Saturday, 26 September 2015

Resensi buku KAMANDRAH

Dok. Penulis

Assalamualaikum..
Judul buku   : KAMANDRAH
penulis          : Aufa Vicka
ISBN              : 978 - 602 - 371 - 060 -7
Penerbit        : LeutikaPrio
Tebal             : 143 Halaman
Ukuran         : 19 cm

Warnaku adalah Lavender 
perlambang dari luka hati karena tak mampu memiliki cinta Yogol. 

Kamandrah adalah nama lain dari Tanaman jarak atau Ricinus Communis. Yang konon bisa sebagai pencuci perut dengan beberapa tindakan. Tapi buku ini bukan buku biologi atau Botani. Buku ini adalah kumpulan cerpen. Tepatnya ada 15 cerpen. Dan kamandrah adalah salah satunya.


Secara keseluruhan buku ini adalah tentang cinta. Baik dari cinta yang lembut, cinta palsu, cinta buta, cinta pasrah, cinta psiko hingga cinta yang benar-benar sejati. Dari cinta yang normal hingga LGBT ada disini. 

Buku ini memaksa kita membaca full dari awal hingga akhir. Karena dalam setiap detil cerpennya membuat penasaran di awal dan baru benar-benar mencapai kelegaan di akhir cerita. Ohhh begitu maksudnya. Membaca buku ini meski dalam keadaan santai tetap membutuhkan pencernaan kisah yang teliti. 

Penulis buku ini adalah orang kalimantan tepatnya kalimantan selatan. Meski bukunya di terbitkan di Yogyakarta. Dalam bukunya tidak lupa ia tampilkan unsur-unsur budaya khas kalimantan dalam tutur katanya. Tapi tenang saja, dalam setiap kata berbahasa daerah akan diberikan penjelasan tentang maknanya. Penulis juga memperkenalkan fenomena-fenomena rakyat yang sekarang marak terjadi seperti pelanggaran-pelanggaran penggunaan lahan tapi dalam kisah yang tetap berbalut tema cinta juga.

Kemiripan nama-nama tokoh di dalamnya akan membuat anda berpikir bahwa semua tokohnya berada dalam satu kesatuan cerita sehingga membuat kita berpikir apa kelanjutan kisahnya.

Untuk yang menyukai kisah novel yang panjang dan dramatis. Cerpen disini memang terlampau pendek. Bahkan membuat penasaran bagaimana kelanjutan nasib tokoh-tokoh cerita setelah ending. Namun bagi penyuka cerpen, kisah ini cukup memuaskan karena setiap cerpennya pas panjangnya. Terutama untuk anda yang tidak memiliki waktu panjang. Cerpennya pas untuk di baca per waktu senggang.

Sebagaimana umumnya suatu karya tidak luput dari kekurangan. Maka buku ini tidak terlalu cocok untuk semua usia. Bahkan tidak cocok untuk anak ataupun remaja belia. Baiknya di baca untuk usia remaja usia mahasiswa keatas agar lebih sigap dalam mencerna tentang cinta yang baik untuk di lakoni. Agar bisa memilah mana yang bisa di ambil nilai positifnya. Bukan mencontoh ataupun mencoba. 

Setelah membaca buku ini ada perasaan cukup bersyukur pada benak anda dimana anda merasa jadi lebih tau soal kamandrah dan kehidupan orang-orang menengah kebawah yang banyak jadi setting cerita.

Aku tau, tak akan pernah ada hal yang cukup untuk setiap lelaki yang ku temui 
jika aku tidak merasakan getaran sayap kupu-kupu di dalam rongga perut

4 comments:

Yayu Arundina said...

hmmm... seru yah kayaknya nih. djual bebas di tokbuk gak ?

Nathalia DP said...

Menarik, ya judulnya ya temanya

Ruli Retno Mawarni said...

Baru bs pesen online mba. pesan via leutikaprio di 081904221928. Belum bisa nembus gramed penerbitnya.. atau ke penulisnya lgsg jg bs

Ruli Retno Mawarni said...

Mkasih mba