Seberapa Penting Kemampuan Public Speaking Dalam Menunjang Kesuksesan?

Belajar Public Speaking itu hanya untuk orang berprofesi sebagai MC atau marketing, atau siapapun yang berhubungan dengan orang banyak dalam mencapai kesuksesan usahanya. Siapa yang bilang begitu? Bukan saya doank sih, tapi banyak. Tapi apa benar begitu? Seberapa perlu sih kita belajar Public Speaking?


Okey, first of all. Ini adalah pandangan awam saya ketika mengetahui banyak les public speaking di sekitar saya. Then, kenapa kemudian saya mengikuti training public speaking. Well, training public speaking itu gak murah dear. Dan saat di adakan yang gratis. Tentu saya mau donk. Saya pikir, okelah, saya ketua dari 2 komunitas yaitu komunitas Female Blogger of Banjarmasin (FBB) dan komunitas Gerakan Peduli Lansia (GPL). Mungkin jika saya ikut training public speaking, saya akan memberikan sambutan lebih baik dan berwibawa ketika di perlukan oleh komunitas. As simple as that.



Saya meyakinkan diri datang ke acara training public speaking. Ketika saya melihat pembicara yang hadir adalah Bapak Agus Suprapto dan Hj. Ananda. Saya pikir fokus acara yang berjudul "Training Mahir Public Speaking 2018, Hebat Bicaranya Sukses Karirnya" hanya akan berada di Pak Agus yang memang seorang MC senior dan handal di Kalsel ini. Dan Mbak Nanda hanya sebagai guest star. Tapi ternyata justru sebaliknya. Nah sini saya ceritain dulu.

Semangat belajar Public Speaking

Gak afdol ya membahas public speaking kalo tida membahas teorinya.

Public speaking (also called oratory or oration) is the process or act of performing a speech to a live audience. This type of speech is deliberately structured with three general purposes: to inform, to persuade and to entertain. (Wikipedia.org)

Intinya, seni berbicara di depan publik atau orang banyak itu namanya public speaking. Dari sini kita mulai melihat, bahwa yang butuh belajar public speaking bukan cuma MC atau marketing atau pejabat. Even ibu rumah tangga butuh public speaking, lho!

Saya teringat ketika berbagai perusahaan asing merekrut di kampus saya. Hampir semua, Tes awal setelah admin psikotes adalah interview in english. Bukan tes kemampuan akademiknya. Alasan mereka. Apalah gunanya skill dan kecerdasan, jika mereka tidak mampu berbahasa dengan baik dan berkomunikasi dengan baik. Well, saya makin excited sama acara ini.

Pak Agus sendiri mengatakan. Posisi beliau saat ini sebagai anggota DPR, itu di dapat salah satunya karena kemampuan public speaking beliau. Menerima aspirasi rakyat dan menyampaikannya ke gedung DPR tentu butuh kemampuan public speaking yg mumpuni. Apa gunanya di pilih rakyat kalau tidak bisa menyampaikan aspirasi ketika sidang dewan. This is absolutely true, sepertinya semua wakil rakyat memang harus pandai dalam public speaking. 

Nah materi-materi yang di sampaikan Pak Agus antara lain:

Hal yang penting dikuasai dalam public speaking
  1. Bicara jujur dengan hati 
  2. Eye contact
  3. Gunakan intonasi yang baik
  4. Artikulasi yang jelas
  5. Lugas dan jelas, tidak bertele-tele
  6. Bicara sambil tersenyum
  7. Perkaya dengan bahasa tubuh

Dari hal di atas yang paling saya sadari adalah ketika bicara di depan umum, saya seringkali mengabaikan senyuman dan eye contact. Well, bicara di depan public itu gak mudah gaes. Gugup itu pasti, gak pede juga ada, karena memang tidak terbiasa. Jadi setelah acara ini, tentu saja saya mungkin harus banyak latihan agar ketika melakukan public speaking bisa lebih baik dan meredam rasa gugup. 

Disaat yang sama juga Pak Agus banyak sekali memberikan tips untuk menjadi Mc atau penyiar. Maklum, selain menjadi anggota DPR dulu awal karir beliau juga di awali dengan menjadi penyiar radio, penyiar tv dan MC. Para peserta banyak di beri wejangan soal berbicara di depan publik saat acara formal, sangat formal, semi formal dan non formal. Materi padat berisi saya dapatkan. 

Bapak Agus Suprapto
MC senior sekaligus anggota DPRD
Kota Banjarmasin

Salah dua hal yang paling sulit menurut saya ketika menjadi MC atau penyiar dan sejenisnya  yaitu harus mempunyai kemampuan membuat ice breaking dan pengetahuan mumpuni. Ice breaking Yaitu kemampuan memecahkan kekakuan suasana. Belajar ngeluarin humor, tapi audience gak ada yang ketawa, apa kata dunia? Jadi skill yang harus di miliki membuat humor yang berbobot tapi beneran lucu. Gak mudah sih, tapi kalau terbiasa pasti bisa.

Yang kedua adalah Punya banyak pengetahuan. Jadi pengetahuan selain di gunakan sebagai sarana ice breaking yang bermutu, juga sebagai pelengkap skill memandu acara. Apa jadinya kalo menjelaskan ke audience atau penonton, tapi kitanya gak paham materinya. Pelonga pelongo gak jelas dan speechless, tamatlah karir sebagai Mc, ya kan? 

Karena beliau jago public speaking, materi yang di sampaikan Pak Agus sangat mudah di cerna. Bahkan waktu sekian jam berlalu tanpa bosan. Sampai akhirnya beliau di ingatkan karena waktu mau habis. Ilmu dari beliau, bikin saya gatel mau banyak latihan berbicara. 

Ketika giliran Mbak Nanda yang bicara, oke.. Saya tau saya bukan adeknya. Tapi beliau memang lebih tua dari saya sedikit. Lebih enak di panggil mbak ketimbang Ibu, plis atuhlah ini ga usah di bahas, ngapain coba? Enggak ada yang tanya. Hahaha.. 

Saya cuma mau cerita dikit, perbedaan usia saya sama Mbak Nanda itu, hanya setahun. Jadi otomatis ketika masa jayanya beliau sebagai idola remaja, itu adalah masa saya juga. Ketika beliau membuka materi dengan informasi seputar pencapaian prestasi beliau, saya gak kaget-kaget amat. Karena saya sudah tau itu, sangat hits pada era-nya. Eaaaa.. Seakan nostalgia masa-masa saat saya SMA dan kuliah. Yang bikin saya kaget justru ternyata prestasi beliau jauh lebih banyak dari yang saya tau.

Saya taunya beliau memang Runner-up 1 Putri Indonesia 2006. Saya tau karena saya nonton malam grand finalnya dari awal sampe selesai (ketauan deh angkatan saya taon berapa, eaa). Saya tau dulunya beliau cover girl majalah Aneka Yess yang jadi ajang remaja terbaik pada zamannya. Beliau juga jadi pemenang MTV VJ hunt. Dan sederet prestasi cetar lainnya pada masa itu. Saya mengikuti terus beritanya karena, pada masa itu, sangat langka remaja kalimantan bisa berprestasi di tingkat Nasional. Langka.. Hampir semua prestasi (dominan) biasanya di menangkan oleh peserta dari Jawa. 

Tentu saja beliau layak jadi pembicara kali ini karena beliau sangat kenyang dengan pengalaman public speaking. Seluruh ajang kompetisi yang beliau menangkan, tidak luput dari kesuksesan public speaking. 

Dengan kemampuan public speaking yang keren pula beliau akhirnya terpilih mengikuti pertukaran mahasiswa ke Kanada. Terpilih menjadi ambassador berbagai brand ternama, bintang iklan, pramugari, penyiar tv dan radio, hingga main film indie yang tiketnya terjual sold out. Sudah pernah dijalani sambil beliau menyelesaikan kuliahnya di fakultas kedokteran, iya beliau memang dokter meski tidak menuliskan gelarnya. Segudang prestasi itu, tidak akan bisa di jalankan tanpa kemampuan public speaking yang baik. 

Hingga saat ini, ketika Mbak Nanda sudah berkarir. Masih di dunia yang menggunakan public speaking beliau menjabat sebagai ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Banjarmasin sekaligus ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) partai Golkar kota Banjarmasin. 

Dari kedua tokoh pembicara dalam acara training ini terbukti ya bahwa kemampuan public speaking membawa mereka (para pembicara) sukses dalam karir. 

Benarkah penguasaan public speaking menjadikan karir sukses? 

Hj. Ananda menjawab, public speaking memang bukan pintu kesuksesan, tapi salah satu faktor penunjang kesuksesan. Nah lalu, 
Apa tips jitu dalam public speaking? Jawabannya ada 4, yaitu:
  1. Doa
  2. 3L (latihan, latihan, latihan lagi) 
  3. Attitude
  4. Doa

See, yang utama adalah doa, which is, Tuhan lah faktor utama kesuksesan. Sampai Mbak Nanda menyebutnya 2x. Latihan itu hanya salah satu penunjang. Penting tapi bukan segalanya. Bahkan ketika salah satu audience bertanya,

Bagaimana jika kita memiliki kekurangan fisik? 

Jawaban Mbak Nanda tetap saja, Doa, karena Tuhan memberi manusia kelebihan dan kekurangan. Tonjolkan kelebihan, tutupi kekurangan, dan banyak berdoa. Terutama doa dari orang tua dan orang yang menyayangi kita. Untuk di sayang itu pula, mbak nanda banyak menekankan kita untuk menjadi orang baik. 

Masuk di point 3 penunjang sukses, yaitu attitude. Apa gunanya smart, good skill, dan fisik menawan jika tidak punya attitude. Jangankan Tuhan, manusia pun enggan membantu kita untuk sukses. Jadi orang baik dengan attitude yang bagus, begitu pesannya. Oke mbak, ini nampol sekali nasihatnya. 

Apakah orang yang tidak berbicara di depan umum perlu ilmu public speaking? 

Jawab: kembali ke pengertian public speaking, bahwa fungsinya adalah untuk menginformasikan, mempengaruhi atau hiburan. So, ibu rumah tangga pun perlu ilmu public speaking sebagai sarana menginformasikan dan mempengaruhi anak, agar bertumbuh menjadi anak yang baik sesuai arahan. Meski kini kita sudah banyak belajar ilmu parenting untuk berkomunikasi dengan anak, Kemampuan public speaking bisa membuat anak lebih mudah  lagi mengerti maksud dan kasih sayang yang di berikan meski berupa larangan. Meminimalisir kesalahpahaman ibu dan anak.

Ilmu berbicara yang baik
Menunjang komunikasi ibu dan anak
Saya pun ibu rumah tangga. Yang beberapa bulan lalu baru merasa jatuh, karena saya gagal di final test untuk mendapatkan beasiswa S2 ke negara yang saya impikan sejak lama. Gimana gak nyesek, persiapannya sangat lama, dan saya telah berhasil mengalahkan ribuan peserta lain. Hanya tersisa selangkah lagi untuk mendapatkan kursi yang sedikit itu. 

Dari ilmu yang disampaikan Hj. Ananda, akhirnya saya menyadari, kemungkinan besar kegagalan saat saya Interview dengan pihak kedubes dan penyeleksi negara sana adalah kemampuan public speaking saya yang kurang mumpuni. Segala ide dan kemampuan kita tidak akan diterima dengan baik apabila kita tidak menyampaikannya dengan benar, entah karena alasan gugup, panik atau apapun intinya itu kegagalan besar. Sekarang sudah 2 bulan berlalu saya udah move on sih. Hehehe.  Saya akhirnya tau, bahwa public speaking juga berguna untuk momen apa saja termasuk saat interview. 

Awalnya saya berkata, i quit, saya tidak akan mencoba lagi beasiswa ini setelah patah hati dan minder yang mendalam. Tapi setelah mendapat motivasi dari Mbak Nanda, mungkin saja tahun depan saya akan mencoba lagi, figthing! 

Nah, meskipun saat ini saya juga seorang blogger. Apa butuh public speaking? Kalau saya pribadi tetap menjawab 'YES' karena saya tidak mau hidup saya hanya terjebak pada tulisan saya  dan sosial media di dunia maya. Saya pun ingin bergaul dengan baik di dunia nyata, berkomunikasi dan meraih kesuksesan dengan skill bicara yang cukup. 

Jangan hanya terjebak di dunia maya

Berikut penjelasan dari Mbak Nanda,
Ada 4 poin kenapa Public Speaking itu Penting :
  1. Membantu meningkatkan percaya diri
  2. Meningkatkan kualitas diri
  3. Membuat diri lebih berfikir kritis
  4. Meningkatkan kemampuan dalam memimpin

Oke, saya menyebut acara training ini menjadi acara motivasi, karena di acara ini akhirnya saya menemukan banyak fakta yang memotivasi saya menjadi lebih baik, terutama dalam hal public speaking sih. Dari sini juga saya akhirnya tau, kita di luar hanya menikmati kesuksesan seorang Hj. Ananda. Padahal beliau pun banyak mengalami kegagalan, hanya memang itu tidak perlu di umbar. 

Semakin sering berkompetisi, hidup semakin banyak tekanan, jadi mental semakin di tempa. Saat itu pula, kita menjadi semakin kuat dan bersemangat untuk jadi lebih dan lebih. Beliau pun mengalami itu loh. Pengalaman itu akhirnya menjadikan beliau lebih berprestasi lagi ternyata. 

Hj. Ananda ketika memberikan
Materi public speaking

Fyi, mbak Nanda kalo ngasi materi itu sangat interaktif. Susah banget mau ambil foto yang jelas karena beliau terus bergerak kesana kemari sambil menjelaskan. Blur kan fotonya tuh (alasan aja sih, padahal emang kameranya kurang joss, hahaha

Biarkan hidup mengalir, tapi  jangan biarkan berbagai kesempatan pergi. Hj. Ananda tidak pernah bercita-cita menjadi anggota DPR, as you know beliau adalah dokter. Tapi akhirnya, dengan berbagai kesempatan dan pacuan di depan mata, membawa beliau menjadi ketua DPRD yang membawa aspirasi rakyat, sekaligus menjadi tokoh inspiratif bagi perempuan kalsel. 

Padahal tuh ya, tokoh seinspiratif beliau ini, udah cocok bikin buku biografi perjalanan hidup. Karena cerita hidupnya sudah banyak memotivasi orang lain, terutama perempuan kalimantan yang dari dulu cenderung tertinggal dari masyarakat jawa. Beliau mematahkan anggapan itu. Semoga aja nanti ada ya. 

Public speaking can take you to the place 
that you never imagine before
(Hj. Ananda) 

Jadi buat siapapun kalian, jika ada kesempatan untuk belajar public speaking. Ambillah kesempatan itu. Skill ini mungkin akan bermanfaat sewaktu-waktu kapan pun itu kita tidak akan tau. Atau apapun ilmu itu, jika ada kesempatan mendapat ilmu baru, ambillah kesempatan itu. Entah kapan ilmu itu akan digunakan, yang penting sudah tertanam di kepala. 

Setelah training selesai, pukul 13.00 tentu saja tidak lupa foto bareng sama narasumber inspiratifnya yaitu Hj. Ananda bersama seluruh teman blogger saya di female blogger of Banjarmasin. Semoga nanti bisa menerima ilmu lagi dari Mbak Nanda di lain kesempatan. 

Foto Bareng Hj. Ananda
Dan tim female blogger of Banjarmasin


40 comments :

  1. Masya Allah, semua yang di atas itu, so true banget!

    I've been there, dear, recently!

    25 Oktober 2018 lalu, is my debut to share ma experience in front of 100 people which is public and high school student.

    Cuma punya waktu 2 minggu buat siapin materi dan belajar public speaking, HIHIHI.

    3L itu, so true banget! Latihan, Latihan dan Latihan lagi.
    Plus doa, of course, my dear.

    Alhamdullillah, everything smooth just like I expected ^^

    Mau share juga tentang pengalaman ini di blog, kayaknya seru, HIHIHI...


    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam hormat buat suhu public speaking nih. Kalo Mbak anna sih, uda kenyang pengalaman dari muda sampe pensiun ya mbak, pantes aja sih kalo sekarang jadi mastah dan ngasi training dimana-dimana.. Thank you selalu membimbing aku yaaa..

      Delete
  2. Kalau untuk public speaking, saya ikut Toastmasters Club. Club public speaking ini ada di berbagai negara. Di Indonesia juga ada banyak banget. Saya dulu pernah ikut yang di Bali dan Surabaya. Sekarang di Finlandia, juga ikut lagi cuman beberapa kali aja. Sekarang ada kesibukan yang lain, jadi off dulu latihan public speakingnya. Sukses ya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah.. Itu public speaking beken kaka.. Keren nih uda di ikut di Indonesia masi lanjut di finlan, ini sih pasti uda mastah juga..��

      Delete
  3. Dan saya adalah orang yang grogi banget kalau ngomong di depan orang banyak gitu. Sepertinya saya perlu latihan terus biar bisa. Sekarang memang public speaking itu penting karena setiap orang yang bisnis harus bisa menyampaikan produknya ke orang lain dengan baik dan lancar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa karena biasa ya mba. Semangat latihan..

      Delete
  4. Saya juga pingin ih belajar publik speaking... Tapi.... Duh, pede gak Yaaaa...😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk ah belajar dulu, ntar lama2 juga biasa

      Delete
  5. Salah satu kekurangan aku nih, apalagi bicara di depan umum. Gak nyaman aja rasanya ...:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi pusat perhatian memang bikin deg-degan banget

      Delete
  6. Aku juga mau belajar. Dulu zaman sekolah latihan publik speaking lewat pidato2 gitu. Karena beberapa kali pakai bahasa asing jadi suka belibet. Kudu latihan2. Sekarang udah jarang ngomong, hahaha. Kudu belajar mengulang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh ud jago pidato nih, pake bahasa asing pula. Tinggal di poles dikit mah ini cincay lah

      Delete
  7. Nggak gampang ya ternyata belajar publik speaking. Aku dulu benar pidato di sekolah,tapi tetep grogi haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk..bener mba, ga gampang ternyata ya. Kirain mah asal bisa ngomong teratur udah aja. Ternyata ga sesimpel itu

      Delete
  8. Setuju, bahkan ibu rumahtangga pun butuh belajar public speaking minimal agar bisa mwntransfer ke anak2nya bagaimana cara berpendapat dengan benar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betulll.. Nantinya anak2 akan mudah mengerti maksud kita ya. Anak2 pun jadi belajar bagaimana bertutur kalo di dunia luar karena meniru ibunya

      Delete
  9. Mang Public Speaking is so ethi g. Pengen deh belajar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk bun, belajar lagi.. Bunda pasti jago nih

      Delete
  10. Penting banget klo menurut saya ini mba..apapun profesinya. Seneng soalnya klo ngobrol/liat orang yang kemampuan public speakingnya bagus.

    Kadang wajahnya biasa...public speaking bagus..bisa terpesona aku mba��

    ReplyDelete
  11. Eye contact memang penting mba dalam public speaking. Sebagai marketing aku bisa tahu kejujuran customer itu dari kontak mata.

    ReplyDelete
  12. Pengen belajar public speaking.
    Krn jangankan bicara di depan umum. Saya kadang grogi ngobrol tatap muka ��

    ReplyDelete
  13. Sebagai trainer juga aku mengakui public speakingku ga tll bagus mba hehhee jadi masih terus belajar apalagi aku punya beban mesti deliver materi ke karyawan

    ReplyDelete
  14. Aku pengen banget ikut kelas public speaking juga. Pengen bisa bicara di depan publik dengan lancar, humble dan percaya diri. Pengalaman yang sudah-sudah, rasanya kalimat-kalimat yang saya ucapkan itu mendadak hilang, belum bisa luwes dalam improvisasi dan visualisasi. Intinya kaku banget dan grogi

    ReplyDelete
  15. Kalau menurutku sih penting sekali, karena bukan berarti kita gak akan pernah berbicara didepan umum kan? Apalagi bisa sharing dengan yang lain. Kalau aku nih masih terus belajar untuk kecepatan berbicara, kadang bisa cepet kadang intonasi lambat malah aneh. HAhahahaa

    ReplyDelete
  16. Saya baru kali ini ikut acara kya ginian dan beneran takjub dengan prestasinya mbak nanda. Dulu dikira prestasi beliau cuma puteri indonesia. Ternyat a memang lebih dari itu.

    ReplyDelete
  17. Tulisan mb ruli plg lengkap nih. Hihi. Smg dg tambah ilmu di public speaking ini bs bikin mb lulus seleksi beasiswa di berikutnya ya mba. Ttp semangat!

    ReplyDelete
  18. Huaa.. Inspiratif sekali. Public speaking kan ilmu berkomunikasi ya. Siapa pun tetep butuh lah krn kita butuh berinteraksi

    ReplyDelete
  19. Public speaking dibutuhkan semua ibu agar bisa berkomunikasi dg baik dg anak2nya hahahahaha

    ReplyDelete
  20. Di Batam sering juga ada acara-acara semacam ini, tapi saya belum rejeki buat ikutan.

    ReplyDelete
  21. Kalo saya udah suka pesimis duluan buat ngomong. Soalnya semua orang bilang suara saya cempreng. Hikz...

    ReplyDelete
  22. Public speaking itu penting banget. Gak hanya buat orang yang memang sering tampil di depan umum. Bahkan blogger kayak kita juga penting. Huhuhu... aku masih belom bisa ngomong di depan banyak orang. Bisanya jago kandang. Noted deh tipsnya. Mau aku coba praketekin. :D

    ReplyDelete
  23. Aku pengin banget nih mba belajar soal public speaking. Yang soal ice breaking tadi loh, itu beneran penting. Krik krik banget ketika kita melemparkan jokes tapi pesertanya hanya diam tak berekspresi. Kebayang kan betapa berkeringatnya kalau hal seperti itu terjadi.

    ReplyDelete
  24. Soal public speaking itu pr banget buatku. Aku tuh gampang gugup, terus ngeblank. Mana kalau ngomong suka kecepetan

    ReplyDelete
  25. Sekalipun untuk IRT, public speaking ini perlu mbak. Hal ini terasa banget saat ada rapat-rapat dengan para walimurid di sekolah anak. Orangtua yg tidak memiliki kemampuan public speaking tidak akan mau menyuarakan pendapatnya di tengah-tengah acara. Tp kalo di belakang dia yg paling heboh. Suka sebel sih sm org tipikal kayak gini, tp ya gimana emang dianya ga berani kita bisa apa ya?

    ReplyDelete
  26. Mbaaak, siapa itu Mbak Nanda? kok saya tak mengenalnya, ampun. :( Saya nak Kaltim Mbak, eh Mbak btwe dirimu lagi nyobain beasiswa apa?

    ReplyDelete
  27. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  28. Penting banget, bahkan sampai sekarang aku merasaasih kurang dalam hal ini dan mau memperdalam lagi lebih jauh untuk lebih baik lagi

    Btw itu Hj. Ananda idola banget dari jaman SMA sebagai salah satu putri daerah Kalsel yang berprstasi hingga nasional dan dia akhirnya tetap memilih kembali membangun daerahnya, pasahal kalau mau eksis nasional mah bisa banget

    Lebih menakjubkan berbagi ilmu dengan ibu2 daerah seperti ini, love banget

    ReplyDelete
  29. Penting banget memang public speaking ini buat siapa saja. Alhamdulillah kemarin dapat ilmu dari acara tersebut

    ReplyDelete
  30. klo di bidang pekerjaan ku sekarang penting banget mba skill public speaking dan kepercayaan diri utk presenting...
    harus beajar dna upgrade terus ilmunya nih

    ReplyDelete
  31. Karena sering kedapuk jadi MC, bagiku kemampuan public speaking perlu dipelajari. Kl lingkup kebutuhannya utk mc arisan krn sbg sekretaris, masih bisalah otodidak. Tapi ketika dibutuhkan utk berbicara di forum yg formal, perlu ditingkatkan dengan kursus.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan saya, Semoga bermanfaat. Ambil baiknya tinggalkan buruknya. Silakan tinggalkan komen yang santun ya tapi jangan tinggalin link hidup. Apalah arti tulisan saya tanpa kehadiran kalian..

ruliretno.com | BLOG DESIGN BY Labinastudio