Resensi buku "Akik dan Penghimpun Senja"



   
   Judul      : AKIK DAN PENGHIMPUN SENJA
   penulis  : Afifah Afra
   ISBN       : 978-602-1614-63-1
   penerbit         : INDIVA mediakreasi
   ketebalan       : 322 halaman
   ukuran            : 19 cm
   harga buku    : Rp. 40.000


Sejak purba, senja mati di usia muda
Aku hanya mampu menggunting senja
Menyimpannya di sudut hati


       Meski peradaban telah berjalan lebih dari 2000 tahun. Ada 2 jenis kepercayaan manusia masih saja banyak penganutnya.  

   Manusia yang mengaku memiliki agama tetapi masih mengagungkan sesuatu melebihi Tuhan. Menganggap benda-benda memiliki tuah, kehebatan, dan kemampuan melebihi Tuhan. Bukan, bukan orang-orang kampung yang belum tersentuh agama saja. Bahkan sampai pejabat dan orang-orang yang terpandang rela melakukan banyak hal aneh demi sebuah tuah hingga merogoh kocek dalam hingga tumbal. 

   Manusia kedua, yang mengaku memiliki agama di KTPnya tetapi seperti tidak mengakui adanya Tuhan, tidak pernah beribadah, tidak tau cara beribadah, seolah-olah tidak butuh Tuhan dan tidak meyakini kekuatan Tuhan. Meskipun setiap hari besar keagamaan ia selalu merayakan dengan suka cita tetapi dengan hati yang hampa tanpa makna.

 Sebuah novel semi sastra yang memadukan sastra, budaya, religi, pariwisata, iptek dengan Kehidupan remaja modern saat ini. Mempertemukan 2 golongan manusia seperti yang saya ungkapkan di atas. Menemukan gesekan - gesekan hidup diantara keduanya dengan kehidupan manusia beragama dan berkeyakinan yang sesungguhnya terhadap Tuhan. 

    Ada 4 tokoh utama dalam cerita ini.

1. Tokoh utama, anton, mahasiswa ganteng kaya raya, cuek, yang meski memiliki IPK selalu minim namun memiliki pengalaman terbaik soal caving. Orang yang merasa memiliki Tuhan tapi tidak tau cara berkomunikasi dengan Tuhan. 

2. Tokoh berikutnya fahira mewakili mahasiswa paling cerdas di kampus, cantik, solehah, dan tangguh. 

3. Tokoh ketiga bernama rinanti, bunga desa, lugu dan santun, sang penghimpun senja nan setia. Meyakini semua kekuatan Tuhan dan hidupnya lurus.

4. Tokoh terakhir adalah Gunadi. Seorang penganut aliran Dinamisme yang mewakili orang-orang yang masih sangat percaya kekuatan yang lebih hebat daripada kekuatan Tuhan.


  Buku setebal 322 halaman ini membuat kita serasa menyelami lebih dalam bagaimana kehidupan Mapala atau mahasiswa pecinta alam yang seringkali kita anggap terlalu lebay mencintai alam. Padahal sebenarnya, kita butuh mereka. Yang sangat tau bagaimana memperlakukan alam dan menjaga keseimbangannya.

Maukah kalian menggunting senja dan membawakannya sepotong untuk orang yang kalian cintai


  Sekelompok mahasiswa yaitu Fahira yang berkolaborasi dengan beberapa anak Mapala melakukan expedisi pada sebuah gua vertikal yang masih tertutup bagi umum untuk riset Biologi yang sangat diminati oleh orang-orang jenius.    Sementara ada pihak lain yang tidak mau gua perawan itu terusik. Ada ketegangan hingga kejahatan terjadi dalam gua ini hingga berjalan seperti kisah horor ilmiah.  
  Ada cinta yang tertempa keras mengiring kisahnya dari tukang kebun hingga dukun sakti. Termasuk 2 tokoh utama wanita disini yang membuat penasaran akan bersama siapa endingnya.         
   Kisah ini bisa jadi memang fiktif tapi dalam kenyataannya banyak yang mengalaminya. Dari seorang anak broken home hingga fenomena batu akik yang memang ternyata berhasil mengubah kehidupan banyak orang terutama di Pacitan yang jadi setting.         
  Sebagai ciri dari penulis, mbak Afifah tidak lupa menyelipkan unsur misteri dan kejahatan dalam novelnya. Sastra yang tetap kental dan pengetahuan yang mendalam tentang batuan dan Caving. Juga bagaimana unsur dinamisme yang jadi rahasia umum dibeber nyata.    
   Dengan bahasa yang sangat mudah di cerna, meski untuk orang tidak mengerti batu dan gua sekalipun novel ini justru menambah pengetahuan akan jenis-jenis batu terutama akik dan wisata-wisata gua. Semua obrolannya santun meski dalam adegan marah sekalipun.    
   Tetapi, dalam segi bahasa juga kita menemukan kerancuan dimana anak jakarta justru berbicara dengan "aku kamu" sementara setting di jawa dengan yang asli orang jawa justru terlihat janggal menggunakan "elo gue" bahkan kadang terselip engkau dan saya yang semua bercampur. Aneh, tapi tidak sampai mengalihkan perhatian kita dari inti cerita. 
 Beberapa bagian novel ini terasa mengharukan terutama pada bagian-bagian tokoh utama kehilangan orang yang di cintainya. Gambaran cerita terasa nyata dan mengusik perasaan pembaca.
   Penulis menggiring pola pikir kita dengan santai dan lembut agar orang-orang bisa meyakini Tuhan dengan logis, mengharap semua hanya kepada Tuhan. Meyakini bahwa cinta dan kesuksesan hanya bisa di raih dengan usaha dan doa. Bukan dengan barang bertuah ataupun dengan tanpa Nya.
   
       Di sisi lain ada sedikit rasa takut terselip di benak saya, novel ini menceritakan keindahan gua-gua yang masih alami dan berbagai keindahan yang luar biasa di pacitan. Bagaimana jika setelah novel ini, banyak orang mengunjungi pacitan, mengorek-ngorek semuanya. Dan bisa jadi keindahannya akan terusik. 
   Seperti saat Andrea hirata menulis indahnya bangka belitung dan di film-kan dengan nyata  bukti Indahnya di Laskar Pelangi. Seperti saat film the beach memperlihatkan indahnya pantai tersembunyi di thailand. Yang ternyata sekarang semuanya jadi tidak seindah dulu lagi karena terlalu banyak di jamah. Mudah-mudahan tidak terjadi.

"Take nothing but picture, leave nothing but footprint, kill nothing but time." 
Senja ke-4823
  Secara keseluruhan, novel ini sangat bermanfaat membuka wawasan tentang banyak hal dalam kehidupan, banyak terjadi namun jarang di bahas. Juga mempelajari lebih dalam tentang bidang dan kegiatan yang jarang di pilih remaja saat ini. Bahkan di luar negeri kegiatan ini hanya di lakukan oleh kalangan "the have". 

  Anda akan merasakan anda jadi lebih pintar tentang pengetahuan alam ketika anda selesai membacanya. Recomended dan layak di berikan 4 bintang.  :)

"Satu persatu orang yang kusayangi di rengut dengan kejam oleh kematian. Kau.. kau yang terakhir. Aku tak rela.."
Acintyacunyata



Bulan haji, bulan impian

    'Pengennya saya ke london, ketemu zayn malik' tulis saya di status bbm saya. Tidak lama kemudian seorang teman komen untuk status saya 'kalo saya sih pengennya ke mekkah, umroh'. Saya langsung tersentak, kaget, kesel, bete, loh kok segitunya sih reaksinya. Padahal kan cuma gitu doank.

Tips memilih lokasi perawatan tubuh wanita

Emangnya nyari lokasi perawatan tubuh susah ya? Susah susah gampang. Tapi gak gampang banget juga. Setiap wanita memiliki caranya sendiri untuk menikmati me time-nya. Ada yang suka perawatan, berlibur, hangout atau sekedar ngeteh sambil baca novel. Kok kayanya saya banget ya..hehehe..
    Okey dari sekian cara menikmati me time, perawatan tubuh dan wajah bukanlah pilihan tapi kewajiban. Mau yang wanita karir, ibu rumah tangga, pelajar, nenek-nenek, semua tetep perlu perawatan tubuh dan wajah. 
   Kebetulan saya meski gak sering-sering amat perawatan tapi sudah pernah coba semua, dari rumah perawatan tradisional sampai beauty centre, dari sekedar facial sampe prewedding, dari yang murah sampe yang bikin kaget di kasir. Jadilah saya sedikit berbagi tips biar puas ngejalaninnya ya.
   Tanpa berpanjang-panjang lagi, silakan di pilih, mau perawatan di rumah perawatan atau perawatan di rumah ? Eng ing eng.. maunya sih rumah perawatan, tapi ga sempet. Maunya sih perawatan di rumah tapi kurang maksimal. So.. ini tips-tips sebelum memutuskan mau perawatan dimana.
Tips memilih rumah perawatan (RM) atau perawatan di rumah (PR) ya 

1. Pastikan aman
RM : Yah.. aman itu nomer 1 loh. Pastikan kalau memilih rumah perawatan khusus wanita, atau rumah perawatan umum tapi yang wanita di layani therapist wanita, yang pria di layani pria dan paling penting dalam ruang perawatan/ganti baju tidak ada CCTV. Bukan tempat yang bisa di intip-intip apalagi tempat yang sharing bersama customer lain. Serem ya..

PR : Aman, dari gangguan bayi/balita anda yang pegang-pegang lulur atau teriak pup, aman dari tugas rumah yang terlalaikan, masak beres cucian beres, aman dari gangguan external lain misalnya lagi asik lulur tiba-tiba ART bilang ada tamu, tiba-tiba suami ngajak keluar dll.

2. Sesuai Kebutuhan
RM : Kalo kita butuhnya lulur dan mandi susu dia gak ada. Tapi adanya totok aura dan mandi rempah. Ga lucu kan kalo kita butuhnya apa yang tersedia apa. Biasanya kalau kita gambling memilih ga sesuai kebutuhan, endingnya bisa gak puas

PR : bila memutuskan utk PR pastikan peralatan dan bahan tempur kita lengkap sesuai kebutuhan sebelum melakukan ya.

3. Menggunakan produk yang cocok dengan kulit kita
RM : Tanyakan di CS produk apa yang di gunakan untuk tubuh. Kalau dari rempah alami umumnya cocok dengan tubuh atau wajah kita. Tapi kalau menggunakan produk jadi, tanyakan merknya. Terdaftar gak di Depkes/BPOM.

PR : Gak jauh beda dengan RM kalau memutuskan untuk bikin bahan perawatan sendiri pastikan yang sesuai dengan jenis kulit dan pakai bahan terbaik ya.

4. Jam kerja cocok dengan waktu senggang kita.
RM : Udah bela-belain cepet-cepet daftar tapi antrinya panjang. Terus CS gak bisa ngasi alternatif. Rasanya wasting time ya. Pilih rumah perawatan yang waktunya bisa pas sama jam kita mau dan gak pake antri.

PR : berhubungan dengan point 1, kalau di rumah harus pinter memilih jam agar terbebas dari gangguan external. Catet.. :)

5. Treatment memuaskan
RM : untuk memilih rumah perawatan memuaskan bisa cari testimoni ya. Lewat Blog review atau twitter dari customernya. Atau teman-teman yang sudah kesana.

PR : salah satu kekurangan PR adalah ketika kita tidak bisa treat area-area yang sulit dilihat atau di jangkau misal kepala belakang saat creambath atau masker rambut. Dan area Punggung saat lulur/body mask. Bila ada orang ketiga yang bersedia membantu itu harus di persiapkan.

6. Harga cocok
RM : Gak mau donk yang kaget dengan bayaran yang gak sesuai dompet ketika semua perawatan selesai. Jadi harus tau di awal dulu tarifnya. 

PR : meski di rumah belum tentu budgetnya murah ya. Bisa jadi kita malah memilih produk/bahan mahal lalu untuk mengimbangi pengeluaran kita serve by our self aja. Yang penting cocok sama kantong.


    Kalau saya termasuk yang galau di antara keduanya, mau ke salon ga ada yang jagain anak, mau di rumah gimana ngelulur punggung, gak bisa totok wajah juga saya, bahan alat seadanya. Kadang rumah perawatan juga antri, belum lagi mahal atau produknya gak jelas BPOMnya. Kaya gini nih alat tempur saya di rumah yang ala kadarnya.

Foto pribadi 

   Nomer 1 body scrub dan 2 minyak zaitun, cuma itu bahan saya untuk perawatan badan. 3 penghilang komedo lalu di lanjut dengan peeling no 4 baru di masker nomer 5. Setelah masker agar gizinya meresap sempurna saya treat pake alat dermawand. Dan untuk sehari-harinya saya menjaga kelembaban kulit saya pake nano spray. Hasilnya? Jangan tanya hehehe untu skala ibu rumah tangga hasilnya lumayan. Tapi untuk skala dengan yang biasa perawatan di rumah perawatan ya kurang. Bagian punggung susah treatnya sama alat-alat untuk wajah juga minimal banget :D :D
    Di kota saya belum ada rumah perawatan yang pake home service yang profesional dan lengkap. Kalau ada yang bisa home service hanya dengan sms/wa kan enak banget ya, kaya ammara beauty care gitu. Untuk yang berdomisili di temanggung, magelang, jogjakarta. Duh beruntungnya yang berdomisili disana ada ammara.
   Perawatan lengkap dari perawatan tubuh, setrika wajah sampai hair do lengkap. Professional dan sudah di jamin. Saya habis baca testimoni para customernya yang sudah melakukan perawatan di rumah dengan ammara langsung mupeng. Memadukan bahan tradisional dengan alat modern. Jadi yang galau mau me time dengan perawatan. Monggo di pilih sendiri mau datang ke Rumah perawatan, perawatan di rumah atau perawatan di rumah yang menggunakan jasa profesional dari rumah perawatan berkualitas.
 





Kemerdekaan, bukan hanya kisah veteran

    Banjarbaru, 17 agustus 2015. Di sebuah sudut sempit lorong panti jompo. Ia meneteskan air mata. Mengenang kala itu ia menjadi saksi sejarah dan bagaimana hari kemerdekaan.
    Wanita tua yang sangat renta, berusia 105 tahun. Bernama Mbah Sukemi. Yang kini tinggal di panti sosial tresna werdha budi sejahtera, martapura. Saksi sejarah meski bukan veteran.
    Pagi ini kabut agak tebal ketika kami akan berangkat menuju ke panti sosial tresna werdha budi sejahtera atau lebih di kenal masyarakat dengan panti jompo. Beberapa lapangan kami lalui sudah terlihat upacara akan di mulai. Saya dan keluarga sudah setengah jalan mencapai panti jompo. Tidak lupa kami menggunakan dresscode merah putih hari ini.

   Antimainstream, hari ini saya dan teman-teman mengunjungi panti jompo ini. Karena disini kami belum menemukan komunitas veteran. Menurut kami.. para jompo ini pastilah tau tentang 17an atau setidaknya hari kemerdekaan. Pasti mereka punya cerita. Sambil mengunjungi, silaturahmi, berbagi cerita dan mengorek cerita. Pasti mereka akan senang kalo tau ini 17an begitu pikir saya dan teman-teman.
Oleh-oleh buat para kakek nenek sarapan
 
     Nenek pertama yang kami temui yang paling interaktif dalam berkomunikasi, paling segar bugar, murah senyum. Tapi beliau duduk sendirian di depan wisma matahari, karena tidak semua sehat bugar seperti beliau.
   Niat hati.. sambil bagikan bubur, sambil kami tanya, inget gak kalo hari ini adalah 17 agustus. Inget gak kalo hari ini hari kemerdekaan. Inget ga dulu biasanya 17an ngapain aja. Inget ga gimana dulu pak karno waktu hari merdeka menggema ke seluruh penjuru nusantara. Tapi kenyataannya ?

    Nenek ini melakukan semuanya di tempat tidur, pakai diapers tapi masih pesing, tempat tidur tidak layak, semua jadi 1 di tempat tidur ada obat, biskuit, peralatan mandi, tempat sampah sampai ke piring. dan dalam 1 kamar ada 4 orang yang kurang lebih sama kurang layaknya. Seperti wanita pada umumnya ada yang pembersih ada yang jorok, ada yang sehat bugar ada yang sakit. Kalau pas ketemu yang bugar dan pembersih biasanya kasurnya juga bersih. 
    Ini baru di wisma yang perempuan, belum lagi wisma laki-laki. Ada yang jauh lebih jorok lagi. Bau pesing menyengat, ada yang kasurnya jamuran. Kata penjaga panti hari ini petugas kebersihan libur. Libur sejak minggu karena senin juga libur 17 agustus jadi hari ini uda 2 hari tidak di bersihkan ya kotor dimana. Bila kakeknya bugar ya ada juga tempat tidurnya yang bersih rapi jali sprei kencang. Keren ya.. :)
    Saya sempet tidak tahan berkaca-kaca ketika seorang kakek yang kebetulan teman sekamarnya yang masih sehat bilang agar kami membangunkan beliau untuk makan bubur. Beliau bangun dan menerima. Berhubung beliau sudah tidak baik dalam mendengar maka kami bicara harus dengan sedikit teriak. Beliau bilang sejak setelah solat subuh sakit perut, yeah.. kakek ini masih rajin solat dan ontime pemirsa.. salut !!
    Saya mengulang 2x ketika bertanya apa kai sudah minum obat, kai adalah sebutan kakek di kalimantan selatan. Kata beliau, gak punya obatnya. Saat itu saya dan teman-teman tidak ada yang bawa obat maag. Ternyata beliau sakit perut karena lapar.  saya mau teriak, kemana anak-anak cucu beliau.. saya benar-benar teriris rasa sebagai anak melihat orang tua begini. 
    Rasanya saya sudah lupa kalau niat utama saya kesana ingin minta cerita soal 17 agustus sedangkan mereka-mereka ini saya rasa tidak merasakan makna merdeka. Apa yang mau saya tanya. 
    Di samping dapur umum ada tanah kuburan yang lumayan luas. Banyak nisan disana. Nisan sederhana dari kayu yang namanya di tulis seadanya. Sejenak saya terdiam. Melupakan para orang tua ini saja mereka tega, apa mereka akan datang mengunjungi nisan itu. Ah.. ya sudahlah..
 
Nenek ini sudah tidak bisa melihat. Tapi nenek bilang masih bisa makan sendiri. Allahuakbar.. merdeka !!

Sudah dulu ya melow ceritanya.. kita sekarang cerita 17 agustus yang bahagia juga ya.. di mulai dengan foto narsis kami yang kesana kemarin :) 

Bisa kan ya membedakan kami dan para nenek ;) im happy to be here..

Setelah hampir semua bubur terbagi. Kami menuju ke wisma terakhir. Di sudut tertutup pohon. Ketika datang kami di sambut seorang nenek dengan baju daster yang berjalan santai tegak dan sehat.
    Wisma kedua (selain wisma utama dimana pengasuh tinggal) yang kami bisa melepas sepatu karena wisma ini bersih. Bau pesing pun tidak ada. Kata pengasuh nenek tadi (yang menyambut kami) yang rajin membersihkan wisma dan menolong nenek-nenek lain disitu untuk bersih-bersih. Saya cuma bertanya, nenek kuat dan rajin begini masih tega juga anak cucunya menelantarkan atau sengaja menaroh di panti jompo? Ah..lagi lagi ya sudahlah..
    Suasana di wisma ini lebih hangat, kekeluargaannya terasa. Masing-masing masih bisa berkomunikasi walaupun tidak luput juga dari kekurangan fungsi panca indranya.
   Dan... ini dia bintang utama kita, mbah sukemi berusia 105 tahun menurut catatan admin pengurus. Namun menurut pengakuan beliau usianya 127 tahun.
    Nah yang di samping mbah sukemi, berambut pendek, beliau yang saya kisahkan tadi rajin sekali merawat teman-temannya dan membersihkan wisma. Mendampingi kami berbincang dengan mbah sukemi.
Saya : mbah tau hari ini 17-an mbah?
Mbah: wahh...ya tau lah.. hormat grakk (beliau bergaya ala tentara sigap) 
Saya dan teman-teman langsung penasaran tanya lebih jauh
Saya : mbah aslinya mana
Mbah : mbah orang jombang, suami orang kediri, orang tua orang xxxx mertua dari xxx ( saya yang lupa karena banyak kota beliau sebut dan clear ingatan beliau jelas)
Saya : mbah siapa presiden pertama kita?
Mbah : bapak sukarno (dengan lantang) waktu proklamasi mbah tau, jaman belanda jaman jepang jaman PKI mbah tau semua.
    Dengan usia lebih dari 100 tahun pastilah saat kemerdekaan beliau sudah berusia 30-an saat itu. Wajar kalau tau jelas peristiwanya.
Saya : kalau wakil presiden mbah ingat?
Mbah: aduh bapak siapa itu ya namanya, (beliau agak lama berpikir lalu saya bantu)
Saya : bung hatta ya mbah
Mbah: nahhh.. iya bapak muhammad hatta yang pakai kacamata itu (kami semua kagum akan ingatan beliau)
Saya: mbah dulu suaminya pejuang ya?
Mbah: engga, suami mbah cuma tukang becak, tapi kami mengalami semua kekejaman penjajah itu. Mbah dulu dari muda sampai tua kerja sama belanda sampai belandanya pergi
Saya: mbah masih bisa bahasa belanda
Mbah: masih

    Lalu mbah mengucapkan beberapa kata dalam bahasa belanda yang tidak bisa saya tuliskan disini karena saya tidak tau tulisannya bagaimana. Kata beliau itu kata-kata kalau di panggil atau disuruh sama juragan yang orang belanda.

Saya : mbah di banjar ini aslinya mana
Mbah: rumah mbah dulu di teluk tiram, suami meninggal, orang tua meninggal, mertua meninggal, mbah sendirian disini.

   Tanpa mau membahas lebih lanjut dimana anak beliau atau saudara lain, saya memilih bertanya tentang sejarah lagi.

Saya : mbah waktu itu kalau perang gimana
Mbah: wah itu kami sembunyi dimana-mana, ada bom tembakan clurit.
Saya : waktu jaman PKI mbah dimana
Mbah: waktu PKI itu mbah masih di jawa, Ya Allah... kejamnya itu PKI ya.
    Lalu mbah terdiam, menangis, kami pun diam membiarkan mbah larut dalam ingatan beliau. Saya menyeka air mata beliau.

Saya: memangnya mbah tau kejadiannya?
Mbah: engga, waktu itu mbah liat di bioskop di jawa. Jahatnya mereka ya udah gitu di masuki  lubang lagi. Lubang apa itu..
Saya: lubang buaya ya mbah
Mbah : nah... itu.

   Saya pun dulu waktu kecil sering nonton film G30S PKI tapi di tv saja. Bukan di bioskop. Entah sekarang mungkin tidak layak lagi di putar.

Saya : gimana mbah Indonesia sebelum merdeka dulu mbah
Mbah: kalau bukan bantuan amerika dan australia mungkin kita belum merdeka
Saya: biasanya mbah kalo 17 agustus ngapain mbah
Mbah : mbah gak ikut upacara tapi mbah ikut hormat.

   Saya dan teman-teman karena tidak banyak tau tentang sejarah saat itu, dan hari sudah mulai siang. Akhirnya memutuskan untuk datang lagi nanti. Mengulas cerita lagi. Dan mbah berpesan tolong jenguk mbah lagi nanti pas lebaran. Saya dan teman-teman pun janjian untuk datang lagi ketika lebaran idul adha untuk mbah sukemi. 
    Beliau, yang begitu mencintai Indonesia, yang setua itu tidak ingin melupakan sejarah. Padahal anak-anak muda sekarang banyak yang tidak tau bahkan tidak ingin tau sejarah negeri ini. Mungkin mbah sukemi mewakili perasaan rakyat jelata Indonesia saat itu, jadi tidak melulu dapat berita dari veteran ya. Mudah-mudahan jadi motivasi kita juga. Agar tidak malas-malasan mengibarkan bendera di depan rumah. Tidak menyepelekan makna kemerdekaan yang bagi mereka (masih) sangat menyenangkan di ingat.
 

Dirgahayu Republik Indonesia ke 70
Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya.

    





Garang asem kuah dengan sayuran

Assalamualaikum...
Garang asem biasanya minim sayur. Biasanya pake daun pisang. kali ini saya bikin resep garang asem pake sayuran dan tanpa daun pisang. Yang biasa pake kemangi yang kurang sreg sama anak-anak bisa di modif dengan sayur lain. Dan tidak harus ribet sama daun pisang. Ternyata sama enaknya :) selamat mencoba



Bahan
1 ekor ayam
6 blimbing wuluh iris 1 cm
1 biji wortel iris tipis
1/2 biji kembang kol
75 cc santan kental
2 liter air
5 siung bawang merah iris tipis
5 butir bawang putih iris tipis
2 lembar daun jeruk
1 sdt lengkuas bubuk
1/2 sdt jahe bubuk
1 batang sereh
10 cabe rawit utuh (optional bila ingin rasa pedas)

Cara memasak
1. Rebus ayam hingga setengah matang sisihkan beserta kaldunya
2. Tumis bawang merah, bawang putih, lengkuas, jahe, sereh, daun jeruk, hingga wangi
3. Masukkan ayam, air, kaldu, blimbing wuluh dan wortel. Tutup panci sehingga menyerupai di ungkep
4. Setelah wortel matang dan kuah berkurang sedikit tanda meresap ke dalam masakan, masukkan kembang kol dan santan
5. Aduk terus supaya santan tidak menggumpal dan kuah agak mengental selama kurang lebih 3 menit saja
6. Sajikan hangat bersama nasi


Hotel biuti, hotel murah di banjarmasin

    Assalamu'alaikum...
Ada rencana ke banjarmasin untuk liburan? Nyari hotel murah tapi bagus itu wajib kan ya... terutama untuk backpacker. Iyalah.. kalo hotel bisa nyaman tapi hemat. Kan uangnya bisa buat beli oleh-oleh lebih banyak atau buat kulineran.. ya, saya pecinta hemat garis keras.. *kibas rambut eh jilbab*
    Saya mau review hotel biuti nih.. eh ga salah tulis ya hotel beauty gitu. Gak kok. Beneran hotel biuti. Hotel ini baru saya temukan minggu lalu di jantung kota banjarmasin. Padahal ternyata hotel ini sudah lama berdiri.

Papan nama Hotel Biuti dulu. 
Source: google map 

Alamat : Jalan Letjend Haryomo No.21, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70231
Tarif : start from Rp. 250.000
Telepon : (0511) 3354493
Kelas : bintang 2

Konon kata tante dulu kalo dinas kantor yang budget pas-pasan hotelnya disitu. Katanya dulu hotelnya jadul banget, sampe ke kamar-kamar propertynya jadul semua. Mau liat yang sekarang? Taraaa...


Posisinya nyelempit diantara bangunan-bangunan lainnya. Menimbulkan potensi kelewatan kalo mau mampir. Hihihi..





    Eh jangan di kira bookingnya akan sulit. Pemesanan kamar sudah bisa via travel-travel online ternama itu. Saya sendiri tau hotel ini lewat web pemesanan hotel terkenal itu. Tapi saya gak booking disana soalnya ga keburu. Sudah terlanjur muter-muter mau langsung ke TKP hehehe.. 
    Saya bawa bayi dan balita oke aja, ada kran air panas buat mandi. Ada family room untuk si balita ku yang uda tidur sendiri. Dan dapur yang sedia terus untuk pesen-pesen sesuatu. 
    Satu hal yang paling aku takutkan dari hotel murah adalah hotel esek-esek. Punya pengalaman buruk banget ke hotel yang harganya lumayan dengan fasilitas lift tapi ternyata blak-blakan esek-eseknya. Oke lah itu hak setiap tamu mau ngapain. Tapi kalo sampr ganggu kenyamanan ga enak kan. Kalo sampe suaranya kedengaran masuk kamar dan di liat anak-anak kan gak enak.
   Pas saya ke hotel biuti itu pas malming. Pas banget buat pembuktian. Saya ga bisa tidur sampe jam dini hari untuk ngecek apa yang terjadi di hotel ini. Eh sambil nulis juga sih malem-malem hehehe.. and i see nothing.. ga ada suara-suara apapun. Ga ada suara aneh-aneh bahkan ga ada tamu-tamu baru. Kalo hotel esek-esek mah biasanya dini hari ribut cek in. Eh kok tau.. yaitu tadi.. gegara pengalaman masuk hotel bagus luarnya doank. Tapi begitu masuk itu suara dari luar jelas banget kedengaran sampe dalem. Ga enak banget.
    Alhamdulillah sih di hotel biuti ini nyaman aja. Pas saya sarapan pagi juga ketemunya family semua dengan anak-anaknya. Jadi ngerasa hommy banget disitu. Doanya sih.. semoga selalu dan seterusnya jadi family hotel yang nyaman. Tetep murah dan bisa makin naik bintangnya. Aamiin :)

Ketika anak - anak bertanya tentang haid ?

Percakapan 1.
Kenapa bunda gak solat? Bunda lagi M.
M itu apa bunda? Males, jawab bundanya singkat.
Esoknya si anak tadi ga mau solat dengan alasan yang sama, lagi M katanya.

Percakapan 2.
Saya kutip kurang lebih dari salah satu kartun di tv
Kenapa kaka tidak puasa ? Karena kaka lagi libur. 
Kenapa kaka bisa libur puasa ? Karena perempuan ini istimewa.
Istimewa??? 

Assalamu'alaikum
Apa yang akan anda jawab ketika anak bertanya apa itu haid? Apa itu mens? Apa itu "lagi M" ? Pastinya 1-2 kali pernah denger cerita yang kurang lebih potongan cerita di atas ya.
Sedangkan di percakapan kedua, jawaban seolah-olah hanya wanita di dunia yang di istimewakan oleh Tuhan. Padahal setiap manusia laki-laki dan perempuan kan di muka bumi ini adalah istimewa. 

Okey...jadi kira-kira kapan anak-anak akan bertanya tentang haid/menstruasi?


Pointnya adalah
1. Kapan anak tau kita sedang mengalami menstruasi ?
- biasanya ketika akan ibadah yang sudah bersifat rutin (kebiasaan), yang ketika ia melakukan sedangkan kita tidak melakukan. Contoh ketika puasa dan solat

2. Kapan ia melakukan ibadah?
- sejak dini biasanya kita sudah mengajarkan ia ibadah, utamanya solat biasanya sejak umur 1-2 tahun pun sudah mulai pakai mukena, atau pake peci lalu di ajak berjamaah. Namun untuk bersifat kebiasaan atau kita wajibkan umumnya ketika 3 tahun keatas. (Tidak sama tiap anak tapi umumnya dan anak saya sendiri mulai teratur solat di usia 3 tahun)

3. Kapan anak bertanya ?
-  ketika ibadah akan di mulai atau sedang berlangsung lalu ia melihat kita (ibunya) tidak beribadah bersamanya maka saat itulah ia bertanya kenapa mama/ bunda/ ummi tidak solat atau tidak puasa ?

Jadi kesimpulannya, anak untuk bertanya tentang haid adalah ketika usianya memang terlihat cukup untuk tau apa itu haid. Tidak perlu di tutupi apalagi di bohongi dengan alasan dia masih kecil belum boleh tau atau Tidak perlu tau.

Masuk akal gak kalo usianya 2 tahun terus bertanya, kenapa mama tidak solat, padahal waktu itu dia juga baru banget bisa. Pastilah belum rutin dan moody di ajak solat atau puasa. Berucap juga belom lancar banget ya..hehehe

Saya mendapat pertanyaan apa itu haid ketika anak saya baru berusia 4 tahun. Baru banget ultah ke 4 tahun ketika solat magribnya sudah mulai rutin. Nyaris tiap malam tanpa terlewat. Bahkan ketika papanya tidak di rumah saya gantikan menjadi imam. Tiada solat terlewat tanpa saya. Jadi ketika saya tidak solat dan dia harus solat sendiri maka pertanyaan itu keluar.
Lalu apa jawaban yang harus kita beri supaya gak berbohong dan anak mengerti lalu kita bisa mengatasi.

** kenapa mama gak solat
- mama lagi haid
** haid itu apa ma?
- haid itu artinya mama lagi mengeluarkan darah kotor
** darah kotor itu apa?
- sama seperti ketika kita pipis atau pup itu kotoran yang ada dalam badan yang harus di keluarkan. Nah kalau haid itu darah yang kotor dalam tubuh dan harus di buang
** kenapa papa gak haid ma?
- itulah bedanya laki-laki dan perempuan, laki-laki ga akan haid seumur hidup. Kalau perempuan akan haid
** Kenapa Qorira ga haid ma?
- Qorira akan haid tapi nanti kalau sudah besar, kalau sekarang belum
** haid itu bentuknya gimana ?
- haid sama seperti pipis juga keluar dari tempat pipis juga.
** kenapa kalo haid mama gak solat ? Kalau pipis kan boleh solat
- karena kalo haid itu berhari-hari bersambung, kalo pipis cuma sebentar-sebentar. Tapi sama saja haid dan pipis itu kotor jadi tidak boleh solat
** kenapa pipis sama haid itu kotor
- kalo Qori pup sama juga kotornya. Bukan cuma pipis dan haid. Kenapa kotor ya karena itu harus di buang. Jadi sama seperti sampah yang harus di buang. Kalo gak di buang badan kita penuh sampah bisa jorok dan sakit.

Dari semua penjelasan pendek tsb alhamdulillah Qorira mengerti. Tidak harus berbohong atau menutupi. Toh nyatanya ketika ia ke mesjid orang-orang bertanya kemana mamanya. Ia akan jawab dengan santai mama lagi jagain adek atau lagi haid. Orang yang bertanya kepada saya, di kira Qori tau haid dalam arti lain. Saya jawab tidak, Qorira tau arti haid yang sebenarnya. Bukan di samarkan dengan arti lain.
   Ada yang bilang anak terlalu dini untuk di kasih tau. Tapi hanya kita yang tau kapan anak cukup siap untuk menerima penjelasan kita terhadap sesuatu. Ketika ia sudah banyak bertanya maka saat itu pula anak sudah siap menerima penjelasan. Dengan catatan menggunakan bahasa yang mudah ia mengerti. 
   Tuhan sudah cukup baik untuk memberi rentang perkembangan anak. Maka anak yang terlalu kecil tidak pernah bertanya kenapa bunda tidak solat sampai ia kemudian bertanya maka pada saat itu ia telah siap menerima jawaban.
   Sebaiknya sejak dini tidak membiasakan untuk berbohong pada anak terutama untuk edukasi yang berkaitan dengan seksual. Daripada ia mendapatkan penjelasan yang tidak tepat dan bukan dari sumber yang akurat. 
   Seks bukan lagi di anggap tabu asal di informasikan dengan tepat dan benar. Mulai kecil ajarkan anak bedanya perempuan dan laki-laki agar ia bisa hidup dengan penuh aturan. Terhindar dari seks bebas. 
   Jangan pula mengatakan ketika haid bahwa kita sedang libur. Jawaban tsb hanya akan menyulitkan kita di kemudian hari ketika anak menanamkan pikiran bahwa ibadah wajib itu boleh libur. 
   Jadi ketika anak bertanya tentang haid, pastilah usia anak itu sudah siap menerima penjelasan kita karena dia memgetahui kita haid ketika ia sudah mulai rutin solat yaitu di range usia yang sesuai.
   Lebih baik jujur daripada membuat tabu penjelasan tentang haid. Daripada kelak anak ketika sadar bahwa M itu bukanlah malas maka anak bisa bertanya kepada temannya yang sama-sama tidak tau.
Tetaplah jadi orang tua cerdas dan jujur. 

Orang tua yang jujur akan melahirkan anak-anak yang jujur.

Liburan Impian ajak bayi dan balita tanpa rewel dengan Garuda Indonesia

Assalamualaikum, 
pernah travelling bawa bayi dan balita ? pernah donk. bayi aja atau bawa balita aja? yah keduanya ikut. Trus rewel gak? tergantung perjalanannya nyaman atau engga. eits... satu lagi, gimana kalo anak-anaknya aktif banget? ga salah nih? engga... simak aja gimana saya ngajak bayi dan balita naik pesawat tanpa rewel ya.
ruliretno.com | BLOG DESIGN BY Labinastudio