Saturday, 26 September 2015

#SAVEHUTANINDONESIA kami tidak butuh masker tapi kami butuh udara sehat

Assalamualaikum...
2-3 bulan terakhir, secara rutin terjadi setiap tahun di bulan yang sama selalu kita dengar info kebakaran hutan, kebakaran lahan, penyebab asap kalimantan dan sumatra. Kita Yang di hujat negara-negara tetangga sebagai tanda lemahnya  hukum dan pengawasan negeri ini. Lemahnya tingkat pendidikan penduduk negeri ini dari yang berpenghasilan rendah hingga pejabat negara. Dan keserakahan manusia.

Saya hanya seorang ibu rumah tangga. Apalah saya yang tidak tau bisnis yang pakai lahan. Tidak tau seberapa penting membakar lahan. Tidak tau seberapa baik lahan di bakar. Yang saya tahu anak saya rutin kena ispa setiap kemarau tiba. Bahkan rekor ditahun ini karena dalam 2 bulan kena Ispa 2x untuk yang usia 5 tahun. Sedangkan si bayi kena batpil dalam waktu agak lama sembuhnya.
  Dulu ketika saya meninggalkan jakarta berpikir bahwa udara di kalimantan akan lebih baik, secara memang jumlah kendaraan tidak sebanyak di Jakarta. Berharap paru-paru lebih sehat. Nyatanya di kalimantan jauh lebih parah yakni asap bakaran hutan.
   Apalah saya yang merasa beruntung punya 1 AC di rumah yang selama kemarau beroperasi penuh siang malam karena untuk memfilter udara masuk. Kamar tidur adalah satu-satunya tempat teraman ketika kabut menebal. Meski nyatanya tetap kena ISPA juga. Kebayang ga untuk yang ga punya AC di rumahnya. Rumah ortu saya bahkan hanya pakai kipas angin. Hanya bisa menyalakan kipas angin untuk suhu yang sangat gerah tanpa bisa menghindar dari Asap. 

Dok pribadi
24 sept 2015 idul adha
Lokasi 1 KM dari rumah saya
    Beginilah kami. Foto ini perwakilan kami sekarang rumah penduduk disini di tengah kepungan asap. Gambar ini di ambil pukul 16.00 sore ketika ashar. Dan asapnya masih setebal itu.

Kalimantan sebagai salah satu paru-paru dunia tiap tahun mengeluarkan asap pembakaran lahan. Tidak di kota tidak di hutan. Sepertinya gampang sekali. Bahkan lahan yang tidak sengaja terbakar hanya karena kejatuhan puntung rokok dari para pengendara.

Berhari-hari saya menunda menulis posting ini karena emosional saya masih belum stabil bila membahas soal ini. Keselnya mungkin ga bisa di ungkapkan ya.

Asap kalau lagi tebal ya begini
Hampir setiap hari begini 2 bulan terakhir
Pengorbanan di hara raya Qurban
Masyarakat Rela sesak nafas ketika solat Ied 
    Mendengar Pak Jokowi akan datang untuk solat idul adha di Banjarmasin hati saya senang bukan kepalang. Meski banjarmasin beda kota dengan saya. Tapi berharapnya ada perintah-perintah bagus bila beliau datang. 
     Beberapa hari sebelum Pak Jokowi datang kabut sempat berkurang. Tiba-tiba kota saya banyak tulisan peringatan jangan membakar lahan. Apa ini pencitraan saja di hadapan Pak Jokowi entahlah. Aneh saja ya, asap sudah dari 2 bulan lalu kok tulisannya baru muncul sekarang menjelang Pak Jokowi datang. Saya pun berdoa dengan sungguh-sungguh semoga ketika Beliau solat ied itu asap menunjukkan jati diri yang sebenarnya.
   Doa di kabulkan.. pas hari raya asap sangat tebal sejak pagi hingga saya harus pakai masker ketika solat ied. Hanya di buka ketika berlangsung solat itupun langsung di pasang lagi sesudahnya karena sesak nafas saya. Foto sore hari tampak di foto pertama paling atas. Dan ya.. ternyata pak Jokowi tidak solat ied di banjarmasin melainkan di Martapura. 15 menit saja dari kota saya, banjarbaru. Alhamdulillah deket banget sehingga kondisi asap sangat terwakili. Dan lahan yang di kunjungi Pak Jokowi adalah lahan di foto pertama di atas. Tidak jauh dari rumah saya.

Lokasi tinjauan asap Pak jokowi di banjarbaru
Sumber foto twitter pak @Jokowi

    sehari sebelum solat ied saya dapat kabar kalau Pak Jokowi sudah tiba dan keliling-keliling dengan helikopeter. Dan memang sore itu saya liat ada heli wira wiri di atas komplek saya. Beliaupun mengunjungi palangkaraya (Kalteng) untuk mengecek asap disana.
    Menurut info yang saya tau di media memang Palangkaraya termasuk yang parah. Bahkan per hari ini asap merek sudah berkali-kali lipat di melewati ambang batas berbahaya. Terakhir saya tau korban ISPA disana sudah lebih dari 2000 jiwa.

DetikHealth 26-09-2015
Seandainya mereka juga tau hal ini :(

     Saya hanya gak habis pikir. Kenapa harus di bakar. Bakar lahan buat buka usaha. Lalu usaha yang di mulai dengan cara haram karena menzalimi orang apakah hasilnya akan halal? Berkah? Sukses? Alasan para pengusaha dengan membakar lahan akan lebih mudah di bersihkan, subur karena humus bakaran dan mengusir binatang-binatang buat di semak belukarnya.
   Pertanyaannya, binatang buasnya lalu pergi kemana? Asapnya kemana? Mikirin gak kami yang di sekitarnya bahkan sampai negeri tetangga. F1 di sepang bahkan kemarin terancam batal juga karena asap kiriman Indonesia. Untungnya akhirnya terlaksana juga.

Calon perumahan baru. 300 m dari rumah saya
200 m dari sekolah TK anak saya.
Foto di atas adalah foto yang paling menguras emosi saya. Ini adalah foto calon perumahan baru. Di bakar oleh developer. Lokasinya hanya kurang lebih 300 meter dari komplek saya. Lahan seluas ini gimana kami gak kena Ispa?
   Anak saya masih TK. Sekolahnya dekat rumah yang lebih dekat lagi dengan lokasi bakaran perumahan tsb. Dari rumah dia pake masker. Tapi meski sudah di bilang jangan di buka tetap saja sampai sekolah dia buka. Karena anak TK kan sekolahnya nyanyi-nyanyi, doa-doa, baca-baca bermain bergembira. Mana enak kalau pake masker. Guru gak bisa memaksa akhirnya tiap pulang sekolah dia batuk-batuk. Saya ijin ke kepseknya bahwa setiap asap tebal otomatis Qorira tidak sekolah karena sudah 2x kena Ispa. Alhamdulillah dimengerti.
     Mau lebih sabar bagaimana lagi, mau gak aneh gimana lagi, nih saya sodorin kejadian yang sama tahun lalu 2014 masih saya save karena tahun lalu saya gagal menulis karena emosional tingkat dewa.

Foto Qorira opname karena Ispa
Foto sawah di bakar. Sisa panen
Di marabahan kab.Batola tahun lalu.

     Warga banjarmasin sudah melakukan solat minta hujan juga secara akbar. Hujan buatan juga sudah. Presiden juga sudah turun tangan. Asap memang ulah manusia. Tapi tidak akan terjadi tanpa ijin Allah. Karena itu tetap minta pertolongan ke Allah melaui hujan. Mungkin ini adalah peringatan juga buat kita agar lebih mencintai alam. Soal hukum menghukum oknum, apabila pengadilan manusia tidak mempan maka biarlah pengadilan Allah yang Maha Adil untuk memberikan keadilan terbaik. 
    Setelah kepulangan Pak Jokowi, keadaan sedikit membaik meski masih berasap kala pagi. Setidaknya ada perubahan, petugas jadi banyak berjaga di titik api. Emang dasar oknum nakal kalau di tegur pemda aja gak takut. Kalau presiden turun baru klepek-klepek. Gimana kalau malaikat izrail yang negur. 
    Coba kalian pikirkan ada alasan apa untuk diam membiarkan? Apa kalau lahan perumahan sudah jadi kita dapat bagian laba? Cuma dapat bagian asap kan. Kalau hutan-hutan di bakar untuk jadi kebun atau usaha, apa kalian yang ikut membiarkan nanti bisa dapat kerja disana?
  Banyak air di habiskan untuk menyemprot bakaran hutan. Apa kalian lupa ada banyak daerah sekarang kekeringan butuh air untuk bertahan hidup. Apa hanya dengan dikasih masker semua urusan anda selesai? Terimalah bila ada yang donasi masker tetapi tetaplah berusaha padamkan api hutan. Nenek moyang kita menitipkan hutan untuk kenyamanan kehidupan kita saat ini. Jadi janganlah duduk diam melihat usaha pemerintah yang kadang tidak bisa mengatasi semua dengan cepat. Mereka butuh bantuan kita juga. 
     Bayangkan bagaimana pak Jokowi harus membagi waktu untuk mengunjungi semua lokasi kebakaran. Pak Jokowi cuma 1 tapi lahannya yang terbakar begitu banyak dan luas. Sebenarnya kami tidak butuh masker. Hanya butuh udara Sehat.

Hati-hati para Pembakar Lahan

  Wahai sahabatku, saudaraku, para penguasa, para pengusaha, para anak-anak generasi penerus. Mari selamatkan paru-paru kita untuk masa depan. Mari jaga hutan demi anak cucu kita. Mari berbisnis halal. Mari tanam lagi hutan kita
#SaveHutanIndonesia #BloggerMuslimah #specialblogwalking 


24 comments:

ragus patriantobsc said...

Saudi arabia mengolah air laut jadi air layak minum..dan gratis sisa destilasi pelepasan garam dikumpulkan untuk menciptakan hujan dan berhasil..,!disini PDAM tdk layak diminum langsung udara kotor lebih parah hutan dibakar..apa2an ini minum susah bernafas susah..negri gila!nggak tobat nasuha...oiiya bagus artikelnya..kalau ada video originalnya diupload youtube saja biar melek dunia ini

kornelius ginting said...

Dulu Indonesia dikenal dengan sebutan paru2 dunia.. Sekarang paru2 itu malah mengotori dirinya sendiri....semoga derita asap menemukan jalan keluar yang terbaik bagi kita semua...diperlukan kesadaran bagi para pelanggar dan sanksi hukum yg tegas agar jera

Dwi Jatmiko Wati said...

Semoga beliau ga cuma meninjau aja tapi segera menindaklanjuti mba. Percuma kalau cm ditinjau jg mah...

nani djabar said...

Great mbak...tulisan yg benar2 mewakili realitas yg sesungguhnya sekaligus suara nurani rakyat yg mnjd korban...smg ada pihak2 pengambil keputusan yg membaca dan menjdkn masalah ini sbg mslh nasional yg patut segera diakhiri.... smg ikhtiar dan doa kita diijabah oleh Allah...

yuni zuhri said...

Semoga asap ini segera berlalu ya mba. Saya juga di kaltim merasakan hal yang sama.. asap dimana mana.. hik hik hik

Ruli Retno Mawarni said...

Iya pak.setuju saya kita harus taubat nasuha. Sayangnya yg ingin taubat justru yang bukan pelaku. Si pelakunya sendiri malah happy bergelimang harta. Negeri ini butuh perubahan yg menyeluruh (sebenarnya)

Ruli Retno Mawarni said...

Kita ini seperti perokok pasif. Tidak ikut merokok tp kena asapnya dan justru lebih sakit drpd yg merokok

Ruli Retno Mawarni said...

Betul mba.. semoga jg mereka ga cm tameng di dpn pak jokowi tp hbs itu berbuat lebih parah

Ruli Retno Mawarni said...

Mudah2an ya mba..aamiin Allahumma Aamiin

Ruli Retno Mawarni said...

Iya mba.. kalo malaysia saja kena asap apalagi kaltim yang lebih dekat ya mba.. sehat trs ya disana..

Lidya Fitrian said...

gak kebayang deh yang merasakan asao ini, aku yang menghirup asap pembakaran sampah aja kadang sesak

Ruli Retno Mawarni said...

Mudah2an ga sampe ke tempat mba lidya ya.. hiks :(

beautyasti1 said...

Aku setuju makk untuk menanam pepohonan lagi, menanam hutan kembali. Makk Ruli lokasi nya di kota apa makk? Seperinya dekat juga dengan kota yang kena asap.. Semoga pemerintah bisa segera mengatasi masalah kebakaran hutan ini dan tidak ada lagi korban Ispa lainnya .

Ruli Retno Mawarni said...

Hehehe kalau mba asti baca dari atas pasti tau deh asap nya sedekat apa sama saya.. saya di banjarbaru mba.. aamiin.. doain cpt musim ujan ya mba

Sumarti Saelan said...

ikut sedih, aku salah satu yang dulu pernah merasakan pekatnya asap di KalSel yang jarak pandang hanya 50 cm, sesek :(

Titis Ayuningsih said...

Asapnya memang menyiksa ya Mbak hiksss...semoga cepat merasakan udara yang bersih ^^

Ruli Retno Mawarni said...

Ahhh ternyata kalsel ga berubah2 ya mba.. sedihhh pdhl pimpinan sdh brp generasi

Ruli Retno Mawarni said...

Aamiin Allahumma Aamiin.. mudah2an soon yaaa

Wiwiek Windayana said...

Ikut prihatin, Mbak. Semoga kunjungan Presiden ke sana mampu memberi solusi sehingga tidak semakin banyak warga yang bertambah menderita.

Liswanti Pertiwi said...

Sedih banget dengan bencana asap ini.

Terima kasih sudah ikutan BW ukhti.

Ruli Retno Mawarni said...

Aamiin.. mohon doanya ya mba wiwiek

Ria Buchari said...

lgsung dari tkp...kita semua berharap masalah kabut asap segera terselesaikan ya mba..aamiin

Eva Arlini said...

saya setuju, negeri kita butuh perubahan menyeluruh mbak Ruli.. pengusaha bisa berpikir pengen cepat dan mudah buka lahan dengan membakar tentu diawali dari izin buat mereka mengolah hutan.. kalaupun ada larangan, mengapa mereka masih berani lakukan bahkan bertahun-tahun lamanya...Ketua kelompok melayu Riau bilang kalau pengusaha akrab dengan petinggi negara, baik bupati, gubernur, TNI dll..sehingga pengusaha leluasa mengambil untuk tanpa memperhatikan keselamatn orang lain.. jadi sistem ekonominya bermasalah, sistem politiknya juga. kita butuh perubahan sistem..kalau kita minta tolongnya sama Allah Swt, harusnya kita semua ramai-ramai kembali pada syariat Islam yg punya aturan menyeluruh untk menyelesaikan masalah hidup kita..

Tally Syifa said...

Semoga segera pulih.. pun pulih hati-hati mereka yang masih membakar hutan #savehutanIndonesia