Birunya Teluk Tamiyang, Pesona Kotabaru

      

Teluk Tamiyang, Kotabaru (dokpri www.ruliretno.com)

Kata siapa Kalimantan Selatan tidak punya pantai yang biru? ternyata dari semua Pantai, Birunya teluk Tamiyang jadi Pesona Kotabaru selaku Kabupaten paling timur provinsi ini. Di Kalimantan selatan, ada dua wisata yang menggunakan nama Tamiyang. Pertama Danau Tamiyang ada di Kabupaten Banjar. Yang kedua ada Teluk Tamiyang yang ada di Kabupaten Kotabaru. Ada juga di Aceh nama suku Tamiyang, yang ada di daerah Aceh Tamiyang. Tapi kita sedang tidak membahas Tamiyang di berbagai tempat. Aku mau membahas Teluk Tamiyang, yang ada di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

     First of all, aku kadang merasa bersalah, menjelajah ke berbagai daerah di Nusantara untuk melihat keindahannya, sedangkan yang seprovinsi denganku malah belum pernah aku kunjungi. Keindahan pantai Teluk Tamiyang ini sudah tidak diragukan, seliweran diberbagai sosial media. Hanya saja, lokasinya yang berada paling timur di Kalimantan Selatan ini ditambah info yang bilang kalau jalannya rusak membuat aku urung berangkat. Apalagi jaraknya sekitar 8 jam dari rumahku melalui jalur mobil pribadi. Ada juga jalur pesawat 45 menit lanjut jalur darat 2 jam tapi ini tentu saja mahal. Atau jalur darat lewat gunung hanya 5 jam, tapi mengingat cuaca ekstrim dan ada info banjir dan longsor membuat aku takut melaluinya.

Foto keluarga di Teluk Tamiyang 

    Di liburan sekolah anak sekaligus nataru 2026 ini, akhirnya kami dapat rezeki untuk main kesana. Konon katanya memesan penginapan atau villa disini harus 1-2 bulan sebelumnya. Anyway, hati-hati ada oknum abal-abal karena pernah juga ada cerita yang sudah booking namun setiba disana, ternyata tidak terdata. Jadi di blog ini akan cerita bagaimana pengalaman kami bisa tiba ke Teluk Tamiyang di bulan lalu.

Perjalanan Menuju Pesona Teluk Tamiyang

Dari pusat kota Banjarbaru, ada 2 jalan untuk ke Kabupaten Kotabaru, pertama lewat jalan luar yang kami lalui sejak dulu sekitar 6-7 jam. Ada juga jalur alternatif yang baru sekitar setahun ini banyak dilalui, jalur pendek yang seperti ninja hatori mendaki gunung lewati lembah sungai mengalir indah itu hanya sekitar 3,5 jam.

    Dengan kondisi cuaca ekstrim, sebelumnya diberitakan ada banjir dan longsor, meskipun sudah diperbaiki kami tetap khawatir lewat sana. Karena namanya bencana alam bisa terjadi kapan saja tiba-tiba dan disana tuh belum ada penduduknya, boro-boro ngarepin ada bengkel atau pom bensin. kami merasa lebih safe lewat luar yang meskipun jauh tapi banyak penduduk di sepanjang jalan dan banyak juga teman-teman kami tinggal di sepanjang jalan tsb. Kalau kalian berencana ke Teluk Tamiyang, feel free untuk lewat jalur cepat karena itu tergantung sikon dan preferensi saja.

    Kami memilih untuk bepergian start di tengah malam, karena saat itu anak-anak akan anteng nggak rewel, gak banyak ngemil, gak minta pipis, dan jalan pun tenang bebas macet. Pukul 04.00 tiba di site kantor suami dan setelah itu lanjut perjalanan. Sesuai prediksi kami, kami akan bisa menikmati sunrise di pantai pagatan sambil solat subuh di mesjid terapung. Sebenarnya dia tidak terapung, dia berdiri tegak di atas pantai yang agak menjorok ke tengah laut jadi kalo laut pasang seolah mesjid ini mengapung di atas pantai pagatan, padahal dia berdiri kokoh. Tidak mengapung goyang-goyang gitu loh. Kecamatan Kusan Hilir atau sering dikenal dengan nama Pagatan ini salah satu kampung nelayan paling terkenal di Kalsel, setiap hari ikan laut segar didapat para nelayan disini bahkan banyak yang di kirim ke berbagai daerah. Nanti aku buat postingan sendiri ya soal daerah ini.

        Setelah menyaksikan sunrise dan sarapan, kami lanjut perjalanan ke Kotabaru. Kami melewati kapal ferry penyeberangan, kami makin bersemangat untuk melihat birunya Teluk Tamiyang ini. Pesona Kotabaru yang sebenarnya lokasinya bukan di tengah Kabupaten tapi malah ke ujung teluk. alhamdulillah naik ferry-nya tak lama, kami tidak terlalu betah di kapal ferry karena banyak asap rokok dan wc yang sangat antri, ya ampun kaya baru ketemu orang banyak aja, hehehe... maklumlah

        Setelah menyeberang kapal ferry, tidak langsung tiba, kami lanjut lagi perjalanan darat 2 jam. alhamdulillah jalannya mulus bagussss... seperti baru diaspal, ada sih jalan rusaknya tapi sangat sedikit dan tidak sampai bikin bad mood. Mungkin dari 100% jalan itu yang rusak hanya 5% saja. Aman saja tapi tetap disarankan naik mobil yang ground clearancenya tinggi, karena lobang-lobangnya cukup dalam. 

Jalan Menuju Teluk Tamiyang Sudah beraspal dan Mulus

Setelah itu kita akan tiba di desa Lontar, aku kaget karena di daerah pelosok seperti ini, tapi segala keperluan cukup lengkap, pasarnya ramai dan modern. Minimarket ada, pom mini banyak, rumah makan banyak, bahkan ada penjual fried chicken, mie kekinian, pizza, es krim, bukan ala kadarnya tapi memang mirip kaya yang dijual di kota pada umumnya. Signal juga bagus disini, bahkan hingga makanan-makanan frozen lengkap segala jenis. Akhirnya tibalah kami di pantai birunya teluk tamiyang, Pesona Kotabaru yang biasanya hanya kami lihat di IG sekarang dipandang dan disentuh langsung.

Birunya Teluk Tamiyang

        Kami menginap di salah satu vila yang bagian belakangnya langsung pantai dan laut, bagian belakang penginapan menghadap ke Barat laut sehingga posisi matahari terbenam itu agak ke kiri sedikit. Kami datang ketika air laut pasang dan laut sedang biru-birunya. Harga penginapan disini berkisar antara 250k - 800k permalam. Untuk vila yang aku tempati di rate harga 500k. 

Bagian dalam Vila, 1 kasur besar dan 1 kasur kecil
Kamar mandi dalam, AC dan view laut (dokpri)

Sunsetnya Teluk Tamiyang cantikkkkkk bangetttt,
MasyaAllah indahnya (dokpri)

Beberapa hal yang menarik dari birunya teluk tamiyang, pesona Kotabaru yang menarik dicoba

  • Pantainya berpasir putih dan tekstur lembut. Kalian akan suka memainkan pasirnya, apalagi tidak banyak kerang juga di dalam pasirnya jadi tidak melukai tangan.
  • Sunsetnya indah, tapi tidak ada sunrise. Teluk ini menghadap ke barat, jadi tidak ada sunrisenya.
  • Jarang hujan dan gelombangnya tidak tinggi. Saat kalimantan selatan sedang tinggi intensitas hujannya, selama disana justru hanya mengalami sedikit gerimis ringan dan itupun sangat sebentar. serasa berada di kepulauan berbeda
  • Lautnya biru tergantung langit, tapi tetap jernih
  • Ada wisata Snorkeling, jetski dan banana boat. seperti wisata pantai dan laut pada umumnya, cukuplah untuk bersenang-senang.
  • ada sewaan semua perlengkapannya, pelampung, snokel, alat pancing, dll.
Berikut juga saya lampirkan hal-hal yang belum ada disana yang mungkin penting untuk kalian tau sebelum kesana
  • Penjual ikan dan sayur tidak banyak, karena tidak terlalu dekat dengan sumbernya. ketika kami menanyakan penjual ikan mereka menyuruh kami "turun gunung" ke desa sebelah tempat pengumpulan ikan laut dari nelayan.
  • tidak ada fotografer handal untuk semua kegiatanmu, jadi siapkan gadget sendiri
  • tidak ada pemandu wisata, hanya mengandalkan pegawai yang ada untuk bertanya. Atau mungkin ada tapi saya tidak tau, tapi selama disana saya belum melihatnya.
  • tidak ada petugas keamanan pantai/lifeguard jadi jaga baik-baik anak sendiri
Dibalik semua kurangnya fasilitas itu aku tidak menganggap itu masalah besar, pantai ini tetap indah dan menawan hatiku. Sampah ada sih berserakan tapi nggak sampai ditaraf mengganggu, cuma ya tetep sebel juga sebenarnya kalau liat sampah-sampah ini, pengen banget pantai-pantai Indonesia itu bersih dari sampah apapun kecuali sampah alami dari daun dan dahan pohon misalnya.
Pantai Teluk Tamiyang dengan sampahnya
 tapi tidak terlalu banyak

        Menikmati birunya teluk Tamiyang ini sama yang aku rasakan ketika aku bertandang ke laut-laut biru lainnya, meskipun panas terik hawanya tetap terasa damai. Dasar aku si anak pantai, meski gosong, panas, gerah, aku tetap suka pantai. Rasanya rugi sekali kenapa aku baru saja main kesini, padahal daerahku sendiri punya tempat sebagus ini. Kalau main ke pantai lain di wilayah Kalimantan selatan memang rata-rata pantainya kotor dan coklat airnya, belum lagi di tambah kotoran hewan lainnya seperti kuda dan sapi yang seliweran, ditambah sampah pengunjung juga.
        Mungkin ada baiknya Allah menciptakan teluk Tamiyang ini agak jauh dari pusat kota supaya tak terlalu membludak pengunjung yang datang kesini, jadi tidak terlalu di expore keindahannya. Bukan kemaruk mau menikmati sendiri, hahaha.. cuma sayang aja kalau rusak dan tercemar, itu saja sih. Yang paling menyenangkan disini adalah ketika air pantai itu surut bisa main pasir pantai yang lembut, lalu ketika air setengah naik kita bisa menikmati birunya Teluk tamiyang sambil bermain air dan berpuas memandang birunya. Dan ketika air laut pasang kita bisa enjoy menghabiskan waktu bisa dengan memancing, masak bakar-bakaran ikan, ngobrol quality time bersama keluarga, buat aku inilah makna cuti yang sebenarnya rehat dari semua beban pikiran.

Snorkeling Ke Tanjung Kunyit

Dari birunya teluk tamiyang, pesona Kotabaru beralih ke Tanjung kunyit. Kalau di peta, posisinya itu di ujung selatan pulau kotabaru, yang hamparan luasnya menghadap ke pulau Jawa. Nah untuk snorkeling ke Tanjung kunyit nanti akan kuceritakan di post berikutnya nanti ya karena agak panjang. Yang pasti dia satu spot kunjungan dengan teluk tamiyang ini.
Selamat bertandang ke birunya teluk tamiyang ya.

Akomodasi di Teluk Tamiyang

Kalau di hitung-hitung, ya hitung sendiri deh. Dengan mobil pribadi pulang pergi ke Teluk Tamiyang dari Banjarbaru habis beli bbm sekitar 1juta, sekali jalan sekitar 500k lah ya.

Naik feri penyeberangan sekitar 250k membawa anak-anak beserta mobilnya. Penginapan sudah saya spill diatas berkisar 250-800k permalam. Ada juga yang sudah include dengan sewa jetski dan snorkeling dengan harga paketan. Harga makanan disana standard lah sekitar 25-30k per porsi. Tapi biasanya dari vila juga dapat sarapan pagi nasi kuning. Dan bisa bawa dari rumah juga bekal makanan di masak sendiri pake kompor portable.

Nah, bisa dihitung sendiri ya kira-kira habis biaya berapa untuk kesana. Yang jelas untuk warga kalsel ya lebih murah kesini daripada ke Surabaya hehe. Yuk kunjungi teluk Tamiyang dan nikmati pesona Kotabaru.











14 comments

  1. Dapet hotelnya yg mayan ini mbaaa....aku kmrn dpt ala kadarnyq haha..soalnya mpe sana mlam juga trus kata temen suami yg lain dh pada full jd ya udah seadanya aja hehe..
    Asiknyaa dapet snorkling...ditunggu ceritanya yg snorkling mbaa 😊

    ReplyDelete
  2. Baca artikel ini sambil aku membayangkan sedang berada di Teluk Tamiyang. Paling seneng lihat fasilitas jalannya sudah mulus banget ya mbak jadi mobil, motor aman kalau mau ke sana (maria tanjung)

    ReplyDelete
  3. Dapat penginapan 250-800K dengan pemandangan cakep tuh pengalaman plusss lho mbak. Di kotaku sendiri kalau nyari yang harga ramah dan plus pemandangan cakep hampir² syusah. Matanya kudu jeli banget.. heheh.. 🥹🥹

    Aku blum pernah ke Tamiang, tapi suamiku pernah dinas di kota itu 14 hari. Katanya memang pantai di sana cakep² dan beberapa pantainya bisa dipakai ngecamp juga.. Ahh, kapan ya bisa ke tamiang.. 🤭

    ReplyDelete
  4. Healing di pantai pastinya memberikan suasana yang luar biasa, karena pas memandangi langit aja healingnya itu terasa. Apalagi ini soal birunya teluk Tamiyang yang indah, tentunya gak akan bisa terlupa dengan pemandangan pantainya di sana

    ReplyDelete
  5. Tamiyang juga ada di daerah Kalteng, Mbak, ehehehe, *salahfokus*.
    Bagi saya Kotabaru terasa jauh sekali, hiks, semoga suatu saat nanti juga bisa ke sana.

    ReplyDelete
  6. Pengen banget ke teluk tamiyang ini tapi suami masih belum aprove hedeh. Semoga aja nanti beneran Bisa ke sana nanti aku tanya ruli ya cara pesan Penginapannya

    ReplyDelete
  7. Lah siapa bilang Kalimantan tidak ada pantai biru, itu Derawan, udah bertahun-tahun lamanya aku kesana, tetap aja banyak yang datang saking mempesonanya.

    Nah sekarang info dari tulisanmu mba, makin makin aja kan Kalimantan menunjukkan pesonanya. Aku sih yess dengan tempat pariwisatanya tuh jauh dari perabadan supaya lebih terjaga hihihi.

    Wuah menarik sekali ada tempat snorkling, eh itu namanya unik yaa Tanjung Kunyit.

    ReplyDelete
  8. Pas baca teluk Tamiyang, aku merasa pernah membaca kata ini tapi bukan di Kalimantan. Ternyata benar. Nama suku di Aceh.

    Snorkeling di Tanjung Kunyit. Beda tempat tapi masih di satu spot ya.

    ReplyDelete
  9. Daebaaaak. Beneran suasana sunset di Tamiyang itu juara bangettt mbak. Apalagi kalo bisa duduk bersantai di atas teras kayu begitu, sambil nyeruput teh hangat.. Aish, nikmat apalagi yang engkau dustakan?

    Dan aku setuju sih, posisinya yang jauh dari pusat kota justru jadi hikmah. Karena memang bukan cuma 1-2 kasus, dimana ketika tempat wisata terlalu ramai.. jadinya malah kotor, tercemar, dan tidak terurus.
    Moga keindahan Tamiyang bisa mengabadi ya, dan jadi lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  10. Dapat vila dengan harga IDR 500.000, worth it banget Mbak. Apalagi pemandangannya langsung ke laut. Beuh,, pastinya seger banget mata.

    By the way nama teluknya juga mirip dengan kampung kelahiran saya, Citamiang. Kata dasarnya sama, cuma kalau di Sunda, nama daerah awalnya suka dikasih kata 'Ci' yang artinya air.

    ReplyDelete
  11. Tos, mbak. Kadang yang wilayah terdekat belum semua di explore. Padahal ada aja potensi alam yang memukau.

    Aduh, aku naksir berat sama sunset di
    pantai Teluk Tamiyang. Harga penginapannya juga bersahabat sama kantong. Tetapi sayang ya nggak ada tour guide dan fotografer padahal kalau ada makin ciamik momen berlibur setiap orang, apalagi yang hobi solo traveling gitu.

    Banyak sekali kelebihan dan keindahan pantai Teluk Tamiyang.

    ReplyDelete
  12. Sunset di Pantai Tamiang emang indah ya. Beruntung dapat kamar yang langsung menghadap ke laut kaya gitu. Mana harganya tergolong murah. Perjalanan jauh terbayar sudah dengan semua keindahan pantainya.

    Sayangnya masih ada saja sampah di pantainya ya. Kadang kaya gini juga kebawa ombak. Karena orang Indonesia masih buang sampah ke sungai yang bermuara ke laut.

    ReplyDelete
  13. Kalimantan Selatan punya pantai yang indah
    Pernah waktu masih hidup di Kalimantan disampaikan orang supaya saya mengunjungi
    Namun karena kesibukan akhirnya batal sampai sekarang jadi ingat

    ReplyDelete
  14. Wew 8 jam, mayan juga jaraknya ya Mbak Ruli xixixi :D
    Sayangnya naik pesawat mahal yaa, padahal masih satu propinsi, hiks.
    Ternyata menuju ke pantainya ada banyak alternatif ya Mbak, ada lewat pegunungan hingga menyeberang dengan kapal ferry.
    BTW aku kebalikan dari Mbak Ruli, aku lebih suka gunung ketimbang pantai wkwk. Tapi kalau diajakin ke pantai juga nggak nolak sih :D
    Eh ini maksudnya liburan nataru 2025 ya ke sananya?
    Waduh itu gimana ceritanya booking vila bisa ketipu, lalu ada tips kah bagaiama supaya booking vilanya lancar?
    Lumayan juga ya mbak dapat vila 500 ribuan udah bisa buat satu keluarga.
    Alhamdulillah akhirnya bisa lihat pantai bagus di Kalsel ya mbak. Iya ya untung lokasinya agak jauh dari pusat kota, mungkin biar pantainya juga selau terpelihara dengan baik :D

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan saya, Semoga bermanfaat. Ambil baiknya tinggalkan buruknya. Silakan tinggalkan komen yang santun ya tapi jangan tinggalin link hidup dan jangan berkomentar anonim ya. Apalah arti tulisan saya tanpa kehadiran kalian..