Saturday, 26 March 2016

Tips dan pengalaman cabut gigi pertama kali pada anak-anak

Assalamualaikum...

    Bagaimana reaksi orang tua ketika menghadapi anaknya yang akan cabut gigi untuk pertama kali dalam hidupnya? Sakit ? Kita tau itu. Tapi bagaimana menghadapi si kecil karena Usia cabut gigi pertama pasti masih sangat kecil kisaran 5-7 tahun. Orang dewasa aja banyak yang takut ke dokter gigi apalagi anak-anak ya. Hehehe..
     Jadi akhirnya saya mengalami juga pengalaman pertama membawa anak saya cabut gigi untuk pertama kalinya untuk anak sulung saya Qori di usianya 5,5 tahun.



Saya kaget karena hal ini tidak terencana alias tidak ada awal mulanya. Jadi gigi Qori sama sekali tidak ada goyang. Terus kenapa di cabut? Iya pas saya tanpa sengaja melongok ke dalam giginya ada putih-putih di gusi dan ternyata gigi dewasanya sudah tumbuh.
   Saya memang cukup concern soal gigi. Mulai sejak hamil Qori saya pastikan kalsiumnya selalu cukup dan saya mulai sikat giginya mulai bayi sejak gigi pertama akan tumbuh dan usia 1.5 tahun Qori sudah bisa sikat gigi sendiri dengan pasta gigi anak. Alhasil gigi qori masih putih bersih tanpa gigis atau hitam-hitam sama sekali sampai sekarang.
   Wah, dengan gigi goyang saja kita mungkin akan kesulitan membawa anak ke dokter gigi apalagi kalau ga ada goyang sama sekali begini. Pastilah akan sangat menyakitkan. Apalagi kalo tau giginya bakal ompong pastilah Qori keberatan. Begitu bayangan saya. Dan pastinya akan terjadi drama dan menyisakan trauma untuk pencabutan gigi berikutnya. 
     Pertanyaan pertama dari Qori pastilah, "sakit gak mah?" Saya memang selalu berusaha jujur sama anak. Karena itu anak saya juga selalu percaya yang saya katakan. Saya bilang "iya sakit sedikit tapi cuma sebentar. Kalo sudah di cabut sakitnya langsung hilang". 
     Dia bertanya lagi, "kalau ga di cabut gimana?" Saya bilang "nanti gigi dewasanya tumbuhnya miring, ga rapi, ga cantik". Saya agak kesulitan mencontohkan karena gigi saya sendiri dan suami alhamdulillah rapi aja. Padahal Qori ga tau kalo dulunya mama nya pake behel buat rapihin gigi. :D
    Alhamdulillah saat itu qori ketemu temen saya yang cerita, kalau giginya tumbuh agak miring karena dia telat cabut gigi padahal gigi dewasanya sudah tumbuh. Dan Qori liat langsung kalo gigi si tante memang tumbuh miring. Dia langsung semangat mau ke dokter gigi. Karena ga mau giginya tumbuh miring.
    Begitu hari H, Qori semangat sekali. Saya yang gugup tapi dianya antusias. Alhamdulillah sudah ketemu tempat praktek dokter gigi yang spesialis anak. Pastilah expert soal gigi susu dan gimana ngadepin anak. Awal dateng Qori seneng banget mau cabut. Ga sabar banget. Dia pun dengan bangga bilang ke petugasnya kalo dia mau cabut gigi.
    Setelah masuk ruangan, akhirnya dia liat itu perangkat-perangkat dokter gigi. Dan yang di takutkan kejadian juga. Qori tiba-tiba ga mau cabut gigi. Pokoknya gak mau. Meski di ruangan dokter banyak mainan pokoknya ga mau. Drama mewek dan pengen pulang pun terjadi. Apalagi kata dokter gigi itu setelah di cek gigi dewasanya sdh mulai tumbuh miring alias saya telat bawa ke dokternya. Udah mulai miring itu karena gigi dewasa dan gigi susu saling menekan dengan gigi timnya.
   Terpaksa saya bantu dokter pegang tangan Qori. Dalam hitungan detik, ga sampe 1 menit dokter menyemprotkan pembius ke gusi dan langsung mencabut 2 gigi bawah sekaligus. Darah mengucur, mata Qori sempet berkaca-kaca. Tapi langsung di tutup perban dan beberapa kali ganti dengan cepat juga karena darah masih keluar.
   Gak lama kemudian Qori langsung ketawa karena dapat hadiah kalung lucu dari dokter. Dengan liontin bentuk gigi. Yang liontinnya bisa di buka. Dan di isi dengan 2 gigi yang di cabut tadi. Dokter juga bilang kalo Qori setelah ini boleh makan es krim. Memang saya di sarankan membelikan es krim yang berbentuk stik. Supaya di emut dan cepet menghentikan darahnya.

Gigi bawah ompong & kalung gigi hadiah bu dokter 
   
    Saya kaget dengan expresi Qori. Karena dia bilang. Bener kata mamah cuma sakit sedikit dan sebentar. Qori senang cabut gigi katanya. Qori nanti kalau sudah besar mau jadi dokter gigi.. Ya Allah dia ga tau kalo mamanya ketar ketir takut dia trauma. Eh dia malah seneng cabut gigi.
   Waktu di tanya, "sakit gak tadi ?" Dia jawab sambil senyum "sakit mah.. tapi cuma sedikit dan sekarang sudah ga sakit lagi" sambil giginya masih menggigit gumpalan perban untuk menyerap darahnya. Bener saja, habis selesai makan eskrim itu darah gak keluar lagi. Qori uda bisa ngobrol ketawa-ketawa kaya biasa tanpa harus gigit perban lagi. Keren.. hihihi
    jaman saya kecil drama banget deh kalo cabut gigi. Dokter gigi pun susah nyari karena di kampung. Cuma ada mantri gigi di puskes. Semua gigi saya pun di cabut sendiri di rumah gak pake dokter. Jadi nyabut gigi bener-bener mengandalkan goyang dulu. Mungkin karena itu dulu gigi saya pernah ada yang tumbuh miring. Karena nunggu goyang dan lepas sendiri. Boro-boro dapet eskrim juga. Yang jual pun ga ada di kampung saya. Wkwkwk..
   Sampai rumah Qori dengan bangga cerita sama papahnya kalau tadi cabut gigi gak sakit. Dapat hadiah kalung dan dapat es krim. Meski beli es krimnya di minimarket deket praktek dokter. Alhamdulillah lah ya..
   Hmm.. jadi gimana bisa gitu.. saya mau share sedikit tips untuk mama ibu bunda yang mau atau persiapan buah hatinya cabut gigi. Mungkin ada yang mengalami kaya saya atau ga berani cabut gigi yang goyang dan ingin lewat dokter gigi saja.

Simak tips ala mama Qori ya..

  1. Pastikan anak tau sebab akibat dari mencabut gigi dan tidak mencabut gigi. Anak-anak selalu butuh fakta dengan alasan yang bisa di terima oleh pikiran anak-anak juga. Kenapa harus cabut gigi, apa itu gigi dewasa, gigi susu dan apa akibatnya kalau mau atau tidak mau ke dokter gigi. 
  2. Ceritakan cerita-cerita menyenangkan seputar cabut gigi. Ataupun kalau mau menceritakan pengalaman akibat jelek kalau tidak cabut gigi maka ceritakan dengan humor dan jangan sampai horor. Mungkin bisa melibatkan orang di sekitar yang punya pengalaman jelek seputar gigi.
  3. Pilih waktu yang menyenangkan. Jangan sampai ketika dia bete di sekolah atau dia sedang kesal akan sesuatu atau mungkin anak sedang tidak sehat lantas kita ajak cabut gigi. Ya bakal drama banget.
  4. Usahakan untuk menemukan dokter yang khusus spesialis anak. Meski bukan keharusan tapi sebaiknya kita usahakan. Bagaimanapun spesialis gigi anak akan lebih tau bagaimana memperlakukan gigi susu dan lebih tau cara menghadapi anak-anak. Tandanya gimana? Di plang nama prakteknya. Gelarnya selain drg maka di belakang namanya akan tertera gelar KGA bukan KG ya. Menurut wikipedia gelar Sp. KGA adalah Spesialis Kedokteran Gigi Anak (Pedodontik) sedangkan Sp. KG adalah gelar untuk spesialis konservasi gigi (Endodontik). 
  5. Janjikan sesuatu yang menyenangkan. Tidak harus mahal. Setidaknya ada reward untuk si anak yang berani cabut gigi. Tentunya yang utama adalah reward pujian. Bila ingin menambah motivasi atau menghibur shock pertamanya masing-masing orang tua pasti bisa menentukan reward apa yang terbaik untuk anaknya.
  6. Jangan menekan mental anak. Meski orang tua punya kuasa untuk memaksa, dan mungkin orang tua sudah terlanjur antri dokter panjang. Lalu tiba-tiba anak berontak tidak mau cabut gigi. Sebaiknya kita tidak mengeluarkan "taring" kita sebagai orang tua. Tetap lembut dan sabar mengingat yang mau di cabut ini adalah gigi pertama. Akan ada gigi susu kedua ketiga dst yang akan di cabut. Memaksakan dengan kekerasan akan membuat kita sendiri kesulitan untuk mencabut gigi yang berikutnya kelak. 

Nah itu aja tips mencabut gigi susu pertama pada anak-anak. Harapannya sih Mudah-mudahan bermanfaat bagi siapa saja yang mengalami seperti saya. 

Setelah kejadian ke dokter gigi pertama kali saya Seneng banget karena Qori yang sejak kecil ingin jadi ustadzah sekarang justru menambah cita-cita baru. Katanya boleh gak nanti jadi ustadzah sekaligus dokter gigi juga. Tentu saja boleh ya nak.. berarti dimata Qori menjadi dokter gigi  adalah profesi menyenangkan untuk di tekuni.

Kalau kelak Qori membaca tulisan mama ini ketika sudah besar. Mama cuma mau ucapkan Terimakasih sudah menjadi anak yang kuat dan hebat. Telah jadi anak yang menyenangkan dan membanggakan mama.
Mama mencintaimu karena Allah.. :)





20 comments:

Inda Chakim said...

makaish tipsnya ya mbk
itu tuh hadiah dr dokternya unik ya mbak, liontin bentuk gigi trs di dalamnya ada gigo qori pula. unik.

Tira Soekardi said...

alhamdulilah anakku gak pernah dicabut gigi di dokter. Cumangebayangi saja gimana susahnya bawa anak ke dokter gigi

Adriana Dian said...

Wah Qori keren, berani banget ya.. Duh anak aku pasti drama deh kalo ke dokter gigi.. Lumayan nih dapet tips dari mama Qori. Makasi tipsnya ya Maaak

Rach Alida Bahaweres said...

Qori pintar tuh berani :)
Unik ya dapat hadiah liontind ari dokternya :)

danar miswari said...

makasi informasinya mbak , kebetulan ada sepupu saya yang ingin mencabut giginya tetapi dia tetap enggak mau, dan sekarang semoga dari info mbak dia mau mencabut giginya :)

Ruli retno said...

Iya bikin anak2 seneng ya mba..

Lia Lathifa said...

anakku juga baru copot giginya yg dibawah, bener mbak, dgn reward anak2 jd gak takut sama cabut gigi.. apalagi di ipin upin ada ceritanya :-)

Aireni Biroe said...

Keingat dulu pas waktu saya kecil, gigi sudah goyang tapi enggan kasih tau orang tua takut dicabut pake benang..eh, pas muncul putih2 di gusi malah tambah parah diajak kedokter gigi *sempat merasakan di posisi Qori yang ketakutan* btw, langsung cabut 2? umumnya hanya satu soalnya :D

Pengobatan infeksi ginjal said...

makasih banget tipsnya

M Irfan Fauzi said...

buat anak kecil emang jadi sebuah hal yang menakutkan untuk cabut gigi. seperti adik saya sendiri. apalagi jika di bawa ke dokter gigi diam-diam pasti nangis dan ketakutan dan minta pulang. pengalaman nganter adik k dokter gigi.

Lidya Fitrian said...

anakk yg besar juga pertama kali dicabut karena sudah ada yg tumbuh gigi dibawahnya. harus cari dokte ryg ramah dan sabar ya buat anak2

Ruli Retno Mawarni said...

Iya mba.. Namanya anak2 ya kenyamanan dia itu nomer 1 banget..

Ruli Retno Mawarni said...

Hehehe..ada2 ja akal orang tua buat ngajak ke dokter gigi. Juga anak2nya ga kalah histerisnya

Ruli Retno Mawarni said...

Wkwkwk.. Toss dulu mba sm qori.. Iya kebetulan gigi dewasanya tubuhnya lgsg 2 buah jd cabutnya 2 deh

Ruli Retno Mawarni said...

Sama2..

Ruli Retno Mawarni said...

Wahhh iya.. Upin ipin itu jg salah satu motivasi qori buat cabut gigi. Katanya ga sakit katanya

Irawati Hamid said...

hebat, Qori gak takut dicabut giginya :)
terimakasih tips-tipsnya Mbak Ruli, sepertinya akan saya praktekkan pada anak saya nantinya :)

Arina Mabruroh said...

Qori keren!
Makasih tipsnya Mba..
aku mau priksa gigi bolong aja belum jadi2.. agak serem sih ke dokter gigi. hehhe

Lusi said...

Hihihiii lucu banget giginya bolong. Aku gak ingat gimana dulu anak2, dah lama bgt.

Effendi Nurdiaman said...

Saya belum punya anak soalnya saya belum menikah tapi saya punya adik dan adik saya kalau di suruh cabut gigi suka minta di beliin mainan :) itu sih pengalaman dari saya :)btw gigi aku sensitif nihh kalau minum air dingin . minta solusinya mba :(