Friday, 13 November 2015

Kenapa mama pakai lipstik

Assalamu'alaikum

Kali ini lagi pengen nulis serius dikit. Emang biasanya ga serius? Ya serius juga sih tapi ini lebih serius, tapi dikit. Iya serius kapan nulisnya jadinya? (Ditabok duit segepok) 
Jadi ceritanya mau curhat? Engga juga sih.. share cerita aja barangkali ada yang sudah pernah mengalami seperti saya atau mungkin akan mengalami seperti saya. Yap.. kegagalan memberi contoh pada anak bisa saja terjadi. Bukan berarti gagal itu fatal tapi menurut saya kejadian-kejadian menohok sesekali perlu terjadi agar saya tidak selalu merasa lempeng bener terus.
     Suatu sore saya mau nganter qori ke mesjid buat ngaji. Sebenarnya nganter ke mesjid itu biasa aja. Kadang saya doank yang nganter kadang papanya kadang kami suami istri nganter kalo sesudahnya mau pergi ke tujuan lain. Lalu terjadilah...
   Ketika saya siap-siap lalu saya lelet, sedangkan dia sudah siap duluan dan gelisah. Jadilah ketika saya pake lipstik keluar pertanyaan "kenapa mama pakai lipstik ?" 
Apa pertanyaan ini biasa karena anak-anak ingin tau? Tidak untuk seusia qorira yag sudah TK B karena dia sudah jelas tau lipstik untuk apa.
    Saya spontan jawab "kenapa apanya Qori ?" Lalu dia menjawab "kan kita gak pergi sama papa, lalu kenapa mama dandan? mama dandan untuk siapa?" Nah.. nohok gak tuh. Buat saya.. disini bapernya, andai bisa sembunyi tutup muka mungkin akan saya lakukan. Tapi engga gitu juga sih. Saya stay cool aja. Tapi speechless juga. Anak usia 5 tahun sudah mengingatkan saya, saya berdandan untuk siapa. 

Pelajaran mengaji Qori
Dok.pribadi
   
    Ya mungkin hanya saya yang merasakan banget nohoknya di tanya seperti itu. Karena ya saya sendiri yang mengajarkan kepada Qorira bahwa saya hanya berdandan bila saya pergi bersama suami dan di hadapan suami. Itulah yang tertanam di benak Qorira. Karena meski saya pakai lipstik biasanya warna bibir. Sedangkan sore itu saya pake warna dustypink. 
    Penjelasan pun terjadi ketika Qorira ingin mencoba semua make-up saya. Waktu itu saya bilang padanya. Qorira belum perlu dandan karena masih kecil. Tanpa dandan pun qorira sudah cantik. Saya bilang begitu. Lalu kenapa mama dandan? Saya bilang saya dandan untuk papa nya. Karena mama sudah tua tidak secantik qorira lagi. Jadi wajah perlu di rawat dan make-up supaya terlihat lebih manis saja. Itupun hanya untuk papa dan keluarga (muhrim) saja. Qorira mengangguk tanda mengerti. Meski esoknya ia masih pengen coba-coba make-up tapi dia sudah mengerti bahwa dia sudah cantik meski tanpa make-up. Begitu yang tertanam di benaknya. Jadi coba-coba make-up nya hanya sekedar main saja. Bukan karena mau cantik lagi.
    Lalu apa jawaban atas pertanyaan sore ini. Saya tidak menjawab. Dari lubuk hati yang paling dalam yang merasa sangat kesentil saya memilih diam daripada membela diri sambil menipiskan lipstik saya. Langsung bergegas mengantarnya ke mesjid. Sambil menunggu Qori saya merenungi ucapan Qori tadi.
    Ya benar.. untuk siapa saya dandan? Awalnya memang tidak ada niat untuk tampil mengundang perhatian yang bukan muhrim. Hanya sebatas ingin tampil lebih manis. Terlihat segar dan terawat. Tapi di depan siapa? Begitu pentingkah saya berdandan padahal tidak bersama suami?
    Belum selesai jawaban-jawaban saya untuk itu saya mencari segala info tentang tabarruj. Dulu pernah nulis tentang tabarruj di blog lain. Tapi apa iya berdandan yang bukan untuk suami salah juga? Terbersit pertanyaan itu dalam hati. Saya pun googling nyari referensi lagi tentang tabarruj dan akhirnya saya ambil secuil Di kutip dari www.muslimah.or.id


Larangan Tabarruj
Adapun kaidah pertama yang harus diperhatikan bagi wanita yang hendak berhias adalah hendaknya ia menghindari perbuatan tabarrujTabarruj secara bahasa diambil dari kata al-burj (bintang, sesuatu yang terang, dan tampak). Di antara maknanya adalah berlebihan dalam menampakkan perhiasan dan kecantikan, seperti: kepala, wajah, leher, dada, lengan, betis, dan anggota tubuh lainnya, atau menampakkan perhiasan tambahan. Imam asy-Syaukani berkata, At-Tabarruj adalah dengan seorang wanita menampakkan sebagian dari perhiasan dan kecantikannya yang (seharusnya) wajib untuk ditutupinya, yang mana dapat memancing syahwat (hasrat) laki-laki” (Fathul Qadiir karya asy- Syaukani).
Allah ta‘ala berfirman (yang artinya),
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu …” (QS. Al-Ahzaab, 33: 33).
Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa‘di ketika menafsirkan ayat di atas, beliau berkata, “Arti ayat ini: janganlah kalian (wahai para wanita) sering keluar rumah dengan berhias atau memakai wewangian, sebagaimana kebiasaan wanita-wanita jahiliyah yang dahulu, mereka tidak memiliki pengetahuan (agama) dan iman. Semua ini dalam rangka mencegah keburukan (bagi kaum wanita) dan sebab-sebabnya” (Taisiirul Kariimir Rahmaankarya Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa‘di).
Dari sini saya simpulkan bahwasanya islam tidak pernah melarang wanita berdandan asalkan mematuhi 3 hal :
1. Tidak berpenampilan seperti wanita-wanita jahiliyah yang tidak beriman (ciri-ciri wanita jahiliyah silakan googling sendiri ya)
2. Niat hati, bukan untuk riya pamer, memikat yang bukan muhrim atau tujuan-tujuan negatif lainnya.
3. Tidak berlebihan dalam berhias (make-up dan perhiasan) dan memakai wangi-wangian
Untuk point pertama menurut saya pribadi Artinya tidak melakukan yang ciri-ciri wanita penghuni neraka sebagaimana dilihat Rasulullah SAW banyak menghuni neraka. 
Untuk point kedua, sama sekali tidak ada kapasitas saya menghakimi niat seseorang dalam berdandan terutama dalam hal kaitan lipstik dengan tabarruj. Point kedua ini tidak bisa di lihat dengan mata manusia. Niat hati hanya Allah yang Maha Tau. Karena itu menurut saya pribadi, bukan kapasitas masing-masing dari kita menghakimi make-up orang lain. Meski ia berpenampilan seperti wanita jahiliyah sekalipun sungguh hanya Allah SWT pula yang tau kenapa dia berpenampilan seperti wanita jahiliyah. 
Point ketiga, makna berlebihan ini setiap orang berbeda-beda. Mungkin untuk lebih general kita ambil batasan berlebihan itu tebal dan menor ya. Dan memakai wangi-wangian sepengetahuan saya kalau untuk mencegah bau badan itu di bolehkan. Yang tidak boleh apabila wanginya tercium kemana-mana bila kita melewati orang lain. kalau yang sesama wanita aja melirik ketika kita lewat saking wanginya, apalagi yang bukan muhrim. Mungkin begitu ya kira-kira. CMIIW ya..
Saya bedakan point wanita jahiliyah dengan point ketiga. Karena cakupan wanita jahiliyah menurut saya lebih luas lagi daripada sekedar berhias dan wangi-wangian. Tapi termasuk cara jalan, cara memakai cepol jilbab, cara bertutur kata, juga cara berpakaian wanita jahiliyah memiliki ciri tersendiri yang tidak usah kita tiru. Monggo di googling.
Jadi inti tulisan ini sebenarnya tentang make-up atau lipstik atau tabarruj? Bukan tentang semuanya. Meskipun saya membahasnya. Inti dari tulisan saya adalah, kesiapan kita dalam mengajarkan tentang agama kepada anak-anak kita memang harus di imbangi dengan contoh yang nyata. Tidak bisa sekedar informasi. 
Anak-anak semuanya kritis. Tidak butuh hanya sekedar nasihat tapi butuh bukti yang nyata jelas dari kita orang tuanya. Mati-matian kita bercerita dan nasihat soal shalat dan sedekah tapi kita sendiri solat bolong-bolong dan sedekah perhitungan banget gimana anak mau percaya informasi kita? Dan saya sore itu gagal karena tidak siap menjawab pertanyaan diimbangi dengan dasar ilmu yang cukup. Saya harus banyak belajar lagi sebagai madrasah pertama bagi anak-anak saya.
Meskipun saya merasa sepertinya tidak salah dengan lipstik saya yang tipis dan senada warna kulit dimana mesjidnya pun hanya ada ibu-ibu nemenin anak mengaji. Tidak ada guru ngaji laki-laki disana. Tetapi peringatan Qorira sudah bikin saya terjaga dari perasaan terlena. Yap.. terlena sebagai orang tua yang selama ini merasa uda ngasih contoh yang berusaha sebaik mungkin di depan anak ternyata bisa khilaf juga. Astagfirullah...
Catatan kecilnya. Bila suatu saat Qorira menanyakan hal yang sama atau bila ada momen di waktu yang pas saya akan menambahkan info bahwa tidak apa berdandan untuk sekedar merawat wajah dan tidak berlebihan. Dimana definisi tidak berlebihan itu akan saya beri contoh sendiri di dandanan daily saya. Kalimat ini bukan untuk pembelaan diri untuk wanita boleh dandan. Tapi hanya menambahkan bahwa terlihat tidak kusam / tidak terawat itu penting juga agar suami senang melihat kita dalam hal ciri istri solehah salah satunya adalah istri yang sejuk di lihat oleh suaminya. Dan merawat kulit juga di anjurkan dalam islam sebagai bagian dari merawat pemberian Allah. Yang nanti ujung-ujung untuk menyenangkan muhrimnya juga kelak. 
Bener kan saya bilang kali ini saya nulisnya serius. Mungkin serius banget ini ya. Saya masih fakir ilmu soal agama. Tapi sedikit yang saya punya akan lebih baik di share daripada diam. 

25 comments:

Titi Alfa Khairia said...

Qorira udah ngerti banget ya. memang anak-anak selalu kritis dan menuntut konsekwensi dari orang tua..

Ruli Retno Mawarni said...

Ngerti bgt sih belum mba.. cm mulai di kenalin sejak dini aja. Kami ga mau nti dia tumbuh jd anak2 yg genit bahkan bertujuan pamer kecantikan. Jd di rem sejak dini.. doain ya mba usaha saya..hehehe

alaika said...

Hm... tulisan panjang yang bisa menjadi masukan bagi kita semua. TFS. Kalo saya yg jadi Mama Qori, saya akan jawab begini, Mba, 'sayang, Mama pake lipstick utk melindungi bibir dr kekeringan, juga, agar mama terlihat tidak pucat. Kalo mama terlihat pucat, kasian donk papa, pasti org yg melihat mama akan bilang, ih kenapa itu istrinya pak (sebut nama papanya Qori), kok lesu dan jelek gitu... Nah, jadi Mama jg dandan utk Papa agar Papa tdk disalahin orang.' Hehe...

Kharisma Rosalina said...

Anaknya pinter mbak, hehe

Saya juga kalau keluar rumah pakai bedak, lipstik dan minyak wangi, tujuannya sama kayak mbak, biar lebih rapi dan terlihat segar, enggak enak juga kalau ada bau tak sedap dari keringat atau pakaian, muka kucel dan bibir pucat pun enggak enak dilihat. Asal enggak berlebihan saja, ya kan? :D

Inda Chakim said...

Nama si kecil unik bgd mak, Qorira, :)

damarojat said...

hmmm...anak saya laki semua. saya ga pernah pk make up dekoratif. (sekalinya pake lipstik di rumah malah dibilang aneh sama suami, jadi saya makin mantap ga pake). e pas nikahnya adik ipar saya, saya didandanin kan, hebohlah anak2 saya.

"kenapa ibu pake lipstik?" persis ky Qori ya. trus sy jawab kl saya terpaksa soalnya ini acara khusus. tetep aja pd heboh.

ya yang jelas kita sbg muslimah sudah punya rambu-rambu dlm hal bercantik-cantik dan bersolek.

Ruli Retno Mawarni said...

Ahahaha panjang beud ya mba.. aku jg sebenernya sependapat. Cm bingung jelasin utk kalimat agar papa tdk di salahin org itu gmn pake bahasa anak2... wkwkwk.. kayanya nanti SD baru agak mengerti yg poin itu

Ruli Retno Mawarni said...

Setuju.. kalo kita bau malah jd dosa ya mba deket2 org.. org jd ngedumel dlm ati

Ruli Retno Mawarni said...

Hihihi.. iya mba.. artinya yg menyejukkan pandangan.. mudah2an.. aamiin

Ruli Retno Mawarni said...

Wkwkwkwk.. yg cewek aja nanya ya mba knp pke lipstik. Apalagi anak cowok apalagi yg ga pnh liat ibunya dandan. Kebayanggg

Uwien Budi said...

Iya mbak. Aku juga kepikiran begitu. :)

Uwien Budi said...

Inamal a'malu binniat aja ya mbak Ruli. Hehe :)

Ruli Retno Mawarni said...

Haaa betul mbaa

Lusi said...

Hmmm anakku sih yang penting aku nggak pucat kalau ngantar mereka & mengenakan baju yg rapi & kasual. Mereka nggak suka aku nglemprot, tapi juga nggak suka aku berlebihan. Lipstik membuat wajahku lebih segar aja. Tapi sekarang muslimah byk yang foto wajahnya & berpose sexy menggoda kan meski tubuhnya tertutup berlembar-lembar kain.

Oka Nurlaila said...

Qorira cerdas dan kritis. semoga semakin soleha ya dek.

Btw mau share juga nih mbak. dulu saya bingung pake parfume atau wangi-wangian yg berlebih-lebihan itu seperti apa? takutnya secara tidak sadar yang saya kira wanginya biasa aja, ternyata berlebihan. tabaruj yg tidak disadari.

terus teman saya bilang, parfume yang dipake berlebihan itu contohnya pas kita lewat orang-orang yg kita lewatin spontan noleh dan mandangin. atau ekspresi mereka menghirup wangi parfume kita sambil merem gitu. seperti di iklan-iklan parfume di tv itu loh mbak. Hehe... ya semenjak tmn saya bilang gitu, saya pake parfume 2/3 kali semprot doang. Lumayan lah bisa ngemat. Jadi parfumenya gak cepat habis. Hehehe XD

Indah Primadona said...

jadi kepikiran juga nih mbak, biasanya kalau keluar memang dandan, tapi ya seadanya, bedak, lipstik, eyeliner, tapi memang gak suka yang menor sih
tujuannya sih biar keliatan seger aja, maklum ibu-ibu suka gak sempet ngerawat diri, biar gak keliatan kucel aja, kalo gitu boleh kah?

Kania Ningsih said...

jadi inget, anak saya juga pernah nanya "umi pake lipstik ya?" padahal itu perasaan dikit banget pakenya. emang dasar ga pernah pake sih sekalinya pake ditanya sama anak. yaudah pakenya lip balm aja yg transparan :D

Apotek Ace Maxs said...

udah pinter ya mbak

Ruli Retno Mawarni said...

Nahh sama mba.. aku sependapat bhwa kita terlihat lbh segar aja niatnya. Ga niat hrs di pandang org cantik selalu ya

Ruli Retno Mawarni said...

Nahhh hemat ini penting mba buat emak2.. hehehe.. yg ptg bukan 'wangi'nya melainkan fokus di "tidak bau" nya ya mba

Ruli Retno Mawarni said...

Sy blom dalam kapasitas menjawab boleh dan ga boleh ya. Blom faham benar ilmunya saya hehehe.. tp klo tujuannya biar keliatan seger justru bagus kan mba di lihat suami. Tergantung niat kan ya.. hehe.. kalo kucel kan kasian suami..

Ruli Retno Mawarni said...

Hihihi solusi bagus tu mba lipbalm transparan..

momogrosir said...

anaknya cerdas yah

turiscantik.com said...

Alhamdulilah anaknya pintar ya mbak :)

Arina Mabruroh said...

Anak shalihah... :*