Ketika harus 3x SC (Kisah Kelahiran Trio Q)

March 22, 2017
Assalamu'alaikum
anak-anakku.. kali ini blogpost nya untuk kalian. Mama mau cerita, kenapa kalian ber-3 harus lahir secara operasi caesar. ada masalah apa sama mama? atau mama sekedar males berjuang? atau ada suatu peristiwa yang akhirnya mengharuskan operasi?


Bedah sesar (bahasa Inggriscaesarean section atau cesarean section dalam Inggris-Amerika), disebut juga dengan seksio sesarea (disingkat dengan sc) adalah proses persalinan dengan Melalui pembedahan di mana irisan dilakukan diperut ibu(laparatomi) dan rahim (histerotomi) untuk mengeluarkan bayi. Bedah caesar umumnya dilakukan ketika proses persalinan normal tidak memungkinkan karena berisiko kepada komplikasi medis lainnya. (wikipedia) 

1. kelahiran Mba Qorira

Mba Qori adalah satu-satunya anak yang lahirnya ontime sesuai HPL. tepat hari ke-3 setelah lebaran Idul Fitri yang waktu itu hari minggu. Mama sudah ngerasain mules ga karuan sejak jam 2 siang dan sudah ada bercak darah. tapi intensitasnya masih jarang yaitu per-setengah jam. papamu menduga itu hanya kontraksi palsu, sedangkan mama sudah yakin itu akan lahiran dari bercak darah yang keluar itu meski hanya setetes noda.

anehnya di cek ke bidan deket rumah, ga ada bukaan. fixed lah itu hanya kontraksi palsu. tapi karena papa mu di infokan dokter sebelumnya bahwa harus operasi caesar karena bobotmu sudah sangat besar, terakhir kali cek sudah 3,6 kg papa nekat membawa mama ke RS langsung pesan kamar, langsung telpon dokternya. ya karena semua di rencanakan.

entah mama yang kurang berjuang untuk lahir normal, karena mama baru, karena kurang ilmu dan tentunya karena takut lahiran. mama nurut aja di suruh dokter SC karena bayinya besar. akhiranya di rencanakan lahiran senin pagi pukul 08.00. ya sudah deh mama akan mulai puasa jam 10 malam untuk persiapan operasi.

tapi siapa sangka setelah magrib mama sudah kontraksi hebat, setelah di cek sudah bukaan 3, cepet juga ya. andai saat itu mama memaksa lahiran normal mungkin bisa. tapi di cek memang janinnya ga turun-turun. ah entahlah pokoknya saat itu semua sudah gak karuan rasanya. kontraksinya sudah per 5 menit dan kepala bayi belum juga turun. berarti benar kata dokter mungkin, pinggul mama sempit untuk kamu yang chubby ya mba Qori.

Qorira beberapa jam setelah di lahirkan,
 imut, rambutnya lebat Dan chubby
tanpa mau menunggu senin, lahirlah Mba Qori minggu malam di tengah malam :) cerita lengkap bagaimana hari-hari awal menjadi ibu,  nanti mama ceritakan di post yang lain ya.
Qorira usia 2 minggu,  rambutnya makin panjang aja

2. kelahiran Mas Qowiy

Berbekal kelahiran anak pertama yang sc karena besar,  anak kedua mama bertekad kuat lahiran normal. Tentu saja dengan memperkecil ukuran janin. Baca referensi ini itu sudah banyak banget yang bisa lahiran normal setelah sc. 

Akhirnya keliling hunting dokter kandungan yang pro normal.  Anehnya hampir semua dokter disini gak ada yang support lahiran normal jika yang pertama sudah SC. Katanya gak berani ambil resiko. Anehnya 3 dokter kandungan perempuan yang mama datangi semua nyuruh sc lagi. 

Akhirnya mama bertemu RS. Pelita Insani. Saat Qowiy lahir RS ini baru berusia 1 tahun.  Baru banget,  tp RS ini bertaraf international.  Dan Dokter Hari,  satu-satunya dokter yang dukung mama lahir normal. Support banget lah pokoknya. 

Ketika hpl tiba,  ukuran sudah pas.  Bayi di usg terdata hanya 3.3kg kondisi rahim sehat dan pas bisa lahir normal. Tapi..  Allah berkehendak lain.  Sampai lewat seminggu dari hpl belum juga tanda-tanda kontraksi. Sampai akhirnya ketuban keruh,  bayinya terancam keracunan,  terlebih lagi bobot Qowiy sudah mencapai 3.8kg. 

Berat hati harus sc lagi.  Tapi namanya dokter Hari memang support normal, sebelum operasi di mulai beliau sempat tanya,  ada mules gak,  kalau mules,  kita coba lahiran normal saja. Tapi karena memang ga ada sama sekali mules,  di induksi juga ga boleh karena ada riwayat sc.  Jadi ya sudahlah Qowiy lahiran sc juga. 

Awalnya semua berjalan baik,  sampai akhirnya di tengah operasi mama merasa sesak nafas yang benar-benar susah untuk 1 hembusan pun susah,  rasanya uda kaya mau mati. Akhirnya dokter yang mengawasi pernafasan bertindak, Entah gimana mama uda langsung tertidur, samar-samar mama dengar Qowiy di angkat dari rahim dan suara tangisannya serak-serak keras banget. 
Qowiy baru lahir,  setelah IMD
Setelah di kamar rawat, terbangun dari biusan langsung mama IMD,  tiba-tiba dengar ribut-ribut di luar ada yang nangis-nangis juga.  Tanya perawat,  ternyata ada seorang ibu yang kejadiannya mirip Qowiy.

 Jadi HPL sudah lewat,  namun Tetap ingin lahir normal wajarlah karena memang sudah kontraksi bukaan, padahal ketubannya sudah sangat keruh dan membahayakan. Akhirnya bayi bisa lahir normal,  namun 6 jam kemudian wafat karena perutnya penuh lumpur dari ketuban dan keracunan parah. Si ibu katanya yang shock banget yang teriak-teriak tadi.  Kalo gak salah begitu ceritanya. 
Qowiy usia 2 minggu,  kurusan karena ASInya gak banyak

Dari cerita itu mama langsung bersyukur, gapapa lah kamu di lahirkan sc yang penting selamat dan gak keracunan air ketuban.  Mama ga sedih lagi meski gagal melahirkan normal. 

3. Kelahiran Mas Qodhi

Cerita mendebarkan ketika kelahiran Mas Qodhi sudah mama tulis di link Ini ya. Disini mama cuma menulis kenapa harus sc karena..  Jarak lahir Qodhi terlalu dekat dengan Kang Mas Qowiy.  Hanya selisih 22bulan dan beresiko ruptur karena rahim mama sudah sangat tipis. Jadi,  sebelum kontraksi harus sudah di lahirkan duluan. 

Qodhi baru lahir di inkubator
Kebetulan juga kan papa mau bertugas ke sulawesi saat itu,   jadi papa mau tanggal lahirnya sebelum papa berangkat.  Papa mau mengadzankan sendiri ketiga anak kesayangannya.  Dan Allah mengabulkan itu. Alhamdulillah.. 

Qodhi usia seminggu.  Masih sangat ringkih

Nah..  Kalau ada yang bilang operasi SC itu ga sakit,  bukan ibu yang sebenarnya,  dsb, terserah lah orang mau bilang apa.  Yang jelas mama bukan ibu manja yang ogah lahiran normal.  Hanya saja mama tidak perlu menceritakan pembelaan diri mama ke banyak orang kan. Biarin aja kafilah berlalu. 

Mau lahirnya dengan normal atau operasi buat mama yang utama adalah ketika merawat kalian,  membesarkan, dan menanamkan pendidikan lahir batin hingga menjadi anak soleh dan solehah. Aamiin InsyaAllah.. 

Perjuangan mama masih panjang (semoga Allah mengijinkan)  bukan hanya sebatas melahirkan doank. Semoga cerita ini kelak bisa kalian baca jika mama sudah tak mampu lagi bercerita.

Yang penting kalian tau,  tidak ada ibu yang ingin memberi setengah-setengah untuk anak.  Pastilah diberikan yang terbaik semampunya,  jadi kalian anak-anakku jika kelak Qori atau istri dari Qowiy dan Qodhi melahirkan SC jangan pernah kalian berpikir buruk tentang itu sedikit pun. Oke nak!!! 

40 comments:

  1. Apalagi kalo operasinya yg kelas 3, seperti yg pernah kualami saat lahiran anak pertama, duh... sakitnya semingguan lebih pasca operasi.
    Iya enak kalo operasinya yg bayar mahal, bagi mereka yg mampu. Habis lahiran udah kerasa enak katanya. Hihihi.

    Maaf mbak Ruli, aku malah jadi ikutan curhat :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hoalahhh.. Mba diah pernah sc juga yaa.. Semangat mbaaa.. Lain kali pindah aja rs nya hehehe

      Delete
  2. Aku udah dua kali SC.. Minusku tinggi dan hampir semua dokter gak berani ambil resiko untuk lahiran normal. Selain itu sepertinya aku ada kelainan bentuk rahim, dua kali hamil posisi bayi gak ada yang normal. Si kakak sungsang, si adek lintang.

    Apapun cara lahiran, kita tetap ibu seutuhnya :)

    Happy raising kids, mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba marita, iya sih kalo mata minus katanya gak boleh ngeden ya

      Delete
  3. Aku justru salut sama yang lahiran sesar, suka serem sendiri bayangin jahitan masih basah tapi udah harus ngerawat bayi, endebre-endebre. Kalau denger cerita sesar malah ikutan ngilu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba meriska, sebenarnya iya. Bahkan harus ngadain hajatan juga utk aqiqah biasanya jahitan masih basah

      Delete
  4. Yg penting sehat kidosnya smuanya mom Ruli, aku yg ke 2 hampir SC kburu keluar d lorong rmh sakit dpn kmr sc, Krn debay kliit tali pusar^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ampun mom utie.. Lahiran di lorong RS. Itu pasti si dede udah gak sabar pgn ketemu mami nya

      Delete
  5. wah kita rekornya sama dalam soal SC ya mba. Sbnrnya anakku 4. Sayangnya 2 diantarannya sudah jadi penghuni surga. Kalau tidak ada SC banyak ibu-ibu yang memang mempertaruhkan nyawanya demi sang buah hati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhh.. Sabar ya mba christanty, tabungan di akhirat udah ada 2 ya

      Delete
  6. Apapun it caranya, entah melahirkan normal atau dengan bantuan sesar menurutku sama aja mom, yang penting bayinya sehat dan sempurna, kita sebagai ibu bahagia :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe makasih mama nuuran.. Km selalu menginspirasiku

      Delete
  7. Daku udah ngerasain melahirkan normal mau pun caesar, sama-sama sakit yang jelas :D
    Daku malah riweuh sama masa-masa hamil yang lebih payah dari pada melahirkan.
    Yang penting bayi dan ibunya sehat sempurna :)

    ReplyDelete
  8. Mba Qory mirip anak Jepang, kalau Mas Qowiy rada bule. Dek Qowdy mirip mamasnya juga. Moga jadi anak2 yang terbaik ya, Mba. Tak apalah disebut apapun karena melahirkan dengan dibedah. Toh yang dibutuhkan bukan mulut dan jari orang lain, tapi kebahagiaan bersama anak2 dan ayahnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahhh mba nita terimakasih.. Km membesarkan hatiku..

      Delete
  9. ya Allah, imut-imut semua *_*

    Semoga putra putrinya jadi anak yang sholeh dan sholehah ya mba.. Salam kenal ;)

    ReplyDelete
  10. Sebagai calon Ibu yang menunggu kelahiran bayi, saya semakin sadar dan yakin kalau segala usaha kita adalah ikhtiar, baby yang pilih jalan lahirnya dan semua sudah ditetapkan oleh Tuhan ya Mba. Tfs semoga semuanya sehat selalu;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhh sehat2 trs ya mba sandra sampai lahiran

      Delete
  11. Akuoun sc bukan karna kemauan pribadi tp harus...karna kena preklamasi, mending anak yg selamat dibanding mikirin harus normal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba leeviahan.. Intinya yg ptg ke anak aja gitu sehat sempurna

      Delete
  12. Tulisan ini bisa menjadi catatan kehidupan buat anak-anak mba. Akupunktur SC,mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mudah-mudahan tulisanku bermanfaat buat anak2 ku ya mba rach..

      Delete
  13. setiap ibu selalu punya cerita saat melahirkan anak-anaknya yaa Mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah mba irawati dan ceritanya gak pernah sama. Hehehe

      Delete
  14. Terima kasih sudah sharing mba ��. Kl aku baca ini malah tercerahkan bs sesar smpe anak ke3. Semga sehat trs yaa

    ReplyDelete
  15. Eh, salah fokus. Selimut yang dipake Qowy samaan sama anak2 di rumah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi emang enak selimutnya ya mba mildaini

      Delete
  16. Mbak Ruli setelah 3x SC ada suggest untuk tindakan steril gak sih dari dokternya. Kok kemarin aku disuruh steril setelah lahiran yang sekarang karena katanya harus SC lagi yang ke-3 kalinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Engga mba, tdk menyarankan itu karena belum tergolong sangat darurat. Kan steril itu di haramkan jika tdk ada uzur yg benar2 syar'i. Jadi aku jg pke KB aja

      Delete
  17. Seterahlah mereka bicara apa ya mbk,
    Lelah klok ngurusin omongan org2,
    Apapun itu, sesar atw normal, gk pernah ngurangin nilai dr seorang ibu. Dan yg paling utama, semuanya selamat sehat wal afiyat...
    Jd terinspirasi pgn nulis kayak gini juga. Hahayy..
    Tengkiu sharenya ya mbk

    ReplyDelete
  18. Wah, kuat ya mba.. Seorang ibu selalu memiliki kekuatan yang luar biasa.
    Moga aja lahiran anak pertama saya nanti normal. Ngilu denger yg disesar T.T

    ReplyDelete
  19. Saya juga SC semua. Buat saya pokoknya usaha yang terbaik demi keselamatan saya dan anak. Jadi nurut aja apa kata dokter. Orang lain mau bilang apa, terserah aja

    ReplyDelete
  20. aku pun dua-duanya SC, untuk kepentingan ibu dan bayi gak masalah. Semoga sehat selalu ya

    ReplyDelete
  21. Setuju mba Ruly, di zaman modern ini justru para Ibu harus berterimakasih atas kecanggihan teknologi kedokteran sehingga
    para Ibu hamil bisa melahirkan via SC, di zaman dahulu ketika bayi atau ibu bermasalah mau tak mau melahirkan normal dengan resiko kematian.
    Pengalaman saya mirip dengan mba, 2 kali SC karena problem medis, alhamdulillah saya ikutin saran dokter dan gak ngoyo.
    Banyak kasus para Ibu yang anaknya akhirnya menjadi korban (lahir meninggal/keracunan ketuban) karena sang Ibu atau keluarganya memaksakan diri melahirkan normal.
    Thanks for sharing mba

    ReplyDelete
  22. Sharing mba Ruli , riweh gak punya anak lebih dari 1 ! Mau program ini , tp masih maju mundur chantiekk 😅 *jar syahrini

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan saya, Semoga bermanfaat. Ambil baiknya tinggalkan buruknya. silakan tinggalkan komen yang santun ya tapi jangan tinggalin link hidup. Apalah arti tulisan saya tanpa kehadiran kalian..

Powered by Blogger.