Wednesday, 13 January 2016

Gili trawangan, wisata bahari magnet wisatawan seluruh dunia


Assalamu'alaikum.. salam sejahtera..
     Bagi pecinta wisata alam, Indonesia adalah surga dunia dimana semua kebutuhan wisata tersedia disini. Dari gunung, bukit, danau, hingga pantai dan lautan ada di Indonesia. Bagaimana dengan wisata bahari ?

    Wisata bahari artinya bepergian menikmati alam laut
 -www.kamusbesar.com-

     Nyaris setiap provinsi di Indonesia memiliki pantai dan laut. Tak terkecuali provinsi Nusa Tenggara Barat yang memiliki pulau kecil di pesisir pulau lombok bernama Gili Trawangan. Siapapun yang ke bertandang ke Lombok, orang akan bilang, belum ke lombok kalau belum ke Gili trawangan. 
    Desember 2015 lalu saya berkesempatan berwisata bahari ke Gili Trawangan. Ya, pulau yang terletak di barat laut pulau Lombok ini luasnya hanya sepanjang 3 km dan lebar 2 km. Gili yang artinya pulau kecil ini mempunyai 2 saudara dekat bernama Gili Air dan Gili Meno. Lalu kenapa Gili trawangan begitu memikat. Ya dari segi geografis Gili trawangan adalah yang paling tinggi diatas permukaan laut di banding gili yang lain. Juga terluas dan memiliki banyak penduduk. Sehingga wajar, fasilitasnya pun dibuat lengkap oleh Dinas Pariwisata setempat dan sangat terjaga keasriannya.
    Apa anda pernah melihat perpaduan wisata internasional dan wisata lokal bercengkrama dengan paduan yang teratur? Disinilah saya menemukannya. Saya tidak menyangka di pulau sekecil ini fasilitas begitu lengkap, bukan pulau terisolasi, tapi juga bukan pulau yang kebarat-baratan. Fasilitas modern yang di tangani oleh penduduk lokal masih dengan gaya tradisional. Lanjut baca tulisan saya sampai akhir ya.
  Di pulau kecil ini banyak turis dari berbagai negara memutusan untuk berkunjung. Dari yang hanya beberapa hari hingga tinggal berbulan-bulan seakan-akan sangat enggan meninggalkan pulau ini. Melihat banyaknya turis asing disini saya serasa berada di luar negeri. Tapi bila memandang alamnya, langsung tersadar, saya di Indonesia bung !
    Untuk menuju ke pulau ini anda cukup menaiki kapal tradisional bermuatan 20-35 orang atau speedboat bermuatan maksimal 8 orang. Lebih menarik memang jika menggunakan kapal tradisional Dengan bentuk kapal yang masih sederhana di cat dengan warna-warma khas kapal nelayan Indonesia dengan mesin seadanya, anda akan berlabuh di tepian pantai yang bening.

Tepian pantai Gili Trawangan
    
    Pasir putihnya di padukan dengan air laut beberapa warna dari yang terlihat bening, lalu biru muda, tosca bahkan biru tua berbatas-batas dengan cantik. Dan yang paling memuaskan dari layanan sebuah pantai dan laut adalah bebas dari sampah. Pulau ini beserta lautnya ternyata sangat bersih dari sampah-sampah. 
   Begitu menginjak pulau ini sembari melihat matahari meninggi dan sepoinya udara, saya langsung tertarik untuk melihat area konservasi penyu. Dimana anak-anak penyu yang baru menetas di besarkan hingga ia siap untuk di lepas ke laut. Ukurannya bervariasi, tapi pihak pengelola sangat menjaga kelangsungan hidup para anak penyu. Sehingga pengunjung harus puas dengan tulisan jangan disentuh. Hanya boleh di lihat dan di foto.

Konservasi penyu
    
Anak-anak penyu yang belum siap untuk di lepas ke laut

    Masyarakat asli lombok, yang meskipun pulau ini menghasilkan devisa besar untuk negara, tidak lantas menjadikan mereka khilaf mengumbar kemewahan budaya modern. Di Gili Trawangan saya tidak menemukan hal apapun yang bisa merusak polusi udara. Peraturan setempat sepakat agar di gili trawangan tidak ada asap knalpot, yang ada hanya sepeda dan cidomo atau yang sering disebut delman. Itu saja transportasi umum disana. Tidak heran pernafasan akan sangat di manjakan disana. ya dengan menaiki cidomo kurang lebih setengah jam saya puas mengelilingi gili trawangan. 

Cidomo dan lingkungan Gili Trawangan yang bersih
   
   Saya sempat terkejut di perjalanan tiba-tiba cidomo berhenti. Tidak mungkin ada macet di pulau sekecil ini kan. Ternyata ada cidomo lain yang kudanya sedang buang air. Saya melihat pemilik cidomo tersebut langsung dengan sigap membersihan jalan yang di kotori kuda. Sementara, cidomo lain dengan sabar menanti untuk lewat hingga semua bersih. Dari sinilah saya melihat begitu besarnya perhatian akan kebersihan lingkungan, ketaatan pada peraturan bersama demi kenyamanan seisi pulau dan besarnya toleransi antar sesama. Saya salut.
    Pulau ini terlihat sangat modern dengan banyak homestay hingga resort bintang lima dan fasilitas yang sangat lengkap. Bahkan atm dari berbagai Bank Indonesia pun lengkap disini. Tapi ketika memutuskan mengelilingi pulau ini, saya pun takjub melihat sisi lain pulau ini. Masih ada kebun kelapa yang sangat luas. Yang masih mereka pertahankan untuk keseimbangan alam di pulau tersebut dan tentunya untuk memasok minuman kelapa muda para wisatawan juga. Di tepian pantai ada titik-titik dimana batu-batuan tepian laut masih bebas berserakan.
     Bicara mengenai modernisasi tidak terlepas dari aspek budaya ataupun ritual. Masyarakat asli Lombok yang di kenal dengan Suku Sasak sampai hari ini masih tetap menjalankan budaya mereka. tidak terpengaruh budaya kebarat-baratan, justru saya dengar dari guide saya apabila ada warga asli Lombok yang melanggar budaya adat, maka siap-siap untuk terasing dan tidak diakui lagi sebagai warga Suku Sasak. Dan hingga saat ini semua warga mematuhiya, lagi-lagi saya salut.
      contohnya dalam urusan menikah, mereka harus tetap pakai budaya menculik wanita. Dimana setelah diculik harus segera menikah untuk mencegah terjadinya tindakan asusila. Dan itu benar-benar harus di laksanakan. menculik terdengar agak aneh ya, tapi itulah adat yang masih berjalan hingga sekarang. Meskipun mereka menikah dengan warga pendatang. Itulah sepenggal budaya adat yang masih mereka pertahankan hingga kini. Dan saya beruntung ketika saya melewati jalan raya sepulang dari Gili Trawangan saya bertemu oleh beberapa pasang pengantin yang menikah dengan adat Lombok di arak oleh warga dengan gembira. Sayangnya saya tidak bisa mengabadikan foto pengantin tersebut karena tertutup oleh warga yang berkerumun.
    Lalu apalagi yang saya cari dari wisata bahari ? Ya, bukan hanya tentang keaslian dan keasrian alam dan penduduknya. Tapi juga bagaimana perut di manjakan. Cafe-cafe dan resto bahkan warung disana memiliki menu lengkap dari menu tradisional hingga menu international, dari seafood bumbu khas taliwang hingga pasta italia. Sambil menikmati laut dan anak saya melihat-lihat konservasi penyu. Saya memutuskan menikmati es kelapa muda. Di temani dengan menu asli lombok ayam taliwang dan plecing kangkung. Orang Indonesia biasanya memang belum kenyang kalau belum makan nasi ya.
  Semakin siang saya melihat semakin banyak wisatawan keluar dari penginapan dan resort masing-masing. Umumnya untuk berjemur atau memang mau jalan-jalan. Saya mencoba mencerna, siapa yang dominan disini, selain penduduk asli tentunya. Saya melihat tidak semua wisatawan asing berasal dari benua amerika atau Eropa, tapi banyak juga yang dekat dengan Indonesia seperti jepang, australia, bahkan dari timur tengah pun ada. Pesona Indonesia ternyata yang terkenal di dunia bukan hanya Bali kan.
     Apa lagi yang kurang dari perjalanan wisata bahari ? Tentu saja, snorkeling dan scuba diving. Tepat pukul 10.00 Saya kebingungan memilih begitu banyak paket wisata bawah laut yang menarik di tawarkan disini dengan harga kompetitif dan tentunya paket wisata bawah laut disini semua telah bersertifikat PADI.
  Sambil memilih paket-paket kegiatan bawah laut saya lihat group-group wisatawan yang bertolak ke titik snorkeling dan scuba diving sudah mulai berangkat. Memang wisata bahari tidaklah lengkap tanpa melihat alam bawah laut. Berbagai biota laut, dari ikan beraneka warna hingga terumbu karang. Gili Trawangan tidak akan membuat saya menyesal datang kemari. 
     Sebelum meninggalkan pulau ini, tidak lupa saya berjanji suatu saat saya pasti akan kembali kesini. Dan kalian pun layak membuktikan ucapan saya.

5 Desember 2015, saya dan Gili Trawangan


31 comments:

Keke Naima said...

cantik pantainya. Kelihatan masih bersih, ya :)

Ika Hardiyan Aksari said...

Pertama kali dengar tempat ini dari teman mbak dan langsung ngiler. Sampai sekarang masih bertanya2 kapan saya bisa ke sana???? Mungkin honeymoon kedua kali ya wkwkwkw

turiscantik.com said...

Penrh ke sini beberapa kali emang keren banget ya

andyhardiyanti said...

Aih iyaa..saya ke Gili Trawangan sudah beberapa bulan yang lalu. Bersih memang. Tapi sepertinya terlalu ramai :D

Jadinya belakangan ini Gili Air yang jadi favorit :) Untuk urusan pemandangan di dalam airnya pun kata orang gili air yang terbaik dibanding 2 gili di sekitarnya

ulu said...

Ke Bali saya belum pernah, ke Lombok juga. Ya nasib... hahaha :D Majalah National Geographic Traveler tahun ini temanya wisata air, dari sungai sampai lautan. Cocok ini juga postingannya tentang air juga :D

Pengobatan limpa bengkak said...

indah pantainya

wuri nugraeni said...

bumil jalan2 :) selamat ya, sehat dan lancar

Leyla Hana Menulis said...

Panas ga mbak di sini? Biasanya dekat pantai itu panass..

Gustyanita Pratiwi said...

pingin cobain alam taliwang di lomboknya langsung aku mb ruli :)

Ruli Retno Mawarni said...

Cantik ky aku kan mba.. *eaaaa

Ruli Retno Mawarni said...

Program anak ke 2 mba ika..hehe

Ruli Retno Mawarni said...

Ahhh turis cantik yg 1 ini jelas lah uda kesono hehe

Ruli Retno Mawarni said...

Bisa jd alternatif tujuan ya mba gili2 yg lain

Ruli Retno Mawarni said...

Wkwkwk.. cocoknya memang di air

Ruli Retno Mawarni said...

Uda lama mba ini kesananya taun kmrn.. akhirnya masuk post juga

Ruli Retno Mawarni said...

Bangettttt kalo matahari nya.. tp semilir anginnya mengimbangi lah..

Ruli Retno Mawarni said...

Hayuk dah berangkat sama si mas nya itu..

suria riza said...

cantikkkkkk airnyaaaaa pengennn

Lusi said...

Baru mentok di Bali aja. Hiks

Jiah Al Jafara said...

Jepara byk laut, tp liat laut daerah lain tetep seneng

Rinrin Rinjaniah said...

Keren banget Mba, pengen ke Gili Trawangan, tapi entah kapan bisa terlaksana. Huuhh,..

atanasia rian said...

wah bagus bangetttt, jadi mupeng kesanaaaa

Lia Lathifa said...

bagusnyaa, apalagi masakannya sepertinya enak ya

cahaya theprinces said...

Perah denger cerita tentang Gili Trawangan sih, cuma pas baca postingan ini bikin baper pengen kesana

Ayu Citraningtias said...

aakkk pengen ke lombokkkk, saya baru ke beberapa pantai di bali sajaaa

Irawati Hamid said...

tempatnya bagus,kapan yah saya dan keluarga bisa liburan ke sini??

Liswanti Pertiwi said...

Pantainya itu loh mba, cantik banget

Fatah (easytourbandung.com) said...

Kapan saya bisa ke sini ya, ada yang mau nyumbang tiket buat saya?

Christanty Putriarty said...

Destinasi bahari Gili Trawangan memang sangat eksotis sekali bikin wisatawan gak bisa melupakan keindahannya *kapan ya bisa dolan kesana hiks

Akhmad Muhaimin Azzet said...

Terutama yang wisata bawah lautnya itu ya, Mbak, hmmm... saya jadi kepengin banget :)

Hidayah Sulistyowati said...

Tempatnya keren ya, masih menjaga nilai lokal.

Padahal udh ke bali sampai tiga kali , tapi enggak pernah nyebrang ke lombok. Masih jadi list utama sih sampai sekarang :)