnya jelek jadi ga malu-malu amat karena tidak menatap langsung.

Untuk yang baru mau mulai merubah keadaan lalu mendadak mau romantis, sekedar perkataan
- hati-hati di jalan ya sayang
- jangan lupa minum obat sayang, cepat sembuh ya
Itu sudah sangat romantis loh. Meski kesannya biasa saja, tapi kalau tadinya memang cuek banget dan to the point. Kata-kata begini aja sudah bikin pasangan senyum. Kecuali... Kalo kamu memang lagi punya salah gede sampai pasangan ngamuk, mungkin kalimat itu masih kurang, bahkan bisa jadi doi mual. Hehehe..

Apa saya pelaku kata romantis ke pasangan, iya sih sesekali di momen tertentu. Tapi tidak terduga, ya biasanya kata romantis itu keluar begitu saja ketika momen sweet tiba-tiba datang. Misalnya tiba-tiba denger kabar gembira tentang prestasi anak. Biasanya saya dan pasangan pasti saling bersyukur satu sama lain karena saling bekerjasama untuk mensupport anak kami. Saat begitu, biasanya kata romantis bisa tiba-tiba aja tertulis di ponsel atau terucap saat makan malam. Sepele, tapi perlu menurut saya.

Di moment-moment lain juga seperti saat wedding anniversary, dan acara lain. Buat saya, status kata romantis itu masih antara perlu dan tidak perlu. Tentu selain kata romantis juga butuh dedikasi tinggi kepada pasangan, yaitu kesetiaan dan saling mengerti setiap hari. Harus seimbang. Ya kan percuma kata romantis kalau kesukaan pasangan aja kamu gak mau mengerti.
Sama seperti pernikahan, ijab kabul itu kalimatnya sepele, tapi perlu untuk menyatakan kita komit menikah dengan pasangan. Jangan bilang sudah mengerti segalanya saling memahami tapi untuk akad juga di anggap sepele di entar-entarkan. Yang kaya begitu ya udalah cari mana yang mau komit duluan aja. Lah kok larinya ke akad gini, hahaha.. oke kembali ke laptop.

Romantis itu penting gaes ^^
(source : muslimdunyaa) 

Ya begitulah intinya kata romantis, sepele tapi penting. Cinta itu harus di katakan supaya pasangan tau, meskipun sudah tau, apa salahnya kita terus memupuknya, menyuburkannya, bahkan Rasul mengajarkan kita untuk mengucapkan "Aku mencintaimu karena Allah" artinya ungkapan romantis itu perlu di ucapkan. 

Nah kalimat yang di ajarkan Rasulullah itu bagus juga loh ditiru. Pasangan yang memang dekat dengan Allah pasti akan klepek-klepek kalo pasangan halalnya mengucapkan demikian. Di cintai karena Allah itu adalah sebaik-baiknya kata cinta manusia kepada manusia. Cobain deh, biar kalian tau rasanya gimana. 

Kata-kata romantis pula yang sejak dulu menjadi kata terbaik untuk mempertahankan rumah tangga yang mulai dingin, datar karena kesibukan masing-masing. 

"Aku tau aku penuh dengan kekurangan, tapi selama kita bersama, aku merasa menjadi orang yang sempurna dan memiliki segalanya"
(ruliretno) 

Ciyeee.. Gak romantis, hahaha. Iya saya belom jago sih bikin kata romantis. Biasa menerima saja, eh. 
Sekian dulu saja random thought dari saya, yuk lestarikan kata-kata romantis untuk menambah kemesraan rumah tangga bersama pasangan yang halal. Maaf ya mblo ^^

Jadi kesimpulannya, perlu gak sih kata-kata romantis. Perlu dan gak perlu sebenarnya kembali ke rumah tangga masing-masing. Kalau dari segi tingkatan, mungkin kata-kata romantis memang tidak sepenting nafkah suami ke istri. Tapi kalau di bilang tidak perlu juga ya, kenyataannya ada banyak sekali istri yang mendambakam diberi kata-kata romantis tapi tak kunjung didapatkan dari sang suami. Semacam kaya kado istimewa gitu mungkin ya..

Wahai para suami yang tidak romantis, mungkin sesekali turunin lah egonya buat belajar ngasi kata romantis. Mungkin memalukan, dan bukan jadi diri sendiri, tapi demi seulas rasa bahagia. Maukah kalian memberikan kata-kata romantis barang 1-2 kalimat untuk istrimu? ^^

Share donk pengalaman romantis versi kamu, iya kamu, yang suka romantis sama pasangan.


14 comments :

  1. suamiku bukan tipe yang suka ngasih kata2 romantis, lempeng saja tp kadang aku ingin dapat kata romantis dr dia, hiii, tapi aku suka sekali bikin puisi romantis buat suami, buat hubungan kita berdua, kayaknya perlu dibukukan tuh puisi romantisku

    ReplyDelete
  2. Semangat kalau bicarakan yang romantis begini.
    Terlahir dari keluarga yang jauh dari romantis, hubby juga jauh dari romantis, hahaha.
    Baik kata atau perlakuan.
    Jadi aku cari referensi di internet. Tapi tetap referensi yang edukatif.
    Disebutkan akulah yang harus memulai. Pelan-pelan. Nanti pasangan akan mengikuti tanpa dia sadari.
    Berapa lama waktu yang diperlukan? Relatif bagi tiap pasangan. Harian, mingguan, bulanan bahkan tahunan, hahaha.
    Yang pasti seperti terapi. Harus dilakukan terus menerus.
    And it works!
    Hubby mulai tertular dan ikut beraksi. Meski bisa dihitung, bahahaha...
    But yet, still... Alhamdullillah...


    ReplyDelete
  3. Belum punya pasangan tapi sering diromantisin orang kan jadi geli mbak karena bukan mukhrim. Mungkin niatnya mau bikin si cewek senang yang ada mau lari sambil kejer-kejer karena geli diromantisin. Sebenarnya romantis yg sesungguhnya itu diam diam mencintai namun datang tiba-tiba dengan keluarganya lalu ngelamar hihi

    ReplyDelete
  4. Romantis tu pas blg assalamualaikum tiap pagi sblm berangkat kerja,, d jawab dg walaikumsalam smbil dikasi kecupan,, hehehe

    ReplyDelete
  5. Suka aku mba diromantisin...cuma suamiku ga romantis e...

    Aduh...hi..hi

    ReplyDelete
  6. Setuju kalau kata-kata romantis memang perlu diucapkan dan keromantisan perlu ditunjukkan dengan kata-kata walaupun sesekali. Kalau konteks romantis hanya untuk pasangan halal berarti pastinya nggak akan susah ngucapinnya. Kalau pengalaman romantisku bisa dikatakan nihil. Haha.. soalnya nggak ada pasangan halal.

    ReplyDelete
  7. Saya mah romantis tiap hari dengan suami. Memang dari jaman kami pacaran dulu, kami sudah romantis. Pacar-pacar saya sebelumnya, putus karena nggak romantis.

    Cara saya dan suami beromantis ria itu cukup beragam. Mulai dari ngomong, "Nasi goreng masakannya enak. Makasih, Papa.." sambil cium pipi suami.
    Atau suami saya tahu-tahu membenamkan kepala di perut saya minta dipijitin.
    Atau tiba-tiba saya taruh kepala saya di paha suami sambil HP-an (dan suami saya lagi HP-an juga).

    Menurut saya, kebiasaan romantis itu perlu. Karena menikah itu tidak selamanya rukun, pasti ada pertengkaran kecil yang menurunkan mood. Romantis itu perlu untuk menjaga mood rumah tangga, bahwa kita akan selalu bahagia selama kita memiliki satu sama lain.

    ReplyDelete
  8. Wah jadi kangen dikasih kata2 romantis wkk

    ReplyDelete
  9. Kalau nonton film romace atau drakor kadang memang suka baper sama adegan romantis mereka. Hihi.

    ReplyDelete
  10. Kalo aku yang belum punya pasangan halal hihi, tapi sering dapat kata romantis dari mama 😍 memang kata romantis kalo di ucapkan pas pada sasaran rasanya ada yang beda ya hihi

    ReplyDelete
  11. wah apa kabar nih mba yang masih single? wkwkwk, jadi pengen juga di kasih kata" yang romantis sama yang halal hihihi

    ReplyDelete
  12. pasanganku termasuk yang romantis abis, kadang akunya malah bosen. tapi aku juga bisa sih romantis, jadi kami sama-sama lebay... heheheh

    ReplyDelete
  13. menohon banar, dengan pasangan yg halal jer. hmmm tesindir aqutu. hahahahaha

    ReplyDelete
  14. Aku dan suami sama-sama enggak romantis. Tapi aku yang paling parah. Kadang suami berkata romantis, eh, aku merusaknya dengan menanggapinya secara konyol. Hahhaha...

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan saya, Semoga bermanfaat. Ambil baiknya tinggalkan buruknya. Silakan tinggalkan komen yang santun ya tapi jangan tinggalin link hidup. Apalah arti tulisan saya tanpa kehadiran kalian..

ruliretno.com | BLOG DESIGN BY Labinastudio