Monday, 3 October 2016

Tips Mengajarkan Makanan Halal Pada Anak Sejak Dini

Assalamu'alaikum


   Sebagai orang tua yang menerapkan gaya hidup halal, tentu anda juga ingin anak anda melakukan hal yang sama sejak dini. Tapi kita sendiri juga tidak bisa selalu bersamanya. Bagaimana jika terkena makanan haram saat tidak bersama kita? 


Saat jauh dari anak, saat anak jajan di sekolah atau bepergian tidak bersama kita berbagai hal kita khawatirkan termasuk soal asupannya halal dan thoyib kah? 

Memberi pengertian dengan menjelaskan halal haram mungkin belum bisa di mengerti oleh anak usia dini. Tapi kita bisa mengajarkan melalui bentuk yang lebih sederhana dan mudah di mengerti.

Nah berikut tips yang bisa kita terapkan pada anak sejak dini untuk mengenal halal.

1. Mengenalkan logo halal

Bukan cuma untuk yang sudah sekolah, Bahkan anak yang belum bisa membaca pun bisa kita kenalkan logo halal. Baik itu logo MUI maupun logo bertulis halal. Anak akan dengan mudah mengingat gambar ketimbang mengingat ucapan halal. 

Caranya : ketika ke pasar atau minimarket, tunjukan kepada anak, dengan logo halal boleh dibeli dan tanpa logo halal tidak boleh.

2. Mengenalkan makanan halal haram

Orang tua bisa mengenalkan melalui gambar, seperti gambar babi, anjing, buaya bahwa itu tidak boleh di makan. Jangan lupa tunjukkan gambar sapi, kambing dan ayam sebagai binatang yang boleh dimakan.
Dan ketika itu tidak boleh tunjukkanlah dengan jelas bahwa anda tidak membelinya.

3. Komitmen

Jika anda sudah komit mengajarkan gaya hidup halal. Maka jika ke suatu mall atau pusat kuliner, ketika bersama anak maka komit lah memilih tempat makan yang halal meski anda begitu menginginkan makan yang subhat. Jangan tergoda dan carilah yang sudah jelas halal saja.

4. Disiplin

Ketika anak mulai melirik makanan lain yang belum pasti halal haram, maka yang harus dilakukan adalah disiplin. No is a big no. Sekali tidak tetap tidak. Jangan mau di nego. Karena sekali anda tidak disiplin maka anak akan berusaha terus melakukan nego halal haram yang di khawatirkan sifatnya terbawa hingga besar.

Begitu juga dengan kita, selain disiplin pada anak, kita juga harus disiplin pada diri kita sendiri. Jangan sampai dengan dalih ngidam atau alasan yang tidak uzur kita melalaikan yang halal.

5. Beri contoh terbaik

Anak mungkin gagal jika mendengarkan. Tapi anak tidak mungkin gagal meniru. Anak adalah peniru ulung. Karena itu jika ingin anak anda bergaya hidup halal. Maka anda sendiri yang lebih dulu memulainya. 

Jika ketika anda belanja ada 2 produk yang satu halal yang satu tidak jelas. Lalu anda memilih yang tidak jelas karena sangat ingin maka jangan kaget jika mungkin anak anda melakukan yang sama. Anak pun mungkin saja melihat kegalauan kita jika terlihat ingin membeli yang tidak jelas. Dia pun akan merekam di pikiran mereka bahwa untuk item-item tertentu 'halal' bisa di nego atau diabaikan. Wah.. serem kan..

6. Berdoa

Tidak ada orang tua yang Berdoa jelek untuk anaknya. Maka sebutlah di dalam doa kita agar anak kita di hindarkan dari segala sesuatu yang haram.

Tips terakhir ini sangat penting untuk langkah awal usaha kita menerapkan gaya hidup halal pada anak.

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

أنَّ النبيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يقول : (( اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca do’a: “Allahumma inni as-alukal huda wat tuqo wal ‘afaf wal ghina”.” (HR. Muslim no. 2721)

Artinya: Ya Allah, aku meminta pada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat ‘afaf dan ghina.

Faedah hadits:
Yang dimaksud dengan “al huda” adalah petunjuk dalam ilmu dan amal. Yang dimaksud “al ‘afaf” adalah dijauhkan dari yang tidak halal dan menahan diri darinya. Yang dimaksud “al ghina” adalah kaya hati, yaitu hati yang selalu merasa cukup dan tidak butuh pada harta yang ada di tangan orang lain.

An Nawawi –rahimahullah- mengatakan, “ ’Afaf dan ‘iffah bermakna menjauhkan dan menahan diri dari hal yang tidak diperbolehkan. Sedangkan al ghina adalah hati yang selalu merasa cukup dan tidak butuh pada apa yang ada di sisi manusia.” (Syarh Muslim, 17/41)

Jika kita sudah ikhtiar dengan berusaha dan berdoa. InsyaAllah Allah juga memudahkan urusan kita dengan yang lain. Semoga semua anak cucu keturunan kita selalu dihindarkan dari yang haram dan di kuatkan iman untuk selalu menjauhi yang haram
Aamiin..


Artikel ini sebelumnya sudah saya posting di FP dan FB group Halal Corner. Untuk informasi lebih banyak tentang produk halal silakan bergabung atau like FP
FP /FB Group : Halal corner
Web                : www.halalcorner.id

13 comments:

Santi Dewi said...

Alhamdulillah anak2 sudah mengerti makanan yg halal dan tdk. Mudah2an anak2 kita akan selalu dijaga oleh Allah thdp makanan dan minuman yg tdk halal

Arif Wahyu said...

Nomer 5 itu penting banget, karena biar gimanapun orang tua tetep harus meberikannya contoh.

sari widiarti said...

masih belum punya anak :D
tapi ini juga pelajaran penting untuk anak2 kelak :D

Nurin Ainistikmalia said...

Saya belum ngenalin anak soal ini Mbak, Makasih Mbak Ruli sudah diingetin.

Ruli Retno Mawarni said...

Semoga bermanfaat ya

Ruli Retno Mawarni said...

Hehehe mudah2an mba sari cpt pny deh yaaa

Ruli Retno Mawarni said...

Mas arif.. contoh itu nasehat terbaik ya

Ruli Retno Mawarni said...

Aamiin mba santi..

mutie adnu said...

Alhamdulillah mksh buat msukanny kmrn wsktu hajan di drpan rumah ankku sama tkg cilor bilng gini bang ada merk halalny gak?? Huuaa^^

Ruli Retno Mawarni said...

Hehehe mudah2an nanti tukang cilok pny SH MUI juga ya..

muti mimut said...

Setuju mba, mengajarkan anak tentang makanan halal vs haram , sejak dini sangat penting.

Dina Safitri said...

Terimakasih mbak sudah diingatkan. Mengenalkan halal haram dan membiasakan konsumsi yang berlogo halal memang sebaiknya diterapkan sejak dini ya mbak.

Oyong Ilham said...

kalau masalah makanan wajiblah kita mengajarkan tentang mana yg halal dan haram