Merdekakan Indonesia Dari Karhutla, Pertahankan Lahan Gambut

 Memasuki bulan Agustus, semua warga Indonesia menyambut bulan kemerdekaan, di saat yang sama El nino juga terjadi di bulan ini. Cuaca saat ini semakin ekstrim di siang hari dengan panas yang rasanya nyaris setengah mendidih. Ternyata tak cukup sampai disitu, kini setiap pagi kami merasakan kabut asap yang sangat menyesakan pernafasan akibat karhutla.

      El nino sendiri adalah suatu masa dimana suhu permukaan laut menjadi lebih panas dari biasanya yang biasanya berdampak pada cuaca panas, kekeringan dan kebakaran hutan. Karhutla akhirnya melanda (lagi), bukan kabut asap yang menyejukkan yang dirasakan setiap pagi, tapi kabut asap hasil pembakaran lahan yang entahlah ini kiriman dari daerah mana.

Perbedaan suhu panas kondisi normal dan El Nino (spudman)

        Pengumuman di group sekolah anak-anakku menyatakan bahwa karena kondisi kabut asap yang sangat pekat, menyebabkan kehadiran anak-anak di sekolah harus diundur. Yang biasanya masuk pukul 7.30 pagi, sekarang menjadi pukul 08.00 demi menjaga ksehatan anak-anak. Ya, memang pekatnya kabut asap ini biasanya terjadi ketika subuh hingga pagi dimana suhu udara rendah maka kabut akan mendatangi kami semua sehingga bangun pagi membuka mata, buka pintu dan jendela rumah, disambut dengan asap yang menyesakkkan nafas dan membuat mata berair. Di sudut lain, para pekerja pun harus berjuang dengan asap-asap ini ketika berangkat bekerja karena jarak pandang yang tidak selapang biasanya. 

Kabut asap kota Banjarbaru di pagi hari,
 (dokpri, Agustus 2023)


     Apakah aku dan semua warga disini terkejut lalu geram? kalau geram, jelas iya. tapi kalau terkejut rasanya tidak. Kami seolah terbiasa dengan keadaan ini. Kota-kota di Kalimantan selatan yang banyak gambut dimana-mana seolah-olah menjadi lazim jika melihat kabut asap ini. Ada saja pihak-pihak yang setiap kemarau membuka lahan dengan cara dibakar. Adapula pihak yang dengan santainya membuang puntung rokok lalu menyulut api, banyak cara akhirnya kabut asap pun terbentuk. Ada pula yang kabut asap bakarannya berasal dari kota-kota lain atau provinsi tetangga. Ah, rasanya kalau diceritakan seperti sudah biasa ya. Aku bahkan sudah pernah menuliskan kisahku di blog, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2015

     Entah apa yang ada dibenak mereka-mereka yang membuka lahan dengan cara dibakar. Sependek itukah cara mereka berpikir untuk menjalankan bisnis. Tidakkan anak istri mereka sendiri turut pula menjadi korban asap dari lahan yang mereka bakar. Apakah masih kurang keras ancaman yang diberikan Bapak Presiden terhadap para pelaku pembakar lahan? dampak Karhutla ini tak sekedar kabut asap yang menyebabkan Ispa, ada banyak kerugian lain yang pada tulisanku kali ini akan ku ulas semua. Rasanya ingin ku mencaci sekaligus memohon, tolong merdekakan Indonesia dari Karhutla.


Karhutla Terbesar di Indonesia

      Sebagai informasi untuk sedikit refresh kejadian masa lalu, Indonesia pernah mengalami dua karhutla terparah yang dicatat dalam sejarah. Karhutla pertama di tahun 1997 yang berlangsung di bulan Juli lanjut hingga Februari 1998 dan melanda 24 provinsi di Indonesia. luas hutan dan lahan yang terbakar seluas 11,7 juta ha. kerugiannya akibat kebakarannya  mencapai $ 1,62-2,7M, kerugian terkait emisi karbon ang diakibatkan mencapai $ 2,8M. Pesawat Garuda GA jatuh akibat gangguan kabut asap memakan 234 korban jiwa. masih lanjut dengan 20 juta orang terkena polusi udara dan pencemaran air dengan jumlah emisi sebesar 0,81-2,7 gigaton setara CO2. Dan tentu saja asap mencapai negara-negara tetangga yaitu Singapura, Malaysia, Brunei, Thailand, Filipina hingga Australia. Parah.. serius ini hal yang menurut aku memalukan dan memilukan. Tapi ternyata itu belum cukup membuat tobat.

        Di tahun 2015 terjadi kembali kebakaran hutan hebat dan terbesar. Aku masih ingat sekali saking pekatnya asap saat itu, anakku yang masih berusia TK sampai masuk RS karena mengalami ISPA, dan dalam periode kebakaran itu dia 2x mengalami ISPA, saat itu di Kalimantan Tengah bahkan sampai merah asapnya saking panasnya. Kebakaran hutan di tahun tersebut terjadi di 32 Provinsi mengakibatkan 2,6 juta ha lahan terbakar dimana 33%nya berupa lahan gambut. Duh mau nangis rasanya, lahan gambut yang sangat berharga untuk paru-paru bumi terbakar. Kebakaran terbesar terjadi di Sumatra selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat dan Papua. Ribuan habitat orang utan dan hewan yang hampir punah akhirnya benar-benar hancur dan punah. 

     Saat itu 120.000 titik api alhamdulillah berhasil diatasi dengan water bombing, hujan buatan, juga pemadaman secara langsung di darat. Sekitar 5 juta siswa kehilangan waktu belajar dan 28 juta jiwa terdampak, dimana asap yang benyebar luas tersebut ternyata mengandung racun Sianida, Karbondioksida dan amonium, tentu masih ingat kan betapa mematikannya Sianida itu. Dan berita mirisnya ditutup dengan emisi 1,1 juta gigaton setara CO2, kumenangis...

Hujan, nafas baru kami ditengah kepungan asap

        Tidakkah dari kejadian ini kita belajar betapa besar dampak karhutla. Selain berdampak pada kesehatan, ekonomi, ekosistem, juga berdampak besar pada jumlah lahan di Indonesia yang berubah fungsi. Pada 11 Agustus 2023 lalu aku bersama teman-teman Eco Blogger Squad (EBS) kembali mengadakan Online Gathering bersama Kak Ola dari Pantau Gambut betapa menyedihkannya situasi saat ini karena efek El Nino dan kurangnya kesadaran orang akan karhutla. Ternyata tahun ini pun terjadi kembali, Seperti yang aku ceritakan diatas tadi, betapa menyesakkan kondisi Banjarbaru kotaku saat ini setiap subuh tiba. 

         Pantau gambut kembali mengingatkan pentingnya mempertahankan tanah gambut dan akibat-akibat yang terjadi akibat karhutla yang terjadi di tanah gambut. Butuh ratusan tahun untuk membentuk tanah gambut namun hanya butuh waktu sesaat untuk membakar semuanya dan memperparah global warming.

Kehilangan Tanah Gambut Terus-Menerus

Yang disesalkan dari karhutla ini bukan sekedar berbagai kerugian material dan secara manusia yang terlihat, tetapi juga semakin berkurangnya tanah gambut dimana sebenarnya Indonesia adalah pemilik luas lahan gambut terbesar di dunia. Negara kita ini paru-paru bumi, namun jumlahnya setiap tahun makin menyusut, efek karhutla, efek alih fungsi lahan, dsb yang akhirnya bumi menjadi semakin panas, global warming kenapa serasa menjadi global boiling, Naudzubillah.. karena panasnya terasa tak wajar lagi jika terapar ke manusia.

Lahan Gambut terus menerus kubahas sejak tadi, seolah-olah itu berharga sekali. Jadi begini, lahan gambut itu tak ubahnya seperti sponge cuci piring yang menyimpan banyak air, menjaga asupan air dan oksigen. itulah yang menjaga Indonesia tetap menjadi wilaah yang nyaman untuk berbagai keaneka ragaman hayati dan nyaman juga untuk kita, masyarakatnya. 

    Lahan gambut ini menyimpan banyak air sehingga terasa lembab dan basah terus menerus. Lahan gambut ini jika diubah fungsinya menjadi bangunan dan fungsi lain, umumnya orang akan membakar bagian atasnya, tapi karena sifatnya yang seperti sponge tadi dia menyimpan panas, sehingga cepat menyebar dan meluas, mematikan berbagai satwa yang tinggal diatasnya, membuat kita juga kehilangan cadangan air dan menghasilkan emisi karbon yang menambah parah global warming. 

      Meskipun setelah 2015 tidak tercatat ada kebakaran hutan, namun kadangkala masih banyak aku temui orang membuka lahan dengan cara membakar, hanya mungkin pandemi membuat intensitas kegiatannya banyak berkurang. Aku ingin sedikit berterimakasih pada pandemi Covid yang membuat bumi sedikit lebih baik. Emisi banyak berkurang dan kebakaran hutan tak terjadi saat pandemi. 


Lingkaran setan karhutla

Aku menyebut karhutla ini seperti lingkaran setan, karena di satu sisi, meningkatnya jumlah penduduk dan jumlah kebutuhan, alih fungsi lahan tidak bisa dihindari. Jumlah bangunan terus bertambah, fasilitas penduduk juga harus bertambah dan pada akhirnya mengambil lahan gambut. Sedihnya karena membuka lahannya dengan membakar. 

Tahukah kamu bahwa lahan gambut ini juga berperan penting menyimpan CO2 dalam tanah sehingga tidak terlepas ke udara menjadi emisi. Sehingga praktik mengeringkan lahan gambut 1 hektar saja di wilayah tropis, akan melepaskan 55 metrik ton CO2 ke udara, dan itu setara dengan emisi dari membakar lebih dari 6000 galon bensin.

      Kenapa separah itu? karena seperti yang aku sebutkan tadi bahwa lahan gambut itu seperti Sponge, jika api terlihat padam, bisa jadi itu hanya permukaan saja, Lahan gambut bisa menyimpan panas dalam jumlah besar dan jangka waktu lama berbulan-bulan di dalam tanah, bahkan sisa panasnya saja bisa merembet ke area lain. Jadi lingkaran setan yang terjadi adalah ketika alih fungsi lahan, mengakibatkan karhutla, karhutla mengakibatkan emisi karbon dan global warming, dari global warming ini kemudian terjadilah karhutla lagi, emisi karbon lagi, begitu seterusnya sampai bumi memanas.


Akibat alih fungsi lahan gambut


Merdekakan Indonesia dari Karhutla, Pertahankan Lahan Gambut

Tak lengkap kiranya sebuah bahasan topik tanpa menelipkan sedikit usulan solusi. Mungkin Aku tak mampu menyelesaikan, tapi sumbangsih ide tentu tetap harus kita upayakan untuk negeri ini. Jangan cuma bisa mengkritik atau mengungkapkan perasaan tapi juga memberi saran tentu lebih baik, bukan?

1. Kak Ola dari Pantau Gambut, ketika Online gathering menyarankan pentingnya ada pemetaan yang terbuka untuk pembangunan. Dimana kita berbagai lahan harus beralih fungsi sebaiknya tetap melihat mana daerah gambut dan mana lahan biasa. Pentingnya lahan gambut tetap dipertahankan beriringan berjalan dengan pembangunan. Lahan gambut tidak sekedar kepentingan pemilik lahan, tapi keberadaannnya penting untuk kelangsungan bumi ini. Senang sekali banyak UMKM bertajuk pelestarian daerah gambut, kita sering menyebutnya bisnis hijau, apalagi sekarang juga banyak pendanaan untuk kegiatan semacam ini. Mudah-mudahan jadi salah satu upaya mempertahankan wilayah gambut

2. Edukasi secara masif. Tak harus menjadi aktivis lingkungan untuk bisa mengedukasi. Yuk sama-sama edukasi orang-orang di sekitar kita, anak cucu kita, teman-teman kita, juga semua circle pertemanan di media sosial, akan pentingnya kita menjaga lahan gambut kita dan mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar. Masih banyak gaes cara buka lahan yang bener tanpa menyebabkan emisi besar dan bikin malu Indonesia dimata negara-negara tetangga. Mari gunakan segala kemampuan kita untuk bisa menebarkan isu untuk memerdekakan Indonesia dari karhutla dan pertahankan lahan gambut

3. Dukung segala upaya Restorasi

Upaya restorasi sekarang diupayakan banyak pihak, dari yang berwenang, hingga komunitas-komunitas peduli lingkungan. Mari berikan dukungan dengan mensupport gerakan-gerakan penyelamatan lahan gambut. Bisa juga dengan memberikan dukungan donasi pada komunitas-komunitas independent yang bergerak untuk menguatkan restorasi lahan gambut ini.

     Menyebarkan informasi upaya restorasi ini pun adalah bentuk dukungan, mudah-mudahan saja sampai ke telinga para pembuat onar karhutla, jadi siapa tau mereka dapat hidayah untuk mendukung dan tidak membakar lahan lagi, aamiin ya Allah.. Optimis ya kan ­čĺĽ

4. Ikuti gerakan TUFI

Sudah tau TUFI? Tau donk kan saya sering sharing ya, hehehe. TUFI alias teamupforimpact.org adalah tempat mendapatkan ide banyak kegiatan yang bermanfaat untuk sekitarnya. Nanti kalo sudah banyak yang kita lakukan, mendapatkan 1 pohon ditanam di hutan dan pohonnya dikasih nama atas nama kita.

     Kegiatannya sederhana saja, bisa terkait pengelolaan sampah rumah tangga, kebiasaan baik sehari-hari terkait mengurangi emisi karbon, hingga mengurangi sampah digital ada di Tufi.

         Jadi  jangan mau ketinggalan, ada banyak hal lain yang perlu kita perbaiki dan jaga untuk lingkungan kita. Nafas lega adalah hak kita sebagai manusia. Tentu kita semua tahu betapa mahalnya harga oksigen di rumah sakit, maka pertahankan oksigen gratis kita dialam bebas. Kita berhak hidup sehat, berhak tinggal di alam yang seimbang antara pembangunan dan mempertahankan alam. Anak cucu kita pun berhak mendapatkan alam yang sehat, jangan kita wariskan sisa bakaran hutan dan lahan yang membuat suhu bumi semakin mendidih.

       Yuk bisa yuk tahun depan bebas karhutla Dan lahan-lahan gambut kita jaga sepenuhnya.

Baca juga: cegah karhutla, sayangi bumi manusia seutuhnya


34 comments

  1. Wah bener banget nih, Kak. Dengan kegiatan di atas tentunya juga bisa melestarikan lingkungan

    ReplyDelete
  2. Kegiatannya bagus sekali, Kak. Dengan begitu bisa menghindarkan dari karhutla

    ReplyDelete
  3. Saya baru tahu ternyata ada yang namanya karhutla. Terima kasih informasinya

    ReplyDelete
  4. Bagus banget nih, Kak. Bulan ini juga harus merdeka dari karhutla

    ReplyDelete
  5. Jadi kita harus terhindar dari lingkungan karhula ya, Kak agar tanahnya menjadi bagus

    ReplyDelete
  6. Bener bgt kak ruli, aku juga mulai ngebiasain org skitarku untuk peduli alam dgn hal2 kecil, kaya pakai plastik biodegradable, naik transport umum, dll.. dimulai dari diri sendiri dilu

    ReplyDelete
  7. Menjaga bumi dan lingkungan ini wajib pol ya seharusnya ketimbaang yang lainnya, pemerintah kenapa nggak cepat tanggap sih ya daripada ngurusin yang lainnya mbok ya lingkungan dibenahi dulu. Allhamdulillah aku yang kemana2 naik transport umum jadi bahagia, setidaknya sedikit berkontribusi

    ReplyDelete
  8. Saya termasuk yang geram dengan keadaan yang terjadi di Kalimantan, Mbak. Terbayang bagaimana setiap hari harus bernapas dalam asap, hiks. Betapa tidak menyenangkan. Saya juga berharap sekali, bumi Indonesia bisa lepas dari karhutla dan udaranya bisa kembali bersih.

    ReplyDelete
  9. aku bener bener lupa dengan kejadian GA yang jatuh akibat pekatnya kabut asap.
    Sedih kalau denger berita musibah apalagi penyebabnya adalah dari karhutla.
    Memang seharusnya masyarakat juga kudu peduli lingkungan dan nggak hanya mementingkan kepentingan pribadi mereka untuk dikomersilkan misalnya, seperti membuka lahan dengan cara yang nggak pantas.
    Kasihan dengan penghuni hutan yang harus kehilangan ekosistemnya

    ReplyDelete
  10. Bagi Kalimantan, lahan gambut ini jadi sesuatu yang sangat penting untuk dijaga karena kebakaran hutan di Kalimantan Barat jadi musiman, dalam setahun bisa 2 kali deh kebakaran hutan dan jadi masalah genting

    ReplyDelete
  11. Sedihnya kak Ruli kalau mengalami langsung, jadi tau banget gimana rasanya dampak dari karhutla ini. Sahabatku yang tinggal di Bontang juga sampe ngungsi, karena anaknya 3, kena ISPA dan punya bayi juga.

    Bener-bener harus ada langkah nyata dari masyarakat dan bekerjasama dengan pemerintah dan pihak swasta yang ada kaitannya erat dengan hutan, terutama lahan gambut.

    ReplyDelete
  12. Ikut sedih bacanya, Mbak. Gak kebayang gimana rasanya menjalani hari-hari dengan asap dari karhutla. Dan itu terjadi dua kali dalam setahun. Ya Allah. Kasian terutama yg anak-anak kecil atau bayi. Semoga dengan kita bergerak bersama melawan karhutla melalui hal-hal yang kita bisa, karhutla akan berkurang ya.

    ReplyDelete
  13. Sudah mulai gak ada hujan nih di tempatku mbak. Duh di sana sudah mulai ada kabut asap ya, bikin ganggu pernapasan ya. Karena orang-orang tidak bertanggug jawab malah yang menanggung akibat banyak orang karena pembakaran lahan. Semoga Indonesia segera bisa merdeka dari Karhutla

    ReplyDelete
  14. Bayangin gimana nafas ditengah asap pekat aku udah megap megap duluan, aku yang cuma berdampak barik kecil sebrang perumahan aja udah seseknya minta ampun, dan akhirnya mutusin buat pindah ihhihi.. Luar biasa dampaknya, merugikan banyak makhluk hidup, sedih kalau karhutla sering terjadi :(

    ReplyDelete
  15. Dipikir pikir emang bener juga ya buat apa merdeka kalau kebakaran hutan yang banyak menimbulkan penyakit, bencana alam sampai perubahan iklim dan kekacauan di negara tetangga masih selalu menjajah kita. Yuk kita serentak mencegah terjadinya bencana hutan

    ReplyDelete
  16. Karhutla di Kalimantan pada khususnya maupun hutan-hutan lain di Indonesia memang bikin geram. Komersialisasi membutakan pelaku yang membuat efek pembakaran ini merusak kesehatan masyarakat. Jangankan yang dekat begitu terasa bisa menimbulkan penyakit ISPA, yang jauh pun terasa, seperti di Jakarta.

    ReplyDelete
  17. sedihnya Karhutla itu artinya kita kehilangan spesies tumbuhan dan hewan unik milik dan khas Indonesia yang belum tentu tergantikan ya mba. manfaat lahan gambut di satu sisi dan resikonya ketika kering ini memang menunut penanganan yg serius dan khas

    ReplyDelete
  18. Pertengahan agustus tadi. Kaget banget pas buka jendela langsung terbang berbagai material sisa pembakaran. Niat mau buka jendela supaya menghirup udara segar. Malah menghirup asap. Heu. Kalo dilihat sepertinya yg ini sengaja dibakar. Tapi so far yang itu aja sih yang parah banget. Beberapa hari setelahnya itu di daerah lain yang tetiba kabut dan kabut lagi. Anak2 mulai deh kena batuk pilek. Duh, cepatlah berakhir deh fase begini dan semoga turun hujan.

    ReplyDelete
  19. El Nino memang membawa efek pada perubahan iklim. Berasa makin panas aja nih cuaca dari hari ke hari. Sedih rasanya tahu kebakaran hutan apalagi dikarenakan ulah manusia yang nggak bertanggung jawab.

    ReplyDelete
  20. Yap, ada banyak yang harus kita perbaiki dan jaga kaya gambut ini. Semoga dengan gerakan sederhana dan bersama-sama, kita bisa memerangi karhutla sehingga bumi lebih aman untuk semua

    ReplyDelete
  21. Aku ikut sedih saat baca berita tentang Karhutla tahun 2015 itu, malu, bikin emosi juga rasanya. Sedihnya adalah, ada tetangga membakar sampah saat aku masih tinggal di rumah yang lama, berasa banget mengganggu udara di sekitar, apalagi kebakaran hutan yang disengaja dan bikin asap pekat memenuhi udara. Semoga dengan makin banyaknya perhatian dari berbagai lembaga dan perorangan, makin tumbuh kesadaran untuk menjaga hutan kita

    ReplyDelete
  22. Sedih ya, mbak
    Karhutla masih jadi masalah tahunan di Indonesia
    Sudah seharusnya kita semua #BersamaBergerakBerdaya menjaga hutan Indonesia

    ReplyDelete
  23. Aku setuju nih, merdekakan Indonesia dari kebakaran hutan. Jujur sedih banget kalau nonton atau baca berita tentang kebakaran hutan di Indonesia. Padahal kalau dijaga bersama, hutannya akan lestari ya mbak.

    ReplyDelete
  24. Wajib hukumnya jaga lahan gambut untuk mencegah karhutla. Lahan gambut ini rentan banget ya, Mbak. Udah prosesnya panjang, sekalinya kebakaran susah banget dipadamkan.

    ReplyDelete
  25. Saya ingat betul mbak, 2015 itu harusnya saya berkunjung ke beberapa kabupaten di Riau, tapi harus batal karena tak ada penerbangan ke sana. Semua penerbangan batal karena ada kabut asap.

    Sedih ya, bahkan sampai sekarang pun ada saja tangan-tangan tak bertanggungjawab yang membuat hutan jadi terbakar.

    ReplyDelete
  26. Hedeeehhh, gak tahu ya kebakaran hutan di Kalimantan nih kyknya selalu ada huhu. Gak kebayang sih kalau ISPA sampai kyk jd langganan gitu. Belakangan di sini jg tp lbh krn polusi. Tapi ya sama aja ini efek dari hutan2 yang juga berkurang ya.
    Yang bikin jengkel kalau penyebab kebakaran karena ulah manusia yang gak bertanggungjawab. Bener banget utk masyarakat si pihak berwenang kudu banyak2in edukasi soal ini serta kalau bisa bikin regulasi yang ketat sekali ttg pembakaran lahan biar kapok.

    ReplyDelete
  27. Lahan gambut yang selalu menjadi hutan andalan dunia karena daya serapnya yang luar biasa serta manfaat menghasilkan oksigen yang lebih baik. Tugas kita untuk menjaga lahan gambut dan mencegah sebelum terjadinya karhutla.

    ReplyDelete
  28. Banyak orang yang ga paham dengan fungsi lahan gambut yaaa.. dianggapnya tanah yang tidak terpakai hiks... padahal kandungan karbon di dalamnya sangat bagus untuk menjaga kelestarian hutan sebagai paru2 dunia. Jika dibakar justru akan menyimpan potensi api di dalam tanah yang sangat berbahaya.

    ReplyDelete
  29. Baru tau kalau lahan gambut itu seperti sponge. Jadi dibakar menyimpan panas dan bisa meluas dan bisa mematikan satwa diatasnya....

    Sayang ya kalau banyak lahan gambut terbakar. Padahal bisa menyimpan cadanga air juga.

    ReplyDelete
  30. Baca ini aku langsung keinget waktu tinggal di Siak Riau mbk, tahun 2015 jadi tahun yang buruk karena kebakaran hutan yang parah banget. Sampai nggak bisa lihat jalan jarak 2 meter. Sekolah diliburkan berbulan2. Semoga ada penanganan yang serius untuk kasus kebakaran hutan di Indonesia ya

    ReplyDelete
  31. Jogja pernah kena kabut asap setahuku 1 kali pas Merapi meletus. Itu aja jarak pandang 1 meter udah tersiksa. Apalagi ini kabut asap karena karhutla. Ga kebayang euy. Berharap banget karhutla ga ada lagi

    ReplyDelete
  32. maraknya karhutla ini membuat hati mencelos karena sedih, mengingat di hutan ini adalah habitat dari beberapa flora dan juga fauna, yang pastinya akan terasa dampakya sehingga tak lama akan mempengaruhi ekosistem. Semoga segera tertangani dengan konsisten dan serius ya karhutla ini

    ReplyDelete
  33. pembakaran hutan lahan memang benar - benar membawa banyak dampak buruk ya mba. Ayo kita sama - sama jaga hutan kita dan cegah karhutla

    ReplyDelete
  34. bener banget yaa mba.. kalau begini kita semua harus bergerak bersama mencegah kebakaran hhutan lahan yang hanya membawa dampak buruk untuk semua

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan saya, Semoga bermanfaat. Ambil baiknya tinggalkan buruknya. Silakan tinggalkan komen yang santun ya tapi jangan tinggalin link hidup dan jangan berkomentar anonim ya. Apalah arti tulisan saya tanpa kehadiran kalian..