Sunday, 31 July 2016

Lebaran Ceria itu cuma butuh cinta, Yakin ?

Assalamualaikum
  Biasanya bulan ramadhan itu bulan yang paling dinanti semua keluarga ya, bulan penuh kebersamaan dan cinta. Tapi berbeda dengan kami. 

Ramadhan kali ini penuh keharuan. Suami saya harus pindah tugas ke pedalaman sulawesi sementara saya di kalimantan. Bagi pasangan yang long distance marriage kebersamaan saat ramadhan itu memang langka. Sedangkan bagi kami, seumur kami menikah bersama, baru kali ini kami long distance. Bagaimana rasanya ?

 Biasanya jarak dinas bagi kami tak seberapa karena ada video call. Bisa kapan saja. Yang sekarang jangankan video call, untuk telpon sms saja signalnya angot-angotan. Dan cuma bisa di jam-jam tertentu.

Kebayang rindunya anak-anak yang biasanya tiap hari bareng kemana-mana, tidur kruntelan sekasur, main bareng ribut bareng sekarang ga ada lagi tokoh utamanya. 

Mungkin bagi orang lain mudah. Tapi bagi saya ini luar biasa. Kerasa beratnya karena saya sendirian dengan 3 anak kecil. Dengan anak berusia 5 tahun, 1.5 tahun dan newborn, sendirian dan baru saja operasi caesar ini cobaan banget. Asisten rumah tangga saya yang bersih-bersih cuma datang 3 jam dalam sehari dari jam 8-11 pagi untuk bersih-bersih cuci dan setrika.

Beratnya gimana ? Sekarang sih udah mendingan karena si newborn udah gak begadang lagi. Ramadhan lalu saya begadang sendirian tanpa ada yang bisa di ajak gantian, saur sama si kaka sengantuk apapun saya prepare sendiri karena si kaka belom bisa di ajak masak. Pernah juga saya berapa kali gak saur karena kebablasan tidur saking capeknya.

Sedih ? Ada waktu tertentu saya sedih. Ohh ternyata begini ya yang di alami pasangan-pasangan yang LDM. Saya baru pertama kalinya. Makanya saya agak lebay


Tak apa, suatu saat ramadhan kali ini akan jadi bagian hidup saya yang gak akan terlupakan dan membanggakan untuk diceritakan.

Akhirnya saat yang dinanti penghujung ramadhan tiba, sang suami, aka bapak 3 anak akhirnya pulang ke peraduan tsahhh.. yup cuti bersama akhirnya tiba. alhamdulillah saat itu ada adik saya mau nganterin kakaknya dengan 3 krucil ini njemput ke bandara.

Kok di jemput segala sih, ya iya.. si papah agak dramatis minta disambut sama 2 anaknya, yang mewborn gak usah ikut katanya karena bandara pasti kurang higienis buat newborn. Tibalah kami di bandara dan papah minta tidak usah parkir. Saya penasaran bagaimana expresi anak-anak saya.

Pintu belakang mobil dibuka, anak pertama saya si gadis mungil langsung teriak memanggil papahnya, memeluknya dengan erat. Lalu anak kedua saya yang masih berusia 1.5 tahun yang awalnya sibuk main sound mobil tetiba melihat papahnya. Dia diam, beberapa detik dia terpana seolah tidak percaya, lalu dengan tergesa-gesa ke kursi belakang dan si papah menarik badannya. Mereka berpelukan, mata keduanya berkaca-kaca, dia tidak bicara, mungkin karena memang juga belum lancar bicara dan mungkin dia tidak tau bagaimana mengungkapkan rindunya.

Anak-anak belum bisa mengungkapkan rindu
 secara verbal

Tanpa sadar saya pun ikut berkaca-kaca melihat kejadian itu. Dua menit pertama anak kedua saya yang biasanya gagah beringas mendekap papahnya tanpa kata. Sesekali ia mundur memandang wajah papanya. Mungkin seolah kurang yakin lalu memeluk lagi. Begitu seterusnya hingga setengah jam pertama. So sweet... begitu berartinya kehadiran sang papah di lebaran kali ini.

Bisa di tebak bagaimana besok-besoknya ya. Kami menikmati puasa yang tinggal 2 hari dengan saur dan berbuka bareng dengan sukacita, menyiapkan makanan dan kue lebaran sama-sama, maksudnya sama-sama menghabiskan hahaha..

Makan sederhana pun tetep enak kalo penuh cinta ya kan..

Saya ? Bahagia luar biasa. Yang jelas saya gak begadang lagi. Memang sejak anak pertama suami selalu bilang giliran saya urus anak itu siang seharian, malam giliran dia. Apalagi dia mau lebih meningkatkan bonding sama si bungsu. Jadi bye-bye mata panda, lebaran dengan mata lebih cling dan hati berbunga *halah*. 

Kasur uda sesak lagi, uyel-uyelan kaya ikan asin di jemur. Yang jelas juga pulsa lebih hemat beb karena gak telepon-telepon dulu. Hihihi dasar emak irit. Uang pulsanya kita pake buat ke waterboom, ke kebon durian dan main gamezone di mol. 

Anak-anak udah bisa main kuda-kudaan lagi di punggung papah dan nonton kartun bareng. Gini-gini papahnya masih demen banget nonton kartun (gini-gini apa ya maksudnya.. hahaha) 

Bahagia itu kita yang menciptakan dari hati

Si sulung gadis kecil kami juga makin komplit bahagianya karena bisa menyiapkan masuk SD sama papah. Ke toko buku, toko sepatu, toko tas, keliatan banget cerianya kalau diperhatikan extra sama papanya, yes daddy's little girl grown up now.

Alhamdulillah lebaran kali ini meski gak kemana-mana hanya ke kerabat dekat yang sekota, makanan seadanya, dan tidak berbaju baru keluarga kami ceria banget. Sepertinya anak-anak pun tidak perduli apakah baju mereka baru. Yang membahagiakan adalah latihan menahan lapar dan hawa nafsu telah terselesaikan dan kepulangan papah adalah hadiah luar biasa bagi kami. 

Meski setelah lebaran kami akan long distance lagi. Tapi lebaran kali ini dirasa cukup mengobati rindunya anak-anak. See you 8 weeks again papah. Jangan kawatirkan hari esok. Yang penting lebaran ini sudah kita lalui dengan penuh keceriaan.

Akhirnya saya menyadari makna kemenangan sesungguhnya dalam menahan hawa nafsu dan mengendalikan diri. Cerianya lebaran ternyata tidak bergantung pada pakaian baru, makanan enak dan berapa banyak tempat yang berhasil kita datangi untuk senang-senang. Melainkan kemenangan dan keceriaan dalam hati yang penuh cinta, baik dari Allah maupun sesama manusia terutama keluarga. All we need is love.

Foto lebaran terbaru kami.
Penuh cinta meski
Adik-adik belum bisa di ajak foto

Kalau pakai hijab putih itu saya berasa anggun dan adem banget di hati. Kami memilih untuk pakai baju putih meski bukan baju baru kami. Kami lebih memilih menghabiskan dana kami untuk papah mudik dari pedalaman sulawesi agar bisa kumpul bersama kami di kalimantan.

Nah bicara tentang hijab yang anggun dan nyaman. Kalian yang berhijab Sudah pada tau belum kalau sebentar lagi adalah hari hijaber Nasional tepatnya 7 agustus 2016. Nah pada hari tsb akan ada event super keren bertajuk "HARI HIJABER NASIONAL" di Mesjid Agung Sunda Kelapa di Menteng, Jakarta Pusat.

Kalian yang pengen ikutan acara ini free entry, selain Tausiyah juga akan ada fashion Show dan Marawis disana. Info lengkapnya bisa lihat di poster di bawah ini ya.

Come and Join

14 comments:

Diah Kusumastuti said...

Hemmm... so sweet ya Mbak.. momen saat anak-anak bertemu kembali dengan papahnya. Jadi inget film Armageddon *lhoh*
Jadi, lebaran kali ini pasti sangat berbeda dan sangat membahagiakan ya, Mbak. Maknanya jadi dalem lagi :)

Prita Hw - LIVE UR PASSION said...

wah mbak betul memang, ceriany alebaran itu yg penting di hati yah mbak..semangat berkumpul dan berjuang lagi pas long distace yah mbak, doa terbaik :)

Li Partic said...

I feel you mbak. Dulu saya LDR juga tapi saya tinggal sama mama. Salam kenal mbak. Saya Ruly, dipanggil Li. Sama ya namanya? :D

Zalfaa Azalia said...

Lebaran memang selalu meninggalkan momen berkesan di hati ya mba.. duh, jadi kangen, tau2 udah syawal aja

Effendi Nurdiaman said...

Selalu ada kesan pada saat lebaran :) Lebaran bahagia itu cuma butuh kebersamaan dan kelengkapan keluarga mulai dari nenek kakek ayah ibu sampai cucu kalau menurut saya :D

Yasinta Astuti said...

Kumpul sama keluarga yang paling penting. Sejenak lupa dengan kegiatan dan masalah, menikmati cekikikan sama keluarga. Lengkap rasanya lebaran penuh bahagia

Ruli Retno Mawarni said...

Ah selalu mewek nonton film itu

Ruli Retno Mawarni said...

Aamiin.. terimakasih byk ya mba

Ruli Retno Mawarni said...

Wohhh... samaan nama kita.. salam kenal ruly..

Ruli Retno Mawarni said...

Lebaran selalu berkesan ya mba zalfaa

Ruli Retno Mawarni said...

Setujuuuu

Ruli Retno Mawarni said...

Betul mba... lebaran itu kalo lengkap rasanya bedaaa

Nur Rochma said...

Wah kita samaan ya mba Ruli, LDM. Namanya jauh-jauhan sama suami sejak awal menikah. Trus tinggal bareng, trus, jauh-jauhan lagi. Tapi alhamdulillah menjelang ramadhan hingga pasca lebaran, kira2 hampir 2 bulan kami hidup bersama. Ini sih karena anak2 libur panjang jadi bisa ikut suami.

a.e.zen said...

setuju mbak..cuma butuh cinta
bukan baju baru atau yang lain lain

sukses lombanya yaa

maaf jarang bw ke sini