7 Buah Nasional Dalam Bahasa Banjar #FBBKolaborasi

Buah Lokal Kalimantan 

Assalamualaikum,
Sudah bukan rahasia lagi kalau Indonesia adalah negara yang kaya akan hasil alam, termasuk buah-buahan. Di samping itu, begitu banyak provinsi, bahasa dan suku, pada akhirnya ada banyak buah memiliki perbedaan nama meski sebenarnya itu satu buah yang memiliki nama dalam Bahasa Indonesia. Apa saja?

Kali ini, Tema Blog FBB Kolaborasi adalah tentang buah, karena hari Buah International yang jatuh pada 1 Juli. aku menyebutkan beberapa nama buah dalam bahasa Banjar, Kalimantan selatan. Barangkali ini berguna untuk yang dari luar kota ingin bertandang ke Kalimantan atau sebaliknya, dari Banjar mau ke luar daerah. Mungkin bisa menjelaskan buah apa yang kita cari dalam bahasa Indonesia ya..

So, ini bukan tentang buah asli kalimantan yang jadi khas kalimantan ya. Melainkan buah khas Nasional yang ada di berbagai daerah, dan terdapat pula di Kalsel.

Buah Kalimantan dengan Nama Indonesia, sebagai berikut:

1. Ketapi
Buah Ketapi dalam Bahasa Indonesia di sebut buah Kecapi. Buah berwarna kuning ini sudah sangat jarang ditemui. Padahal dulunya sangat banyak dan harganya sangat murah. Aku termasuk yang suka sekali nge-rujak dengan buah ketapi. 

Kecapi (satuharapan.com)

Baca juga: Fbb Kolaborasi, Kisah romantis pesohor negeri ini

2. Tiwadak
Orang Indonesia pada umumnya menyebutnya Buah Cempedak. Buahnya sangat wangi dan khas. Sehingga sering di larang naik pesawat terbang oleh petugas bandara karena berbau tajam seperti ketika membawa durian. Teksturnya persis seperti nangka hanya saja ini lebih manis dan lebih mahal sedikit. Berbuahnya pun musiman tidak seperti nangka yang ada sepanjang tahun. Aku tidak terlalu suka buahnya, tapi aku suka dami-nya. Kok dami dimakan? Iya di kalimantan Selatan, dami dari buah cempedak di jadikan masakan bernama Manday yang endulita banget.

3. Ramania
Buah kesukaan aku nih, baik saat mentah atau matang, biasanya aku pake jadi pencokan (rujak). Dalam Bahasa Indonesia disebut Gandaria. Bahkan ada nama wilayaj di Jakarta bernama Gandaria kan saking terkenalnya buah ini.

Gandaria (pertanianku.com)

4. Belimbing Tunjuk
Hayo ini sayur apa buah? Dalam dunia dapur, Bahasa Indonesia belimbing ini adalah belimbing wuluh. Biasa buat masak sayur. Tapi kalo sama aku biasa di rujak dicocol sama uyah wadi. Apa itu uyah wadi? Ku kasih kalo kalian main ke rumahku, hehe.

5. Limau
Buah apaan ya kok kaya jeruk. Iya memang jeruk. 😂 Kalau kalian ke Kalimantan, liat jeruk ya namanya limau. Kalau jeruk purut disebut Limau kuit. Kalau Jeruk nipis ya disebut Limau Nipis. Intinya semua Jeruk di sebut Limau. Oke?

Baca juga: 13 benda ini makin terkenal karena warnanya

6. Pampakin / Papakin
Teksturnya persis durian, wujudnya juga persis durian. Hanya warnanya saja orange, dan tidak berbau seperti durian. Orang Indonesia kebanyakan menyebutnya Buah Lai. Padahal buah Lai itu juga yang memberi nama orang Kalimantan Timur. Buah ini musiman juga, gak selalu ada.

Pampakin (source: tempo)

7. Paikat
The last, aku pikir buah ini bener-bener khas Kalimantan. Karena tidak pernah menemukannya di daerah lain, dan orang- orang tidak mengenalnya. Ternyata buah ini tidak cuma di Kalimantan. Buah ini ternyata bernama buah Manau, ada di daerah Sumatra dan Kalimantan. Cukup jarang di temukan, bukan? Rasanya sangat asem menurutku, dan kulitnya seperti salak dan berukuran sangat kecil seperti jempol.

Buah Paikat (source: brilio.net)

Nah, aku cuma bisa menyebutkan yang 8 ini, gaes. Kalau kalian mau menambahkan silakan komen atau chat aku ya. Dengan senang hati menambahkan. Semoga informasi dalam FBB Kolaborasi kali ini bermanfaat, semangatttt konsumsi buah lokal..

39 comments :

  1. Saya belum pernah melihat buah paikat, mirip sekali yak dengan salak.

    Kalau di Amuntai, warna ungu bahasa daerahnya adalah biji ramania. Di Banjarmasin gitu juga gak ya? Kami sering mengatakan lelucoan kalau biji ramania itu warnanya biji ramania, hihihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kecil banget seujung jempol kalo paikat,dalamnya kaya buah rambai berbiji 1. Iya aku pas kecil bilang ungu itu biji ramania

      Delete
  2. Kalo buah ramania ini buah musiman, tiap januari biasanya selalu ada. Paling suka sama yang belum masak atau berwarna hijau. Seger kalo dibikin cacapan ples lombok yang banyaak, nasi nya anget anget gitu. Kalo yang matang nya ini ramania enak nya di makan sama kecap ples gula hihi. Asataaag jadi ngiler liat ini buah hihi.

    ReplyDelete
  3. Aku baru tau kalo nama lain buah Ramania itu adalah Gandaria. Buah Paikat itu jg aku baru tau bentuknya seperti itu ternyata wkwk jadi ketauan deh, pengetahuan ku masih minim sekali ttg buah buahan lokal. Informasinya bermanfaat sekali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe iya, jd ternyata ramania bukan buah lokal ya. Karena di jkt juga ada malah jd nama kawasan

      Delete
  4. Yg pernah ku coba hanya buah papakin haha
    tapi emnag sih pas pertama tau kok kaya durian, rasanya pun tapi gak terlalu panas :D


    salam,

    www.rizkyashya.com

    ReplyDelete
  5. paikat mirip dengan salat hanya saja bentuk kecil, ternyata banyak buah ya, tumbuh sesuai temperatur cuaca daerah masing2...makasih artikelnya,,sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  6. Ku baru tahu ada buah paikat. Tahunya guntung paikat. Wkwkwk. Ngomong-ngomong kalau lihat ketapi jadi ingat dulu buat ngebukanya nyari-nyari pintu dulu buat dijepit. Hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin gt.paikat itu karena dulu byk paikat. Hihihi

      Delete
  7. Ada lagi Mbak. Buah si'ik, buah hampalam, buah lahung, buah maritam, buah kuini, dan lain-lain. Hehe. Enggak semuanya aku pernah makan sih, tapi familiar aja di telinga orang Banjar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaa..iya bener..ga kepikiran kemaren..duh jd ngiler

      Delete
  8. paikat tu kaya salak kah? baru ini meliat di foto blognya ruli.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kulitnya aja mba ky salak,.dalamnya kaya rambai kalo lah, berbiji satu dan masam banar

      Delete
  9. Duhh apa itu Uyah Wadi mbak?
    Masa' perlu dikasih tahu kalau udah main ke rumah Mbak Ruli, ihihii
    Mau juga sih, tapi ongkos PP, ehhh wkwkkw
    Kalau di tempat aku Uyah itu itu artinya Garam ehehheee
    Bahasanya unik ya mbak,,, Jadi tahu deh nama buah dalam bahasa Banjar
    Apalagi bentuk visual buah yg terakhir itu mirip banget sama salak emang mbak, samar2 ya heheee

    ReplyDelete
  10. Papakin rasanya kayak duren juga kah mba?
    Trus aku baru tahu loh buah gandaria bentuknya kayak gitu, belum pernah nyoba soalnya 😆

    ReplyDelete
  11. Ulalaaaa tampak segar menggiurkaaann
    aku pengin main ke Kalimantan dan cobain buah2 cihuy eniih
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  12. Ketapi itu mirip2 buah sentul ya mbak ruli? Btw yang buah papakin itu mirip banget durian ya.

    ReplyDelete
  13. Wah, mampir ke sini jadi dapet ilmu baru bahasa Banjar deh.
    Aku juga doyan buah kecapi mbak, tapi gak dibikin rujak, dimakan biasa aja.
    Dan buah Paikat ini emang mirip salak yah? Tapi ternyata bukan yah mbak? Dan rasanya beda?
    Jadi penasaran pengen nyoba nih hehe

    ReplyDelete
  14. Masyaalloh buah Kalimantan emang banyak ragamnya ya. Terua terang aku penasaran sama Manday mak. Udah pernah masak sendiri tapi gak seenak orang Kalimantan yg bikin, hiks.

    ReplyDelete
  15. Aku belum pernah makan Ramania, Pampakin dan Paikat mbak..
    Wah makasih infonya ya..jadi tahu nama buah dalam bahasa Banjar.
    Semoga lain waktu bisa icip juga.

    ReplyDelete
  16. Banyak jugaaa ya mbaa buah yang khas Kalimantan. Banyak yang aku belum pernah dengar sebelumnya dan belum pernah cobain jugaaa

    ReplyDelete
  17. Mau banget coba papakin, saya pecinta durian loh..kalau ada kembaran durian yg tanpa aroma, saya suka banget. Kalau Ramania gak pernah tahu

    ReplyDelete
  18. Duh, banyak yang aku belum cobain buahnya, bikin penasaran gimana rasanya hehe, buah paikat kayak salak tapi asem dan buahnya kecil banget ya

    ReplyDelete
  19. Banyak juga ya buah yang ada di Kalimantan, tetapi tidak ada di tempat lain. Kayak Paikat itu, beneran baru tau setelah baca artikel ini loh mba. Thanks untuk infonya.

    ReplyDelete
  20. Waaa perbendaharaanku tentang buah juga ternyata ga lengkap. Buah durian orens sungguh eye-catching sekali mba. Saya blm pernah makan buah gandaria.

    ReplyDelete
  21. Banyak buah unik ya di kalimantan, saya penasaran dengan rasa dari gandaria dan yang seperti durian itu... Kl manday dari dulu aku pengen...sayang blm kesampaian...hihi..

    ReplyDelete
  22. Yang pernah saya dengar hanya Limau, yang lainnya baru tahu hari ini. Papakin memang mirip durian, terus Paikat itu hampir mirip salak, ya.

    ReplyDelete
  23. Dr 7 nama buah nasional dalam bahasa Banjar, hanya buah limau yang saya tahu..lainnya buah yang baru saya tahu dr tulisan Mbak Ruli ini

    ReplyDelete
  24. wah mba akubaru tahu nih bahasa Banjar dan buahnya juga baru ngehjuga hehehe jadi tahu deh 7 buah ini dalam bahasa Banjar

    ReplyDelete
  25. Masya Allah budaya dan bahasa daerah Indonesia emang kaya banget ya mba.. limau itu ternyata jeruk yaa.. hhii

    ReplyDelete
  26. Waduh jadi pengen buah-buahannya mba. Pasti enak dan segar banget nih

    ReplyDelete
  27. Wah unik-unik namanya. Btw aku kepengen nyoba deh papaki ini. Kek gimana tuh rasanya :))

    ReplyDelete
  28. Aiiih menyesal saya pernah tinggal di Kalimantan tapi nggak pernah nemu Pampakin sama Tiwadak
    Duh...

    ReplyDelete
  29. Waah...kok aku gaka da yang kenal ya...?
    Padahal berasa masih di Indonesia looh...
    Apa buah-buahan ini ada musimnya masing-masing?

    ReplyDelete
  30. iya ya paikat itu kayak salak. Trus buah lai kayak durian. banyak banget buah-buahan khas Kalimantan yang belum pernah ku makan.

    ReplyDelete
  31. Buah lokal indonesia ternyata buanyak banget yaa.. Udah gitu, di tiap daerah namanya beda2. Dari semua yg disebutin cuma pernah nyobain belimbing wuluh.

    ReplyDelete
  32. Eh, aku kok belum pernah lihat buah-buah di atas, ya. Baca tulisan ini jadi tahu banyak tentang aneka buah itu. Terimakasih infonya.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan saya, Semoga bermanfaat. Ambil baiknya tinggalkan buruknya. Silakan tinggalkan komen yang santun ya tapi jangan tinggalin link hidup. Apalah arti tulisan saya tanpa kehadiran kalian..