Sambal Gami Khas Bontang, Favorit Warga Samarinda

Assalamu'alaikum
ketika awal saya tinggal di Samarinda, saya mencoba mencari apa yang menjadi khas dari daerah ini membandingkan dengan kota asal saya Banjarmasin yang merupakan tetangga propinsinya, karena saya lihat kuliner dan oleh-oleh makanan antara Kaltim dan Kalsel cenderung sama saja. Akhirnya saya menemukan Sambal Gami khas Bontang ini yang menjadi kuliner favorit warga Samarinda.

Sambal Gami Kerapu

Bagaimana saya bisa menyebutnya favorit? karena depot yang menjual sambal gami ini cukup banyak tersebar di berbagai area di Samarinda, saya mengartikan banyaknya jumlah penjual ini menandakan banyaknya peminat kuliner ini.

Nah, di sambal gami favorit saya yang dekat rumah, sambal gaminya cukup laris manis juga, jadi bila kita datang kesana agak malam dikit maka kita harus siap dengan menu yang sudah banyak habis dan kita hanya bisa mencoba sisanya. ketika saya makan sambal gami di depot lain pun sama, menunya cepat sekali habis. dari situlah saya menyimpulkan bahwa sambal gami ini merupakan kuliner favorit warga Samarinda.

Baca juga : 10 Kuliner Enak Seputar Samarinda ala Ojek Online

sebenarnya Sambal Gami ini bukan sambal khas Samarinda, melainkan khas dari kota tetangganya yaitu Bontang. Namun karena peluang usaha yang menjanjikan, menunya di sukai banyak orang, wajar saja jika akhirnya menjadi kuliner favorit di kota sebelahnya, Samarinda. Di Samarinda sendiri, penduduknya terdiri dari berbagai suku pendatang. Banyak juga yang orang Banjarmasin seperti saya, suku Jawa juga dominan sekali, pendatang dari Kutai, Bontang, Tenggarong, yang merupakan kota-kota sekitaran Samarinda juga etnis tiong hoa.

Menu

Kalau di Bontang sendiri, sambal gami biasa disajikan bersama ikan Bawis. yang konon katanya hanya mudah ditemukan di perairan Bontang sendiri. Benar saja, selama saya makan sambal gami di Samarinda, menunya belum ketemu ikan Bawis. Yang tersedia biasanya sambal gami di masak dengan Telur, Ikan Kerapu, Tuday, Ceker, Ayam, Cumi, dan jenis ikan lainnya. oh iya, tau tuday gak? itu bukan nama ikan loh. Ternyata tuday itu nama lain untuk Kerang Dara, pecinta seafood pasti tau kerang dara kan?

Cara Memasak

Inilah yang menjadi khas banget, karena sambal Gami ini di masak seperti hotplate namun media yang digunakan adalah cobek. Ya, cobek di letakkan diatas api, sambal di masak bersama ikan yang akan di sajikan. Cesssssss.... Makanan disajikan diatas meja dengan masih meletup-letup karena mendidih, persis seperti sajian hotplate. Uniknya lagi, cobek yang digunakan harus cobek tanah liat, gak bisa pakai cobek batu atau batang kelapa. Kalau mengikuti tradisi sih sebenarnya cobeknya juga di masak diatas kayu bakar. cuma untuk saat ini sudah sulit menggunakan kayu bakar. selain kurang higienis dan sulit mencari kayu bakarnya, juga efisiensi waktu pemasakannya.

Bahan

bahan yang digunakan untuk sambal cenderung sama seperti sambal terasi, bedanya sambal gami menggunakan gula merah. bawang dan tomatnya dipotong kasar agak besar, jadi tidak di uleg sampai halus gitu.

Harga

Harga sambal gami bervariasi tergantung lauk yang dipilih. gami dengan lauk telur, ceker, cenderung murah di bawah Rp.20.000 sudah bisa disantap bersama sepiring nasi hangat. Yang harganya menengah pilih saja lauk Ayam sekitaran Rp.25.000. yang lebih tinggi biasanya jika memilih lauk cumi, tuday, kerapu, nila, dan sejenisnya biasanya diatas Rp.30.000.

Dimana belinya ?

Di Samarinda banyak banget yang jual sambal gami. kalian bisa mencarinya di google maps atau di aplikasi go-food. Kalau favorit saya di Sambal Gami Mamah Alif, ada di jalan rambai, Samarinda Ulu. bukanya hanya dari sore hingga malam. kalo datang agak kemalaman siap-siap pada habis menunya.

Favorit saya

Rasa

Rasa ini kan soal selera ya, cuma kalau versi saya karena ada beberapa sambal gami yang saya coba kan favorit saya jatuh ke sambal gami mama alif di jalan rambai itu. Saya penyuka pedas, cukup memilih yang pedasnya sedang itu cukup membuat perut tetap aman. rasanya tidak seperti sambal terasi meski bahan relatif sama. Ada rasa asam-asam dari tomat yang di potong kasar, ada  manis-manis dari gula dalam sambalnya. bawang merahnya membuat gurih dan aromanya menggugah selera makan. Untuk saya yang suka selera asin pedas, ini rasanya pas.

Sambal Gami Telur dan es teh manis


Minus
- tidak disajikan bersama sayur. mungkin kandungan sayur yang kita dapat hanya dari potongan tomat dan cabai.
- minyak melimpah, kalau lagi batuk memakan menu ini mungkin kurang cocok
- sama seperti sajian hotplate, jika tidak hati-hati, cobek panasnya bisa melukai kulit.

Secara keseluruhan, minusnya tidak mengganggu sampai mengurangi selera makan kok, no problemo, kecuali kalau lagi batuk.  Bisa makin parah batuk karena ini berminyak dan pedas.  Jadi kalau kalian mau bertandang ke Samarinda atau Bontang, jangan lupa mencicipi kuliner yang satu ini, enak! 

28 comments :

  1. Pengen icip. Aromanya berasa sampai ke sini. :D

    ReplyDelete
  2. Heuuu berhubung saya kurang tahan makan masakan pedas, jadi saya belum tertarik untuk mencoba. Tapi bolehlah nih nanti kalau ke Kaltim saya rekomendasikan ke suami yang doyan sambal. Icip2 sambal gami sebagai pengganti sambal acan khasl Kalsel.

    ReplyDelete
  3. Koq jadi pengen nyoba ya, ngiler jadinya, bener deh. Sekaligus penasaran juga, karena bahannya sama dg sambal terasi tapi ga sama soal rasa. Hmmm.... Makasih ya mba sudah bikin pinisirin saye ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mungkin faktor media untuk memasaknya dan tambahan lainnya ya mba

      Delete
  4. Sambalnya menggoda buat di coba mbak, boleh lah kalo di kirim ke rumah saya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Andai bisa di paket ya saya bakal open order dah.. Wkwkwk

      Delete
  5. wah.. siang2 kayakk gini lihat yang ginian jadi laper Mba, kayaknya sambal gaminya enak ya Mbak, pinginlah cobain kapan2 ke sana... heheh

    ReplyDelete
  6. Waaah mbaa, baru tau lg ada sambel gami ini.. Aku penyuka sambel soalnya. Kalo makan pokoknya hrs ada sambel. Makin pedes, makin suka :). Sayang jauh banget ini sambel gami :(.. Ntah kapan bisa ke sana ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi aku juga kurang selera makan kalo ga pedes

      Delete
  7. entah kenapa, kalau lagi baca masalah sambal pasti Wayan nya ngiler 😂, aya ini tipe pecinta sambal kelas tinggi, makanya badan nya ga tinggi eh 😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha aya ini.. Ayo kita nyambel bareng

      Delete
  8. Malem2 baca ini tiba2 laparr.. Mba ruli kalo ulun makan malem2 gini tanggung jawab ya kalo BB naik. Haha.. Itu sambelnya beneran bikin ngiler. ��

    ReplyDelete
  9. Keliatannya enak ya tp sayang, aku ga bisa makan sambal-sambal yg kayak begitu karena ga suka aroma cabek yg ulekan. Huhu :( padahal menggiurkan banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan di cium rim. di makan aja sambalnya hehehe

      Delete
  10. Wah enak bgt mbaa. Eny blm pernah lo makan ikan kerapu nih hehe mau nyoba deh

    ReplyDelete
  11. Ngilerr, sebagai pecinta sambal pingin coba. Bahannya sebenernya ga aneh juga ya tp rasa masakan kok bisa beda seandainya dimasak di jawa

    ReplyDelete
  12. Duh, keliatannya enak..
    Jadi inget sodara di Bontang..😁

    ReplyDelete
  13. Saya suka sambal. Biasanya bikin nafsu makan makin bertambah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. salah satu penyokong kenaikan bb hehehehe

      Delete
  14. sebagai pecinta sambal, aku harus mampir ke sana kalo lagi lewat ya mba hehehe.. (kalo lagi mau ke sangatta)

    ReplyDelete
  15. Wow... surprise baca caranya memasak sambal pakai cobek yang dipanggang di atas api ...
    Pasti rasanya enak banget,ya.

    Jadi penasaran pengin nyobain

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan saya, Semoga bermanfaat. Ambil baiknya tinggalkan buruknya. Silakan tinggalkan komen yang santun ya tapi jangan tinggalin link hidup. Apalah arti tulisan saya tanpa kehadiran kalian..

ruliretno.com | BLOG DESIGN BY Labinastudio