Warung Mie Ayam Jamur Haji Mahmud Favorit Keluarga go digital

Mie Ayam Jamur Spesial Haji Mahmud
Outlet Banjarbaru


Assalamualaikum..

Jika ditanya, makanan apa yang tidak akan pernah ditolak keluargaku. Semua mungkin sepakat menjawab "Mie", iya Mie adalah makanan kesukaan keluarga yang tidak akan ditolak. Makanan dengan tekstur panjang, keriting dan kenyal ini disukai semuanya bahkan anak-anakku menyukainya sejak kecil. Apakah keluarga kalian juga menyukai makanan dari mie?


Mungkin karena makanan pokok kita adalah nasi, maka kehadiran mie seolah-olah jadi hiburan tersendiri yang membuat kita tak jenuh dengan nasi. Mungkin lain halnya jika sebaliknya, ini mungkin soal selera saja. Bagi anakku, mie apa saja asalkan bentuknya mie, mereka akan menyukainya. Beda halnya aku sebagai orang tua, tak mau asal soal panganan mie. Banyak sekali kriteria mie yang bisa dimakan keluarga. Harus memenuhi syarat kebersihan, halal, enak tentu saja dan harganya masih masuk di kantong emak-emak. Tentu saja harga itu penting, enggak mau kan setelah makan mie besoknya hanya makan nasi sama kecap, ya enggak selebay itu juga sih, hehehe.


Salah satu favorit keluargaku ketika kami keluar dari zona makanan harian, adalah mie ayam yang sudah menjadi makanan khas Indonesia. Yang paling aku sukai biasanya dimana ada mie ayam, selalu ada bakso. Karena anak pertama dan keduaku, menyukai mie ayam dengan ayam, sedangkan si bungsu menyukai mie ayam dengan bakso. Aku sendiri lebih menyukai mie bakso. Iya kita berbeda-beda kesukaan tapi tetap satu jua yaitu panganan mengandung unsur mie. Karenanya jika kami mau membeli mie ayam, harus ada menu baksonya disitu. Lho, termasuk syarat beli mie juga nih, harus ada menu baksonya.


Pandemi udah nyaris setahun ya gaes, jika menahan diri untuk tidak jajan mie ayam rasanya kok ya sulit. Apalagi mie ayam itu ngangenin kan gaes. Saat Desember punya curah hujan tinggi dan nyaris tiada hari tanpa hujan, rasanya momen rinai hujan ini tak lengkap tanpa nyeruput mie ayam atau bakso. Beruntungnya kita, pandemi ini datang disaat Indonesia sudah melek digital. Sudah ada aplikasi ojek online dan berbagai cara pemesanan makanan secara digital. Sehingga mau di suruh social distancing atau stay at home, tetap bisa makan makanan favorit kita.


Mie Ayam Jamur Haji Mahmud

Perkenalkan salah satu mie ayam kesukaan keluargaku. Namanya mie ayam jamur haji mahmud. Sesuai dengan syarat yang aku atur untuk asupan keluargaku, maka mie ini sudah memenuhi syarat itu. Mie ayam ini selain rasanya yang cocok dengan selera keluarga, halal insyaallah, lokasinya juga bersih dan harganya cocok sama dompet kami dan syarat tambahan yaitu, Mie ayam Haji mahmud ini menyediakan menu bakso. Jadi selera keluarga terpenuhi.



Lokasi Mie ayam jamur haji Mahmud
Outlet Banjarbaru


Mie ayam haji mahmud Medan berdiri sejak tahun 1988, baru kemudian membuka cabang di kota lainnya yaitu Cikarang dan Banjarbaru. Artinya tahun 2020 ini sudah  mencapai 32 tahun usianya. Mie ayam jamur haji mahmud menjadi pelopor mie ayam jamur halal di Kota Medan yang kini merambah kotaku, Banjarbaru, Kalimantan selatan. Dengan mempertahankan kualitas dan citarasa yang tetap otentik, aku rasa saat ini Mie ayam jamur haji Mahmud jadi kuliner langganan banyak keluarga di Indonesia. Jika rasanya biasa saja, rasanya tak mungkin outlet mie ayam jamur haji Mahmud ini bisa berdiri hingga puluhan tahun. 


Menu Mie Ayam Haji Mahmud

Oke, sebelum lebih jauh membahas warung mie ayam go digital, ada baiknya kalian yang belum pernah kesana atau lama enggak main kesana supaya tau dulu menunya. Berikut aku lampirkan daftar menunya.

 

Menu di Mie ayam jamur haji mahmud


Jadi disini selain mie ayam juga tersedia bakso. yang wow tuh, disini ada bakso mercon, ulala.. kalian yang doyan banget sama kuliner pedes wajib nyoba. enggak usah banyak-banyak dulu, 1 biji aja. Sebiji aja sudah bisa bikin mata menangis.  Bayangkan aku yang berhasil menaklukkan berbagai menu makanan bertitel mercon, granat, petasan atau apalah, bahkan cabe jalapeno juga pernah, kok bisa dibuat menangis oleh sebiji pentol mercon haji mahmud dan itupun enggak habis. Padahal pentolnya enggak terlalu besar. Kebayang enggak betapa malunya aku sama tembok karena ketauan nangis (yeah sekarang kalian pun jadi tau aku nangis gara-gara bakso mercon). Bagaimana aku mempertahankan predikat menantu yang paling juara makan pedas di depan mertuaku? Kuy, aku menantang kalian penggila pedas buat coba juga bakso mercon Haji Mahmud. Tapi kalau kalian enggak suka pedas ya jangan coba-coba daripada mubazir atau sakit perut, mending pesan bakso biasa aja, pakailah sambal botol atau sambal di meja yang bisa kalian adjust level pedasnya.


Mie ayam bakso mercon


Selain bakso juga ada menu nasi goreng, capcay, oleh-oleh khas medan sampai Korean food juga ada loh. Minumannya juga ada jus buah dan minuman default seperti es teh dan es jeruk. Tapi, pendapat aku pribadi sih juaranya tetep sesuai namanya yaitu Mie Ayam Jamur Haji Mahmud, paling enak dan disukai anak-anak. Kuah disajikan terpisah sehingga bisa diatur seberapa basah mie ayam yang kita sukai. Mau full kuah, mau tanpa kuah, mau nyemek-nyemek kaya tumisan, bisa. Kembali ke selera asal, karena lezat atau tidak itu adalah selera masing-masing. Kalau ditanya seenak apa bingung juga jelasinnya. Rasanya ya beda, rasanya spesial menurut aku, khas daripada mie ayam lain yang pernah aku makan. Ya.. coba aja sendiri. Penampakan mie ayam jamur spesial haji Mahmud sudah aku taroh di foto paling atas ya, featured image. 


Warung Mie ayam Go digital

Seperti curhatan aku diatas, selama masa pandemi beli mie ayam harus nahan diri banget kan. Apalagi di kota aku Banjarbaru sampai 2x mendapat status zona merah sampai hari ini. Dan mie ayam jamur haji mahmud Banjarbaru, menjawab tantangan tersebut dengan memfasilitasi para konsumennya dengan layanan digital.

Akhirnya aku pun instal Aplikasi mie ayam Jamur haji Mahmud ternyata aplikasi ini sudah di download oleh lebih dari seribu pengguna. Huh, ternyata Aku cukup terlambat mengikuti tren kuliner digital saat ini. Seluruh menu tertera jelas harga dan isinya. Kalian tidak akan tertipu dengan nama menu yang macem-macem karena disana tertera detil apa bahan dan isiannya. Dan enaknya lagi, satu aplikasi ini saja bisa digunakan untuk seluruh layanan online Mie ayam jamur haji Mahmud di seluruh cabang. Kemanapun kalian pergi, dimana ada outletnya kalian tinggal buka aplikasi ini saja. 


Warung mie ayam go digital


Aplikasi Mie ayam jamur haji mahmud memudahkan kita untuk memesan makanannya secara delivery dan reservasi. Tinggal tap-tap di layar hp dan makanan datang. Aku akan ceritakan pengalamanku reservasi makanan di aplikasi mie ayam haji Mahmud.


Reservasi mie ayam haji mahmud

Jadi aku mau cerita dikit, kalau saat aku pertama kali kesana tuh kebetulan suamiku sedang berpuasa dan ingin nyari buka puasa di luar. Karena habis hujan, kami semangat makan mie ayam dan bakso dan sambil di mobil aku buka aplikasi mie ayam jamur haji mahmud ini. Saat itu galau kan, ingin makan disana atau bungkus bawa pulang, atau delivery aja ke rumah.


Reservasi mie ayam jamur haji Mahmud


Aku sendiri sejujurnya adalah tipe orang yang tidak suka makanan bungkusan. Meski di rumah dipindahkan ke mangkok, tetep penampilannya akan lain dengan saat disajikan di mangkok penjualnya. Ada enggak sih yang kaya aku gini? (Nyari teman), hahaha. Jadi kesepakatan saat itu, kami menuju outlet Mie ayam haji Mahmud Banjarbaru. Jika disana ramai, kami akan bungkus takeaway, tapi jika sepi dan dirasa aman, kami akan makan disana. Tapi proses pemesanan tetap melalui aplikasi mie ayam haji mahmud. 


Sambil nyetir, suami dan anak-anak milih menu mereka mau makan apa. Asli, ini aplikasi bikin galau, karena semua foto-foto yang tersaji tuh bikin ngiler, serasa pengen khilaf order semua. Nyatanya tuh akhirnya memang order semua, semua jenis kami pesan 1 porsi saking galaunya. Setiba disana udah hampir adzan, dan kami lihat cuma ada satu meja terisi satu keluarga pengunjung. Jadi kami merasa aman untuk social distancing akhirnya memilih makan disana. Jadi di aplikasi aku tinggal memencet tombol bahwa aku reservasi makan disana.


Lalu di aplikasi muncul berapa total payment yang harus aku bayar. Tersedia dua pilihan, via transfer atau bayar di kasir untuk pilihan reservasi. Lain halnya untuk delivery ke rumah, tentu tidak bisa bayar via kasir kan, enggak mungkin kan kalian ke kasir terus pulang nungguin mie ayam? 


Begitu duduk disana, yang paling excited kami lakukan adalah foto-foto, karena dinding outlet mie ayam haji Mahmud ini menarik banget. Semua bagian dinding dihiasi dengan tulisan-tulisan menarik kekinian yang ditulis secara terbaik. Ya, karena kami pengunjung diajak buat selfie. Supaya kita enggak repot membalik foto kita supaya tulisannya bener, maka pihak outlet sudah membalik tulisannya duluan. Hal sepele macam ini aja cukup membuat kami betah, dan jadi telat makan keasyikan berselfie.


Tak lupa ketika duduk kami sudah berkata kepada waitress bahwa kami sudah reservasi  jadi mereka tinggal cek di aplikasi saja pesananku. Di aplikasi, order telah selesai stepnya, jadi tidak diapa-apakan lagi tinggal duduk dan makan. Semudah itu ya. Meskipun kami reservasi, tapi kami bebas duduk memilih dimana saja karena saat itu sedang sepi, ya iyalah magrib. Orang-orang kalau mau makan disana pasti lebih memilih sesudah magrib atau sore habis Ashar kan. Beda halnya jika outlet sedang ramai, tentu waitress akan memilihkan tempat duduk sesuai jumlah orang yang aku pesan via aplikasi.


Suamiku merasa ini praktis banget untuk order, datang tinggal duduk nunggu pesanan karena menu sudah di pilih melalui aplikasi. Bingung memilih menu mie ayam sudah terlewati ketika di jalan. Jadi ini menghemat banyak sekali waktu. Karena suamiku ingin makanan sudah tersaji tepat ketika adzan. Namanya juga lapar ya kan, dan ketika puasa kita memang di wajibkan segera makan. Atau minimal minum manis ya kan.


Reservasi mie ayam haji mahmud
via aplikasi untuk buka puasa


Benar saja. Ketika adzan berkumandang, makanan dan minuman sudah tersaji semua. Suami dan anak-anakku makan dengan lahap. Padahal kami datang saat itu sudah mepet loh. Kira-kira 15-20 menit jelang adzan dengan beragam menum tapi layanannya cepat sehingga tak sampai menunda waktu berbuka. Alhamdulillah kan. Jadi kalau kalian dalam keadaan lapar datang kesana, setidaknya kalian enggak perlu emosi menunggu. Nah itulah sekilas pengalaman aku reservasi. Kali ini kita membahas aplikasinya.


Apa bedanya aplikasi mie ayam Haji Mahmud dengan aplikasi ojek online?


Mungkin ada diantara teman-teman semua yang males banget instal aplikasi makanan baru, lebih suka instal aplikasi ojek online karena banyak ragam pilihan kuliner disana. No problem, karena menu mie ayam haji Mahmud juga tersedia di ojek online. Tetap bisa merasakan enaknya delivery mie ayam haji mahmud melalui jalur mana saja.


Jika kalian instan aplikasi mie ayam haji mahmud, kalian akan mendapat fasilitas lain, yaitu:

1. Bisa reservasi tempat

Mau makan disana tapi males nunggu, pesan saja duluan, jadi ketika datang makanan sudah tersedia

2. Benefit member

Setiap pembelanjaan dan aktivitas lain di aplikasi mie ayam haji mahmud biasanya ada benefit. Misalnya diskon 50% untuk pembelian berikutnya, dan benefit lainnya yang nongol di aplikasi

3. Delivery kapan saja dan GRATIS

Kita tak lagi bergantung pada ada tidaknya driver ojek online karena mie ayam haji mahmud punya juga petugas delivery sendiri, dan enaknya tuh deliverynya gratis di antar sampe depan rumah. Gimana lagi enaknya order via aplikasi.

4. Cashback point

Nah untuk reservasi ataupun delivery, jika ordernya dengan aplikasi Mie ayam Haji Mahmud maka akan mendapatakan cashback point 40%.

5. Banyak pilihan Payment

Jika mau delivery, pilihan payment yang bisa dipilih ada banyak. Selain metode transfer, juga bisa melalui metode gopay, link aja, ovo. Bebaskan diri kalian sukanya pake dompet digital apa.

6. Kekinian

Iya, benefit paling menohok. Masa iya orang-orang sudah melek warung mie ayam go digital, eh kita masih berkutat dengan cara order mie ayam secara jadul.  Setidaknya kalau orang bertanya, apakah kamu punya aplikasi warung mie ayam haji mahmud, kalian akan dengan yakin jawab "ada donk" dan orang-orang akan surprise betapa kekiniannya anda sekarang. ((Kibasin jilbab, pasang kacamata hitam))


Bagaimana? Kalian sudah tertarik mau download aplikasinya? Mudah banget kalian tinggal download melalui playstore. Sebenarnya sampai hari ini pun aku masih suka terkagum-kagum ya. Sekarang warung mie ayam go digital membuat semua semudah menjentikkan jari dengan harga yang sama dengan membeli kesana langsung. Sungguh hidup di era digital semudah itu. Dan perlahan-lahan memang semua keperluan hidup masyarakat harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Selamat untuk mie ayam jamur haji Mahmud yang berhasil menaklukkan tantangan digital ini dan terus melebarkan sayap ke berbagai daerah. 


Mie ayam haji mahmud favorit keluarga


Semoga review dan ceritaku ini bermanfaat ya. Barangkali ada yang mau makan bareng keluarga besar, menjamu tamu yang tiba-tiba datang, berbuka bersama atau syukuran merayakan apapun jika menginginkan menu bakso dan mie ayam, setidaknya tulisan ini bisa menjadi referensi. Terimakasih sudah membaca sampai akhir. 


Untuk Mie ayam jamur haji Mahmud

Happy anniversary ke-32 ya.. ❤

Usia boleh menua, tapi inovasi tetap juara. Aplikasi boleh baru, tapi cita rasa tetap tempo dulu. Menu boleh bertambah, tapi layanan tetap mewah


Semoga makin sukses dan segera menambah cabang ke berbagai kota lainnya di Nusantara juga ke mancanegara. Agar penyuka mie ayam jamur tak hanya bisa memandang ngiler, tapi bisa membeli secara langsung di kota mereka masing-masing. Please jaga rasa kalian yang otentik dan khas. Karena Jatuh cinta dari rasa bisa menembus hati agar tetap setia sepanjang masa. Tsahh...

(Mana tepuk tangannya...)



29 comments

  1. *plok plok plok* #tepuktangan

    Sudah 32 tahun dan mau adaptif dgn perkembangan zaman dan go digital, salut dgn warung mie ayam ini. Menunya pun terlihat menggoda

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kibas jilbab dulu habis dapat tepuk tangan, hahaha. Jangan cuma tergoda, yuk cobain

      Delete
  2. Wiiih, mie ayam. Aku dah lama ga nyicip. Dulu suka ada mamang yang lewat pake gerobak dengan warna yang khas. Dibanding mie ayam aku juga lebih suka mie bakso tapi ga nolak kalau dikasih mie ayam hehehe... Btw kalau bakso beranak yang pedas-pedas gitu juga aku rada menghindari, karena biasanya emang level pedasnya biasa di luar eh eh luar biasa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, iya teh efi. Aku malah suka kalo ada tantangan pedas gitu aku pasti nyobain

      Delete
  3. Hahaa, kalo kata anakku tuh makan nasi udah pokok tapi kalo makan mie mah cemilannya, halaagh.
    Ahh menggoda banget siih, keren juga nih udah ada aplikasinyaa, makin banyak peminatnya yaa apalagi dikala pandemi gini.
    BAiklah nani kalo ke sono ajak aku makan di warung mie ayam jamur ini yaaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya ya, meski makan mie ayam tar nyampe rumah makan nasi lagi, Indonesia banget deh ya

      Delete
  4. kami sekeluarga suka banget sama mie terutama mie ayam jamur, wah anakku bisa minta nambah saking sukanya. tuh kan jadi penasaran mau cobain mie ayam jamur haji mahmud yang udah go digital

    ReplyDelete
  5. Aku tepuk tangan dulu nih -prok prok prok- hehehe. Wah ternyata mie ayam haji mahmud ada aplikasi digitalnya ya. Order duluan di aplikasi tersebut terus begitu kita nyampe di restonya, tinggal nunggu orderan kita disajikan. Apalagi kalo udah dibayar duluan melalui aplikasi, begitu kenyang langsung pulang deh hehehe. Sip deeh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih, terimakasih, atas tepuk tangannya. Wkwkwk.. yok mbak cobain kalo pas ke banjarbaru ya. Kalau pas ramai, pesan delivery juga bisa, cukup dari rumah

      Delete
  6. Pas lagi pengen makan mie..pas mampir kesini..duh auto makin pengen pesen haha... Semoga bisa icip-icip Mie ayam jamur haji mahmud ini euy...menggoda banget tuh mienya...

    ReplyDelete
  7. Wahhhh pelengkapnya buanyakkkk. Eh, jadi inget udah bertahun-tahun aku gak makan mie ayam
    Dulu paling suka kalo makan mie ayam pakai topping jamur aja. Mienya dikit, sayurnya buanyakkk. Wkwkwkwj

    ReplyDelete
  8. hahaha bener mbak, kalau makan mie ayam dibungkus itu beda rasanya ya. Tapi sejak pandemi gini belum berani makan di tempat huhuhu.

    Lihat review Mie Ayam Jamur ini aku auto lapar, karena mie ayam jamur masuk menu favoritku juga haha.

    ReplyDelete
  9. Waaah, kok sama sih mbak.
    di rumahku, makanan yang nggak bakalan ditolak adalah mie. Mau mie telur, mihun, mie instan....pokoknya mie :)

    Sewaktu tinggal di Medan, aku juga pernah ke Mie Haji Mahmud. Sekarang makin keren ya pakai aplikasi digital jd memudahkan pelanggan.

    ReplyDelete
  10. era digital memang harus bisa dimanfaatkan dgn baik ya mbak
    kreatif sekali warung mie ayam ini, bisa memanfaatkan peluang
    jadi klo pesan mie ayam skrg anti ribet ya

    ReplyDelete
  11. Walaupun udah makan tapi kalau disodori mie pasti mau lagi apalagi anakku tuh hehehe.
    Mia ayam jamur Haji Mahmud enak & harganya cocok jadi bikin ketagihan nih kalau aku makan kayanya. Menunya banyak juga ya mbaj varian mie ayamnya di sana

    ReplyDelete
  12. Penasaran rasanya seenak apa nih mi ayam nya sampai ada aplikasinya dan laris manis terus diserbu pembeli, pengen bakso mercon tapi nggak tahu tahan nggak ya sama pedasnya hehe

    ReplyDelete
  13. Hadeuhhh, BRB mau lap iler duluuuu :D
    Mie ayam ini juga my comfort food, mbaa
    anakku juga demen maem mie ayam.
    Kalo warung mie ayam go digital gini, aseliikk bikin hepi yak

    ReplyDelete
  14. Aih aku sudah lama nggak makan mie ayam jamur. Kebayang enaknya nih. Apalagi kalau dimakan panas-panas. Makasih infonya mba :)

    ReplyDelete
  15. Ye, sama. Mie adalah makanan yang tidak akan ditolak. Terumata oleh saya dan adik. Mie Ayam Jamur, itu nikmatnya.

    Wah, wah, ini terobosan kekinian banget, ya. Bisa pesen via aplikasi, jadi kita bisa pesen pas di jalan, datang-datang mie udah siap, sehingga enggak nunggu terlalu lama.

    ReplyDelete
  16. Wah, menarik ini.. Bisa reservasi tempat, jadi nggak bakal takut kehabisan tempat duduk kalo pingin makan mie ayam. Itu mi ayam baksonya bikin ngiler mbkkk

    ReplyDelete
  17. Variasi mie ayamnya banyak banget ya, kalau saya mau makan di restonya pasti bingung mau milih menu yang mana saking banyaknya, enak pula ya nampaknya ahhh jadi laper aku mbak

    ReplyDelete
  18. Adu yuuuk sama Mie ayam ala kelapa Dua, kalo ga salah aku pernah mengulas di blog juga loh.. iya ya orang Indonesia penggemar berat mie ayam emang

    ReplyDelete
  19. Setujuu..
    Mie itu paling disuka dan memang suka beda yaa, kak...makan dine in sama take away.
    Mie Ayam H. Mahmud bikin ngileerrr...ya Allah~

    ReplyDelete
  20. Masya Allah, "Pak Haji Mahmud" makin keren nih, sudah punya aplikasi sendiri. Andai saya di Banjarbaru sudah pasti langganan, saya penggemar mie juga soalnya.

    ReplyDelete
  21. Waduh, enak banget deh kayaknya ya mie ayamnya. Iya banget, sekarang mah, makanan-makanan enak kayak gini kudu go digital deh. Biar bisa dinikmati semua orang dari mana2, dari jarak yang jauh. Dan apalagi di masa pandemi ya. Tanpa perlu ke mana2, makanan enak bisa tetep didapat dari rumah.

    ReplyDelete
  22. Enak bangeet mih kayaknya mbaa dan aku jadi pengen cobaa deh. Tapi ini jauh bangeet outletnya hehe

    ReplyDelete
  23. Kerennn nih pak haji Mahmud bisa memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan pelayanannya.

    Mungkin tujuannya supaya pemesan ngga lama antri di lokasi dan menghindari berkerumun, kan lagi social distancing. Makanya dibuat reservasi online. Salut bener-bener dipikirin samapai segitunya.

    Menunya banyak ngga cuma mie ayam, ada bakso, tahu walik nih kesukaanku.
    Andai deket, mau coba juga jajan mie ayam pak haji Mahmud dan kawan-kawannya.

    ReplyDelete
  24. kalau ada makanan baru selalu bikin penasaran apalagi kalau berada di kota asing, berharap suatu saat bisa berkunjung ke kota itu dan mampir juga
    mie ayam jamur, aku udah ngebayangin enaknya huwaa :D

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan saya, Semoga bermanfaat. Ambil baiknya tinggalkan buruknya. Silakan tinggalkan komen yang santun ya tapi jangan tinggalin link hidup dan jangan berkomentar anonjm ya. Apalah arti tulisan saya tanpa kehadiran kalian..