Monday, 14 September 2015

Selamat ulang tahun Polantas ke 60

Assalamualaikum.. salam sejahtera ya..
Mau menyapa seluruh rakyat Indonesia nih.. siapa sih di antara seluruh pembaca yang ga pernah ketemu sama bapak Polantas. Pernah donk ya. Meski kenal ga kenal. Di tilang atau engga. Di sapa atau engga. Tapi pasti tau dengan si petugas kepolisian yang satu itu. Iya kalau sudah tau lantas kenapa?

Sudah tau juga kalau mereka ultah loh di bulan ini.. tepatnya nanti di tanggal 22 september genap 60 tahun. Alhamdulillah usia yang cukup matang bagi sebuah institusi. Berdiri 10 tahun sejak Indonesia merdeka. Entah berapa lalu lintas yang telah mereka atur. 

Mari berdoa untuk semua Polantas seIndonesia baik bapak maupun ibu. Semoga di Ultah yang ke 60 ini kalian semakin solid, semakin tangguh dalam menghadapi godaan-godaan yang bisa mengganggu kinerja kalian. Dan menemukan bibit-bibit baru polisi yang benar-benar mencintai rakyat, dari rakyat pro rakyat dan bekerja sepenuh hati untuk rakyat. Selalu di sehatkan untuk turun ke jalan apapun kondisinya. Semoga keluarga kalian selalu dalam keadaan baik dan tercukupi kebutuhannya sehingga kalian terlepas dari keinginan untuk berbuat hal-hal yang tidak di sukai masyarakat. Aamiin..
Sumber foto disini

      Saya pernah tinggal di Jakarta, meski tidak lama saya cukup tau begitu bebannya berada di jalanan ibukota. Bila menggunakan jasa kereta api. Suami saya bisa berangkat jam 6 pagi dan pulang ke rumah pukul 7 malam. Tetapi apabila menggunakan lalu lintas jalan. Maka suami saya harus berangkat pukul 5.30 dan pulang paling cepat pukul 8 malam bisa pula sampai jam 9 malam dan esoknya berputar rutinitas yang sama. Tidak pernah bertemu matahari kecuali weekend. Padahal jaraknya hanya dari sudirman menuju kalibata. Terbayangkan betapa beratnya mengatur lalu lintas ibukota. Di tambah dengan meningkatnya taraf ekonomi masyarakat yang membuat makin banyak jumlah mobil yang beredar di jalanan. 
    Apakah harus memperpanjang jalur tol ? Jalur tol itu kan pemerintah yang menyusun rencananya, Polantas tidak terlibat secara langsung. Harus mengurangi jumlah mobil. Juga bukan tugas Polantas. Tugas Polantas adalah mengajak masyarakat untuk tertib dan aman berkendara. 
    Tapi lihatlah... bila di jalan kita banyak mengalah maka kita gak akan jalan. Begitulah pripsip hampir semua pengendara terutama sepeda motor yang sering ugal-ugalan. 
   Masih ingat kan kasus pengendara motor yang nyerobot jalur busway lalu keserempet hanya demi jalan bebas macet. Mungkin itu salah satu catatan merah polantas karena saat itu Polantas justru membela si pengendara motor ya. Sepertinya PR-nya Polantas Polda Metro Jaya tidak ada habisnya ya terutama masalah kemacetan.
    Sebagai salah satu warga yang pernah tinggal di jakarta pengen usul juga donk demi kinerja Polantas, demi kebaikan penduduk Jakarta sih harapan saya. Mudah-mudahan bisa membantu dan di dengar. 
  1. Polantas pastinya sering mengadakan kampanye tertib berlalu lintas. Untuk kampanye ini agar makin di galakkan, di buat rutin dan menyeluruh terutama bagi calon pengendara yaitu anak SMP dan SMA. Mengingat usia mereka memasuki usia akan memiliki SIM. Dan lagi edukasi sejak dini itu lebih penting menanamkan kedisiplinan dari awal. Umumnya pengendara dewasa justru lebih sulit di atur ketimbang yang muda
  2. Untuk ketertiban, mungkin sudah sulit di sampaikan lewat kata-kata ya untuk skala macet di jakarta. Masyarakat hanya tertib saat ada petugas. Bahkan pejabat pun hanya akan takut bila ada petugas. Jadi saran saya, kalau maunya rakyat begitu ayo aja deh layani sambil menunggu hati masyarakat tergugah untuk tertib lebih baik Rekrutment untuk Polantas di tingkatkan menjadi 2x lipat. Kalau perlu setiap jalan raya hingga jalan depan komplek ada Polantas. Dan berlaku shift ketat siang malam dengan 2 orang Polantas perjalan. Dan semua tegas, tidak ada nego tilang apalagi sogok, langsung disiplinkan saja. Kemungkinan dengan adanya 2 orang Polantas di tiap jalan juga akan mengurangi aksi premanisme di jalanan juga terutama jalanan sepi. Jalanan tertib tentunya akan membuat jalanan bisa lebih lancar dan mengurangi kemacetan meski sedikit.
  3. Penerbitan Surat Ijin Mengemudi di harapkan bisa di perketat tesnya Karena para pelanggar lalu lintas yang punya SIM umumnya berani melanggar rambu karena minimnya ilmu soal Lantas, minim ilmu soal ketertiban, dan minim ilmu soal toleransi sesama pengendara. Pastikan orang yang memiliki adalah orang yang benar-benar tau dan hafal rambu Lantas. Terutama orang-orang yang mengurus kepemilikan SIM melalui lembaga-lembaga kursus mengemudi atau anak-anak muda yang baru mau berkendara, karena itu ujian kepemilikan SIM haruslah di perketat.
  4. Dukung program masyarakat yang mampu mengurangi kemacetan. Seperti jasa ojek online yang sekarang lagi di gandrungi masyarakat karena merasa aman, nyaman & murah dengan jasa tsb. Ada juga taxi argo yang beralih dari bentuk sedan menjadi mobil van. Juga pedagang-pedagang online yang membuat orang tidak banyak wira wiri di jalanan menambah kemacetan. Kegiatan mereka sangat membantu karena membuat orang mengurangi pemakaian mobil pribadi yang umumnya hanya berisi 2 orang permobil. Cara mendukungnya bagaimana: 
   Sudah berulang kali saya dengar pengemudi ojek-ojek terorganisir tsb banyak di cekal ojek-ojek di komplek perumahan bahkan kalau ketahuan di gebukin. Upaya-upaya seperti ini membuat masyarakat yang tadinya nyaman menjadi resah. Sampai-sampai mereka yang harusnya pakai atribut lengkap tidk berani memakai karena takut berhadapan dengan ojek lokal. Lagi-lagi kami berharap personil Polantas di perbanyak dan di sebar di lebih banyak titik agar tidak ada aksi jegal menjegal antar pelaku usaha trasportasi.
    Untuk pedagang-pedagang online, diharapkan kerjasama dari kepolisian bagian IT agar lebih canggih sehingga tidak terjadi penipuan dalam belanja online. Belanja online yang aman akan membuat warga nyaman untuk tidak banyak dijalanan.

Kegiatan-kegiatan sepele berdampak besar. Atau kegiatan ringan berdampak positif biasanya di sambut baik oleh masyarakat, dan bisa di ajak bekerja sama selagi mudah di lakukan. 
    Seperti media sosial +TMC Polda Metro Jaya baik di twitter, fp dan G+ yang selalu aktif memberitakan, ataupun menerima berita, juga aktif menerima saran kritik masyarakat sudah sangat membantu menjadi penghubung masyarakat dengan Polantasnya. Masyarakat jadi lebih mudah dan nyaman curhat atau mengadu.
    Dan sebaliknya, masyarakat mungkin di harapkan bisa lebih membuka hati lagi untuk para Polantas memperbaiki diri dengan tetap tertib, mencegah diri untuk di tilang dengan tertib berkendara, juga untuk tidak melakukan sogokan apabila terkena tilang. 
    Perubahan kemacetan di Jakarta adalah tanggung jawab banyak pihak tidak melulu Polantas. Tetapi Polantas sebagai ujung tombak personil yang selalu sedia di lapangan setiap saat mudah-mudahan tidak pernah lelah melayani kami. 

Selamat HUT POLANTAS KE 60 TAHUN
Damai No, Tilang Yes 

Menuju Indonesia Tertib, Bersatu, Keselamatan Nomor Satu

6 comments:

Tira Soekardi said...

Mudah2an polisi tegas dalam menindak pelanggaran dan anti suap

Ruli Retno Mawarni said...

Betul mba.. harapan kita semua banget yaaa sejak dulu.. :)

Novia Syahidah said...
This comment has been removed by the author.
Ranii said...

wah, selamat ulang tahun juga Polantas, semoga lebih baik yah :D

Ruli Retno Mawarni said...

Aamiin.. doa kita semua ya mba ranii.. :)

Madu Murni Online 0821.4150.2649 said...

HBD aja dah , salam Damai :D
Madu Murni Online