Maltofer, Pentingnya zat besi Untuk Kesehatan Ibu dan Anak

Pentingnya Kecukupan Zat BesiUntuk Kualitas Kesehatan dan Produktivitas



Assalamualaikum
Seperti sudah menjadi rahasia umum, para Ibu rumah tangga, ibu hamil, ibu bekerja, atau ibu dengan profesi apapun rentan dengan pusing dan sakit kepala. Dan rasa sakit itu cenderung di biarkan, karena memang tidak punya banyak waktu untuk istirahat. Dugaan paling lazim yang banyak ditebak adalah kurang darah atau tekanan darah rendah atau kurang tidur. Bener enggak?

Sudah jadi rahasia umum juga, bahwa dari seluruh anggota keluarga, biasanya ibu adalah yang paling kurang gizi juga paling kurang perhatian soal kesehatannya. Kok tau? Ya tau donk kan saya juga punya 3 anak. Dimana saya selalu memprioritaskan piring gizi seimbang untuk anak-anak. Baru kemudian saya ikut makan makanan bergizi kalau anak dan suami sudah makan duluan. So sweet ya, kadang itu manis, kadang juga karena tidak ada pilihan *eh gimana?

Jadi sebenarnya pusing atau sakit kepala itu kan banyak faktor ya. Bisa faktor lelah, mata minus, terpapar matahari terlalu lama, atau memang kurang asupan gizi penting dalam tubuh. Misalnya kurang zat besi.  Jadi bagaimana donk mengatasi dan menghadapi situasi ini? 

Yang namanya menebak-nebak apalagi tidak disertai hasil cek lab, biasanya jadi semaunya saja mengatasinya. Kadang saya minum parasetamol untuk menghilangkan nyeri, kadang pake kacamata kuda biar gak pusing matahari tapi tetap saja pusing, kadang makan kambing banyak karena dikira tensi turun.

Maltofer Woman Community Banjarmasin

Pada hari Sabtu lalu, 26 oktober 2019 saya memberanikan diri ikut acara Maltofer Woman Community. Dimana sebelumnya saya benar-benar gak tau maltofer itu apa, pentingnya zat besi buat saya juga masih meraba-raba. Masa iya saya butuh? Tapi namanya haus ilmu dan penasaran, jelas saya semangat donk untuk menghadiri ya.

Ketika di meja registrasi, agak bingung kok ada pemeriksaan darah gratis. Tapi pastinya tidak mau menyiakan kesempatan cek kesehatan gratis donk. Akhirnya saya tau bahwa HB saya di bawah rata-rata, saya Kekurangan Zat Besi. Normalnya kan 12-16 g/dL. Sedangkan hb saya cuma 10 g/dL. Lalu saya yang kaya "ooohh jadi ini penyebabnya" yang membuat saya selalu merasa terlalu lelah lalu sakit kepala. Dugaan awal saya kaya gitu.

Cek Hb,
ternyata di bawah standard

Lanjut ke puncak acara yaitu edukasi tentang "Peran penting zat besi dalam 1000 hari kehidupan pertama (golden age) nan cemerlang" oleh dr. Gladys gunawan Sp.A (K). Well, okay, sampai disini saya sangat teredukasi dengan baik. Akhirnya saya bisa membedakan kapan darah rendah dan kapan tensi rendah dan kapan sakit yang akibat kena sinar matahari dan faktor stres lain. Begini paparannya..

Pentingnya Zat Besi pada Masa 1000 HPK (Golden Age), ibu hamil dan wanita dewasa


Dr. Gladys memaparkan bahwa 1000 hari pertama kehidupan (HPK) itu dimulai dari sejak dalam kandungan sampai 1000 hari kemudian (2 tahun). Bukan di hitung dari sejak bayi lahir. Disebut periode emas karena saat itulah terjadi pertumbuhan otak sangat pesar dan mendukung seluruh aspek tumbuh kembang secara sempurna.


Beliau menceritakan begitu banyak orang tua yang mengeluhkan lambatnya tumbuh kembang anak, atau mengeluhkan kesehatan anak disaat semuanya sudah terlambat karena sudah melewati 1000 hpk. Lalu memperbaiki tumbuh kembangnya menjadi sulit. Karena itulah orang tua harus peka dan wajib tau apa yang diperlukan tubuh, termasuk pentingnya kebutuhan zat besi. Fatalnya, kesalahan gizi pada 1000 hpk tidak bisa diperbaiki pada tahap berikutnya, lho! Sedih kan.

Kekurangan zat besi atau biasa di sebut kurang darah atau Anemia akan sangat mempengaruhi kualitas kesehatan, intelektual dan produktivitas anak/remaja pada masa yang akan datang, buibu. Ternyata sepenting itu fungsi zat besi pada anak dan ibu hamil ya, tentu saja.

Zat besi memiliki peran penting dalam tubuh sebagai metoda transportasi oksigen ke seluruh tubuh sehingga menghasilkan energi. Kekurangan zat besi juga membuat kita anemia (kurang darah). Dalam hal ini darah yang dimaksud adalah sel darah merah.

Tidak heran kalau kekurangan zat besi membuat kita merasa sangat mudah lelah ya. Ujung-ujungnya jika hal ini dialami anak atau remaja maka prestasi di sekolah mereka akan menurun, sistem imun pun melemah sehingga jadi sering sakit. Yang parah lagi tentu saja, tumbuh kembangnya jadi terganggu atau bahkan terlambat. Ini hanya sebagian tanda awal saja. Simak lagi penjelasan selanjutnya nih.

Kalau mendengar penjelasan diatas dari dr. Gladys, akhirnya saya sadar sendiri kenapa selama ini gampang sakit dan mudah lelah. Karena hb saya dibawah rata-rata itu. Yaitu hanya 10 g/dL. Kalau tidak mengecek hb dan ikut acara maltofer woman community ini, mungkin saya akan tetap pada pendapat pribadi saya yaitu minum obat penghilang nyeri. Alhamdulillah, bahagia bisa di acara ini karena banyak sekali menambah edukasi sebagai ibu.


Untuk memperjelas, ini adalah akibat-akibat kekurangan zat besi pada bayi dan anak (kenapa 1000 hpk sangat penting)
  1. Kinerja kognitif anak/remaja akan memburuk baik jangka pendek/panjang.
  2. Fungsi motorik juga buruk
  3. Gangguan perilaku sosioemosional
  4. Tumbuh kembang anak terganggu/terlambat.

Akibat kekurangan zat besi pada orang dewasa:

  1. Kekurangan zat besi menyebabkan mudah lelah sehingga menurunkan produktivitas kerja
  2. Menurunkan daya ingat, fungsi mental dan kecerdasan
  3. Anemia juga meningkatkan resiko infeksi pada tubuh
  4. Pada ibu hamil, kekurangan zat besi bisa meningkatkan resiko bayi lahir prematur
  5. Penampilan fisik menjadi tidak bugar, pucat dan sering sakit kepala
Jika kalian para orang tua atau ibu-ibu merasa sering pusing, lemah lesu, dll atau anak yang mengalami kondisi sama misalnya pucat lemah letih lesu, Bisa segera cek hb di petugas medis untuk segera memenuhi asupan zat besi.

Apabila sudah terbukti HB rendah, asupan apa yang baik untuk di konsumsi untuk mengatasi
  1. Daging sapi
  2. Daging ayam
  3. Kacang-kacangan
  4. Sayuran hijau
  5. Suplemen zat besi
Jika berbagai penganan tadi dirasa belum cukup, maka para orang tua, ibu hamil, dan ibu menyusui bisa mengkonsumsi Suplemen zar besi seperti Maltofer ini. Eh btw, remaja juga disarankan lho mengkonsumsi karena akan sangat membantu ketika dalam kondisi sedang haid, atau stres sedang tinggi.

Maltofer, Suplemen Zat Besi

Kali ini penjelasan lebih mendetil bersama dr. Carlinda Nekawati selaku Medical Junior Manager Combiphar. Beliau memaparkan dengan detil tentang anemia dan product knowledge dari maltofer.
Kekurangan zat besi adalah kekurangan zat gizi yang sangat banyak dialami oleh semua kalangan diseluruh dunia mempengaruhi sekitar 3 milyar orang.
Yang paling beresiko kekurangan zat besi dan mengalami anemia adalah anak-anak, ibu hamil dan menyusui, dan wanita dewasa. Jadi, mari berkenalan dengan maltofer.

Maltofer adalah suplemen zat besi dengan kandungan zat besi jenis Iron (III) polymaltose complex (IPC), melepas kandungan zat besi secara terkontrol dan aktif sesuai kebutuhan tubuh kita sehingga tidak terjadi penumpukan zat besi. 
Mengapa harus maltofer?
Jawaban utamanya adalah karena Maltofer Body friendly Iron
Berikut penjelasan lengkapnya
1. Zat besi tablet kunyah dengan efek samping minimal. 
Karena di serap dengan terkontrol dan aktif sehingga tidak menimbulkan kelebihan zat besi yang biasanya bisa menyebabkan mual, muntah, luka lambung, susah BAB dan gangguan jantung. Dan aku sudah mencobanya, bener memang ternyata aman bahkan untukku yang punya riwayat maag.

2. Rasa cokelat yang enak
Baru kali ini saya menemukan zat besi berbentuk tablet hisap dengan rasa cokelat. Tidak menyangka memenuhi kebutuhan gizi bisa seenak ini rasanya. Jadi bisa di konsumsi dengan baik, terutama pada anak-anak dari swiss. Wajarlah lah cokelatnya di datangkan dari swiss karena maltofer sendiri berasal dari swiss dan sudah ada lebih dari 50 tahun yang lalu. Ya ampun, saya kemana saja kok baru kenal maltofer?

3. Aman dikonsumsi bersama makanan dan obat-obatan lain
Karena ada Iron Polynaltose Complex yang tidak bereaksi negatif ketika bertemu makanan dan obat-obatan dan tidak menimbulkan stres oksidatif. Maltofer mempunyai toleransibilitas lebih baik dibandingkan Fe2+ (Ferrous)

Khusus untuk point ketiga ini, pihak combiphar membuktikannya secara langsung loh ketika event berlangsung. Karena langsung ada alat peraga yang di peragakan 2 orang peserta untuk membuktikan keunggulan maltofer dibanding produk lain.

Dr. Carlinda memandu sebuah Percobaan science menggunakan 2 gelas bening dan 2 produk zat besi berbeda dimana salah satunya adalah maltofer. Ketika kedua produk tersebut di celupkan ke air, ternyata terbukti jika merk lain membuat air langsung berwarna hitam, sedangkan maltofer lebih muda warnanya. Hal ini membuktikan bahwa maltofer lebih body friendly iron untuk tubuh kita.

Kiri: dr.Carlinda
Kanan: 2 orang peserta selaku peraga
Maltofer dipegang oleh ibu yang berhijab cream, warna air lebih muda daripada zat besi merk lain

Maltofer apa saja sih yang tersedia saat ini?
Maltofer memiliki 4 varian, yaitu

  1. Maltofer drop untuk bayi
  2. Maltofer syrup untuk anak-anak
  3. Maltofer cheweble untuk dewasa
  4. Maltofer Chewable Fol untuk ibu hamil menyusui
Maltofer merupakan salah satu brand yang pro asi dan ibu, jadi menciptakan varian khusus ibu hamil dan menyusui agar semua tetap aman selama fase hamil dan menyusui. Dimana varian fol ini diperkaya asam folat yang merupakan nutrisi penting selama hamil dan menyusui.

Pada sesi ini dr. Carlinda menjelaskan dengan detil dan mudah dipahami. Jadi aku sangat teredukasi soal zat besi dan maltofer pada acara hari ini.

Sesi tanya jawab

Dalam setiap event, hal yang sangat kunantikan adalah sesi tanya jawab. Dimana kita bisa ngadu dan bertanya apapun yang mengganjal di hati, plus bisa dapat wawasan dari pertanyaan lain dari para narsum.

1. Kadang kita sulit sekali mengenali perbedaan kurang darah atau tensi rendah. Apa ciri-ciri fisik yang paling terlihat sebelum harus cek hb di lab?

Dr. Gladys menjawab ciri-ciri paling terlihat yaitu: bagian bawah mata pucat, bagian ujung jari bila di tekan akan pucat, sering sakit kepala, cepat lelah, kurang nafsu makan dan Pica

2. Bagaimana pemakaian maltofer pada penderita kanker aktif

Dr. Carlinda menjawab, bahwa untuk special case begini harus menggunakan dokter. Apabila doker mengijinkan berarti aman bersama obat-obat kanker.begitu..

Sebenarnya ada beberapa pertanyaan lain kepada narasumber kita di panggung. Tapi saya merangkum dua pertanyaan ini saja. Nanti kalau ditulis semua bisa panjang bener ini blognya. Hehe..

Nahhh.. narsum terakhir pada acara ini ada mbak Ika puspita. Blogger semarang yang berbagi pengalaman personal beliau bersama maltofer. 

Mba ika dalam paparannya terihat sudah sangat akrab dengan maltofer ini, sampai-sampai banyak pembaca blog beliau yang mau numpang membeli maltofer.

Sudah semua saya ceritakan keseruan hari ini. Tak lengkap semua acara bila tanpa doorprize. So, tidak lupa para member Female Blogger Banjarmasin (fbb) yang hadir banyak mendapatkan hadiah. Selain kami member fbb, juga ada komunitas lain yaitu komunitas institut ibu profesional (IIP). Ada doorprize, ada lomba foto, dengan hadiah-hadiah menarik.

Combiphar dan semua peserta
Maltofer Women community

Setelah acara, saya rutin konsumsi maltofer setiap hari karena hasil tes saya memang hb-nya rendah. Alhasil memang sangat terasa alhamdulillah beberapa hari terakhir lebih segar, sehat. Rasanya bersemangat dan yang pasti nafsu makan saya meningkat. Ternyata selama ini keluhan saya adalah hb rendah ya, bukan karena panas matahari ataupun tensi rendah. Dengan pengecekan hb dan meminum maltofer akhirnya teratasi.

Nah kalau teman-teman mau info lebih banyak tentang maltofer ini bisa langsung mengunjungi website resmi maltofer di www.maltofer.combiphar.com atau jika kalian mengunjungi sosmed maltofer, di fb dengan page "maltofer indonesia" dan di ig dengan akun @maltoferid bisa melihat berbagai informasi penting tentang event maltofer dengan menelusuri hastag
#maltoferwomancommunity #maltofer #maltoferindonesia #combiphar lengkap beritanya dari berbagai sumber baik dari maltofer sendiri ataupun dari para pesertanya.


Saya konsumsi maltofer

Sebagai penutup, saya cuma mau bilang untuk combiphar dan maltofer woman community, karena telah mengadakan acara yang sangat bermanfaat ini. Semoga kelak datang lagi ke Banjarmasin membawa event dengan tema lain yang bermanfaat juga. Salaam..

6 comments :

  1. Iya nih Mbak, aku juga kadang pusing gitu. Dulu sering aku kasih obat, tapi sekarang ngerem banget. Banyakin minum air putih sama tiduran bentar (mau tidur lama gak bisaaa 😄). Belum pernah nyoba Maltofer, sih.

    ReplyDelete
  2. Oalah, Maltofer itu dari Combhipar, ta. Saya baru tahu, lho.
    Saya setuju, banyak kerugian jika tetap mempertahankan anemia. Risikonya sangat merugikan. Tapi banyak yang masih menyepelekan bahayanya.
    Saya juga termasuk darah rendah, awalnya. Sekarang sudah normal, setelah jaga kesehatan badan termasuk nutrisi

    ReplyDelete
  3. Kalau diminum usia 20an kaya aku bisa ngga ka? Soalnya aku juga selalu ditolak donor karena hb kurang hihihi. Kalau maltofer ini keliatannya lebih "ringan" jadi aman

    ReplyDelete
  4. Oalah, ternyata ada obatnya begini, kujuga baru tau nih. Tapi aku riwayatnya tensi rendah, masih bisa minum nggak ya?

    ReplyDelete
  5. Saya kadang kurang aware dengan masalah kekurangan zat besi, padahal akibatnya bisa fatal ya kalau diabaikan, pengen coba maltofer juga nih

    ReplyDelete
  6. Waktu di kampus ada satu bab sendiri yang ngejelasin tentang betapa pentingnya memenuhi asupan zat besi. Aku sendiri pun sekarang mengkonsumsi suplemen zat besi, tapi kayaknya maltopher itu menarik ya mbak ya? Hehehe

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan saya, Semoga bermanfaat. Ambil baiknya tinggalkan buruknya. Silakan tinggalkan komen yang santun ya tapi jangan tinggalin link hidup. Apalah arti tulisan saya tanpa kehadiran kalian..