Bekal Berangkat ke Tanah Suci

Ka'bah Tanah Suci Mekkah


Musim haji sudah tiba, ramai berita ataupun personal status tentang orang-orang yang berangkat ataupun melepaskan keluarganya ke tanah suci. Masih sama, setiap kali melihat kabah, Masjidil haram, Mesji Nabawi dan semua tentang Haji, membuat hatiku bergetar. Kapan aku akan dapat giliran kesana.

Bulan lalu, ibu dan bapakku terkaget-kaget melihat perubahan antrian haji, selain perubahan antrian juga perubahan biayanya. Ibu bapakku kalau menurut antrian di aplikasi haji milik Kemenag, akan berangkat tahun 2058. Masih sangat lama. Ibu sampai bilang, apa iya umur ibu sampai ke tahun tersebut? Ingin menangis rasanya mendengar ibu berkata demikian. Andaikan aku mampu ingin rasanya mendaftarkan ibu bapak ikut haji Furoda, tapi biayanya besar sekali, kisaran 300 juta per orang. Rasanya belum terbayang uang sebesar itu ada di rekeningku.

Aku agak bingung karena tahun-tahun lalu aku dengar kuota haji dikurangi karena Masjidil haram sedang melakukan pemekaran area. Aku pikir setelah itu, justru kuota haji akan diperbanyak karena nanti areanya makin luas, bukan? Tapi ternyata tidak, kebijakan baru justru membuat antrian haji dari Indonesia makin sedikit, sedangkan haji furoda justru makin mudah. Rasanya seperti haji hanya milik mereka yang berduit banyak. Tapi, aku langsung beristighfar, meminta ampun kepada Allah atas pemikiran jelekku. Allah jelas-jelas mendengar setiap doa para pendaftar haji, Allah tau bahwa kita sudah berazzam kuat untuk berangkat. Maka insyaallah semua akan berangkat dengan ijin Allah yang masih belum tau itu kapan.

Allah memerintahkan haji bagi yang mampu. Mampu dalam artian banyak hal, tidak disebutkan haji bagi yang banyak uang. Karena uang saja belum cukup, tapi juga harus sehat dan mampu menunaikan rukun haji dan tentu saja hal itu terjadi ketika sudah sampai panggilan Allah kesana. Bagi yang belum mampu berhaji, Allah beri pilihan ibadah berupa umroh. Lagi-lagi bukan hanya tentang uang, tapi juga kesiapan dan kemampuam beribadah dan sampai panggilan Allah kesana.

Labbaik Allahumma Labbaik.
Labaika Laa Syarika Laka Labbaik.

Innal Hamda Wan Ni'mata Laka Wal Mulk.
Laa Syarika Lak.

"Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu."
"Tidak ada sekutu bagi-Mu."
"Sesungguhnya pujian dan nikmat adalah milik-Mu, begitu juga kerajaan adalah Milik-Mu."
"Tiada sekutu bagi-Mu."

Kalimat talbiyah inilah yang diucapkan semua jamaah haji ataupun umroh, jelas sekali terucap bagi mereka yang melaksanakan ibadah tersebut datang untuk memenuhi panggilan Allah. Artinya yang datang kesana, adalah mereka yang memang sudah mendapat panggilan Allah. Bukan perkara uang saja, sehat saja, mampu atau sekedar ingin, tapi ada perpaduan ikhtiar dan tawakal disana, memadukan doa dan usaha kita dengan panggilan Allah Azza Wajalla.

Sudah tak terhitung banyaknya, saya membaca kisah-kisah heroik, orang-orang yang dengan ijin Allah bisa umroh dengan ijin Allah. Umroh memang kerap menjadi hadiah istimewa untuk orang-orang yang diistimewakan. Haji juga kadang menjadi hadiah, cuma durasi antrian yang cukup lama membuat umroh menjadi lebih sering ditunaikan.

JNE berangkatkan karyawan ke tanah suci

Satu lagi kisah mengharu biru yang membuat hatiku tergugah, ketika membaca kisah JNE berangkatkan karyawan ke tanah suci untuk menunaikan ibadah umroh syawal. Beruntung sekali bagi para karyawan yang tahun ini terpilih untuk berangkat. Bagi mereka yang telah mengabdi dan bekerja dengan komitmen tinggi di JNE lebih dari 12 tahun mendapat rejeki umroh ini. 

Ksatria dan Srikandi JNE Umroh Syawal

Sebagai informasi, JNE berangkatkan karyawan ke tanah suci ini bukan pertama kalinya, tapi memang sudah rutin diberikan JNE sebagai reward. Hanya saja ketika pandemi kegiatan ini sempat terhenti selama dua tahun. Sehingga ketika pandemi sudah mulai mereda dan Umroh sudah diijinkan, maka langsung saja JNE berangkatkan karyawannya ke tanah suci lagi seperti dulu. Hal ini sudah menjadi agenda rutin JNE yang dimulai sejak 

“Setelah dua tahun sempat tertunda akhirnya para karyawan ini dapat diberangkatkan kembali ke tanah suci. “Kegiatan ini kami jalankan sesuai dengan amanah Ayah kami sekaligus founder JNE (Alm) H. Soeprapto Soeparno yang menggagas umrah gratis bagi para karyawan JNE yang sudah mengabdi kepada perusahaan selama lebih dari 12 tahun” ungkap M. Feriadi Soeprapto, Presiden Direktur JNE yang ikut merasakan kebahagiaan yang dialami Ksatria dan Srikandi JNE


Tidak tanggung-tanggung, karyawan yang diberangkatkan JNE ke tanah suci adalah sebanyak 140 orang pada tanggah 16-24 Mei 2022. Karyawan yang berangkat ini berasal dari berbagai cabang utama JNE. Mupeng banget ya, jadi pengen ikut kerja di JNE juga deh siapa tau dapat rejeki juga di umrohkan, hehehe.

JNE berangkatkan karyawan ke tanah suci


Dari yang saya baca, rata-rata semua karyawan merasa takjub dan sangat bahagia diberangkatkan umroh. Bagaimana tidak, sama seperti saya juga, ke tanah suci adalah impian bagi jutaaan umat muslim. Rasa bahagianya sulit diungkapkan kalau sekedar kata-kata, lebih kepada hati yang membuncah. Apalagi bagi yang rasanya sulit mengumpulkan pundi-pubdi rupiah, hadiah umroh ini rasanya tak ternilai. 

“Saya merasa sangat bersyukur menjadi karyawan JNE, di mana perusahaan memberangkatkan untuk umrah yang menjadi impian saya. Umrah ini juga menjadi kado istimewa dari Allah, karena  tanggal keberangkatan 15 Mei 2022 adalah hari ulang tahun saya. Tentu saja saya juga berdoa demi kemajuan JNE di depan Ka’bah, karena lewat JNE saya bisa datang ke Tanah Suci,” ungkap Yunus, salah satu Ksatria yang bekerja di JNE Pusat.


Tentu saja di tanah suci semua karyawan yang berangkat, para srikandi dan ksatria JNE tak lupa mendoakan agar JNE terus maju dan berjaya di masa yang akan datang. Agar bisa terus menjalankan taglinenya berbagi, memberi dan menyantuni. Aku pun turut mendoakan, agar kebaikan JNE pada para karyawannya terus berlanjut agar bisa connecting happiness antara perusahaan dan karyawan. Tak sekedar bekerja saja, tapi ada rasa kekeluargaan di dalamnya.

Dari sini pula, aku menarik kesimpulan lagi, bahwa benar, umroh dan haji tak melulu soal uang. Tapi tentang kapan Allah memanggil untuk datang dan kapan Allah mrmampukan kita untuk berangkat. Maka tugas bagi yang belum dipanggil ini adalah terus berikhtiar drngan segala cara, sambil terus memantaskan diri agar bisa dipanggil segera kesana. Mari kita saling mendoakan ya.



3 comments

  1. Sebagai muslim pastinya berangkat ke tanah suci sebagai pelengkap rukun iman yang terakhir. Lagi-lagi JNE luar biasa memberangkatkan karyawannya ke tanah suci, semakin sukses. Programnya pun selalu bermanfaat untuk masyarakat. Terima kasih informasinya!

    ReplyDelete
  2. wah keren banget nih JNE memberikan reward buat karyawannya nggak tanggung-tanggung. di kantorku aja setelah kerja 30 tahun baru bisa dapat umroh dari kantor. he

    ReplyDelete
  3. Bersyukur banget ya mbak, para karyawan JNE mendapat perhatian spesial dari manajemen JNE. Jarang-jarang perusahaan peduli pada karyawannya namun JNE berbeda. Semoga JNE makin berkah dengan niat tulus memberangkatkan haji karyawannya

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan saya, Semoga bermanfaat. Ambil baiknya tinggalkan buruknya. Silakan tinggalkan komen yang santun ya tapi jangan tinggalin link hidup dan jangan berkomentar anonim ya. Apalah arti tulisan saya tanpa kehadiran kalian..