Apa itu Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    

Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO)

 Beberapa waktu ini publik dikejutkan oleh viralnya kasus seorang artis bernama Aurelie Moyang mengalami kekerasan melalui hubungan yang dianggap child grooming. Banyak netizen bersimpati dan memberikan support karena akhirnya Aurelie tersebut berani speak up, berhasil melalui fase sulitnya dan menceritakan ke publik melalui sebuah buku dengan kata-kata yang baik tanpa harus menyebut identitas pelaku. Dan artis tersebut alhamdulillah sudah bahagia dengan hidupnya yang sekarang dan lukanya bisa sembuh.

     Nah, coba kita semua bayangkan, yang jelas-jelas child grooming dan mengalami kekerasan nyata saja, perlu waktu panjang untuk berhasil menceritakan dan menyembuhkan lukanya. Apalagi jika luka tersebut diakibatkan kekerasan yang tidak nyata. Bagaimana mau sembuh jika kekerasannya sendiri aja masih sulit diterima. Bagaimana maksudnya kekerasan tidak nyata?

   Tentu saja ada kekerasan yang bertuknya verbal, tidak terlihat namun menyerang psikis, alih-alih sembuh ya g ada justru kesehatan mental terganggu. Contoh? Sudah banyak. Sejak media online mudah di akses apalagi sejak sosial media bisa di akses anak dibawah umur, kasus kekerasan “tidak nyata” makin banyak terjadi. Itulah kekerasan berbasis gender online atau disebut KBGO yang para korbannya nyaris semua adalah perempuan atau remaja putri. Aku mau menceritakan berbagai fakta tentang KBGO ini lebih dalam, jadi mari baca sampai habis ya.

    Pada tanggal 8 Maret 2026 yang lalu aku mengikuti sebuah webinar dalam rangka memperingati International woman's day 2026 dimana acara ini bertema "Write to build Solidarity, Stop KBGO, Start the change". Acara ini tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang KBGO di sekitar kita. Sedangkan penyelenggaranya adalah Jaringan Gender Indonesia.

Stop KBBO, seminar bergizi edukasi masyarakat

Narasumber pada webinar ini adalah orang-orang yang berperan penting dalam bidang KBGO

  1. Sitti Aisyah (case worker UPTD PPA Kota Makassar)
  2. Lusia Palulungan (Direktur Rumah Mama Sulsel)
  3. Daeng Ipul (Divisi Keamanan Digital SAFEnet)

para narasumber dan host

    Pada acara ini, jaringan gender Indonesia di support oleh Program Studi Gender dan Pembangunan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin. Terus terang saya baru mengetahui bahwa ada jurusan ini di Universitas. Artinya bidang ini sudah dianggap sangat penting perannya di Indonesia. Akhirnya aku jadi tau bahwa program studi gender dan pembanguan ini adalah program pendidikan magister dengan concern pendidikannya pada peningkatan profesionalisme dalam menyusun dan menganalisis perencanaan atau kebijakan yang resporatif gender. Program studi ini merupakan satu-satunya program kajian Magister Gender dan Pembangunan di kawasan Timur Indonesia dan yang kedua di Indonesia setelah Program Magister Kajian Wanita di Universitas Indonesia, keren sekali kan.

      Program Studi ini didirikan untuk menjawab adanya kebutuhan akan tenaga ahli dan profesional yang sadar gender untuk mengisi formasi di instansi pemerintah sebagai perencana atau perumus kebijakan dan di lembaga-lembaga non pemerintah/swasta sebagai praktisi, aktifis dan sebagai konsultan gender. lalu apakah arti KBGO yang akan kita bahas di artikel ini?

KBGO adalah Kekerasan yang dilakukan seseorang untuk melecehkan/menyakiti/mengitimidasi korban dengan melihat siapa gendernya melalui media digital elektronik/online

kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kepedulian dan solidaritas kepada korban-korban KBGO yang terus bertambah jumlahnya dan sebagai upaya mengurangi jumlah kasusnya. Upaya ini juga dilakukan secara online agar bisa menjangkau semua kalangan yang menggunakan media online dalam berhubungan dengan orang lain.

Upaya Dan Cara Mengatasi KBBO Secara Langsung

Bagi para korban, jangankan melapor ke Polisi, bercerita kepada orang tua atau saudara aja sulit. Kadang banyak yang memilih diam, memaafkan, berusaha melupakan tapi sulit, ruang digital memberi peluang lebih besar kepada korban untuk mengalami kekerasan terutama kepada perempuan dan kelompok rentan lainnya. Kerentanan itu biasanya diakibatkan oleh cyberbullying, penyebaran konten tanpa ijin, ekploitasi seksual anak dan grooming online. Kemudian pemerintah memberikan fasilitas kepada masyarakat dengan mendirikan UPTD PPA.

    UPTD PPA adalah Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak adalah unit pelaksana teknis operasional pada satuan kerja yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, yang berfungsi sebagai penyelenggara Pelayanan Terpadu bagi Perempuan dan Anak yang mengalami kekerasan, diskriminasi, dan masalah lainnya.

UPTD PPA Kota Makassar, sebelumnya bernama P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) yang menjalankan fungsi-fungsi layanan perlindungan Perempuan dan Anak. Sejak terbitnya Peraturan Walikota Makassar Nomor 45 Tahun 2020, UPTD PPA Kota Makassar telah resmi terbentuk sebagai pusat layanan terpadu. Unit kerja ini aku sedikit banyak telah mengenal karena aku punya sepupu yang bekerja di UPTD PPA Kalimantan selatan, dari situ aku sebatas tau bahwa adik sepupu kadang pergi dinas keluar daerah untuk mengurusi berbagai kasus.

    Kegiatan UPTD PPA ini apa saja? pelayanan yang diterima adalan penerimaan laporan atau pengaduan masyarakat, penjangkauan korban, pengelolaan kasus, pendampingan korban, mediasi, rumah perlindungan sementara dan rekomendasi menikah. Nah jadi KBGO ini memang salah satu dari layanan UPTD PPA.  jenis kasus yang ditangani adalah kekerasan fisik, kekerasan seksual, kekerasan psikis, kekerasan ekonomi dan KBGO itu sendiri.

    Apa urgensinya kita membagikan informasi ini? harapannya tulisan ini kelak menjadi berantai dan mencapai berbagai kalangan yang mungkin membutuhkan bantuan perlindungan dari KBGO. Kenapa tidak melapor ke Polisi saja? biasanya korban bila perempuan atau anak perempuan tentu merasa malu bercerita, kurang nyaman, introvert, atau masih sulit menerima kenyataan. karena itulah UPTD PPA hadir sebagai pendengar dan membantu sebisanya. Kasus kekerasan jika dilaporkan ke UPTD PPA akan tertangani lebih baik karena UPTD PPA kota Makassar telah bekerja sama dengan berbagai lembaga terkait.

UPTD PPA Kota Makassar bekerja sama dengan:

  • Kepolisian
  • Rumah sakit
  • Dinas Pendidikan
  • Dinas Sosial
  • Lembaga Bantuan hukum
  • Lembaga masyarakat/NGO
    Dengan melaporkan ke UPTD PPA, masyarakat akan mendapatkan perlindungan baik secara fisik ataupun secara hukum. Pelaku juga bisa di proses melalui jalur hukum dan korban akan mendapatkan pendampingan dan pemulihan. Menurut laporan dari Komnas Perempuan tahun 2024 menyebutkan bahwa ada ribuan aduan terkait KBGO dimana korbannya adalah perempuan dan remaja putri.
    Aku salut pada konsistensi pemerintah dalam membela masyarakat dari kasus berbasi elektronik ini. sebagai bukti solidaritas, alangkah baiknya jika kita saling membantu menyebarkan informasi mengenai kontak UPTD Kota Makassar

UPTD PPA Kota Makassar
call center : 112
wa Center : 08114838112
Kantor UPTD Makassar : Jalan Nikel III nomer 1 Kelurahan Ballaparang 
Kota Makassar
Tugas kita adalah peduli dan empati pada lingkungan sekitar, kita tidak pernah tau yang diserang oleh kasus ini capek dan cuek. Padahal para korban membutuhkan kita sebagai orang disekitarnya. Apalagi jika korbannya perempuan, terkadang kekerasan atau pelecehan bisa menyebabkan turun iman sehingga melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi setelah ini bisa bantu share artikel saya untuk meningkatkan kesadaran tentang KBGO ini.


Keselamatan Digital Melalui SAFEnet







No comments

Terimakasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan saya, Semoga bermanfaat. Ambil baiknya tinggalkan buruknya. Silakan tinggalkan komen yang santun ya tapi jangan tinggalin link hidup dan jangan berkomentar anonim ya. Apalah arti tulisan saya tanpa kehadiran kalian..