Mama yang Tidak Pernah Berhenti Mencintaimu

"Mama gak sayang sama Qori!" kalimat itu terus terngiang di telingaku pasca perdebatan tadi pagi. Kalimat itu di ucapkan Qori setelah aku memenangkan perdebatan yang artinya hari itu Qori tidak sekolah, sesuai keinginanku.


Sepanjang karirku menjadi ibu, kalimat itu paling menyakitkan. Akhirnya aku menangis. Hanya sebelumnya aku masih berusaha membantah apa yang di ucapkannya. Aku bilang, kalau Mama tidak sayang, tidak mungkin Mama ada disini sekarang, tidak mungkin mau merawat Qori. Setelah itu aku sangat menyesal mengucapkan itu. Kenapa aku jadi pamrih merawat anakku. Ah.. Pagi itu sangat menyakitkan. Qori masuk ke kamarmya dalam keadaan menangis. Aku pun demikian. 

Aku baru keluar kamar setelah suasana hatiku membaik, kulihat Qori masih dalam kamarnya. Masih dalam suasana sedih aku berusaha tidak mengabaikan adiknya Qori yang 2 orang balita ini. Ku alihkan perhatianku pada kesibukan tapi sulit. Masih ingat terus kejadian tadi pagi.

Jadi ceritanya tadi malam Qori itu demam tinggi. Sepertinya Qori sangat kelelahan minggu ini karena pelajaran padat dan ada kegiatan luar yaitu berenang. Malamnya Ia demam. Aku siaga tidur bersamanya takut kenapa-napa karena panasnya suhu badannya mencapai 38.9°


Malam itu ku berikan Qori Tempra untuk penurun demamnya dan banyak air putih. Lalu aku minta Qori segera tidur. Bangun paginya, alhamdulillah demamnya sudah turun, tapi mendengar info hari ini akan ada kegiatan prakarya. Aku khawatir Qori capek lagi, apalagi aku lihat, meskipun tidak demam tapi wajahnya pucat.

Itulah awal perdebatan kami, karena aku tidak mengijinkannya sekolah. Sementara Qori sangat ingin sekolah karena ada kegiatan prakarya favoritnya. Jika mengingat kejadian terdahulu, Qori juga pernah demam saat malam, lalu sekolah. Akhirnya Ia yang belum sembuh benar dan belum jelas sakit apa, demam lagi di sekolah. Itulah yang aku khawatirkan.

Saat itu, Qori demam tinggi sampai muntah-muntah di sekolah hingga akhirnya gurunya menelepon dan meminta Qori di jemput saja. Itulah yang tidak ingin kuulangi. Aku tidak ingin jemput-jemput anak yang sakit, lebih baik di rumah saja beristirahat. Apakah aku berburuk sangka? Tidak kok. Satu hal yang sulit di jelaskan oleh para Ibu adalah 'firasat ibu' dimana saat itu firasatku bilang Ia akan demam lagi pada siang hari.

Dan, kekhawatiran akan firasatku ini jadi kenyataan. Sekitar pukul 10.00 pagi, Qori demam tinggi lagi. Yah.. Efek Tempra pasti sudah hilang karena terakhir minum tadi malam. Akhirnya ku putuskan meminumkannya lagi pagi ini karena masih diperlukan.

Kenapa aku memilih Tempra, padahal obat parasetamol kan banyak? Alasanku memilih tempra adalah 

  1. Kandungannya aman
  2. Dosisnya tepat 
  3. Tidak perlu dikocok dan larut 100%
  4. Bekerja cepat langsung ke pusat nyeri
  5. Tidak menyebabkan iritasi lambung.
  6. Tidak mengandung alkohol
  7. Di rekomendasikan para dokter anak
  8. Harganya terjangkau dan mudah di dapat.

Setelah minum obat dia pun mulai ngantuk, bukan karena efek obat melainkan memang karena dia sakit akibat kelelahan. Pada dasarnya yang dia butuhkan hanyalah istirahat yang cukup dan Tempra sebagai penurun demamnya. Sambil membelai rambutnya aku minta Qori tidak mengucapkan kalimat itu lagi, aku meyakinkannya bahwa Aku tidak pernah berhenti mencintainya kapan pun, dan semua yang aku lakukan adalah untuk kebaikannya. Qori pun mengangguk dan tertidur pulas setelah ku perlakukan dengan manis.

Syukurlah perdebatan tadi pagi hanya emosional Qori yang sesaat saja karena saking inginnya dia sekolah. Untuk Tempra aku memang tidak perlu banyak kawatir karena sudah menjadi andalan keluarga sejak dulu. Sejak Qori masih anak tunggal dulu hingga sekarang Qori sudah punya 2 adik. Adiknya memakai Tempra drops Sedangkan Qori memakai Tempra Syrup. Dimana Tempra drops di konsumsi untuk anak berusia 0-24 bulan. Sedangkan Tempra Syrup efektif untuk anak berusia 1-6 tahun. 

Tempra Drops dan syrup
Stok di rumah

Andai Aku bisa ungkapkan semua perasaanku, Aku mau bilang, Tidak ada satu pun ibu yang membenci anaknya, nak! Tidak ada yang tidak sayang. Tidak ada yang ingin menyusahkan anaknya dengan banyak aturan. Hanya saja Qori tidak tau itu. Memang tidak semua hal bisa kuceritakan pada Qori mengingat usianya yang masih kecil, bahasa penyampaiannya belum cocok Ia dengar, menurutku. Jadi Aku hanya menyampaikan ungkapan hatiku yang ringan dan mudah Dia mengerti. Dia hanya tahu Mama menghalangi niatnya untuk sekolah dan membuat prakarya, lalu Ia kesal. Dengan kejadian demam ini Alhamdulillah Qori mengerti, bahwa mama memang selalu punya firasat, insting, yang kadang Mama sendiri Sulit menceritakan bagaimana perasaan itu, yang jelas semua bentuk larangan untuk sekolah ini adalah semata-mata karena aku kawatir dan sangat mencintainya.

Sore harinya, Qori yang sudah tampak bugar dan sehat, ternyata membuatkan sebuah surat untukku. Tidak ku sangka isi suratnya sangat manis sampai-sampai aku tidak tahan meneteskan air mata lagi. Begini isi suratnya.

Surat Kecil Qori
Mama maafin Qori soal Mama gak sayang Qori. Sekarang Qori tau betapa hebatnya bisa ngerawat Qori dari waktu kecil hingga besar. Mamah gak peduli ucapan Qori sehingga Mama masih sayang sama Qori Qowiy dan Qodhi terimakasih

I love mother

Tidak terasa air mata menetes lagi. Betapa beruntungnya Aku memiliki Qori. Meskipun kadang harus berdebat, Qori tetaplah sangat manis bagiku. Ia selalu bisa mengungkapkan perasaannya melalui tulisan. Sepertinya Qori juga berbakat jadi blogger nanti. 😂😂 Tidak apa kalau aku di bilang emak baper dan cengeng karena dikit-dikit nangis, hahaha. Karena memang anakku yang satu ini jago bikin kalimat yang melelehkan hati Mamanya.
Ini memang hanya kesalah pahaman. Salahku seharusnya tadi kami tidak berdebat tapi berbicara baik-baik. Mungkin karena dia memang buru-buru sudah pakai seragam lalu saya tidak bisa lagi menyampaikan dengan baik dan lembut, ini salahku.


Ah Qori andai kamu tau betapa tersiksanya Mama tadi dengan tuduhan tidak sayang lagi padamu, nak. Tolong jangan pernah ucapkan itu lagi ya nak. Mama hanya ingin Qori sehat, sehingga Qori bisa melakukan banyak hal dengan stamina yang oke. Mama janji akan menyelesaikan segala yang Qori butuhkan dengan lemah lembut dan tanpa perdebatan dan Qori juga nurut dengan apa yang Mama sampaikan. Kita sama-sama berubah ya nak. Dan semoga Qori cepat sembuh dan bugar supaya bisa sekolah lagi besok.




Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.

27 comments :

  1. Rani juga lagi doyan-doyannya nulis nih, kadang bikin surat, kadang bikin soal matematika yang jawabannya dia kerjain sendiri. Hihihi anak-anak emang lucu yaa

    ReplyDelete
  2. Aku terharu bangettttttt, huhu aku sering kayak qori kalau keinginanku nggak kesampaian. Apalagi keinginan kecil semacam pengin ke sekolah karena ada subject fav

    ReplyDelete
  3. selalu ada cinta untuk Qori dari mama pastinya, pasti sedih kalau mendengar hal itu dari anak-anak, saya pun begitu

    ReplyDelete
  4. kalau anakku demam, aku juga lebih memilih penurun panas yang mengandung parasetamol....
    sehat-sehat ya kakak Qori, bentar lagi liburan nih...kan sayang kalau sakit pas liburan...

    ReplyDelete
  5. Anakku juga sih minum parasetamol tapi yang sirup karena masih 9 bulan. Sehat selalu yah qori

    ReplyDelete
  6. tempra ini adalah stok wajib dirumah, karena anakku termasuk yang cocok cocokan masalah obat jadi pas pakai tempra cocok yaudah lanjut sampe sekarang.

    ReplyDelete
  7. Wah Qori anak yang rajin, tapi nanti kalau sudah besar jangan jadi males ya Qori ke sekolah hehe. Di rumah sih juga selalu sedia obat penurun panas seperti tempra karena adek aku sangat rentan terhadap penyakit. Tapi setau aku kalau mau minum tempra, jangan biarkan perut kosong ya :")

    ReplyDelete
  8. IS lah mbak, aku jadi teringat kalau aku sepertinya perlu nulis surat juga untuk ibu. Karena dulu agak nakal, membayangkan ibu menangis bahagia baca surat dariku itu sesuatu

    ReplyDelete
  9. Qori pintar ya, sudah bisa bikin surat meski usianya masih muda, san masih kecil :))

    ReplyDelete
  10. Duuuh..terharuuu baca surat dari Qori. Anak pintar, sudah bisa mengungkapkan perasaannya. Sebagai ibu, kita memang ingin memberikan yang terbaik, tapi anak suka salah ngira, ya, Mbak ... :)

    ReplyDelete
  11. Oh my... So sweet sekali anaknya. Aku tak bisa mengungkapkan langsung begitu sih sama mama. Cuma bisa lakuin hal-hal yang bisa sedikit membantu mama untuk mengungkapkan bahwa aku begitu menyayanginya. Ini lho yg bisa aku berikan, ya walau tak sebanding dengan pengorbanan dirimu. Paling gitu lah dalam hati. Wkwkk

    ReplyDelete
  12. Manis banget surat kecilnya

    Ibu2 memang slalu hawatirin anak dan kadang anak salah tangkap hingga akhirnya berdebat

    Lekas sembuh, Qori

    ReplyDelete
  13. Aku paling terharu kalau ada yang posting dapat surat cinta dari anaknya, anak2ku masih blm bisa bikin, paling banter masih cium2 dan peluk2 aku hehe.
    Gak sabar nunggu mereka bisa nulis surat juga untukku :D

    ReplyDelete
  14. Qori yang pinter... sudah sembuh ya sekarang? Suatu saat nanti pasti kamu akan semakin paham bahwa mama sangat sayang padamu :)

    Btw kalo Faiq belum pernah bikin surat kayak gini ke aku, Mbak :D

    ReplyDelete
  15. Qory pinter deh....bisa bikin surat begitu...sehat terus ya nak...

    Buat mamah..semoga sukses lombanya.

    ReplyDelete
  16. Qori anak baik, seneng dengan semua kegiatannya. Kadang memang dilema sebagai orang tua, pengen menjaga kesehatan anak. Semiga anak-anak dan keluarga sehat selalu ya

    ReplyDelete
  17. Membaca surat dari Qori memang membuat terharu, sebuah ungkapan perasaan yang jujur dari hati. Semoga sehat ya Qori dan bisa ceria kembali

    ReplyDelete
  18. Tempra ini brrarti bagus bgt ya mba untuk obat obatan seperti itu udah pasti aman banget untuk mengobati penyakit.

    ReplyDelete
  19. Pinter banget ya si Kecil.
    Btw, tentang obat, aku termasuk yang enggak mau ngasih obat sering2 heuheue... kasian anaknya euy

    ReplyDelete
  20. Ya ampunn..sampe nulis surat segala mba..so sweet...anakku ga pernah. Cowok kali yaa..

    Bener mba..anakku klo ada indikasi demam, tak minta di rumah dulu..soalnya aku juga pernah kejadian diminta jemput sebelum saat pulang karena demam di sekolah

    ReplyDelete
  21. Kasih ibu tak terhingga sepanjang masa~ Sweet banget Qori bisa bikin surat bgituan, Ibu memang yang terbaik, walaupun kadang kita suka melawannya :)

    ReplyDelete
  22. Tisu mana tisu... Ini ponakan2ku juga lagi demam hiks. Hampir di kasih puyer warung sama mamaku yang emang suka asal. Kayaknya aku harus nyetok tempra juga nih. Cuaca lagi tidak bersahabat

    ReplyDelete
  23. Tempra memang pilihan terbaik orangtua kala anaknya sakit ya mba :)

    ReplyDelete
  24. Ahh,, Qori so sweet ya.. ortu mana yg ga akan meleleh baca surat cinta dari anaknya. Untung mama Qori selalu sedia tempra di rumah.
    Btw, Salam kenal mbak

    ReplyDelete
  25. Kalo kita berselisih sama anak yg sakit hati ga anaknya aja ya mba, emaknya lebih lebih lagi sakitnya... Tapi untungnya happy ending ya, seneng liatnya. Kalo si sulungku kadang buat surat2an juga, ini cinta katanya buat ummi, isinya ya sandi rumput sih krn emang belum bisa baca tulis, tapi itu aja bikin diriku terharu mba. Ih, ga sabar dia bisa kaya kaka Qory

    ReplyDelete
  26. sweet banget sih Qory mbak, pinter banget bikin mamanya baper nih.. aku juga jadi ikutan baper baca surat Qory hehe

    ReplyDelete
  27. Qori pintar banget. Suratnya bikin meleleh. :")

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan saya, Semoga bermanfaat. Ambil baiknya tinggalkan buruknya. Silakan tinggalkan komen yang santun ya tapi jangan tinggalin link hidup. Apalah arti tulisan saya tanpa kehadiran kalian..

ruliretno.com | BLOG DESIGN BY Labinastudio